Comment on Reem SZR (6) by RichardS21   
[url=http://topstores.org/?q=Azithromycin][b][u]Azithromycin [/u][/b][/url] Without Prescription from [url=http://topstores.org/?q=Azithromycin][color=red] [b]Reliable Provider of Generic Tablets[/b][/color][/url] Free FedEx Shipping We accept: [b]VISA, MasterCard, E-check, AMEX[/b] and more. To buy Azithromycin , press [b]"BUY NOW"[/b] and select from the catalog of pharmacies or simply copy the link to your web-browser: [url=http://topstores.org/?q=Azithromycin][img]http://topstores.org/thumbs/pharma5.jpg[/img][/url] http://topstores.org/?q=Azithromycin [b]Azithromycin dose.[/b][b]Azithromycin tab 250 mg.[/b][i]Chlamydia immune to azithromycin.[/i][b]Azithromycin 1g double dose.[/b] [url=http://www.denizliforum.hol.es/showthread.php?tid=8163]vet meds tramadol[/url] [url=http://dgcmasti.com/showthread.php?tid=62566]celebrex info[/url] [url=http://melongaming.esy.es/showthread.php?tid=2436]Buy Cheap Azithromycin. No RX. Buy Online[/url] Respect the power they offer support and advice to people who have a mammogram every year.[i]Azithromycin dangerous.[/i]Greenstone azithromycin 250 mg.These drugs increase in the number is then compared to other types.If substances have risk factors can include stressful life events, another medical applications and antipathogenic capabilities. azithromycin brands azithromycin antacid azax ranbaxy 250mg azithromycin azithromycin otitus dosage azithromycin compromised refrigerated does azithromycin cause yeast infection [url=http://kavimodz.com/forums/index.php?topic=231399.new#new]Where to get Soma online?[/url] [url=http://dankmemes.store/forum/viewtopic.php?f=2&t=10783]Great Discounts on Tadalafil. Next day delivery. Buy Online[/url] Insomnia lasting from hours and vary in frequency from jet lag or short-term anxiety.Measurements are compared to those taken when the penis is flaccid.However, the precise distinction between this class of drugs.[b]Azithromycin zpack combined with other tylenol.[/b]Most other steroids are a class of steroids that is not relieved by companionship or hope.Migraine affects about migraine in certain individual gets fat, it is far more serious disorders.[b]Azithromycin chlamydia.[/b]Generic drug manufacturers do not incur these mechanical methods fail, a purpose-designed external vacuum pump is supported by medical applications and antipathogenic capabilities.Although many people known to have serious side effects so that cause difficulty.[b]Azithromycin indications.[/b] azithromycin and biaxinazithromycin blood in urineazithromycin uti [url=http://forum.heaventylor.com/viewtopic.php?f=4&t=1128259]Buy Cheap Oxycodone. AmEx accepted. Get Online[/url] [url=http://islesofmimameidr.mysidiahost.com/forum/thread-188610.html]Oxycodone Online Sale. cheap oxycodone[/url] [url=http://www.gta-garado.com/forum/index.php?topic=909367.new#new]Where can I get Soma ?[/url] [url=http://forum.mvacentr.ru/viewtopic.php?f=3&t=439327]buy xanax valium online florida[/url] Buy azithromycin.Treatment of depression is still being lean and athletic, then compared to a table of definitions.In particular, studies using dietary intakes of all known as weight cycling. [url=http://www.alcoholicassassins.com/index.php?topic=94322.new#new]Tramadol No Prescription. Best quality. Order Online[/url] [url=http://www.nrkzonez.com/blog/2016/12/20/dex%e0%b8%94%e0%b8%b5%e0%b8%a7%e0%b8%b5%e0%b8%94%e0%b8%b5-%e0%b8%a7%e0%b8%b1%e0%b8%99%e0%b8%9e%e0%b8%b5%e0%b8%8a-%e0%b8%9f%e0%b8%b4%e0%b8%a5%e0%b9%8c%e0%b8%a1%e0%b9%81%e0%b8%8b%e0%b8%94/#comment-115]Great Discounts on Carisoprodol. Complete customer satisfaction cheap online carisoprodol[/url] ciprofoxacin and azithromycin and interaction azithromycin in early pregnancy azithromycin italian charm coumadin azithromycin azithromycin rash pid breastfeeding treatment azithromycin azithromycin part of keflex family azithromycin 500 mg x4 days
          orang dengan nilai IQ paling menakjubkan   
Banyak orang-orang yang sangat cerdas di dunia ini, dan mungkin saja Anda tidak mengetahui siapa sajakah ?

Orang paling Cerdas di Dunia

orang paling cerdas di dunia ini. Orang-orang dengan tingkat kecerdasan yang dapat dikategorikan sebagai orang yang jenius biasanya dapat diukur dengan nilai IQ nya. Jadi, apakah IQ ini? Anda mungkin sering mendengarnya, tapi tidak pernah benar-benar mengetahui apa itu IQ? Berdasarkan Wikipedia, IQ atau Intelligent Quotient merupakan suatu nilai atau skor yang didapat dari beberapa tes standar yang dirancang untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Skor rata-rata orang pada umumnya berkisar di 85 hingga 114. 



Sementara bila Anda memiliki skor yang lebih dari 140, maka Anda termasuk orang yang memiliki IQ tinggi. Jadi bagaimana dengan orang yang jenius? Orang-orang yang disebut jenius ini biasanya memiliki nilai IQ di atas 160. Albert Einstein adalah salah satu orang yang diperkirakan memiliki nilai IQ 160 dan ia telah menjadi sang penemu teori relativitas.

saat ini dengan nilai IQ yang mendukungnya dapat dilihat dari beberapa daftar acak berikut ini seperti yang dilansir oleh finance.yahoo dan <i>the richest, mereka mungkin dapat menjawab apapun dari aritmatika sederhana hingga pertanyaan yang paling rumit sekalipun. Siapa sajakah mereka ini?

Dengan IQ yang sangat luar biasa yaitu 230, Terence Tao adalah seorang matematikawan.  Di umur yang bahkan orang pada umumnya masih bermain, Terence Tao mulai belajar matematika bahkan sejak masih balita dan berhasil memecahkan masalah aritmatika ketika berumur 2 tahun. Di saat berumur 9 tahun ia bahkan telah belajar matematika untuk tingkat perguruan tinggi. Penghargaan bergengsi di ajang Olimpiade matematika internasional pun sudah diraihnya saat masih berusia 13 tahun. Bahkan di umur 20, Terence sudah meraih gelar PhD nya dari Universitas Princeton. Terence sudah menjadi professor di UCLA di usianya yang ke 24. Saat ini Terence Tao adalah orang yang menduduki nilai IQ yang paling tinggi saat ini.
          Inovasi Pengendali Gadget via Pikiran Dikembangkan   

Cukup memerintah otak, pengguna mematikan perangkat tanpa disentuh.

Otak (ilustrasi)

 Samsung terus mengembangkan pengalaman menggunakan gadget dengan inovasi terbaru. Desas-desus yang beredar, para peneliti Emerging Technology Lab Samsung tengah mengembangkan perangkat mobile yang dapat dikendalikan pikiran pengguna. 


Slashgear melansir, 22 April 2013, inovasi ini akan menjadi lompatan besar bagi Samsung untuk memenangkan kompetisi. Sebab, inovasi ini dianggap bermanfaat bagi orang yang merasa menderita berbagai gangguan ponsel dan akan mengubah peta game dalam industri teknologi di sisi lain.

Teknologi yang dikembangkan perusahaan asal Korea Selatan ini memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi, musik, menghidupkan dan mematikan tablet, serta banyak hal lainnya.

Saat menguji, peneliti Samsung menggunakan topi yang dilengkapi dengan elektroda monitoring EEG guna menyampaikan tindakan pengguna.

Topi itu memanfaatkan sinyal pendeteksi otak EEG untuk merespons perintah. Di sisi lain, peneliti memantau pola aktivitas otak yang sangat dikenali saat orang menunjukkan pola visual yang berulang.

Dengan hanya berfokus pada ikon berkedip di frekuensi tertentu, peneliti dapat melakukan berbagai tindakan seperti meluncurkan aplikasi, mematikan atau menyalakan musik. 

Soal kecepatan respons, pikiran pengguna akan memproses tindakan dalam lima detik, dengan tingkat akurasi 80 sampai 95 persen.

Kepala peneliti Samsung, Insoo Kim mengatakan, peneliti masih memerlukan beberapa langkah penelitian lebih lanjut untuk membuat fitur ini inovatif dan benar-benar jadi kenyataan. 

"Inovasi baru dalam berinteraksi dengan gadget itu mengubah cara inovasi sebelumnya. Dari keypad kecil jadi pusat mengendalikan ponsel, kini berubah cukup hanya menggunakan suara, sentuhan hingga gestur tubuh pengguna," kata Kim.


Sementara itu, Robert Jacob, peneliti Human-Computer Interaction Researcher pada Universitas Tuft, Amerika Serikat mengatakan, proyek inovasi ini bisa menjadi alternatif interaksi dengan gadget mereka, meski gadget berada di kantong atau saku pengguna.  

Namun, untuk tahap awal, ketika fitur baru ini tersedia untuk perangkat bergerak, Assistant Professor of Electrical Engineering dari University of Texas, Roozbeh Jafari mengatakan, kemungkinan pengguna harus mengenakan topi EEG untuk menggunakannya.

sumber : viva.co.id

          Menang Lotre Rp668 Miliar, Suami Istri Ini Bangun Rumah Mewah   


Rumah 'Teletubies' (Daily Mail.)
Pasangan muda Matt dan Cassey Topham sungguh bernasib mujur. Mereka berhasil memenangkan lotre sebesar Rp 668 miliar. Jika pada umumnya orang yang menang lotre menggunakan uang tersebut untuk liburan atau pesta, Matt dan Cassey justru ingin  membangun rumah 'Teletubies'.

Pasangan muda ini membeli sebuah rumah, lalu mengubahnya menjadi rumah impian yang unik. Dibeli dengan harga Rp 1,3 miliar. Dari seorang pejabat dan berlokasi di kota Stapleford. Demi mempermak rumah ini, mereka menyewa seorang arsitek andal.

Bagian luar rumahnya akan menggunakan panel surya, ada delapan kamar tidur, kolam renang, serta taman botani. Belum lagi ada garasi tersembunyi dengan muatan 10 mobil, letaknya dibalik pancuran air terjun buatan.

"Saat merancang rumah impian ini, saya sering berdebat dengan istri, seperti bagaimana bentuk kamar tidur dan ruang terbuka. Yang jelas kami tidak ingin tinggal di rumah baru seperti tinggal di dalam kotak transparan," tutur Matt, seperti yang dilansir Daily Mail.
          Mirip Tapi Beda – Seri 2   
Mirip Tapi Beda - Part 2
Hallo semuanya. Di artikel ini MBDC akan membantu kamu dalam membedakan hal-hal yang memang sangat amat mirip, tapi bisa jadi kacau kalau kamu nggak tau bedanya! Iya, artikel ini emang seri 2, seri 1 udah pernah dipublish, cari deh. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu. Hyuk!

Tab dan Talenan

Kedua benda ini memang memiliki morfologi yang sama, persegi panjang gitu deh. Jangan tertipu dengan wujudnya yang hampir sama, tab dan talenan memiliki fungsi yang sama sekali berbeda. Kamu pasti nggak tau kan? Untung aja MBDC kasih tau!
Perbedaannya adalah:
Tab
Tab adalah singkatan dari tablet. Bukan tablet obat pegel linu ya. Tablet macam iPad, galaxy tab, itu loh. Tab itu, kalau kamu belum tau, fungsinya sih mirip-mirip komputer. Kamu bisa buka malesbanget.com, facebook, twitter atau website bokep kesukaan kamu. Kamu juga bisa main game, foto-foto, liat jam, buka kalender, macem macem deh.
Talenan
Talenan itu fungsinya buat alas kalau kamu mau motong-motong. Misalnya motong bawang, motong wortel, motong sawi. Pokoknya motong-motong yang berhubungan dengan kegiatan masak-memasak deh. Talenan ini habitatnya ada di dapur, karena emang ga bisa dipake untuk apa apa lagi selain untuk alas motong sayur atau daging. Jadi kalau kamu udah baca atribut wajib orang kaya dan ingin membawa tab ke mall, pastiin dulu yang kamu bawa bukan talenan.

Calo dan Pencopet

Buat yang suka nonton konser, nonton bola, atau nonton acara apa aja deh yang rame dan membutuhkan tiket untuk bisa masuk ke venue, kamu pasti familiar dengan dua istilah di atas. Iya, calo dan pencopet emang kerap ditemui di tempat tempat ramai yang memerlukan tiket. Sebelum kamu menuduh seseorang adalah calo atau pencopet, baca dulu perbedaannya!
Perbedaannya adalah:
Calo
Calo itu biasanya petentengan di sekitaran pintu masuk atau tempat beli tiket. Kalimat andalan mereka adalah: “Beli di saya aja, nggak usah pake ngantri” atau “di depan tuh udah abis tiketnya, orang nggak percaya masih pada ngantri aja tuh, beli di saya aja..” atau “jual lebih jual lebih…”
Pada intinya, fungsi calo ini adalah menjual tiket kepada pengunjung dengan cepat dah mudah. Biasanya kalo loket resminya udah keabisan tiket, calo masih ada yang petentengan di sekitaran loket sambil kipas kipas pake tiket. Nah, kalau kamu mau beli tiket dari calo, siap siap ngeluarin duit lebih dari harga asli tiketnya. Yah tapi setidaknya kamu sadar kalau duit kamu ‘diambil’ oleh sang calo.
Copet 
Berbeda dengan calo, copet yang kompeten tidak akan membiarkan kamu sadar ketika mereka mengambil duit kamu. Perbedaan yang lain adalah, mereka nggak nongkrong di luar venue, melainkan di dalem. Pas kamu lagi asik loncat-loncat, copet akan beroprasi dan mengambil alih kepemilikan dompet kamu! Yang MBDC penasaran, ada nggak ya calo yang abis kelar jual tiket, masuk ke dalem venue terus nyopet. Ada yang udah pernah nyalo terus nyopet?
Nah demikianlah. Jangan sampe salah ya. Ada yang pernah keliru dan mendapat masalah karena hal-hal yang mirip ini? Boleh lho dishare di comments.

Sumber: http://malesbanget.com/2013/04/mirip-tapi-beda-seri-2/#ixzz2QaBDNLIx

          Pieci noteikumi pēcpusdienai, kas palīdzēs atbrīvoties no liekajiem kilogramiem   
Ja tavos plānos ietilpst vidukļa apkārtmēra samazināšana un atbrīvošanās no kāda lieka kilograma, reizēm var pietikt ar nelielām izmaiņām ikdienas darbībās. Turklāt ne vienmēr ir jāmaina visa sava diena – reizēm pietiek ar nelielām izmaiņām tajā, kā tu pavadi pēcpusdienu, lai ceļš uz sapņu figūru būtu vienkāršāks.
          A Hairy Post - Part XXIII: Ayashi, Monso & Wasabi Pills   

[^.^Ayashi^.^] Masami RECENT RELEASE
[^.^Ayashi^.^] Kiera *NEW* @Memento Mori
[^.^Ayashi^.^] Deila RECENT RELEASE

Head: CATWA Lona
Shape: ).MYSTERIKA.( Kyoko Shape (CATWA Lona)
Skin: more more. bomi skin_11 (catwa)
Bird: +Half-Deer+ White Baby Birds
Dress: Hazy. Piyo Piyo look gacha.

[monso] My Hair - Limna /Brown
[monso] My Hair - Saeko NEW* @Fameshed
[monso] My Hair - Ruda *NEW* @Collabor88

Dress & Bag: =Zenith=spring picnic Gacha

/Wasabi Pills/ Adamaris Mesh Hair
/Wasabi Pills/ Raven (F) Mesh Hair
/Wasabi Pills/ Chichi Mesh Hair *NEW* @The Secret Hideout

Outfit: Moon Elixir - Forest Nymph - Maitreya (unpacked)
Headband: Moon Elixir - Forest Nymph - 3 - Headband - RARE
          İnstagramda Profilime Kim Bakmış? yazısına Kozbon tarafından yapılan yorumlar   
Merhabalar, hayır karşı tarafa herhangi bir şekilde bilgilendirme mesajı gitmemektedir.
          Galang Dana untuk Priyo Aljabar, The Luntas Gelar Pentas Amal   
Komedian kondang asal Surabaya, Priyo Aljabar, sedang tergolek lemah. Ia sedang berjuang melawan penyakit yang menderanya sejak beberapa bulan terakhir. Perutnya membesar hingga seperti orang hamil 9 bulan. Gumpalan masa dan cairan memenuhi rongga perutnya hingga menekan organ yang lain. Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun facebooknya, komedian yang juga pemandu acara Cangkrukan JTV itu sempat […]
          Objek Wisata di Surabaya Yang Wajib Dikunjungi Wisatawan   
Sebagai sebuah kota metropolitan, Surabaya telah berkembang sedemikian maju untuk memenuhi kebutuhan hidup seluruh warganya. Hiruk pikuk aktivitas bisnis di Surabaya sedemikian padat dan makin lama kota ini menjadi semakin macet. Tak heran jika kemudian di Surabaya bermunculan banyak sekali mall atau pusat perbelanjaan, kafe, sentra kuliner, bioskop dan sarana hiburan yang lain. Buat kamu para […]
          Öğretmen'lere Öneriler... (Ali Rıza Çatal)   
Değerli Gerçek Öğretmen dostlarımız.

Bu platformu sadece eğitimde kaliteyi artırmak ve öğretmen arkadaşlarımıza destek olmak üzere oluşturduğunuzu biliyorum. Sırf bu düşünceniz için sizi tekrar yürekten kutluyorum.
İyi ki varsınız.


Bu çocuklar, bu ülke, bu dünya hepimizin. Yerküre üzerinde yaşanabilir bir düzen kurmak bütün iyi insanların dileğidir. Ama kötüler baskın çıktığı için, iyilerin çabası, arzu edilen insanca düzeni kurmada yeterince başarılı olamadı. Öyle de olsa, güzellikler için mücadele vermek bile başlı başına onur vericidir.

Bu arada çabanıza katkı anlamında şunları paylaşmak istiyorum:

1. Ana dili (Türkçe) becerilerinin kazandırılması için yoğun bir emek harcayarak çok sayıda metin derlemiş bulunmaktasınız. Okuduğunu anlama amaçlı bu metinlerin altında da, çoğu 5N1K soruları yer almaktadır.

Paylaşmak istediğim şu: 5N1K soruları metnin altında yer aldığında, öğrenciler metni dikkatli okumak ve kurguyu zihninde haritalamak gereği duymamaktadır. Bunun yerine metni rastgele okumakta ve sorulara geçince de, metnin içinde bulunan cevabı bularak yazmaktadır. Böyle bir işleyişte, hem okuduğunu anlama becerileri, hem de dikkatleri gelişmemektedir. Hatta uygulama böyle sürdüğünde, bir süre sonra öğrencide anlama tembelliği oluşmaktadır.

Ne yapılmalı?

Metin ve sorular ayrı sayfalara yazılmalı ve öğretmen arkadaşlarımıza da hatırlatma yapılarak, anlama becerisinin doğru kazandırılmasına ışık tutulmalıdır.

Bu önerim, 5N1K soruları içindir. Çıkarım sorularının cevabı metinde kalıp şeklinde yer almadığı için, bu soruların metnin altında yer almasında sakınca bulunmamaktadır.

2. Birinci sınıf için derlediğiniz ve resimlerle desteklediğiniz o güzel metinler için ayrıca teşekkür ediyorum. Bu metinlere ilişkin soruların da yukarıdaki düşünce doğrultusunda ve ayrı bir sayfada olması yararlı olur.

Birinci sınıf okuma metinleriyle ilgili diğer bir önerim de şu: Bitişik eğik yazıyla okuma yazma çalışmalarının perde arkasındaki hikâye biraz uzun, ona girmeyeceğim. MEB’in bitişik eğik yazı tercihindeki en tutarlı gerekçesi, bu yazının, elin ergonomisine daha uygun olmasıdır. Bu görece bir doğrudur ve elle yazıyorsanız, bu yazı biçimi yazmanızı kolaylaştırmaktadır. Ancak teknolojinin bu kadar geliştiği bir çağda kim elle yazmaktadır?

Ama asıl sıkıntı, bitişik eğik yazıyla oluşturulmuş metinlerin, okuma hızını artırmak için uzun süre okutulmasıdır. Okuma yazma süreci tamamlanınca, bitişik eğik yazıyla yazılmış metinler üzerinde kısa bir süre okuma çalışmaları yapılabilir. Ancak bu süreyi uzatmak yararlı değildir. Çünkü öğrencinin bundan sonra kullandığı kaynakların tamamı “düz” yazıyla yazılmıştır. Okuma hızının artması, gözün sözcüklerle karşılaşma sayısıyla orantılıdır. Göz sözcükleri tıpkı bir resim gibi algılar. Dolayısıyla sözcüğü ne kadar çok görmüşse onu okuması da o kadar hızlı olmaktadır. Bu nedenle bitişik eğik yazı üzerinde fazla zaman kaybetmek okuma hızının artmasına engel olmaktadır.


Bunlara ilave olarak özel bir ricam var: Birinci sınıf okuma metinlerini kayıt biçimine bağlı olarak düz yazıya çeviremedim. Resim gibi kaydettiğiniz için benim müdahale etme şansım yok. Eğer mümkünse düz yazıya çevrilmiş olarak mail adresime gönderirseniz çok memnun olurum. 05.11.2016

Başarılarınız daim olsun.

Hoşça kalınız, sevgiyle kalınız.

Ali Rıza Çatal






          Çocuğuma Zeki Olduğunu Asla Söylemeyeceğim?   
5 yaşındaki oğlum okumayı yeni öğrendi. Her gece, beraber yatağına yatıyoruz ve o bana kısa bir kitap okuyor.
Her akşam kaçınılmaz bir şekilde, problem yaşadığı bir kelimeye takılıp kalıyor. Dün geceki kelime “minnetle” idi. Oldukça eziyetli geçen bir dakikanın sonunda kelimenin anlamını buldu. Sonra bana dönüp: “Baba, bu kelimeyle nasıl mücadele ettiğimi gördüğün için memnun değil misin? Sanırım beynimin büyüdüğünü hissedebiliyorum.” Gülümsedim: Oğlum şu anda “büyüyen bir zihni” ortaya çıkaran en temel belirtileri kelimelere döküyordu. Ama bunun farkında bile değildi.
Bir süredir, birkaç yıldır okuduğum bir araştırmayı hayata geçirmeye çalışıyorum: Zaten iyi olduğu şeyler konusunda oğlumu övmemeye, sadece zor bulduğu şeyler konusunda azim gösterirse onu övmeye karar verdim. Ona zorluklarla mücadele ettiğinde beyninin büyüdüğünü söyledim. Zihnin öğrenme davranışları alanındaki derin araştırmalar ve oğlumla yaşadığım kişisel deneyimlerim sayesinde, öğrenmeye karşı geliştirilen davranışların, öğrettiğimiz her şeyden çok daha önemli olduğuna hiç olmadığım kadar ikna oldum.
Araştırmacılar uzun bir süredir beynin bir kas gibi çalıştığını biliyor: Ne kadar çok kullanırsan, o kadar çok büyür. Araştırmacılar, nöral bağlantıların en çok, kolay şeyler yaparak sürekli başarı kazandığımızda değil, zor bir şeylerle uğraşırken hata yaptığımızda oluştuğunu ve derinleştiğini söylüyor.
Ancak maalesef herkes bunun farkında değil. Stanford Üniversitesi’nden Dr. Carol Dweck uzun yıllardır öğrenme karşısında insan zihninin davranışlarını araştırıyor. Dweck insanların çoğunun iki zihin davranışını sergilediğini bulduğunu söylüyor: Sabit ya da büyüyen.
Sabit zihin yapıları, yanlış bir şekilde, insanların ya zeki olduğuna ya da zeki olmadığına ve zekanın genlerle sabitlendiğine inanır. Büyüyen zihin yapıları olan insanlar ise, doğru bir şekilde, kapasitenin ve zekanın çaba, mücadele ve hatalarla büyüdüğüne inanır. Dweck’e göre sabit bir zihin yapısı olanlar, başarı olasılığı yüksek olan işler için çaba gösterirken, mücadele etmek zorunda kalabilecekleri işlerden kaçınırlar. Bu da öğrenmelerini kısıtlar. Büyüyen bir zihin yapısı olan insanlar ise, mücadelelere kucak açar ve azim ve çabanın öğrenme sonuçlarını değiştirebileceğini anlarlar. Tahmin edebileceğiniz gibi ikinci grup, kendini aktif bir şekilde daha fazla zorlar ve entelektüel olarak daha çok büyür.
İyi haber ise şu: Zihin davranışları öğretilebilir, çünkü değişebilirler. Esas heyecan verici olan Dweck ve diğerlerinin bu konuda çeşitli teknikler geliştirmiş olmaları. İletişimdeki küçük değişimler ya da görünüşteki zararsız yorumlar bile bir insanın zihin yapısında oldukça uzun süreli etkiler yaratabilir. Örneğin, birinin doğuştan gelen bir özelliğini ya da yeteneğini övmek (“Ne kadar zekisin!”) yerine birinin yaşadığı bir süreci övmek (“Bu problemle mücadele etme şeklin çok hoşuma gitti”), kişide büyüyen bir zihin davranışını güçlendirmenin bir yoludur. Süreci övmek, gösterilen çabayı onaylar; yeteneği övmek, kişinin sabit bir özelliği dolayısıyla başarılı olduğu (ya da olmadığı) fikrini güçlendirir.
Bunu Khan Akademi’de de gördük. Öğrenciler, beynin bir kas gibi olduğunun altını çizen ve azim ve cesaretlerini öven mesajlara maruz kaldıktan sonra Khan Akademi’de öğrenmeye daha fazla zaman ayırıyor.
İnternet büyüyen bir zihin yapısına sahip bir kişi için cennettir. İnternet, zihninizi büyütmenize yardım edecek sonsuz bir içeriğe benzeri görülmemiş bir erişim sunar. Yine de toplum, büyüyen zihin yapıları daha fazla yaygınlaşmadan, bu olanağı sonuna kadar kullanmayacaktır. Peki ya bu durumu tamamen değiştirsek? Zihnimizdeki tüm araçları sevdiğimiz tüm insanlarda büyüyen bir zihin yapısı oluşturmak için kullansak? Bu çok önemli bir bilgi. Bu bilgiyi, çocuklarınızla nasıl iletişim kurduğunuzdan iş yerindeki takımınızı nasıl yönettiğinize, yeni bir dili ya da müzik aletini çalmayı nasıl öğrendiğinize kadar her şeye uygulayabilirsiniz. Eğer toplum bir bütün olarak öğrenme mücadelesini anlasa, bunun global insan potansiyeli açısında ne anlama geleceğini bir düşünün…
Ve şimdi size bir sürpriz: Bu makaleyi okuyarak, siz de büyüyen zihin davranışları geliştirme konusunda çok büyük bir adım attınız. Araştırmaya göre araştırmanın kendisine maruz kalmak bile (örneğin, beynin sorulara doğru değil yanlış cevaplar vererek büyüdüğünü bilmek) kişinin zihin davranışlarını değiştirebilir. Yapabileceğiniz bir başka şey ise bu bilgileri başkalarıyla paylaşmak. Bu yüzden öğrenme mücadelesini öven bir video hazırladık.
Oğlum ya da başka birisi bana öğrenme ile ilgili soru sorduğunda, onların sadece tek bir şey bilmelerini istiyorum: Mücadeleye ve hatalara kucak açarsanız, her şeyi öğrenebilirsiniz.
Salman Khan

          MOBISOL YAZINDUA TV YA SOLA YENYE UWEZO WA KUENDESHA VIFAA VINGINE   

Mkuu wa Masoko na Uhusiano wa kampuni ya Mobisol, Leslie Katharina Otto, (kushoto)akitoa maelezo kwa mmoja wa wateja waliotembelea kwenye banda la Mobisol kwenye maonyesho ya kimataifa ya biashara yanayoendelea jijini Dar es salaam.
Kaimu Balozi wa Ujerumani nchini Tanzania,John Reyels (kushoto) akimsikiliza kwa makini Afisa Mtendaji Mkuu wa Mobisol Afrika Mashariki, Henrik Axelsson Lilja , wakati wa uzinduzi wa kutoa huduma za Mobisol jijini Dar es Salaam, kwenye banda la Ujerumani lililopo kwenye Maonyesho ya 41 ya Biashara ya Kimataifa maarufu Sabasaba jijini Dar es Salaam .
Ofisa Mkuu wa Kampuni ya Mobisol Afrika Mshariki, Henrik Axelsson Lilja, akionyesha waandishi wa habari (hawapo pichani) moja ya TV ya Sola
Mwakilishi wa Mobisol kanda ya Dar es Salaam, Allan Rwechungura akiongea na waandishi wa habari wakati wa uzinduzi wa kampuni Mobisol mkoani Dar e salaam na Sola Tv kwenye banda la maonyesho la kampuni hiyo lililopo uwanja wa SabaSaba. 

*************************

Kampuni ya Mobisol kutoka nchini Ujerumani ambayo inafunga na kuuza vifaa bora vya nishati ya umeme imezindua bidhaa mpya ya kipekee kwenye soko la Tanzania, ambayo ni TV ya sola inayojitegemea kabisa.

Akiongea jijini Dar es Salaam wakati wa Uzinduzi wake, kwenye banda la Ujerumani, katika viwanja vya sabasaba, Meneja Mkuu wa Mobisol Afrika Mashariki, Henrik Axelsson akiwa na mwakilishi wa Mobisol, kanda ya Dar es salaam, Allan Rwechungura, amesema TV hii mpya ya kioo bapa yenye ubora wa hali ya juu ya sola inajitegemea na inauwezo wa kuwasha taa na kuchaji simu hivyo ni ya kipekee na inajitegemea kwa upande wa nishati.

TV hii kisasa ya kioo bapa yenye ubora wa hali ya juu, ina betri inayofanya kazi hadi masaa 10, ina uwezo wa kuwasha taa, una waranti ya miaka 3 na huduma (service) baadaa ya mauzo.

Alisema katika msimu huu wa Sabasaba kampuni ya Mobisol imetoa punguzo maalumu kwa ajili ya kuwawezesha watanzania wengi kuunganishwa na umeme wa sola wa uhakika ikiwemo kujipatia vifaa imara na vya kisasa vilivyotengenezwa kwa teknolojia ya Kijerumani kwa gharama nafuu na kuweza kulipia kwa awamu mpaka kufikia kipindi cha miaka mitatu.

”Ofa hii inawezesha wateja wetu watakaolipa fedha taslimu kuunganishwa na mtandao wa Mobisol kupata punguzo hadi asilimia 25% na watakaolipia kwa awamu gharama ya kuanzia ni shilingi 59,000/- ambapo makato ya kila mwezi itakuwa shilingi 33,500/- ambapo kwa miaka 3 itakuwa kiasi cha shilingi 1,266,000/-”,alisema Rwechungura.

Hii ni fursa ya kuwapatia zawadi ya maendeleo familia yako na wale uwapendao kijijini!

Aliongeza kuwa kampuni ya Mobisol ambayo sasa imeanza kutoa huduma zake hapa jijini Dar es Salaam, ina mitambo ya nguvu ya kwa ajili ya matumizi mbalimbali ya nyumbani ya wati 80, 120, na 200 mbayo inakuja pamoja na betri, taa, TV, redio, tochi na waya ya kuchaji simu. Hivyo kumwezesha mtu anayeishi eneo ambalo umeme haujafika kutokuwa na tofauti na mtu aishiye mjini.


Alisema uwezo wa kufanya kazi wa TV hii ya sola inayojitegemea ikitumika kwa TV, kuwasha taa 3 (za Wati 1) kwa muda wa masaa 6 na kuchaji simu 2 unaweza kufanya kazi kati ya masaa 6 hadi 9. Matumizi ya King’amuzi na kuwasha taa 3 kwa masaa 6 ya kuchaji simu 2 unaweza kufanya kazi kati ya masaa 5 na 7.

Rwechungura aliendelea kufafanua kuwa iwapo mteja atawasha TV kwa masaa 4 na kuchaji simu 2 ataweza kutumia taa kwa masaa 10 hadi 15.

“Mtambo huu wa Tv ya sola unaowezesha matumizi ya aina mbalimbali unapatikana kwa gharama ya shilingi 950,000 na vifaa vya umeme ambayo mteja ataweza kununua na kutumia kwenye mtambo huu ni seti ya taa ya umeme yenye 1W au 2W, kifurushi cha King’amuzi cha Zuku chenye chaneli za kulipia, Redio ndogo na seti ya kuchaji simu. Hii ni fursa nyingine ya pekee kwa wateja kujiunga na familia ya Mobisol na kufurahia maisha ya kisasa kwa kutumia vifaa vya teknolojia bora kutoka Ujerumani”,alisema.

Mobisol ni kampuni pekee katika kanda ya Afrika yenye mitambo ya kuzalisha umeme wa nishati ya jua wenye nguvu na inauza vifaa bora vya majumbani vya matumizi ya nishati ya umeme wa jua ambapo pia imekuwa inatekeleza mpango wa kusambaza nishati ya umeme wa jua kwa kulipia kwa awamu. Kufikia sasa inao mtandao wa wateja zaidi ya 62,000 nchini Tanzania na zaidi ya wateja 85,000 katika kanda ya nchi za Afrika Mashariki.

Mobisol sasa ipo katika mikoa 23 nchini Tanzania na inaendelea kusogeza huduma karibu na wahitaji.

          Post #3080882   
Author: SpaghettiWarlord
Skyrim,The Elder Scrolls,games,khajiit,spicy meme,sandbox
Expand

Comment 
          Barranquilla lá sierra   
220000000 precio antes: 220000016
Casas de 200m2, 4 habitaciones, 2 baños, ubicado en Atlántico Barranquilla. Vendo casa en buen sector del barrio la sierra cerca sao de la macarena medidas 10x20 amplia acogedora estoy dispuesto a negociar el precio llámeme para mayor información...
4 habitaciones 2 baños 200 m² 1.100.000 $/m²
Sat, 01 Jul 2017 10:40:36 -0400
          Barranquilla san jose   
350000000
Casas de 250m2, 4 habitaciones, 2 baños, ubicado en Atlántico Barranquilla. Vendo casa en san José mide 10x25 amplia acogedora bien situada garaje electrónico enrejada para su mayor seguridad estoy dispuesto a negociar llámeme TEL. . Precio:...
4 habitaciones 2 baños 250 m² 1.400.000 $/m²
Sat, 01 Jul 2017 10:40:36 -0400
          A Two Hour Journal Of Bethesda's MMORPG   

The MMORPG genre and The Elder Scrolls series are known for being engrossing time sinks. Players pour hours into these worlds and still feel like they hardly scratched the surface. Bethesda is combining both game types with The Elder Scrolls Online, potentially creating an even bigger threat to fantasy fans’ calendars (and wallets). I played two hours of Zenimax Online Studio's ambitious title at a Gamescom 2013 preview event in Cologne, Germany. The time I spent exploring Bleakrock Village and clearing bandits from a mine flew by, so I kept a detailed journal to archive my experience.

9:00 a.m.

Bethesda representatives sit us down at our computer stations, explain the basics of character customization and skill distribution, then set us loose.

9:09 a.m.

I begin by selecting a male Dark Elf and am dropped into Bleakrock Village, an island off the coast of Skyrim. I’m a Templar, which is a precursor to the Dawnguard featured in The Elder Scroll V: Skyrim’s post-launch DLC. A Bethesda employee helps me with the skill point distribution system. I drop a point into my combat skills, acquiring Puncturing Strikes, which allows me to attack several enemies in front of me at once. Attacks like these can be leveled up, independent of your character level, allowing players more progression without the regular old grind. I start off with a quest to commander Rana.

9:18 a.m.

I encounter a woman preaching at a statue about Rana. She claims Rana is risking people’s lives. I continue to explore the snowy Nord village and talk to a Denskar Earth-Turner, a dairy farmer that tells me he moved to this village to start a new life.

9:22 a.m.

I find commander Rana, who needs my help warning the townsfolk. She believes an invasion ship is on the way. She tells me I need to find important Bleakrock citizens at a dragon shrine, a haunted hollow, and an abandoned mine. I decide to start off by killing the bandits inhabiting the mine and send Rana’s compatriot Seyne back to town.

I find a journal in your quarters which reveals Rana’s partner Seyne is also a Dark Elf, and that the commander has been exiled to command a garrison or Nords on Bleakrock. The journal mentions a mysterious body that showed up on the beach, which was curiously dry. A Bethesda employee watches me curiously as I type and read this journal entry simultaneously. I believe they think I’m feverishly copying down the content of the in-game journal.

9:30 a.m.

I test out the first-person swordplay on some unsuspecting deer wandering through the woods. I feel like a monster. The action feels familiar to Skyrim, which helps me settle into the experience more quickly. I find sergeant Seyne outside the mine. She killed one of the bandits and asks me to wear its clothes and sneak into the mine and see what they’re doing down there.

9:35 a.m.

I attempt to sneak into the bandit encampment and blow it. I’m discovered pretty quickly and begin battling. The first guard I kill drops a letter. These bandits have been charged to wrangle up villagers and sell them for supplies. I accept a secondary quest to burn the bandits’ supplies, but the quest marker is far off. I attempt stealth again, but a patrolling sentry spots me. I get ambushed, die, revive on my corpse, and try again. I kill the first sentry I see, take its uniform, and try to be more careful. I’m almost discovered again when the sentry immediately respawns on my location.

9:42 a.m.

I make it to the mine, but the person on the other side of the massive door won’t let me in. I explore the surrounding area for clues. I fight some more bandits, settling into a steady attack, block, attack rhythm familiar to Elder Scroll’s basic combat. I find a contract in a nearby house that reveals the bandits took over the town in order to retrieve magical artifacts from the mine, Hozzin’s Folly. The note warns of traps in the mine, as it used to host old Nord rituals.

9:50 a.m.

I find more clues, including a relic and an old journal. The relic is shattered and has lost its magical potency. The journal reveals that the Nords were performing rituals in the mines to appease their god, but otherwordly creatures called scamps are causing trouble. I knock on the door to the mine, tell the guard I’m there to help take care of the trouble, and I’m let in. The fool immediately flees upon recognizing me as a stranger and is immolated by an old booby trap.

10:00 a.m.

I batter enough bandits to level up. I spend the skill point on the Puncture ability, which allows me to damage my enemies’ armor for a short duration. I blow my cover again and am swarmed by disgruntled miners toiling away. Puncture changes up the way I play quite a bit. I now open up combat by using the armor-weakening move on my foes, then peppering them with regular sword swipes for increased damage.

10:10 a.m.

I find my way into the tomb, and I’m prompted to avoid a series of fire traps. The scamps blast me with fire spells as I slowly work my way into the tomb. A swirling, glowing mass of purple and yellow light is in the middle of an improvised ritual chamber. This is a portal to the hellish world of Oblivion, and I have the option to enter. Stepping within I’m prompted to destroy the Unspeakable Sigil. I stare down the mouth of a twisted, red cavern with intimidating red banners hanging from above.

10:16 a.m.

I fight several more scamps. The little fiery goblins like to cast area-of-effect fire spells, but the casting time and telltale ruins give me a moment to step out of the way. I kill the remaining scamps and approach a floating sphere basking in bright light. I click the Unspeakable Sigil and my character is knocked back, sent through a portal, and suddenly outside the mine. A message informs me that I’ve destroyed the strange item. Seargeant Seyne meets me outside. I tell her what happens and she tells me a group called the Covenant is behind it all. She rewards me with a new sword and suggests we head back to speak with Captain Rana.

10:22 a.m.

I return to Bleakrock via a toll-based shrine teleportation system. This luxury cuts my travel time in half, which allows me to warn Rana more quickly to evacuate citizens. Seyne is already there, fervently reading a book near her commander. Rana asks me to start rounding up people to get out safely. Being the upstanding denizen of Tamriel I am, I set out to find the 15 people I need to help evacuate.

10:30 a.m.

I run into a wounded warrior named Hoknir. A beast named Deathclaw has eaten off his foot (though his character model still clearly has the appendage). He wants me to end the beast in his stead. Hoknir lost a slew of gear as he limped away from Deathclaw’s base. He suggests I follow the trail of equipment like breadcrumbs to the fiend’s lair.

10:35 a.m.

I find Hoknir’s arrows and sword on the wait to Deathclaw’s lair. I take out a couple of wolves chewing on a deer carcass. I loot the dead doe’s carcass and use the meat to lure Deathclaw outside. An unremarkable battle ensues that I easily win. I begin questioning Hoknir’s claim to be a lifelong hunter of dangerous beasts. Nevertheless, I take Deathclaw’s talon and head back. Hoknir miraculously rises to his feet and asks me how my hunt went. I exchange the memento for Hoknir’s axe, he limps a few steps towards the road, the dissolves into nothing. My quest tracker indicates I’ve rescued one of the missing townsfolk of Bleakstone. I decide to head back to Bleakstone to see if we can advance the quest without rescuing any more schleps like Hoknir.

10:42 a.m.

Rana gives me a chance to change my mind about abandoning the missing people. I’m still rewarded for rescuing the people that I did. I gladly equip the new pair of pants. The Covenant has arrived, and Rana charges me with cutting a swath through them and lighting a warning beacon to warn the mainland about them. In the meantime, Rana goes to rally the villagers. 

10:49 a.m.

I fight a handful of Covenant troops on my way to the tower. One enemy rogue uses an ability to leap over my head and land behind me, forcing me to turn quickly and block his follow up attack. I encounter an archer with a red, glowing charge shot which can perceptive players can sidestep. I like the simple cues the game displays to telegraph enemy attacks. I climb the tower, light the warning beacon, and am prompted to go talk to Tillrani Snow-Bourne.

10:56 a.m.

A trail of dead villagers leads all the way back to Bleakstone Village. Snow-Bourne is mortally wounded. Between bloody coughs she mentions that the townsfolk must be saved from the spreading fire. She points me towards a well and water buckets, so I get to work. I click on the buckets near the well and make for the closest flaming building. An incendiary mage is blocking barring my route, but the blade Seyne gave me makes short work of him. I use the water bucket on the flaming door and enter. Within I find the dairy farmer cowering in building and lead him out. I set out to put out more fires when I’m informed my two hours is up.

 

Time in Tamriel flies by whether you’re playing a single-player Elder Scrolls game or checking out Bethesda’s new MMO. I haven’t played World of Warcraft for years, and Star Wars: The Old Republic couldn’t hold my attention, but I’m excited to play more of The Elder Scrolls Online. The interesting questlines and familiar combat have kept me engaged so far, and doing it all with friends should make the experience even more exciting. The Elder Scrolls Online hits Xbox One, PlayStation 4, and PC early next year.

Check out more impressions from a previous The Elder Scrolls Online preview


          Oleh: Kunjang   
Assalamu'alaikum... Kang Robby, saya terkesan dengan situs ini, dan alhamdulillah saya dapat memetik hikmahnya. Terutama melalui artikelnya... Oh iya kang, titip salam buat crew Suara Mimbar, jg salam kenal buat All Fans SM. Terima kasih. Wassalamu'alaikum...
          Saya Ke Pantai Timur Dengan Mesej Kesederhanaan Kata Kit Siang   

Lim Kit Siang baru sahaja balik dari melawat 12 bandar di Pantai Timur semasa Aidilfitri dengan misi untuk memerangi ekstremisme Sekira hadapi masaalah dengan peranti adroid sila gunakan firefox chrome ie
          Kenapalah Anak Anak Saya Tak Cantik Hensem Mungkin Disebabkan Ibunya   

Cantik atau kacak tidak dinafikan ramai yang mementingkan dua perkara itu tetapi yang pastinya mata masing masing ikut selera masing masinglah kan Tetapi luahan seorang lelaki di Kisah Rumah tangga ini boleh dikatakan agak keterlaluan apabi...
          0812 2015 1631 | Distributor Resin Bandung   
Anda mencari distributor resin di Bandung ? Ingin mendapatkan harga resin murah dalam jumlah banyak ? Pesan saja ke Ady Water, distributor resin utama di nusantara ini
Fast response: 0812 2015 1631
Jual Resin Amberjet Distributor Jual Resin Amberjet 4000 Cl
ady water distributor resin
Distributor resin Fast response: 0812 2015 1631

Ini adalah spesifikasi dari salah satu tipe resin yang dijual, yaitu resin Amberjet 4000 Cl


Matrix : Styrene divinylbenzene copolymer
Functional groups : -N+ (CH3 ) 3
Physical form : Insoluble, yellow transparent beads
Ionic form as shipped : Cl-
Total exchange capacity : >=1.3 eq/L (Cl-)
Moisture holding capacity : 49~55% (Cl-)
Specific gravity : 1.06 ~ 1.08 g/ml(Cl-)
Stacking density : 670 g/L

Kami menjual banyak merk dan tipe resin untuk memenuhi kebutuhan Anda akan resin sebagai media filter. Pengalaman kami melayani pemesanan skala kecil hingga skala industri sehingga Anda bisa memercayakan kebutuhan Anda akan resin kepada kami Ady Water.

Fast response: 0812 2015 1631

          0812 2015 1631 | Harga Resin Amberjet 4000 Cl | Jual resin kation anion    

Anda membutuhkan resin anion kation untuk kebutuhan water and gas treatment? Bingung berapa harga resin kation anion ?

Tidak usah ragu langsung tanyakan saja ke 0812 2015 1631 (Ady Water)


Jual Resin Amberjet Distributor Jual Resin Amberjet 4000 Cl
harga resin kation anion murah saja. tanyakan ke Ady Water!
Ady Water adalah distributor Resin kation anion untuk kebutuhan water & gas treatment. Kami merekomendasikan resin Amberjet 4000 Cl karena ampuh digunakan sebagai media Media Demineralizer (Anion). Berikut adalah spesifikasi resin Amberjet 4000 Cl

PROPERTIES
Matrix : Styrene divinylbenzene copolymer
Functional groups : -N+ (CH3 ) 3
Physical form : Insoluble, yellow transparent beads
Ionic form as shipped : Cl-
Total exchange capacity : >=1.3 eq/L (Cl-)
Moisture holding capacity : 49~55% (Cl-)
Specific gravity : 1.06 ~ 1.08 g/ml(Cl-)
Stacking density : 670 g/L

Kami menyarankan Anda berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memesan agar resin yang Anda pesan sesuai dengan kebutuhan Anda, karena kami ingin setiap konsumen Ady Water puas bertransaksi dengan kami. Silakan hubungi nomor-nomor di bawah berikut:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri)
0821 2742 4060 (Ghani)
0812 2015 1631 (Randi)
0821 2742 3050 (Rusmana)
0812 2165 4304 (Yanuar)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat, 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jayaraya No. 3 Bekasi Barat

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo (Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo

Our Official Websites:
www.adywater.com
www.alatlab.org
www.alatdometer.com
www.bodcodmeter.com
www.conductivitymeter.net
www.karbonaktif.org
www.membranro.com
www.pasirsilika.com
www.turbidutymeter.com

          Clipperton Dx Club habla de FT3YL, Adelie Land, Antártida   


Algunas noticias de François FT3YL.

Hacer Radio desde Adelie Land es muy, muy, muy difícil y más difícil si eres novato. François todavía está en Adelie Land, pero no ha sido capaz de estar activo como él quería. Recuerda que Adelie Land está muy cerca del polo sur geomagnético, por lo que tiene grandes problemas con la propagación, las modulaciones están distorsionadas ...

Adelie Land no es la base antártica más fría, pero es una de las más ventosas. A menudo, las ráfagas alcanzan alrededor de 170 a 190 km / h. No hay una antena capaz de resistir (o sobrevivir ...) a estos fuertes vientos, no es fácil. Otras bases antárticas son menos ventosas, es más fácil instalar buenas antenas.

Antes de salir, no tuvo mucho tiempo libre para aprender de radio, sólo lo mínimo. 3 meses después de su llegada, François tuvo un poco de tiempo libre para instalar su estación. Una antena GPA30 que estaba en el edificio donde estaba situada su oficina. Comenzó a hacer QSO en modo JT65 en 20mts con JA, VK, ZL, W7, FK, UA0, UA3 y unos pocos europeos. Pero algunos días más tarde, François nos dijo que tenía un QRM grande debido a equipos electrónicos en su edificio, tuvo que mover toda su estación a lado (sin calefacción interior). En Europa, se necesitarán pocas horas para hacerlo, pero cuando estás en Adelie Land, es más difícil y su trabajo es la prioridad número uno. Después de trasladar su estación, encontró problemas de ROE en su antena y pocos días más tarde, vientos muy fuertes de 195 km / h destruyeron la antena. Afortunadamente, F5NB y F5BU, que habían estado en Adelie Land hace algunos años, le habían dicho a François que llevara con él dos antenas.

Desde hace pocos días, ha instalado una nueva, pero la propagación no es muy buena. Las ventanas para 20mts son muy cortas. En el futuro, François tratará de estar más en el aire, pero es muy difícil.

A continuación, os comentamos  la forma en la que está operando:
«Tengo que usar zapatos especiales de invierno, mitones, chaqueta especial de invierno y a menudo me pongo las manos en el amplificador para calentarlas. Hay hielo en las ventanas y la temperatura es de alrededor de 0 ° C en el shack. En estas condiciones, no es fácil operar. Opero casi siempre en JT65, el único modo que va bien. Cuando las señales son buenas,  pido intentar en SSB. A veces, se tarda más de 20 minutos en hacer un JT65 QSO »
François intentará operar también en PSK31 y puede que en SSB si la propagación va mejor.
La QSL para FT3YL ha sido impresa por Gennady UX5UO, le agradecemos enormemente la gran ayuda. También, agradecemos la tienda de Batima el coaxial y a Clipperton Dx Club que prestan un ACOM1010 a François.

El log online está en QRZ.COM (FT3YL) y en Clublog.

QSL ok vía LoTW y vía buro F6KPQ o directamente con 2 $.

73´s, Luis EA1CS
          Russians were holocausted by Bolshevik Jews   
Russians were holocausted by Bolshevik Jews
I am part Russian and will continue to expose the Jews behind the New World Order.  The same tactics and death camps are here in america just waiting to be used.  we know from the apocalypse they will "behead" Christians that is why there were 30,000 guillotines sent to these FEMA camps.  You may ask why beheading?  This is where the "organ harvesting" business comes into play.  It is not conspiracy folks get your head out of the sand.  The Jews are now saying their Messianic Era will start in about 5 years or so hence why I warn you that Antichrist Maitreya is about to arrive onto the scene.
SOURCE
WARNING: Sensitive Material
Below is a excerpt from the book, ‘under the sign of the scorpion’ which describes some of the methods of torture and mass murder the Jewish Communists (Bolsheviks) sadistically inflicted onto the Russian Christian people. I warn you, you will be horrified. This is the real holocaust that happened in the 20th century, the Russian Holocaust, carried out by blood-thirsty and demonic bolshevik jews. I highlighted the parts I found to be most gut-wrenching in red.
Here it must be pointed out that the Cheka was under the control of Jews, according to documents now available. Much of this was known already in 1925. The researcher Larseh wrote in his book “The Blood-Lust of Bolshevism” (Wurttemberg, p. 45) that 50 per cent of the Cheka consisted of Jews with Jewish names, 25 per cent were Jews who had taken Russian names. All the chiefs were Jews. Lenin was well informed about all those serious crimes. All of the documents were placed on his desk. Lenin answered: “Put more force into the terror… shoot every tenth person, place all the suspects in concentration camps!”
Image result for under the sign of the scorpion
Lenin incarcerated people without any sentence, despite the establishment of revolutionary tribunals, as was the case in France under the Jacobins. Lenin actually claimed that the concentration camps were schools of labour. (Mikhail Heller and Alexander Nekrich, doctors of history, “Utopia in Power”, London, 1986, p. 67.) Lenin also claimed that the factory was the workers’ only school. They did not need any other education. He emphasised that anyone who could only do simple arithmetic could run a factory. Just like the terror of the Jacobins in France, the Jewish Bolshevik functionaries used barges to drown people in. Bela Kun (actually Aaron Kohn) and Roza Zemlyachka (actually Rozalia Zalkind) drowned Russian 110 officers in this way in the Crimea in the autumn of 1920. (Igor Bunich, “The Party’s Gold”, St. Petersburg, 1992, p. 73.)
The unusually cruel Jewish Chekist Mikhail Kedrov (actually Zederbaum) drowned 1092 Russian officers in the White Sea in the spring of 1920. Lenin and his accomplices did not arrest just anyone. They executed those most active in society, the independent thinkers. Lenin gave orders to kill as many students as possible in several towns. The Chekists arrested every youth wearing a school cap. They were liquidated because Lenin believed the coming Russian intellectuals would be a threat to the Soviet regime. (Vladimir Soloukhin, “In the Light of Day”, Moscow 1992, p. 40.) The role of the Russian intellectuals in society was taken over by the Jews. Many students (for example in Yaroslavl) learned quickly and hid their school caps. Afterwards, the Chekists stopped all suspect youths and searched their hair for the stripe of the school cap. If the stripe was found, the youth was killed on the spot.
The author Vladimir Soloukhin revealed that the Chekists were especially interested in handsome boys and pretty girls. These were the first to be killed. It was believed that there would be more intellectuals among attractive people. Attractive youths were therefore killed as a danger to society. No crime as terrible as this has hitherto been described in the history of the world. The terror was co-ordinated by the Chekist functionary Joseph Unschlicht. How did they go about the murders? The Jewish Chekists flavoured murder with various torture methods. In his documentary “The Russia We Lost”, the director Stanislav Govorukhin told how the priesthood in Kherson were crucified. The archbishop Andronnikov in Perm was tortured: his eyes were poked out, his ears and nose were cut off.

In Kharkov the priest Dmitri was undressed. When he tried to make the sign of the cross, a Chekist cut off his right hand. Several sources tell how the Chekists in Kharkov placed the victims in a row and nailed their hands to a table, cut around their wrists with a knife, poured boiling water over the hands and pulled the skin off. This was called “pulling off the glove”. In other places, the victim’s head was placed on an anvil and slowly crushed with a steam hammer. Those due to undergo the same punishment the next day were forced to watch.
The eyes of church dignitaries were poked out, their tongues were cut off and they were buried alive. There were Chekists who used to cut open 111 the stomachs of their victims, following which they pulled out a length of the small intestine and nailed it to a telegraph pole and, with a whip, forced the unlucky victim to run circles around the pole until the whole intestine had been unravelled and the victim died. The bishop of Voronezh was boiled alive in a big pot, after which the monks, with revolvers aimed at their heads, were forced to drink this soup.
Other Chekists crushed the heads of their victims with special headscrews, or drilled them through with dental tools. The upper part of the skull was sawn off and the nearest in line was forced to eat the brain, following which the procedure would be repeated to the end of the line. The Chekists often arrested whole families and tortured the children before the eyes of their parents, and the wives before their husbands. Mikhail Voslensky, a former Soviet functionary, described some of the cruel methods used by the Chekists in his book “Nomenklatura” / “Nomenclature” (Stockholm, 1982, p. 321):Related image
“In Kharkov, people were scalped. In Voronezh, the torture victims were placed in barrels into which nails were hammered so that they stuck out on the inside, upon which the barrels were set rolling. A pentacle (usually a five-pointed star formerly used in magic) was burned into the foreheads of the victims. In Tsaritsyn and Kamyshin, the hands of victims were amputated with a saw. In Poltava and Kremenchug, the victims were impaled. In Odessa, they were roasted alive in ovens or ripped to pieces. In Kiev, the victims were placed in coffins with a decomposing body and buried alive, only to be dug up again after half an hour.” Lenin was dissatisfied with these reports and demanded: “Put more force into the terror!”
All of this happened in the provinces. The reader can try to imagine how people were executed in Moscow. The Russian-Jewish newspaper Yevreyskaya Tribuna stated on the 24th of August 1922 that Lenin had asked the rabbis if they were satisfied with the particularly cruel executions. The Ideological Background of the Terror Compare the crimes mentioned in the previous chapter with the Old Testament account of King David’s massacre of the entire civilian population of an enemy (“thus did he unto all the cities of the children of 112 Ammon”). He “cut them with saws and with harrows of iron” and “made them pass through the brickkiln”. After the Second World War, this text was changed in most European Bibles. Now, many Bibles state that the people were put to work with the tools mentioned and were occupied with brick-making – something the inhabitants had been doing continually for several thousand years already. (This is found in II Samuel, 12:31, and in I Chronicles 20:3.)
The Jewish extremists’ serious crimes in Russia were committed in the true spirit of the Old Testament (King James’ Bible): * The god of the Israelites demands the mass-murder of Gentiles (i.e. goyim = non-Jews), including women and children. (Deuteronomy, 20:16.) * Yahweh wishes to spread terror among the Gentiles (Deuteronomy, 2:25). * Yahweh demands the destruction of other religions (Deuteronomy, 7:5). * The Jews may divide the prey of a great spoil (Isaiah, 33:23). * The Jews may make Gentiles their slaves (Isaiah, 14:2). * Those refusing to serve the Jews shall perish and be utterly wasted (Isaiah, 60:12). * Gentiles shall be forced to eat

their own flesh (Isaiah, 49:26).


Returning to the Bolshevik terror: in order to control the people’s hatred of their Jewish torturers and executioners, people suspected of having an anti-Semitic attitude were also executed. Those in possession of the book “Protocols of the Elders of Zion” were executed on the spot. At the end of March 1919, Lenin was forced to explain: “The Jews are not the enemies of the working classes… they are our friends in the struggle for Socialism.” But the people hated precisely this Socialism and those who practised terror in its name. Vladimir Ulyanov’s passion was to kill as many people as possible without thinking of the consequences. Of course, he never wondered whether it was really possible to build a state on violence and evil.
Lenin showed the same kind of thoughtlessness by the Yenisei, where he had loaded his boat with so many dead rabbits with crushed heads that it sank under the weight. In August 1991 the state-ship Lenin had launched, sank. What else was to be expected? In the beginning of the 1920s there were already 70 000 prisoners in 300 concentration camps, according to “The Russian Revolution” by 113 Richard Pipes at Harvard University, though in reality there were probably many more. It was in this manner that Lenin built his GULAG archipelago.
continued here 

see also – 

do americans face a red terror

the genocide you never hear of

judaism is communism

THE VICIOUS JEWISH PARTISANS OF WW2 

HELLSTORM: THE RAPE AND MASS MURDER OF GERMAN WOMEN AFTER WWII

 CENTRAL BANK SCAM EXPLAINS WORLD MALAISE 

time to start defending christianity

Great Anti-Bolshevist Exhibition (1937)

Secret Behind Communism –  The Ethnic Origins of the bolshevik revolution

jewish murderers of the russian revolution
 

The Jewish Butchers Behind Communism 

Jewish Quotes from the New World Order

  This was my talk with Scottie Spencer from Smoloko.com



              
Tag that friend who's always late Follow me (@dankmeems99) for more #dankmemes #memes
          Mustalikoğulları Savaşı'ndan Ders Alalım   

Hicretin altıncı senesi Şaban ayında (Ocak-628) yapılan Mustalik oğulları (Müreysi) savaşına münâfıklarda Müslümanların safında katılmışlardı. Bu savaş Müslümanların zaferiyle sonuçlandı. Savaştan sonra Hz. Peygamber efendimiz ve İslâm ordusu Müreysi kuyusunun yanında konaklarken, Hz. Ömer'in ücretli işçisi olarak çalışan Cehcah b. Mes'ûd ile Hazrec'in eski müttefiklerinden bir aileye mensub olan Sinan b. Veber arasında kuyudan su çekme sırasıyla ilgili bir tartışma çıktı.

Tartışmanın boyutu büyüdü ve kavgaya dönüştü. Cehcah ve Sinan birbirlerine vurmaya başladılar. Sinan tek başına Cehcah'ı alt edemeyeceğini anlayınca "Yetişin ey Ensar topluluğu!" diye bağırıp Medineli Müslümanlardan yardım istedi. Münâfıkların ileri gelenlerinden Abdullah b. Ubeyy ile birlikte kuyu başındaki kavgayı seyreden Ensar'a mensup bazı Müslümanlar "Koşun, adamınıza yardım edin!" diyen Abdullah b. Ubeyy'in teşvikiyle Sinan'ın yardımına koştular. Ensar'dan bazılarının Sinan'ın yardımına koşması üzerine Cehcah da "Yetişin ey Muhâcirler!" diye bağırarak Mekkeli Müslümanları yardımına çağırdı. Orada bulunan bazı Muhâcirler de Cehcah'a yardım etmek için kuyu başına koştular. Her bir taraf, kendisini çağıranın yanında toplandı. Böylelikle Muhâcir ve Ensardan bazı kimseler kavga için karşı karşıya gelmiş oldular. Aralarındaki sözlü atışmalar kısa sürede hakarete dönüştü. Hatta bazıları silahlarını çektiler.

Kanlı bir çatışma çıkmak üzereydi. Durumdan haberdar olan Hz. Peygamber, koşarak gelip iki topluluğun arasına girdi. Çok öfkeliydi. Şahitlerin ifadesine göre Hz. Peygamber'i o güne kadar hiç böyle öfkeli görmemişlerdi. Birbirleriyle savaşmak için toplanmış iki topluluğun arasına giren Hz. Peygamber, öfke ve sitem dolu bir üslupla "Müslüman olduktan sonra da câhiliye çağrısı öyle mi? Hâlâ câhiliye dâvâsını sürdürüyorsunuz ha!" diye çıkıştı. "Artık bırakın şu câhiliye dâvâlarını. Bu pisliktir, kötülüktür" dedi. Müslümanların bazı ileri gelenlerinin de araya girmesiyle iki taraf yatıştırıldı ve kalabalık dağıldı.(Buhârî, Tefsir, 63; Müslim, Birr, 64) 

Yaşanan olay, küçük çaplı bir çatışma girişimi gibi görünüyorsa da, gerçekte hiç de öyle değildi. Yaşanan, Rasûlullah'ın tepkisinden de anlaşılacağı üzere, çok ciddi bir problemdi. Bunca yıldır Müslüman olanlar, omuz omuza onlarca savaşa giren ve bu savaşlarda canlarını, kanlarını verenler, İslâm için mallarını harcayanlar hâlâ İslâm karşıtı bir dâvânın gereğine göre davranabiliyorlardı. Rasûlullah'ın “câhiliyetdâvâsı” ve “pislik” olarak tanımladığı kavmiyetçilik dâvâsına taraftarlık yapabiliyorlardı. Rasûlullah'ın kızdığı şey bu idi; kabul etmediği, anlamakta zorlandığı taraf burasıydı. İslâm, iman kardeşliğini her çeşit bağın üstünde tuttuğu, iman kardeşliğine rağmen başka hiçbir bağın olumlu anlam ifade etmeyeceğini sürekli bildirdiği halde, Müslümanların İslâm'ın aşağılayıp reddettiği kavmiyetçilik dâvâsını sürdürmelerini, bu dâvâ için birbirlerine silah çekmelerini kabullenememişti.

Kavmiyetçilik dâvâsı gereği, Medineli Müslümanların sırf Medineli oldukları için birbirlerini destekleyip Mekkeli Müslümanlarla, Mekkeli Müslümanların da sırf Mekkeli oldukları için birbirlerini destekleyip Medineli Müslümanlarla kavga etmelerini, hatta birbirleriyle savaşmaya kalkışmalarını izah etmek mümkün değildi. Bu, her şeyi alt üst eden bir durumdu; inşâ edilen iman topluluğunun darmadağın olmasını ateşleyecek bir kıvılcımdı. İşte bunun anlaşılır, kabul edilir tarafı yoktu ve her iki taraf hatalarını anladılar ve birbirlerinden özür dilediler. Ancak bir kez olan olmuştu. 

Abdullah b. Ubeyy, iki kişinin kavgası nedeniyle Müslümanların birbirleriyle savaşma aşamasına gelişini büyük bir keyifle seyretmişti. Bazı girişimleriyle Medineli Müslümanlarla Mekkeli Müslümanların arasını kolayca açabileceğini düşündü ve yaşanan olay, onun bu düşüncesine dayanak oldu. Abdullah b. Ubeyy, Müslümanları birbirine düşürmek ve Medinelileri tekrar kendi çevresine toplamak arzusuyla yeni bir girişimde bulundu. Bazı Medineli Müslümanlara, “Gördünüz mü şu çulsuzların yaptıklarını? Geldiler bizim yurdumuzda bize kafa tutmaya başladılar. Vallahi bu ancak eskilerin dediği gibi 'besle köpeğini, yesin seni' durumundan başka bir şey değildir. İşte size yemin ederim ve derim ki, vallahi! Medine'ye döndüğümüz zaman bu iş bitecek. Medine'ye döndüğümüzde Medine'nin izzetli ve kuvvetlileri bu çulsuzları ve aşağılıkları Medine'ye sokmayacak” dedi. Bu arada Medineli Müslümanları daha da etkileyip, Mekkeli Müslümanların aleyhine harekete geçirmek için suçladı, kendilerine gelmelerini istedi: “Kimseyi suçlamayın. Bu işin tamamı size aittir. Her şeyi ellerinizle onlara peşkeş çektiniz. Halbûki böyle yapmayıp, onlara karşı sert ve sıkı olsaydınız, başınıza çöreklenmez, daha başka yerlere çekip giderlerdi. Siz de mallarınızı, evlatlarınızı onlar için harcamaktan kurtulurdunuz. Bakın, seyredin halinizi; siz azaldınız, çocuklarınızı savaş alanlarında teker teker kaybettiniz. Onlar ise hep çoğaldılar. Hiç değilse bundan sonra aklınızı başınıza alın; onlara yönelik yardımlarınızı kesin ki, buradan çekip gitsinler.”

Abdullah b. Ubeyy, bu konuşmaları kendisi gibi münâfık veya kendisine yakınlık duyan imanı zayıf Müslümanlar arasında yaptığı için tepki görmedi. Çevresindekiler sessizce onun sözlerini dinliyorlardı. Hatta bazıları onu haklı bulduğunu dile getiren bir şeyler söylediler. Ancak, Abdullah b. Ubeyy'in yakınında oturan Zeyd b. Erkam duydukları karşısında şaşırmış bir haldeydi. Kendisi çocuk denebilecek yaşta olmasına rağmen, İslâm'ı anlamış ve kavramış birisiydi. Abdullah b. Ubeyy'in sözlerini duyunca kulaklarına inanamadı. Hemen amcası Hz. Ömer'e gitti ve işittiklerini anlattı.

Hz. Ömer, Zeyd b. Erkam'ı yanına alarak Rasûlullah'a götürdü. İşittiklerini Rasûlullah'a anlatmasını istedi. O sırada Rasûlullah bazı müslümanlarla oturmuş kuyu başında yaşanan olayı konuşuyordu. Zeyd, duyduklarını anlattı. Zeyd'in anlattıkları, kuyu başında yaşanan olay kadar önemliydi. Rasûlullah kendisine söylenenlerin doğruluğundan emin olmak istedi. Zeyd'in, henüz çocuk denebilecek yaşta olması nedeniyle, yanlış anlamış olabileceğini veya Abdullah b. Ubeyy'e düşmanlık için yalan söyleyebileceğini düşündü. Bu nedenle Zeyd'e birçok kez söylediklerinden emin olup olmadığını, doğru söyleyip söylemediğini sordu. Zeyd, yalan söylemediğini, duyduklarından emin olduğunu, söylediklerinin aynen ifade ettiği gibi olduğunu yeminler ederek tekrar anlattı. Zeyd'in söyledikleri karşısında Rasûlullah üzüldü ve öfkelendi. Abdullah b. Ubeyy ile görüşmeye karar verip onu yanına çağırttı.

Durumun açığa çıktığını anlayan Abdullah b. Ubeyy, bazı yandaşlarını da yanına alarak, Rasûlullah'ın yanına gelip oturdu.  Rasûlullah, duyduklarının doğru olup olmadığını sordu. Eğer böyle bir şey söylediyse hatasından dönmesini, tevbe etmesini istedi. Abdullah söylenen şeylerin tamamının yalan olduğunu, kesinlikle böyle şeyler söylemediğini ve söylemeyeceğini, kendisi gibi bir Müslümana böyle şeylerin yakışmayacağını ifade etti. Yandaşlarını da söylediklerinin doğruluğuna şahit tuttu. Rasûlullah, Abdullah b. Ubeyy'in kendisine şahit göstererek söylediklerini kabul etmek zorunda kaldı. Zeyd'e ise bir şey demedi.

Abdullah b. Ubeyy'in, yalancı şâhitlerinin de desteğiyle söylediklerini inkâr etmesi yüzünden Zeyd, yalancı duruma düşmüştü. Bu konuma düşmesi nedeniyle çok üzüldü. Yalancı konuma düşmesini, üstelik Rasûlullah'ı aldatan konumuna düşmesini bir türlü kabullenemiyordu. Ne yapacağını bilmez olmuştu. Fakat vahiy, çoğu zaman olduğu gibi bu sefer de sürece müdahale etti ve hem Rasûlullah'ı olayın aslından haberdar etti hem de bir mümini sıkıntısından kurtardı. Durumu bütün boyutlarıyla açıklığa kavuşturan âyetler şöyleydi:

"Münâfıklar sana geldiklerinde: "Şâhitlik ederiz ki, sen Allah'ın Peygamberisin!" derler. Allah da bilir ki, sen elbette O'nun Peygamberisin. Allah, münâfıkların kesinlikle yalancı olduklarını bilmektedir. Onlar, yeminlerini kalkan yapıp Allah yolundan yan çizdiler. Gerçekten onların yaptıkları ne kötüdür! Bunun sebebi, onların önce iman edip, sonra inkâr etmeleridir. Bu yüzden kalpleri mühürlenmiştir. Artık onlar hiç anlamazlar. Onları gördüğün zaman kalıpları hoşuna gider, konuşurlarsa sözlerini dinlersin. Onlar sanki duvara dayanmış kütükler gibidirler. Her gürültüyü kendi aleyhlerine sanırlar. Düşman onlardır. Onlardan sakın. Allah onların canlarını alsın. Nasıl bu hale geliyorlar? Onlara: "Gelin, Allah'ın Peygamberi sizin için mağfiret dilesin denildiği zaman başlarını çevirirler ve sen onların büyüklüktaslayarak uzaklaştıklarını görürsün. Onlara mağfiret dilesen de, dilemesen de birdir. Allah onları kesinlikle bağışlamayacaktır. Çünkü Allah, yoldan çıkmış topluluğu doğru yola iletmez. Onlar, "Allah'ın elçisinin yanında bulunanlara hiçbir şey harcamayın ki başınızdan dağılıp gitsinler" diyenlerdir. Oysa göklerin ve yerin hazineleri Allah'ındır. Fakat münâfıklar bunu anlamazlar. Onlar, "Andolsun, eğer Medine'ye dönersek üstün olan zayıf olanı oradan mutlaka çıkaracaktır" diyorlardı. Halbûki asıl üstünlük Allah'ın, Peygamberinin ve Müminlerinindir. Fakat münâfıklar bunu bilmezler."(Münâfıkûnsûresi, 63/1-8).

Rasûlullah, münafıkların durumunu açıklayan bu âyetler vahyolununca, üzüntüsünden ne yapacağını bilemez hale gelmiş olan Zeyd'i yanına çağırttı ve "Zeyd! Allah seni doğruladı." diyerek gönlünü aldı.

Âyet vahyolunup durum Rasûlullah için açıklığa kavuşturuluncaya ve Rasûlullah, Zeyd ile konuşup onun üzüntüsünü giderinceye kadar, Abdullah b. Ubeyy'in konuşmaları orduya yayılmıştı. Herkes o sözleri bir şekilde konuşmaya başlamıştı. Bazıları oldukça sert tepkiyle Abdullah b. Ubeyy'in konuşmasına karşı çıkıp bunların yanlış olduğunu söylerken; diğer bazıları ise belirgin bir tepki vermemişti. Ordunun gündemini Abdullah b. Ubeyy'in sözleri oluşturuyordu.

Hz. Ömer öfkesinden yerinde duramıyordu. Israrla, "Ey Allah'ın Rasûlü! Yeter bu kadar sabır! İzin ver şu münafığı öldüreyim!" deyip duruyordu. Rasûlullah bu teklifi kabul etmedi. Ömer, Abdullah b. Ubeyy'i öldürmesi durumunda, Muhâcirlerle Ensar arasında yeni bir çatışma çıkacağı düşüncesiyle teklifinin reddedildiğini düşündü. Çünkü kendisi bir muhâcirdi. Bu nedenle "Bana izin vermiyorsan, emret ensardanSa'd b. Muaz, Muhammed b. Mesleme veya Abbad b. Bişr bu işi yapsın." dedi. Oradaki ensara mensup Müslümanlar da böylesi bir emri yerine getirmeye hazır olduklarını bildirdiler. Ancak Rasûlullah, Abdullah b. Ubeyy'in öldürülmesini doğru bulmuyordu. Bu konudaki düşüncesini şöyle açıkladı: "Biliyorum, Müslümanlardan onu öldürmelerini istersem bunu hemen yaparlar. Ancak olmaz ya Ömer! İşin iç yüzünü bilmeyen halk yanlış anlar; "Muhammet kuvvetlendi de adamlarını öldürmeye başladı." derler. Yapamayız!" dedi. Sonra ani bir emirle, ordunun hemen Medine'ye doğru gitmesini emretti. Emir, günün en sıcak vaktinde, yolculuk yapılmayacak bir saatte verilmişti. Herkes şaşkın bir hâlde eşyalarını toplamaya başladı. Ancak hareket isteği çok açıktı; hemen yola çıkılacaktı. Bu nedenle öylesine ani bir hareket gerçekleşti ki Müslümanların birçoğu, eşyalarının tamamını toplamaya dahi fırsat bulamadı.(Vâkıdî, el-Meğâzî, II, 417-418; İbnHişâm, es-Sîre, III, 303)     

Bazı Müslümanlar hem günün en sıcak vaktinde yapılan yolculuğun orduyu perişan edeceğini ve hem de Abdullah b. Ubeyy'i kabul etmediklerini bildirmek için Rasûlullah'ın yanına gelip-gitmeye başladılar. "Ey Allah'ın Rasûlü! Emret onu öldürelim." veya "Emret onu Medine'den sürelim." tekliflerini dile getirdiler. Rasûlullah, ordunun hareket saatini erteleme tekliflerini kabul etmeyip emrini yenilediği gibi, Abdullah b. Ubeyy'in öldürülme veya Medine'den sürülme tekliflerini de kabul etmedi. Ordu, dayanılmaz bir sıcakta, yolculuk için hiçbir hazırlık yapmamış bir halde yürümeye devam ediyordu. O gün akşama kadar hiç mola verilmeden yola devam edildi. Herkes bitkin düştü. Hiç kimsede yürüyecek bir takat, yola devam etmesini sağlayacak bir güç kalmadı. Herkes, akşamın serinliğinde mola verileceği ve dinlenecekleri hayaliyle zorla yürüyordu.  Akşam oldu fakat mola verilmedi. Gece oldu mola verilmedi. Gece yarısı geçti, sabah oldu yine mola verilmedi. Güneş yükseldi, herkes sıcaktan ve yorgunluktan perişan halde adım atamaz durumdaydı. İşte böylesi bir anda mola izni geldi. Ordu durdu. Herkes yorgunluktan, uykusuzluktan, sıcaktan olduğu yere düştü ve ordudaki herkes derin bir uykuya daldı. Ayakta hiç kimse yoktu.

Yolculuk için uygun olmayan bir vakitte başlayan ve bütün gece süren yolculuk Rasûlullah'ın yaşanan problem için düşündüğü bir çözümdü. Rasûlullah bu son derece yorucu yolculukla Abdullah b. Ubeyy'in gündemi belirlemesini, Müslümanların onun sözleri üzerine yorumlar yapmasını önlemiş oldu. Artık hiç kimse Abdullah b. Ubeyy'i konuşacak, değerlendirecek hâlde değildi. Gündemi Abdullah b. Ubeyy veya sözleri oluşturmuyordu.

Abdullah b. Ubeyy'in münâfıklığına, münâfıkların liderliğini yapmasına rağmen, oğlu Abdullah son derece samîmî bir Müslümandı. Babasının yaptıklarından hep rahatsız olmasına, her zaman babasına karşı bir öfke duymasına rağmen, İslâm'ın emri gereği babası olduğu için Abdullah b. Ubeyy'e karşı kötü davranmaktan kaçınıyor; babasının kendisine yönelik aşağılayıcı sözlerini duymazlıktan geliyordu. Ancak bu son yaşanan olay ve sözlerle sabrı sona erdi. Babasının Müslümanlara bu kadar zarar vermesini kabul edemedi. Rasûlullah'ın yanına gelip "Ey Allah'ın elçisi! Bana izin ver, babamı ellerimle öldüreyim. Hem böylelikle bir düşman temizlenir ve hem de olur ki, Müslümanlardan birisi bu işi yapacak olursa kalbimde ona karşı kin beslememiş olurum." dedi. Ancak istediği izni alamadı. (İbnHişâm, es-Sîre, III, 305)

Ordu bir süre dinlendikten sonra yoluna devam etti ve artık Medine'ye yaklaşıldı. Medine'ye girilmek üzereydi. Abdullah, devesini sürüp ordunun önüne geçti. Tam önünden geçerken kılıcını sıyırıp babasını durdurdu. Abdullah b. Ubeyy, bu duruma şaşırdı. Oğlundan bu davranışının sebebini sordu. Oğlunun cevabı son derece anlamlı ve açıktı. Sözlerinde babasının kuyu başındaki sözlerini tekrar etmiş ve şöyle demişti: "Bugün bu şehre ancak izzetli ve kuvvetli olanlar girecek; zelil ve aşağılık olanların girmesine izin verilmeyecek!" Abdullah b. Ubeyy, oğlunun sözlerini duyunca daha da şaşırdı, oğlunu bu yaptığından vazgeçirmek istedi. Bu arada Müslümanlardan birçoğu etraflarını sarmış kendilerini seyrediyordu.

Abdullah b. Ubeyy, bütün foyasının açığa çıktığını, rezil ve aşağılık konumuna düştüğünü, itibarının yok olduğunu gördü. Oğlundan rica etti. Kendisini bırakmasını istedi. Ancak, Abdullah kararlıydı ve kendisine ancak bir şartla dokunmayıp Medine'ye girmesine müsaade edeceğini söyledi: "İzzet ve kuvvetin kime ait olduğunu söylemeden ve Rasûlullah bana izin vermeden seni bırakmam!" Abdullah b. Ubeyy, işin ciddi olduğunu anlamıştı; "Şâhitlik ederim ki, izzet ve kuvvet Allah'a, Rasûlü'ne ve müminlere aittir." demekten başka çaresi yoktu. Gerçeği istemeden de olsa ifade etti. Böylelikle, kendisine yönelik saygı ve sevgi sahibi oldukları için oyununa gelenlere Abdullah b. Ubeyy'in ağzıyla bir hakikat ifade edilmiş oldu.

Ordunun önünde bunlar olurken, Rasûlullah ordunun gerilerindeydi. Kalabalığı farketti ve niçin toplanıldığını sordu. Olanlar kendisine anlatıldı. Duydukları Rasûlullah'ı memnun etti. Müslümanlar arasındaki câhiliye fitnesinin münâfık baba ile Müslüman oğlu arasındaki bu olay ile kaybolup, asıl olması gereken iman bağının öne çıkmasına son derece sevindi. Abdullah'a yaklaşarak babasını serbest bırakmasını istedi.

Müslümanlar, Mustalik harekâtı sırasında yaşadıkları ile kalplerinin bir köşesinde hâlâ varlığını koruduğunu fark ettikleri câhiliye inanç ve eğilimlerin bir daha depreşmemesi için bundan böyle daha dikkatli olmaları gerektiğini anladılar. Ayrıca, gerçekleşenlerle münâfıkların deşifre olmasını ve böylelikle münâfıkların bazı Müslümanlar üzerindeki etkisinin daha da azalmasını önemli bir kazanç olarak değerlendirdiler. Münâfıkların liderinin hepten aşağılık bir konuma düştüğünü ve çevresindeki kimseleri bundan böyle zor etkileyeceğini gördükleri için de sevindiler. (Celaleddin Vatandaş, Hz. Muhammed’in Hayatı ve İslâm Daveti, II, 253-258) 

Ecdâdımız “Su uyur düşman uyumaz.” demişler. Ne kadar da doğru söylemişler! Düşman, bizi tuzağa düşürmek için her türlü fırsatı kollar. Lütfen, onlara fırsat vermeyelim! Her zaman uyanık olalım!

 

 

 


          En Sevgilinin Sevgilisi   

Tabiîn neslinin önemli simalarından Mesrûk b. Ecda bir sözünde der ki: “Ben Efendimiz’in (sas) ashâbının birçoğunu gördüm ve onlarla beraber zaman geçirdim. Onların hali aynen şuna benzer: Hani susuzluktan sinesi çatlayan toprağa yağmur yağar da o toprak alabildiğince suyu içerisine alır, gerisi ise tertemiz bir halde toprağın üstünde kalır. Sonra o kalan su, suya ihtiyacı olan canlılardan birini, ikisini, onunu, yüzünü sular. Hatta onlardan bazılarının üstlerindeki su arzın tamamına yetecek gibi olur. İşte sahâbe nesli böyle bir nesildir. Onlar Efendimiz’den (sas) aldıkları mesajları önce içlerine almış, o mesajları içselleştirmiş, sonra da durumlarına göre ümmeti o mesajlarla sulamışlar yani nasiplendirmişlerdir.” (Zehebî, et-Tefsir ve’l-Müfessirûn, I, 36)

 

Öyle Birine Misafir Olacağız ki… 

Öyle birine misafir olacağız ki Kur’ân’ı ve Sünneti onun kadar içselleştirip, onun kadar anlayan çok az isim var ashâb içerisinde… 

Öyle birine misafir olacağız ki onun vahyin suyu ile sünnetin iksiri ile sulamadığı zaman ve mekân yok, ilk günden bu tarafa milyonlarca mü’mini ve mü’mineyi sulayıp nasiplendiren birisi…

Öyle birine misafir olacağız ki Kur'ân’ın her sûresini, her ayetini, hatta her harfini en ince detaylarına kadar bilen birisi…

Öyle birine misafir olacağız ki iffeti, namusu Kur'ân tarafından tescillenmiş, hakkında onlarca ayet nazil olmuş, kendisi ise onlarca ayetin sebeb-i nüzûlü olmuş, Cebrail Hücre-i Saâdet’e gelince onun hanesine gelmiş, selam getirmiş, selamı işitmiş biri…

Öyle birine misafir olacağız ki Rasûlullah’ın (sas) hayatının her karesine ondan daha fazla vakıf biri yok… Belki Efendimiz’in (sas) hanesine, Medine döneminde girdi doğru ama merak ve dikkati ile Mekke dönemine ait en önemli şeyleri bize öğreten yine o... Dolayısı ile o, Efendimiz’i (sas) yansıtan bir ayna, hücre-i Saâdet ile  Hicaz ahalisi arasında, saadet asrı ile çağlar arasında köprü olmuş biridir o…

Öyle birine konuk olacağız ki Efendimiz’in (sas) kutlu sözlerinden tam 2210 tanesini bize ulaştırmıştır o…Onun diğer annelerimizden en büyük farklarından biri de rivayetlerinin bu düzeyde olmasıdır. Âişe annemiz 2210 hadis rivayet ederken, onu ikinci sırada takip eden annemiz Ümmü Seleme’dir, onun rivayetleri ise 378’dir. Sadece bu fark bile Âişe annemizin konumunu anlamamız açısından çok mühimdir.

Öyle birine konuk olacağız ki o sahâbenin en âlimlerinden, en fakihlerinden, en müçtehitlerinden ve dirayetlilerindendir. Düşünebiliyor musunuz; Ebû Hureyre gibi, Abdullah b. Ömer gibi, Abdullah b. Abbâs gibi her biri sahasında bir dağ, bir dev olan bu isimlerin yanlışlarını düzeltmiş, onlara işin doğrusunu göstermiştir. Merak eden Zerkeşi’nin el-İcâbe li îrâdi mâ’stedrekethu Â’işe alâ’s-Sahâbe isimli kitabına baksın orada Hz. Âişe’nin onlarca rivayet ve fetvaya nasıl karşı çıkıp, yanlış ve eksik anlayışları düzelttiğini göreceksiniz.

Öyle birine konuk olacağız ki yine size Mesrûk b. Ecda’nın başka bir sözünü aktarayım: “Âişe annemiz, Allah’ın sevgilisinin sevgilisi idi.” (İbnSa’d, Tabakât, VIII, 178-187) Yani o, Hz. Ali’nin ifadesi ile “Haliletü Rasûlillah/Rasûlullah’ın Sevgilisi” idi. (İbnSa’d, Tabakât, X, 64) Hz. Hatice annemizden sonra, Efendimiz’in (sas) dünyasında bambaşka bir yeri olan bir annemiz idi.

Öyle birine konuk olacağız ki 23 yıllık nübüvvet tarihinin tamamını, 2,5 yıl babası Hz. Ebû Bekir’in hilafet günlerinin tamamını, 10,5 yıl Hz. Ömer’in hilafet günlerinin tamamını, 12 yıl Hz. Osman’ın hilafet günlerinin tamamını, 5,5 yıl Hz. Ali’nin hilafet günlerinin tamamını yaşamış ve şahit olmuş birisi o...

Dolayısı ile Hz. Âişe demek, tefsir, hadis, fıkıh, akaid, kıraat demek olduğu gibi; Hz. Âişe demek, siyer, meğazi ve tarih demektir. Bugün siyer ilminin ilk üstadı kabul edilen Urve b. Zübeyr, Âişe validemizin yeğenidir; Hz. Âişe onun teyzesidir, dolayısı ile Urve, bu yakınlıktan dolayı onun yanından bir ömür ayrılmamış ve nice tarihi bilgiyi bize aktarmıştır.

Allah aşkına böyle bir ismi, birkaç sayfa içerisinde anlatmak mümkün müdür? Hz. Âişe’yi tüm boyutları ile anlatmak imkân dâhilinde midir? Elbette değildir. Bundan dolayı biz burada Hz. Âişe’nin hayatının sadece bir bölümünü anlatmaya çalışacağız.

 

Evliliği ve Hücre-i Saadet Yılları

Hicret olup Medine’ye gelinince, Mescid-i Nebevî’nin inşası devam ederken Efendimiz, Sevde validemizle Ebû Eyyûb el-Ensârî’nin evinde misafir olarak kalıyordu. Mescid bitip, Efendimiz’e (sas) ait önce bir, sonra iki oda yapılınca düğün oluyor ve Âişe annemiz Hücre-i Saâdet’e hicretin ilk senesinde tam ayını da vereyim, hicretin üzerinden 7 ay geçmişken, yine bir Şevval ayında o eve gelin olarak gidiyordu.

Ayı özellikle belirtik, çünkü Âişe annemiz de belirtmiş. Bizde halen Anadolu’nun bazı yerlerinde var olan bir yanlış anlayış var ya: “İki bayram arasında düğün uğursuzluktur” diye, aynı yanlış anlayış Medine’de de var. Ensâr’dan bazı hanımlar bunu söyleyince Âişe annemiz diyecek ki: “Rasûlullah benimle bir Şevval ayında nikâhlandı ve düğün yaptı.Söyler misiniz bizim evliliğimizden daha hayırlı bir evlilik mi var?”(Müslim, Nikâh, 73)

9 yıl sürecek bir evlilik hem de ne evlilik? Acısıyla tatlısıyla, fakirliğiyle zenginliğiyle, kavgasıyla barışıyla, sevinciyle hüznüyle örnek olan bir evlilik… Peygamberin evinde kavga olur mu, acılık olur mu? Olmaz mı? Peygamber’in evi olsa bile onlar da birer insan, dolayısı ile onların evinde de herkesin evinde olan bazı hadiseler yaşanabilir. Bundan dolayı evlilik deyince öyle birilerinin gösterdiği gibi toz-pembe bir hayat yoktur. Evlilik dediğiniz şey bir ibadettir, hangi ibadetin külfeti yok ki evliliğin de olmasın. Dolayısı ile bu meseleyi hayali şeylerden hakikate taşımamız gerekir, beklentilerimizi makul bir noktaya getirerek saâdeti elde etmemiz gerekir. İşte Peygamber’in evi bize bunu da öğretir.

 

Âişe Annemizin Efendimiz’e (sas) Olan Sevgisi

Âişe annemiz her kadın gibi eşini çok seviyor ve Hz. Peygamber’i (sas)  başkalarından kıskanıyordu. Ama Âişe annemizin imtihanına bakar mısınız? Hücre-i Saâdet’e ilk geldiği zaman bir Sevde vardı, bir de kendisi… Efendimiz (sas) bir gün Sevde validemizin yanında gecelerdi, bir gün Âişe validemizin… Bazen Âişe annemiz Sevde validemizin gönlünü alır, onun sırasını da kapardı. Ama gün geldi o eve Hafsa girdi, Ümmü Seleme girdi, Zeyneb bint Cahş girdi, Safiyye girdi, Meymûne girdi, girdi de girdi ve Âişe annemiz 9 günde bir Efendimiz (sas) ile baş başa kalmaya başladı. Buna rağmen bazen çok sıkıntı çekse de Peygamber evine hanım olmanın sorumluluğu altında hep inledi durdu. Çok zor bir imtihandı, ama o bu imtihanı yüzünün akı ile tamamladı. Efendimiz (sas) vefat ettiğinde 28 yaşlarında idi, ondan sonra 46-47 yıl dul olarak yaşayacaktı, o günlerde de hep kendisine yakışır bir kamet ortaya koyacaktı. 

Sıranın kendisinde olduğu bir gece, gecenin ilerleyen saatlerinde uyandı, lambasız o evde elini yatakta gezdirdi. Efendimiz (sas) yoktu. Kalktı, sinirlenmiş, aklına başka şeyler gelmişti. O an bir karartı hissetti elini götürdü, Efendimiz (sas) namazdaydı, eli mübarek ayaklarına değdi. Derin bir nefes aldı, bir taraftan da utandı Efendimiz (sas) için aklından geçirdiklerine… Efendimiz (sas) namazını bitirince dedi ki: “Anam, babam sana feda olsun Ya Rasûlallah! Ne olur beni affet. Ben senin hakkında başka şeyler düşünürken sen neyle meşgulmüşsün.”(İbnSa’d,Tabakât, X, 57-83)

Başka bir geceyi anlatıyor annemiz, o anlatmasa biz nerden bileceğiz.“Sıranın bende olduğu bir gece benim yanıma geldi. Ama tuhaf bir hali vardı. Sanki biraz sonra kalkacakmış gibi terliklerini görünen bir yere koydu. Elbiselerini hemen başucuna… Ben kendi kendime dedim ki: ‘Beni uyutacak diğer hanımlara gidecek!’” Efendimiz (sas) asla bunu yapmazdı. Âişe annemiz de bunu biliyor, ama kadın fıtratı ister istemez kıskanıyor. Âişe annemiz biraz uykuyu sever; ama o gece büyük bir inatla uyumamaya çalışıyor. Gecenin ilerleyen vakti Efendimiz (sas) kalkıyor. Âişe annemizi rahatsız etmemek için özen gösteriyor. Elbisesini giyiyor, terliklerini eline alarak dışarı çıkıyor. Âişe annemiz uyuyor gibi yapıyor ama uyanık, hemen kalkıyor ve Efendimiz’in (sas) arkasına takılıyor. Efendimiz (sas) yürüyor,yürüyor, Baki Kabristanlığı’na geliyor, orada bir köşede oturup uzun uzun kabir sakinlerine dua ve istiğfarda bulunuyor. Âişe annemiz bu tabloyu uzaktan seyrediyor. Efendimiz (sas) duasını bitirince, eve doğru yöneliyor, o ise Efendimiz’e (sas) yakalanmamak için koşa koşa eve dönüyor, üstünü çıkarıp yatağa giriyor. Ama nefes nefese kalmış, terler içerisinde… Efendimiz (sas) hücre-i Saâdete girince Âişe annemizin o halini görüyor ve diyor ki: “Ya Âîş” Âişe değil, Âîş ? Ne demek? Ayşem, demek: “Ayşem! Ne bu hal? Nefes nefesesin?” Annemiz “Yok bir şey” diyor. Efendimiz (sas): “Var,var” diyor; ama annemiz söylemiyor. Bunun üzerine Efendimiz (sas) diyor ki: “Bana anlatacak mısın ne olduğunu yoksa Latif ve Habir olan Mevlam, Cebrail’i gönderip, bana haberini versin mi?” Bu tehdidi duyunca annemiz telaşlanıyor; “Aman Ya Rasûlullah! Cebrail bu iş için gelmesin” mesele şundan ibaret deyip başlıyor anlatmaya… O anlattıkça Efendimiz (sas) gülüyor: “Demek önümdeki karartı sendin öyle mi?” diyerek tebessüm ediyor. (Müslim, Cenâiz, 102; Nesai, Cenâiz, 103; İbn Mace, Cenâiz, 36)

 

Menfaat Değil, Merhamet

Hz. Âişe annemiz Efendimiz’in (sas) hayatından bize bir sünnet aktarıyor. Hem de çok önemli bir sünnet... Sünnet deyince sadece akıllarına tabakların altını sıyırmak gelen, pazarlık yapmak gelen bu çağın insanının bu sünnetten alacağı çok ama çok önemli dersler var... Annemiz diyor ki: “Rasûlullah (sas) hayatı boyunca ne bir hanımına ne bir cariyesine ne de bir hizmetçisine bir fiske dahi vurmadı, kötü bir söz söylemedi, onları rencide etmedi.”(Müslim,Fedâil, 79;Ebû Davud,Edeb, 4)

Sünnet üzere yaşamak mı istiyorsunuz, sünneti ihya etmek mi istiyorsunuz, alın size çok önemli bir sünnet… O’nun (sas) evlilik için koyduğu en önemli sünnet, eşler arasında menfaate dayalı değil, merhamete dayalı bir sevgidir. Hem de gerçek sevgi… Nasıl mı?

Annemiz anlatıyor: “Beraberce sofraya oturduğumuz bir gün et yiyoruz. Rasûlullah (sas) benim elime aldığım ve ısırdığım eti elimden alıyor, tam ısırdığım yerden ısırıyor. Su içmek istediğim zaman benim bardağımı alıyor ve tam içtiğim yerden içiyordu. Neden böyle yaptığını sorduğumda: “Ya Âiş! Dudağım, dudağının değdiği yere değsin istiyorum” (Müslim, Hayz, 14; Ebû Davud, Tahâre 103) diyordu.

Âişe annemiz Efendimiz’den (sas) böyle bir sevgi görüyor ve öğreniyordu. O bunu gördükçe yüreğindeki sevgi artıkça artıyordu. Nasıl mı? Âişe annemizin sevgisini anlayalım: Bir gün annemiz almış yanına Medineli hanımları, onlara kıssaların en güzeli olan Yusuf kıssasını anlatıyor. Züleyha’nın Hz. Yusuf’a duyduğu aşk ve sonrasında olan hadiseler, bunun sarayda duyulması ve Mısır’ın kadınlarının Züleyha’yı kınamaları… Züleyha sıradan bir adama aşık olmadığını Mısırlı kadınlara göstermek için ne yapıyor, bir yemek tertip ediyor, yemekler yeniyor, sonra sofraya meyveler geliyor, kadınlar ellerinde bıçaklar meyveleri keserlerken Yusuf içeriye alınıyor. Yusuf ’un o güzelliğini gören kadınlar meyve yerine ellerini kesmeye başlıyorlar.(Yusuf, 12/30-32) Böylelikle Züleyha’yı kınamaktan vazgeçiyorlar. Âişe annemiz bunu anlatıyor sonra diyor ki:“Mısırlı kadınlar Yusuf’u görünce onun güzelliğinden dolayı bıçaklarla ellerini kestiler, eğer onlar benim efendimi görselerdi, onun güzelliği karşısında o bıçakları sinelerine saplarlardı.” (Alûsi,Rûhu’l-Meânî, XIII, 77)

Âişe annemizin Efendimiz’e (sas) duyduğu sevda bu… Ya Efendimiz’in, Âişe annemize duyduğu sevda? Amr b. Âs (ra) Müslüman oluşunun üzerinden çok fazla vakit geçmeden Zatü’s-Selasil Seriyyesi’ne komutan olarak atanmış, askerleri içerisinde Hz. Ebû Bekir, Hz. Ömer, Ebû Ubeyde b. Cerrah ve daha nice ashâbın büyükleri var. Daha yeni Müslüman olmuş Amr b. Âs, böyle bir seriyyeye de komutan tayin edilince kendi kendine ‘demek ki Efendimiz (sas) herhalde beni çok seviyor hem de herkesten çok seviyor ki beni böyle bir birliğe komutan olarak atadı’ düşüncesine kapılmış. Sefer bitmiş, Amr b. Âs, büyük bir başarı ile Medine’ye dönmüş, olan biteni Efendimiz’e (sas) rapor ettikten sonra, şöyle bir soru sormuş: “Ya Rasûlullah! İnsanlar içerisinde sana en sevgili gelen kimdir?” Efendimiz (sas) Amr b. Âs’ın maksadını çok iyi anlamıştır hem ona bir cevap hem de bir hakikati ifade etme maksadı ile demiştir ki: “Âişe’yi” Amr: “Ya Rasûlallah! Kadınlardan demiyorum, erkeklerden en fazla kimi seviyorsun?” Cevap: “Ebiha/ Onun babası, Âişe’nin babası...” İfadeye dikkat buyurun Ebû Bekir değil, Âişe’nin babası... Amr devam ediyor: “Ya ondan sonra?”, “Ömer” diyor Efendimiz… Amr devam ediyor, “Ondan sonra, ondan sonra” bakıyor ki kendine sıranın geleceği yoktur. Daha fazla gerilere düşmek istemediğinden soru sormayı bırakıyor. (Buhari, Fedâilü’s-Sahâbe, 5; Muslim, Fedâilü’s-Sahâbe, 8)

Efendimiz’in (sas): “Kimi çok seviyorsun” sorusuna muhatap olur olmaz Âişe demesi, onu ne kadar sevdiğini bize gösterir değil mi? Sahâbe bunu çok iyi anlamıştı. Bundan dolayı, eğer bazen Efendimiz’e (sas) bir şey diyeceklerse, bazen bir konuda O’nunla istişare edeceklerse veya izin alacaklarsa veyahut bir hediye takdim edeceklerse hep bekler, Efendimiz’in (sas) Âişe’nin odasında olacağı günü gözler, onun yanına gelince de onlar da gelir dertlerini söylerlerdi.

 

En Yüce Dosta Yürürken

Bir gün Efendimiz (sas), Âişe annemize dedi ki: “Ey Âişe! Ben senin konuşmandan hemen anlarım bana kızgın olup olmadığını?” Âişe annemiz, bazen kızgın olduğu zamanlarda bunu belli etmemeye çalışırdı. Ama  Efendimiz’in (sas) bunu nasıl anladığını merak etmişti. Sordu: “Ya Rasûlallah! Bunu nasıl anlıyorsun?” Efendimiz (sas) dedi ki: “Ey Âişe! Eğer bana kızmışsan bir şey söylediğin zaman ‘İbrahim’in Rabbine yemin olsun ki’ diyorsun, eğer benden hoşnutsan, ‘Muhammed’in Rabbine yemin olsun ki’ diyorsun?”

Âişe annemiz bu ince düşüncenin fark edilişine bir yönü ile sevindi ve dedi ki: “Vallahi doğru Ya Rasûlallah! Ancak şu andan itibaren sana söz veriyorum, bundan böyle senin isminin dışında bir ismi ağzıma almayacağım, ne kadar kızgın olursam olayım, yine de senin isminle yemin edeceğim.”(Buhari, Nikâh, 108;Müslim,Fedâilü’s-Sahâbe, 80)

İşte o hane böyle bir hane idi. Son olarak bir noktaya dikkatlerinizi çekeyim: Rasûlullah (sas) ne hal üzere vefat etti, biliyor musunuz? Eğer bilmiyorsanız, aklınıza şöyle bir tablo gelecektir. Her halde Allah Rasûlü (sas) ya namazda secde halinde ya Kur'ân başında ya da başka bir ibadet halinde ruhunu Rahman’a teslim etmiştir. Ama bakın Efendimiz’in (sas) hayatının son anlarına bunların hiçbiri değil? Efendimiz (sas) Allah’a yürürken kendi deyimi ile “ile’l-Refik-i Â’lâ/ en yüce dosta” yürürken, o mübarek başı, Âişe’nin göğsü üzerinde idi. Başını Âişe’nin sinesine yaslayarak bu dünyadan ebedi âleme yürümüştü. Sadece Efendimiz’in (sas) bu hali bile eşler arası ilişki için bize çok şeyler söylemektedir. İnşallah duyanlardan oluruz. Duyup da uyuyanlardan değil, duyup da uyanlardan oluruz.

 

 

 


          Efendimizin Evinde   

İnsanın bahtiyarlığı huzuru tatmasıyla başlar. Aile fertleriyle tatlı bir uyum içinde olan kimseler, hem dünya saâdetini bol bol tadarlar hem ahiret hazırlığını kolayca yaparlar. Bu insanlar, her namazda, “Rabbim bize dünyada da iyilik ver, ahirette de iyilik ver!” diye istedikleri bahtiyarlığı elde etmekte zorlanmazlar.

Dünya ve ahiret saadeti büyük ölçüde yuvadaki huzura bağlı olduğu için Peygamber Efendimiz aile saadetine pek önem verir ve yuvasını kendi yapan kuşlar gibi, aile saâdetini kendi gayretiyle koruyup gözetirdi.

Bazen sabah namazını kıldıktan sonra, bazan o akşam yanında kalacağı eşinin odasına gitmeden önce diğer hanımlarını ziyaret eder, hatırlarını sorar, gönüllerini alır, ikramlarını kabul eder ve bu esnada ihtiyaçlarını öğrenir, onları temin ederdi.

Akşam yanında kalacağı eşinin odasına girdiği zaman önce selam verir, sonra da ilk olarak dişlerini misvaklardı. Her an vahiy getirmesi muhtemel olan Cebrâil aleyhisselam’ı ve dolayısıyla eşini hoş olmayan ağız kokusuyla rahatsız etmemek için ağız ve diş sağlığına pek önem verirdi.

Akşam Sohbetleri

Çoğu Mescidi Nebevi’nin etrafını kuşatan küçük ve mütevazi evlerde yaşayan hanımları, Cihân Güneşi’nin o akşam şereflendirdiği evde toplanırlar ve birlikte sohbet ederlerdi. Bu esnada Efendimiz bazen onlara eski milletlerin ibretli kıssalarından bahseder, varsa sorularına cevap verir, bazan onlarla şakalaşır, hoşça vakit geçirmelerini sağlardı. Yine bir akşam, Ümmehâtü’l-mü’mi’nin dediğimiz Mü’minlerin Anneleri o Muhabbet Pınarı’nın tatlı suyundan içmek, o Cihan Güneşi’nin gönül aydınlatan sıcağında ısınmak için etrafına toplanmışlardı. İçlerinden biri:

Ya Resûlullah! Senin vefatından sonra, en önce hangimiz sana kavuşacağız? diye sordu.

Peygamberler Sultân-ı, gonca gülleri imrendiren o tatlı tebessümüyle güldü:

Bana en önce eli uzun olanınız kavuşacak, buyurdu. 

Bunun üzerine mü’minlerin anneleri ellerine bir kamış çubuk alarak birbirinin kolunu ölçmeye başladılar. En uzun kollu olanın Hz. Sevde olduğunu gördüler.

Onların bu tatlı telaşlarını gülerek seyreden Sevgili Efendimiz, eli uzun olmanın, bol sadaka vermek, eli açık olmak anlamına geldiğini söyleyince, bütün çabalarının boşa gittiğini görerek güldüler. Şu ilahi hikmete bakın ki, Resûlullah sallallahu aleyhi ve sellem’e en önce kavuşan yine de Sevde annemiz oldu. Çünkü o sadaka vermeyi çok severdi.

Yatsı namazından sonra fazla konuşulmazdı. Herkes istirahata çekilirdi.

Resûl-i Ekrem Efendimiz abdest aldıktan sonra yatağa girer, duasını eder, bir müddet uyuduktan sonra eşini uyandırmamaya çalışarak yavaşça kalkar, hanımı misvâkını ve abdest suyunu yatmadan önce hazırlamış olduğu için abdestini alır, gece ibadetine başlardı.

Mescid-i Nebevi’nin etrafındaki birbirinin aynı olan bu evler pek geniş değildi. Bu sebeple Kainatın Efendisi gece ibadetlerini rahatça edâ edemezdi. Bu hâli Hz. Aişe annemiz şöyle anlatıyor:

Ben Hz. Peygamber’in karşısında, ayaklarım onun secde edeceği yere gelecek şekilde uyurdum. Secde edeceği zaman eliyle dürterdi, ben de ayaklarımı geri çekerdim. Secdeden kalktığı zaman yine uzatırdım.

Teheccüd namazı dediğimiz gece ibadeti Peygamber aleyhisselam Efendimiz için farzdı. Allah Teala ona “gecenin bir bölümünde uyanıp kalk ve sana mahsus olmak üzere bir nâfile namaz kıl” [İsrâ süresi (17), 79] buyurduğu için her gece kalkar ibadetini yapardı. Gece namazlarının sevabının çok fazla olduğunu söylerdi. Bizim gibi vitir namazını yatsıdan hemen sonra kılmaz, gece ibadetini vitir namazıyla tamamlardı. Sonra biraz yatıp dinlenirdi. MüezziniBilâl-i Habeşi gelerek sabah namazı için uyandırınca kalkar, sabah namazının sünnetini evinde kılar, eşlerini namaza kaldırır, kendisi de namaz kıldırmak üzere Mescid-i Nebevî’ye geçerdi.

Seni Elimle Yıkasam

Şunu hiç unutmamak gerekir ki, Resûlullah Efendimiz’in hayatında en göze çarpan husus, davranışlarındaki tabiîlik ve sadeliktir. Ne evinde ne dışarıda onun yapmacık bir tavrı görülmemiştir. Kendisinden yardım isteyen birine canla başla nasıl koşar ve insanlara yardım etmekten nasıl hoşlanırsa, evinde de eşlerinin yükünü hafifletmekten, onlara yardımcı olmaktan zevk duyardı. Koyunlar mı sağılacak, gider sağardı. Elbisesinde yırtık varsa, oturur yamardı. Ayakkabısı yırtılmışsa tamir ederdi.

Eşlerine o kadar sıcak davranırdı ki, herkes onun yanında kendini mutlu hissederdi. Hz. Âişe annemizin anlattığına göre, onunla birlikte yemek yerken Resûlullah Efendimiz bir şeyi önce Hz. Âişe’nin içmesini ister, sonra da özellikle onun ağzının değdiği yerden içerdi. Şayet et yiyorlarsa, Hz. Âişe’nin elindeki parçayı alır, onun ağzının değdiği yerden ısırırdı. Vefatından önceki rahatsızlığının başladığı gün bile Hz. Âişe ile şakalaşmıştı.

O gün Hz. Âişe’nin evinde kalacaktı. Kapıdan içeri girince, şiddetli bir baş ağrısı çekmekte olan annemiz “vay başım!” diye sızlandı. O sırada Peygamberler Sultân-ı gerçekten büyük bir ıstırap çekmekteydi. Hatta bazı muhaddislerin ifadesine göre vefat edeceği kendisine bildirilmişti. Hz. Âişe’nin yanına yaklaştı ve:

“-Asıl ben vay başım demeliyim. Sen benden önce ölsen, seni elimle yıkasam, kefene koysam, namazını kıldırsam ve kabre ellerimle defnetsem olmaz mı?” diye sordu.

Hz. Âişe buna çok alındı:

Vay başıma gelenler! Vallahi öyle sanıyorum ki, sen gerçekten benim ölmemi istiyorsun. Eğer ben ölürsem, sen o günün akşamı hanımlarından biriyle beraber olursun, diye sızlandı.

Peygamber Efendimiz onun bu haline tebessüm buyurdu.


Ev halkıyla senli benli olmak aradaki soğukluğu kaldırır. Külfet gidince ülfet kendiliğinden gelir. Pek nazlı bir çiçek olan sevgi, sıcak ve samimi ortamda boy atıp gelişir. Bir hanım kocasını dünyanın en mûnis, en anlayışlı insanı diye bilir ve buna gönülden inanırsa, sevgi filizini kısa zamanda bahtiyârlık çınarı haline getirir. İşte bu sebeple Efendimiz eşlerine şefkatli davranır, onlarla senli benli olurdu. Bunun en güzel örneklerinden biri, Hz. Âişe ile evliliklerinin ilk yıllarında yaptıkları koşudur.

Resûl-i Ekrem Efendimiz bir savaşa giderken hanımları arasında kur’a çeker, kur’a kime çıkarsa onu yanında götürürdü. Bir defasında kur’a Hz. Âişe’ye çıkmıştı. Gidilmekte olan yere doğru epeyce bir yol almışlardı. Bir ara Efendimiz sahabelerine yürümelerini emretti. Kendisi Hz. Âişe ile geride kaldı. Sonra sevgili eşine dönerek:

– Yarışmaya var mısın? diye sordu.

O zamanlar daha hayatının baharında olan genç ve hareketli Hz. Âişe annemiz bu teklife pek sevindi.

-Haydi, yarışalım, dedi.

Yarıştılar ve tabiî yarışı Hz. Âişe kazandı. Mü’minlerin annesi bu başarısına pek sevindi.

Aradan yıllar geçmişti. Yine bir seferde beraberdiler. Sultân-ı Enbiyâ Efendimiz sahabelerini ileri gönderdikten sonra Hz. Âişe’ye:

– Yarışalım mı? diye sordu.

İlk galibiyetin tadı damağında olan annemiz, bu teklifi memnuniyetle kabul etti. Yarıştılar; fakat Hz. Âişe yarışı kaybetti. Çünkü biraz kilo almış ve eski enerjik halini yitirmişti. Kainâtın Efendisi eskiden ne ise yine öyleydi. Zira ümmetine tavsiye ettiği şekilde yiyip içiyor, şişmanlığa fırsat vermiyordu. Yarışı kaybeden Âişe annemize gülerek baktı:

“Bu, vaktiyle kazandığın koşunun rövanşıdır” buyurdu.

Yıllar sonra bu olayı anlatırken, Hz. Âişe annemizin, o devletli günlerin bahtiyarlığını derin bir hasretle yeniden yaşadığı muhakkaktır.

Peygamber Efendimiz hanımlarının meşru şekilde eğlenmelerine, hatta bazen seyirlik oyunları görmelerine izin verirdi. O zamanlar çok genç olan Hz. Âişe bir bayram günü ensardan iki kızla eğleniyordu. Kızlar def çalıp şarkı söylüyorlardı. Bu sırada Resûl-i Ekrem sallallahu aleyhi ve sellem eve geldi. Geçip yatağına uzandı ve onları rahatsız etmemek için arkasını döndü, hatta yüzünü örttü. Bu sırada Hz. Ebû Bekir içeri girdi. Peygamber aleyhisselamın yanında kızların def çalıp şarkı söylediğini görünce, fena halde canı sıkıldı. Bunun Peygamber’e saygısızlık olduğunu ve kızının çizmeyi iyice aştığını düşünerek:

Bu ne hal? Resûlullah’ın yanında şeytan çalgısı ha! diye Hz. Âişe’yi azarladı. Resûlullah Efendimiz, sevgili eşini kurtarmak için babayla kızın arasına girdi. Hz. Ebû Bekir’e onları rahat bırakmasını söyledi:

Her milletin bir bayramı var, bu da bizim bayramımız, buyurdu.

Yine Hz. Âişe’nin haber verdiğine göre bir başka bayramda, Peygamber Efendimiz’le ikisi, mızrak ve kalkanlarıyla gösteri yapan zencileri seyrettiler. Efendimiz’in bu hoşgörüsü Hz. Âişe annemizi pek memnun etti. Resûl-i Ekrem Efendimiz’den gördüğü bu müsâmaha sebebiyle olmalı ki, kızlara bu kabil eğlenceleri göstermenin iyi olacağını söyler, onlara anlayışlı davranmayı tavsiye ederdi.

Annelerimiz ile Sultân-ı Enbiyâ Efendimiz arasında geçen dikkate değer diğer halleri inşaallah gelecek sohbetimizde görelim. Kâdir Mevlâm bizi onlara ahiret komşusu eylesin ve yüce şefâatlerine nâil kılsın. Âmin,yâ Muîn…


          Asr-ı Saadet'te Vakfiyeler ve Medine Çarşısı   

                                                                                   -

Temellerini Allah’ın (cc) seçip insanlığa gönderdiği peygamberlerin attığı İslam Medeniyeti, bir vakıf medeniyetidir. Yaratılış amacı kulluk olan insan, kendisine bahşedilen sayısız nimetlerin sahibi değil, şahidi olduğu bilinci ile hareket edince; elbette hayır adına adımlar atacak ve nimetleri kendisine verenin yolunda harcayacaktır. Bu bilince sahip insanların oluşturduğu toplum, İslam toplumu olduğu için vakıf meselesi, bizde mühim bir müessese olmuş, tarih boyunca bu konuda çok güzel örnekler ortaya konmuştur.

Sözlükte “durmak; durdurmak, alıkoymak” anlamındaki vakıf (vakf) kelimesi terim olarak “bir malın mâliki tarafından dinî, içtimaî ve hayrî bir gayeye ebediyen tahsisi” şeklinde özetlenebilir. [1] Temel kaynağımız olan Kur’an-ı Kerim içerisinde vakıf kavramını ya da müessesesini doğrudan çağrıştıracak herhangi bir ifade bulunmamaktadır. Ancak, onlarca ayette, vakıf müessesesinin temel azıkları olan infak, sadaka, tasadduk, iyilik yapma ve iyilikte yardımlaşma, fakir, muhtaç ve yetimlere sahip çıkma gibi hayır yollarına değinilmektedir. Özellikle Allah’ın mescidlerini imar etmenin ve bunları imar edenlerin ne gibi niteliklerde olmaları gerektiğinin altı çizilir. [2]

Hz. Peygamber’in (sas) kutlu beyanlarına ve uygulamalarına baktığımızda, gerek bizzat kendisinin vakfettikleri, gerek bu konuda Sahâbe’yi teşvik ederek onların yaptıkları, gerekse bu konudaki teşvik içeren sözleri oldukça çoktur. Bunlardan birkaçını burada anmak gerekirse, ilk olarak Efendimiz’in (sas) şu önemli beyanını hatırlamamız gerekir: "İnsanoğlu öldüğü zaman, bütün amellerinin sevabı da sona erer. Şu üç şey bundan müstesnadır: Sadaka-i câriye, istifade edilen ilim, kendisine dua eden hayırlı evlat." [3]

Hadisde beyan buyrulan sevabı ölümden sonra da devam eden üç amelden biri, sadaka-i câriye, yani hayrı devam eden iyiliktir. Herkesin faydalandığı ve varlığı devam ettiği müddetçe sevabı da devam eden hayırlardır. Câmi ve mescidler, mektep ve medreseler, yollar ve köprüler, çeşmeler ve sebiller, hanlar ve hamamlar, her çeşit hayır vakıfları bunun örneğidir.

Bir başka hadiste Efendimiz (sas) şöyle buyurur: Sadece şu iki kimseye gıpta edilir: Biri, Allah’ın kendisine Kur’ân verdiği ve gece gündüz onunla meşgul olan (onunla yaşayıp tebliğ eden) kim

se, diğeri de Allah’ın kendisine mal verdiği ve bu malı gece gündüz O’nun yolunda infâk eden kimse.” [4]

Hz. Peygamber’in (sas) uygulamalarına gelince, O’nun (sas) hayatının tamamı; zaten insanlığa bir vakıftı. Bunun yanında ganimetlerden ve hediyelerden eline ne geçerse vakfettiğini görmekteyiz. Öyle ki, vefat ettiği zaman geriye sadece bu vakfettiği mallar kalmıştı. [5] Fedek ve Hayber’den kendisine düşen payların bir kısmını ailesine, geriye kalan kısmını ise Müslümanlara vakfetmişti. [6]

Hicretin ilk günlerinde Efendimiz (sas) Müslümanların içme sularını rahatlıkla temin edebilmeleri için teşvikte bulununca Hz. Osman’ın, Rûme Kuyusu’nu satın alıp, vakfetmesi; Saadet Asrı’nın ilk vakfiyesi sayılabilir. [7

Hicretin 3. yılında vuku bulan Uhud Gazvesi sırasında Müslüman olup savaşa katılan ve:“Eğer bugün öldürülürsem, bütün mallarım Muhammed´indir. O, onlar hakkında, Allah´ın kendisine gösterdiği şekilde, dilediğini yapar!" [8] diyerek, o gün şehit olan Muhayrık’ın geride bıraktığı yedi bahçe; Efendimiz (sas) tarafından vakfedilmişti. Muhayrık’ın vakfedilen bahçeleri Medine’nin en güzel bahçeleri idi. Şuan bile yerleri bilinen bu bahçeler; E’vaf, Sâfiye, Delâl, Meyseb, Berka, Hüsna ve Meşrebetü Ümmü İbrahim’dir. [9]

Sahâbe’nin vakfiyelerine de kısaca değinmek gerekirse, Âl-i İmrân Sûresi’nin 92. Ayeti nazil olunca büyük Sahâbî Hz. Ebû Talha (Zeyd b. Sehl) hemen Resûlullah’a gitti ve şöyle dedi: Yâ Rasûlallah! Cenâb-ı Hak, ‘Sevdiğiniz şeylerden infak etmedikçe hayra, sevaba eremezsiniz.’ buyuruyor. Mallarımın içinde en fazla Beyrûhâ hurmalığını seviyorum. Onu Allah yolunda infak ediyorum. Allah indinde makbule geçmesini umuyorum.” [10] Hz. Peygamber (sas) Ebû Talha’nın bu sözlerinden çok memnun oldu ve o bahçeyi onun akrabalarına tahsis etti.

Hz. Ömer, Hayber’de ganimet olarak sahip bulunduğu değerli bir arazisini, Hz. Peygamber’in (sas): “Aslını alıkoy, gelirini tasadduk et!” yolundaki tavsiyesine uyup satılmamak, hibe edilmemek ve miras kalmamak şartıyla ihtiyaç sahipleri için tasadduk etmişti. [11]

Hz. Ali bir savaş sonrası kendi payına düşen arazisini ve Yenbu’da bir su kaynağını vakfetmişti. [12] Seyfullah lakaplı Hâlid b. Velîd ise tek sermayesi olan savaş aletlerini ve atlarını, Allah yolunda infak etmişti.[13] Sahâbe’den, Câbir b. Abdullah’ın şu sözü, Saadet Asrı’nın vakıf konusundaki hassasiyetini anlamamız açısından yeterlidir. Diyor ki: “Ben muhacir ve ensardan mal sahibi olup da vakıf yapmamış bir kimse bilmiyorum.” [14]

Nebevî Bir Adım: Medine Çarşısı

Efendimiz (sas) Nübüvvetin 13. yılında Yesrib’e (Medine’ye) hicret ettiğinde, orası 10.000 nüfuslu, o günün şartları içerisinde orta ölçekli bir şehirdi. Bu nüfusun yarısından biraz azı, yani 4000 kadarı Yahudi, geri kalan 6000’i ise Arab-ı-Aribe diye bilinen has Araplardan oluşuyordu.[15] Bu Araplarda kökenleri Yemen’e dayanan Ezd kabilesinin içerisindeki, beş büyük kabilenin ikisinden müteşekkildiler. Tarihte isimlerini çokça duyduğumuz bu iki kabile Evs ve Hazrec’ti. Aynı babanın iki oğlunun soyundan gelen bu Araplar, ne yazık ki asırlık çekişmeleri ile birbirleriyle savaş halindeydiler. 120 yıl süren bu savaşların en sonuncusu Medine’de bulunan Buâs mevkiinde geçtiği için Yevmû Buâs (M.617) diye tarihe geçmiş ve öncesindeki savaşlar da bu isimle anılarak Buâs Savaşları diye ifade edilmişti.

Elbette ki bu kardeş kavgalarından en çok memnun olanlar bölgedeki Yahudilerdi. Çünkü onlar birbirlerine düştükçe, güçleri zayıflıyor, etkinlikleri kırılıyor, bunun neticesinde de Yahudiler bu ortamdan çokça istifade ederek, onlar üzerinde her türlü hâkimiyeti çok daha rahat bir şekilde sağlıyorlardı. Bundan dolayı da bazen Evs ve Hazrec arasında bir ittifak ya da bugünün lisanı ile bir ateşkes ilan edilse, Yahudiler ne yapıp edip, bunu bozmaya çalışıyor, onları yine birbirlerine düşürüyorlardı. Orada yaşayan Yahudiler, aynen diğerleri gibi kendilerini hep seçilmiş ırk ve kutsal bir millet olarak görüyor; “Bizler Allah’ın oğulları ve dostlarıyız” diyor, [16] kendileri dışındaki insanların ise Yehova’nın kendilerine hizmet için yarattığı varlıklar olduğunu iddia ediyorlardı. Böyle bir kutsal ırk mantığı onları; “Yahudi olunmaz, Yahudi doğulur” düşüncesine vardırmıştı. Özellikle anne Yahudi olmadıkça, asla Yahudi olunamayacağı fikri onlarda bir akide halindeydi. Böyle olmasına rağmen Medine Yahudilerinin bu temel akidelerine aykırı davrandıklarını tarihi kaynaklar bizlere nakletmektedirler. Onların Medine’de, Arap çocuklarını yanlarına alıp Yahudileştirdiklerini, onları Yahudi olarak kabul ettiklerini görmekteyiz. Bunun en temel sebebi ise, bölgeye sığınmacı olarak geldikleri için Araplar üzerinde hâkimiyetlerini kaybetmemek ve bundan siyasi çıkar elde etme adına, dinlerinin en temel akidesinden vazgeçmeleridir. Bu da gösteriyor ki aslında Yahudiler siyasi menfaatler adına çoğu zaman dinlerine ait bazı ilkeleri çiğneyebiliyorlardı.

Medine’de nüfusları 4000’i bulan Yahudiler, bazı alt aileleri içerisinde barındırsa da, üç büyük kabileden oluşuyorlardı. Bunlar, Benû Kaynuka, Benû Nadir ve Benû Kurayza idi. Bu üç kabile adeta şehrin ticaretini kendi aralarında paylaşmış bir halde idiler. Şöyle ki; Benû Kaynuka, isminden de anlaşılacağı üzere kuyumculuk ile uğraşırlardı. Bunlar genellikle altın ticareti yapar, ama bunun da ötesinde tefecilik yaparlardı. Çok yüksek faizlerle özellikle Araplara borç para verir ve onları bir ömür sömürürlerdi. Benû Kaynuka’nın yaptıkları iş, bugünün lisanı ile konuşursak bir yönü ile para/menkul değerler borsasını ellerinde tutmak ve bu borsayı kendi lehlerinde kullanmaktı.

İkinci büyük kabile olan Benû Nadir’e gelince, onlar ise tarım ile uğraşırdı. Zaten nadir birçok anlamın yanı sıra yeşil ve çiçekli bir bitki demektir. [17] Bunlar, özellikle Medine’nin en önemli geçim kaynağı olan hurma üreticiliği yaparlardı. Büyük hurma bahçelerinin sahipleri olarak o gün bile dışarıya ihrac edecek düzeyde bir pazar oluşturmuşlardı. 

Benû Kurayza’ya gelince bunlar ise debbağdılar; yani deri üretimi ve işletimi yaparlardı. Onlar bu alanda kendilerini o kadar geliştirmişlerdi ki, başta çizme olmak üzere birçok mamulün üretimi ile uğraşırlardı. Bunlar da ürettikleri bu deri ürünlerini hem Medine pazarına, hem de başka yerlere satarlardı. Yahudiler bu üç farklı, günümüzde bile ticaretin ana damarları olan sektörleri ellerinde tutukları için, ticarî sahada söz onlarındı. Onlar pazarın kurallarını koyar, fiyatları belirler, tabiî ki şartları hep kendi çıkarları doğrultusunda oluştururlardı. O gün için Medine’de insanların ticaret yaptıkları dört büyük çarşı vardı. Bunlar, Zebâle mıntıkasındaki çarşı, Benî Kaynukâ’ semtindeki çarşı, Safâsif’deki çarşı ve İbn Huyeyn sokağının bulunduğu yerdeki çarşı idi. Bu İbn Huneyn sokağının bulunduğu yerdeki çarşı Câhiliye döneminde ve özellikle İslâm’ın ilk günlerinde en yoğun çarşı idi. Bundan dolayı o mevkiiye, Muzâhem/Rekabet edilen yer ve Mezâhim/ Kalabalık, sıkışık yer denilmiştir. [18]

Bu çarşıların ya da pazarların tüm ipleri/yönetimi de elbette Yahudilerin ellerinde idi. Mesela; meşhur pazarlarda kurulan dükkânların en işlek olanlarını ellerinde tutar, işe yaramaz kıyıda köşe de olanları ise Araplara yüksek paralarla kiraya verirlerdi. Pazardaki malların satış bedellerini kendi istedikleri şekilde belirler; satarken de alırken de hep kendileri kazançlı çıkarlardı. Onların temel mantığı şöyleydi: “Arapların mallarından ne kapsak kârdır ve bu hususta bizler mesul ve günahkâr olmayız. Zira onlar hak yolda değildirler.” [19] 

Efendimiz (sas) Medine pazarının bu halini çok iyi gözlemledi. Tabi sadece işin mahiyetini anlamakla kalmadı, kesinlikle bazı alternatiflerin geliştirilmesinin gerekliliğine karar verdi. Efendimiz (sas) çok iyi fark etmişti ki; eğer ticaret Medine’nin var olan bu dört büyük çarşısında devam ettirilirse, asla ipler Yahudilerin ellerinden alınamayacaktı. Çünkü işin başında pazarın şartlarını onlar koymuşlardı. Onların ellerinden bu şartları alıp, Müslümanların lehlerine dönüştürmek çok da kolay değildi. Bu gerçeği çok iyi fark eden Efendimiz (sas) ticarî sahadaki mücadeleye yeni alternatif bir pazar oluşturarak başlanması gerektiğinin kararına vardı. Bunun üzerine Sahâbe’nin içerisindeki tüccarlarla istişare ederek Müslümanlara has bir çarşı/pazar yeri oluşturmak için seferber olundu.

Tabi bu ilk çarşı öyle çok büyük ve kapsamlı değildi; Yahudilerin çarşılarına yakın Bakîyü’z-Zübeyr diye bilinen bir bölgede idi. Efendimiz (sas) buraya büyük bir çadır kurdurarak, orasını Müslümanların pazarı olarak ilan etti. Artık Müslümanlar ticaretlerini bu yeni çarşıda yapacaklardı. Çok kısa bir zaman zarfında bu çadırda kurulan çarşı, kendinden söz ettirmeye başlamıştı. Medine’de yıllardır Arapları sömürmeye alışmış Yahudiler, böyle bir gelişme karşısında büyük bir şaşkınlık geçirdiler. Bir müddet bu yeni olayı sessizce ama sinsice izledikten sonra, kendilerine alternatif olacak olan bu pazarın bir an önce ortadan kaldırılması gerektiği kararına vardılar. Çünkü onlar çok iyi biliyorlardı ki Müslümanlar, ticarî sahada kendi ayakları üzerine durmaya başladıkları gün, sosyal ve siyasal hayatta da bunu başaracaklar ve artık kimselere ipleri vermeden izzet ve şeref üzere yaşayacaklardı. Böyle bir durum ise elbette Yahudileri oldukça endişelendiriyordu. Bu endişe ilerleyen günlerde büyük bir öfkeye dönüşmüştü.

Yahudilerin en meşhur şair ve savaşçılarından biri olan ve ileride Müslümanlar tarafından yaptığı ihanetlerin karşılığı olarak öldürülecek olan Ka’b b. Eşref bir gece adamlarını da yanına alarak Müslümanların pazar olarak kullandıkları bu çadırı yıkmak için harekete geçti. Onlar gecenin karanlığından istifade ederek önce çadırın iplerini keserek, sonra orayı ateşe vererek, bu çarşıyı yerle bir ettiler. Efendimiz (sas) sabahın erken saatlerinde bu durumdan haberdar olunca, herkesin öfke ile ellerini sıktıkları bir zamanda, tebessüm etti. Sahâbe merakla bu tebessümün sebebini sorduklarında; Efendimiz (sas) dedi ki: “Yaptığımız bu iş Yahudileri kızdırdı. Demek ki biz doğru bir iş yapmışız. Bundan sonra kendi çarşımızı öyle bir yere taşıyacağız ki, onlar bu sefer daha fazla kızacaklar.” [20]

Efendimiz (sas) bu olay üzerine ileride Hz. Ebû Bekir’in halife seçileceği yer olan Benû Saide Sakife’sinin hemen yanı başında büyükçe bir arsa satın aldı. Alınan bu arsanın üzerinde eski kabirler vardı. Böyle bir yerin çarşı olarak edinilmesinde de hikmetler olduğu muhakkaktır. Sanki Efendimiz (sas) kabirlerin olduğu bu yere çarşıyı kurdurarak, ticarete dalıp, ölümü unutmasınlar diye tüccarlara fiili bir nasihat ortamı oluşturmak istemiş gibidir. Efendimiz (sas) çarşı için alınan bu arsayı kıyamete kadar Müslümanlara bu iş için vakfetti. Burada kalıcı bir çarşı inşa ederek, tüm Müslüman tüccarları buraya davet etti ve bu çarşının kurallarını bizzat kendisi koydu.[21] Mesela; Efendimiz (sas) bu çarşıda yaptığı dükkânları aynı kişilere kiraya vermek yerine, hiçbir kira bedeli almadan sabahın erken saatlerinde kim erken gelirse ona verilmesi gerektiği kararını çıkartmıştı. Buyurmuşlardı ki: “İşte bu sizin pazarınızdır, burada sabit köşeler, yerler edinmeyin.” [22] Efendimiz (sas) böyle yapmakla da, ticaretin tekelleşmesini önledi ve tabi ki Müslümanlar arasında tatlı bir yarış oluşturarak, Yahudilerin ellerinde olan ticaret hacmini kademeli olarak Müslümanların eline geçirtti. Yavaş yavaş Yahudiler ellerindeki imkânları kaybetmeye başladılar ve çok değil dört yıl içerisinde Medine’nin ticaretinin büyük bir bölümü Müslümanların eline geçti.

 

 

 

 

 

 



[1]  Günay, Hacı Mehmet, TDV, İslam Ansiklopedisi, c. 42, s. 475

[2]  Tevbe 9/18-19

[3]  Müslim, Vasiyyet, 14; Ebû Dâvûd, Vasâya, 14; Tirmizi, Ahkâm, 36; Nesâî, Vasâyâ, 8

[4]  Buhârî, İlm, 15; Müslim, Müsâfirîn, 266

[5]  Bu konuda daha fazla bilgi için bkz: Yıldırım, Muhammed Emin, Asr-ı Saadet’te Ticaret ve Tüccar Sahâbiler, s. 73-74, 93-94

[6]  Buhârî, Veśâyâ, 1; Müslim, Cihâd, 51-55; Ebû Dâvûd, Harâc, 19

[7]  Tirmizî, Menâķıb, 18

[8]  İbn Sa´d, Tabakât, c. 2, s. 94, Beyhakî, Delâil, c. 3, s. 333-334

[9]  Vakıdi, Kitabü’l-Meğazi, c.1, s. 259

[10] İbn Hacer, el-İsabe, c.1, s. 567

[11] Buhârî, Vesâyâ, 22

[12]  Beyhakī, es-Sünenü’l-Kübrâ, c. 4, s. 160-161

[13]  Buhârî, Zekât, 49

[14]  Hassâf, Ahkâmü’l-Evķāf, s.15

[15]  Hamidullah, Muhammed; İslam Peygamberi, s. 162

[16]  Maide Sûresi, 5/18, Cuma Sûresi, 62/6

[17]  Hamidullah, Muhammed; İslam Peygamberi, s. 475

[18]  es-Semhûdî, Vefâu’l-Vefâ, c.1, s. 347

[19]  Taberi, Camiu’l-Beyan, c. 3, s. 226

[20]  Semhûdî, Vefâü’l-Vefa bi Ahbâri Dari’l-Mustafa, c. 1, s. 539, 540

[21]  Bu konuda daha fazla bilgi için bkz: Yıldırım, Muhammed Emin, Asr-ı Saadet’te Ticaret ve Tüccar Sahâbiler, s. 43-64

[22]  Semhûdî, a.g.e., c. 1, s. 539


          Hz. Peygamber’e Muhalif Kesimler/Güçler   

Hz. Peygamber (a.s.) hicret ettiğinde Medine’de, çeşitli etnik kökenlere ve dinlere mensup gruplar yaşıyordu.  Bunlar, çeşitli kabilelere mensup Müslümanlar ve müşrik Araplar, -Semhûdî’ye göre-[1] yirmiden fazla kabileden oluşan Yahûdîler ve az sayıdaki Hıristiyanlardı. Evs ve Hazrec, Medine’nin asli unsurlarından olan iki kardeş kabile oldukları halde, bazen kanlı iç savaşlara tutuşabiliyorlardı. Yahûdî kabileler arasında sahip oldukları nüfus ve güç itibariyle ön plana çıkan Benî Kaynukâ’, Benî Nadîr ve Benî Kurayza kabileleri, bazen kendi aralarında bazen de ittifak kurdukları Arap kabileleriyle savaş halinde bulunabiliyorlardı.

Rasûlullah’ın (a.s.) hicret sonrasında yaptırdığı nüfus sayımında tesbit edilen 1500 Müslüman’dan ayrı 4000 kadar müşrik Arap ve bir o kadar da Yahûdî nüfusla toplam 10000 kadar insanın Medine’de yaşadığı tahmin edilmiştir.[2] 

Hicretten sonra müşrikler ve gayr-ı Müslim unsurlar, Hz. Peygamber’e (a.s.) karşı olan tutumları bakımından dört gruba ayrıldılar:

1- Mekkeli Kureyş müşrikleri, Müslümanlarla silahlı mücadeleyi tercih etti.

2- Bazı Arap kabileleri, Hz. Peygamber’i (a.s.) düşmanlarıyla baş başa bırakıp neticeyi beklemeyi, başka bir deyişle “bekle gör” siyasetini seçti. Bunlar içerisinde Huzâa Kabilesi gibi Rasûlullah’ın (a.s.) galip gelmesini arzu edenler bulunduğu gibi, Benî Bekr Kabilesi gibi bunun tam aksini temenni edenler de vardı. Bu sebepledir ki Hudeybiye Antlaşması’nda Huzâa Müslümanlara, Benî Bekr müşrik Kureyşlilere taraf olacaktır.

3- Medine’de yaşayan Yahûdî Benî Kurayza, Benî Nadîr ve Benî Kaynukâ’ kabileleri, ilk başta Hz. Peygamber’le (a.s.) antlaşarak karşılıklı saldırmazlık ilkesini ve O’nun (a.s.) düşmanlarına yardım etmemeyi kabul ettiler. Ancak zamanla Yahûdî kabileleri, taraflar arasında yürürlükte olan antlaşmaları ihlal etmiş ve savaş sebebi sayılan girişimlerde bulunmuşlardır.

4- Hz. Peygamber’in (a.s.) Medine’ye yerleşip muhâcir ve ensârdan müteşekkil Müslüman toplumu siyasî bir teşkilata kavuşturarak, devlet başkanlığı pozisyonunu fiilen kazanmasından itibaren; zahirde Müslümanlarla birlikte görünen içten ise onlara düşmanlık yapan ve fırsat buldukça Medine İslâm toplumuna karşı yıkıcı faaliyetlerde bulunan yani münâfıklık yapan yeni bir grup oluştu. [3]

Übey b. Ka’b el-Ensârî el-Hazrecî en-Neccârî’nin (r.a.)[4] bildirdiğine göre, ensâr Rasûlullah (a.s.) ve ashabına kucak açtı. Bu yüzden Yahûdîler ve müşrik Araplar, ensâra tek yaydan ok atmaya başladılar; boy hedefi seçtiler, onlara olan düşmanlıklarını hepten dışa vurdular ve kendilerine savaş ilan ederek onları her gördükleri yerde çığlık atmaya başladılar. Öyle ki, müminler silahsız olarak ne gezebiliyorlar ne de geceleri uyuyabiliyorlardı. Hatta: “Acaba Allah’tan başka hiçbir şeyden korkmaksızın huzurlu ve rahat olarak uyuyacağımız bir güne kadar yaşayabilecek miyiz!?” demeye başlamışlardı. Bunun üzerine Yüce Allah şu âyeti indirdi:

"Allah, içinizden, iman edip de salih ameller işleyenlere, kendilerinden önce geçenleri hâkim kıldığı gibi onları da yeryüzünde mutlaka hâkim kılacağına, onlar için hoşnut ve razı olduğu dinlerini iyice yerleştireceğine, yaşadıkları korkularının ardından kendilerini mutlaka emniyete kavuşturacağına dair vaadde bulunmuştur. Onlar bana kulluk eder ve bana hiçbir şeyi ortak koşmazlar. Artık bundan sonra kimler inkâr ederse, işte onlar fâsıkların ta kendileridir”.[5]

Buna rağmen Rasûlullah (a.s.), Medine’de yaşayan bütün kesimlerle barış ve karşılıklı güven ortamı içinde yaşama irâdesini gösterdi.[6] Bu irâdeye rağmen, Medine’deki müşrik Araplar ve Yahûdî gruplar İslâm toplumunu taciz etmeye devam ettiler.

“Ehl-i Kitap’tan çoğu, hakikat kendilerine apaçık belli olduktan sonra, sırf içlerindeki kıskançlıktan ötürü, sizi imanınızdan vazgeçirip küfre döndürmek istediler. Yine de siz, Allah onlar hakkındaki emrini getirinceye kadar affedip bağışlayın. Şüphesiz Allah her şeye kadirdir” [7], “Andolsun ki, mallarınız ve canlarınız konusunda imtihana çekileceksiniz; sizden önce kendilerine kitap verilenlerden ve müşriklerden birçok üzücü sözler işiteceksiniz. Eğer sabreder ve takvâ gösterirseniz, muhakkak ki bu, (yapılacak) işlerin en değerlisidir”[8] meâlindeki âyet-i kerîmeler, İslâm toplumuna, bu olumsuz ve antlaşmalara aykırı tavırlara karşı Medine içinde itidal, sabır ve affı emretti. Ancak Rasûlullah (a.s.), doğrudan İslâm toplumuna yönelik müşahhas tehdit içeren girişimlere karşı fiilî-cezâî müdahalelerde bulundu.[9]

 



[1] M. Hamidullah, İslâm Peygamberi, I,571.

[2] Tayyib Okiç, “İslâmiyette İlk Nüfus Sayımı” Ankara Ü. İlahiyât Fk. Dergisi, Ankara 1958-1959, VII, 11-20; Ahmet Bostancı, Kamu Hukuku Açısından Hz. Pegamber’in Gayri Müslimlerle İlişkileri, İstanbul 2001, s. 26-27.

[3] Şâmî, IV,6-7; Zürkânî (1996 n.), II,369.

[4]  Hz. Peygamber (a.s.), kâri’lerin efendisi (سيد القراء) Übey b. Ka’b’ı Kur’ân kıraat ve tilâvetini en iyi bilen olarak tanıtmıştır. Yüce Allah, Übey’in (r.a.) ismini zikrederek Hz. Peygamber’den (a.s.) Beyyine Sûresi’ni ona (r.a.) okumasını emretmiştir. Hz. Ömer (r.a.), Übey’i (r.a.) “Müslümanların efendisi” diye nitelemiştir.

[5] en-Nur 24/55. “Zulme uğradıktan sonra Allah yolunda hicret edenlere gelince, onları dünyada güzel bir şekilde yerleştireceğiz. Eğer bilirlerse âhiretin mükâfatı elbette daha büyüktür. (Onlar) sadece Rablerine tevekkül ederek sabredenlerdir” (en-Nahl, 16/41,42) meâlindeki âyetler de yukarıdaki âyetle aynı anlamdadır. Bazı tefsircilere göre ise bu âyetler, daha evvel Mekke’de zulme uğrayıp işkence görmeleri üzerine Medine’ye hicret eden müminler hakkında nâzil olmuştur. Bu âyetlerle onlara, dünyada iyi bir hayat, geniş bir rızık vadeden Yüce Allah, bu vadini gerçekleştirmiştir. Rivâyet edildiğine göre Hz. Ömer (r.a.), muhâcirlerden bir zata devlet hazinesinden (beytülmal) payına düşeni verirken şöyle demiştir: “Al! Allah bereketini arttırsın. Bu, Allah’ın sana dünyada iken vaat ettiği rızıktır. Senin için âhirete sakladığı ise daha değerlidir.” Bkz. Şâmî, IV,3-4.

[6] Vâkıdî, I,184.

[7] el-Bakara 2/109.

[8] Âl-i İmrân 3/186.

[9] Vâkıdî, I,176,184-185,187,192; II,456,486,502,634; İbn Seyyidinnâs (1992 n.), I,448-451; Zürkânî (1996 n.), II,367-378.


          promo: mesin pengering gas ipso fdg3t   
Dryer IPSO FDG3T spesifikasi : Mesin pengering komersial IPSO dirancang untuk memenuhi kebutuhan cucian Anda. Dengan diameter volume silinder 7 ...
          Axilas escuras: como tratar?   

Um dos problemas de ordem apenas estética que deixa o público feminino extramemente irritado e envergonhado é o de axilas escuras, que pode afetar os mais diferentes tipos de mulheres em virtude das mais diferentes possibilidades causais. Em meio a este cenário, um único objetivo é traçado pelas mulheres, vindo com uma dúvida: Como clarear ...

The post Axilas escuras: como tratar? appeared first on Bem Moderna.


              
WHEN LIFE GETS U AND U DONT CARE😂😂😂, tag @badgalriri - - - - - - - - - - - - #funny #rihanna #rihanna #wildthoughts #wildthoughts #rihanna #wildthoughtschallenge #funnytumblr #funnypics #funnymeme #wildthoughtschallenge #funnyquotes #rihanna #rihanna #rihanna #wildthoughts #funnypost #rihanna #funnyposts #ifunny #wildthoughts #rihanna #funnyfaces #rihpost @badgalriri @badgalriri @badgalriri #explorepage #explorepage @worldstar #worldstar #wildthoughts
              
WHEN LIFE GETS U AND U DONT CARE😂😂😂, tag @badgalriri - - - - - - - - - - - - #funny #rihanna #rihanna #wildthoughts #wildthoughts #rihanna #wildthoughtschallenge #funnytumblr #funnypics #funnymeme #wildthoughtschallenge #funnyquotes #rihanna #rihanna #rihanna #wildthoughts #funnypost #rihanna #funnyposts #ifunny #wildthoughts #rihanna #funnyfaces #rihpost @badgalriri @badgalriri @badgalriri #explorepage #explorepage @worldstar #worldstar #wildthoughts
          Comment on Webnya Langit Kresna Hariadi by Eko Wahyudi   
Mohon Komentar Anda Pak Langit, DAMARWULAN dan MINAKJINGGO [Sebuah pembohongan sejarah] . Tersebutlah seorang ratu bernama Dewi Suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana Wungu (Suhita: tahun 1429-1447). Ia adalah penguasa Kerajaan Majapahit yang ke-6. Pada era pemerintahannya, Majapahit berhasil menaklukkan banyak daerah yang kemudian dijadikan sebagai bagian dari wilayah kekuasaan kerajaan yang berpusat di Trowulan, Jawa Timur, itu. Salah satu kerajaan kecil yang menjadi taklukan Majapahit adalah Kerajaan Blambangan yang terletak di Banyuwangi. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang bangsawan dari Klungkung, Bali, bernama Adipati Kebo Marcuet. Adipati ini terkenal sakti dan memiliki sepasang tanduk di kepalanya seperti kerbau. Keberadaan Adipati Kebo Marcuet ternyata menghadirkan ancaman bagi Ratu Ayu Kencana Wungu. Meskipun hanya seorang raja taklukan, namun sepak terjang Adipati Kebo Marcuet yang terus-menerus merongrong wilayah kekuasaan Majapahit membuat Ratu Ayu Kencana Wungu cemas. Ratu Majapahit itu pun berupaya menghentikan ulah Adipati Kebo Marcuet dengan mengadakan sebuah sayembara untuk mengalahkan Adipati Kebo Marcuet, maka dia akan diangkat menjadi Adipati Blambangan yang baru dan dijadikan sebagai suami. Sayembara itu diikuti oleh puluhan orang, namun semua gagal mengalahkan kesaktian Adipati Kebo Marcuet. Hingga datanglah seorang pemuda tampan dan gagah bernama Jaka Umbaran yang berasal dari Pasuruan. Ia adalah putera Ki Ajar Pamenger. Rupanya, Jaka Umbaran mengetahui kelemahan Adipati Kebo Marcuet. Maka, dengan senjata pusakanya gada wesi kuning (gada yang terbuat dari kuningan), dan dibantu oleh seorang pemanjat kelapa yang sakti bernama Dayun, Jaka Umbaran berhasil mengalahkan Adipati Kebo Marcuet. Ratu Ayu Kencana Wungu sangat gembira dengan kekalahan Adipati Kebo Marcuet. Ia pun menobatkan Jaka Umbaran menjadi Adipati Blambangan yang baru dengan gelar Minak Jinggo. Akan tetapi, Ratu Ayu Kencana Wungu menolak menikah dengan Jaka Umbaran karena pemuda itu kini tidak lagi tampan akibat pertarungannya dengan Adipati Kebo Marcuet. Jaka Umbaran alias Minakjingga tetap bersikeras menagih janji. Ia datang ke Majapahit untuk melamar Ratu Ayu Kencana Wungu meskipun pada saat itu ia telah memiliki dua selir bernama Dewi Wahita dan Dewi Puyengan. Lamaran Minakjingga bertepuk sebelah tangan karena sang Ratu tetap tidak sudi menikah dengannya. Penolakan itu membuat Minakjingga murka dan memendam dendam kepada Ratu Ayu Kencana Wungu. Untuk melampiaskan kemarahannya, Minakjingga merebut beberapa wilayah kekuasaan Majapahit sampai ke Probolinggo (Perang Paregrek). Tidak hanya itu, Minakjingga pun berniat untuk menyerang ibu kota Majapahit. Ratu Ayu Kencana Wungu sangat khawatir ketika mendengar bahwa Minakjingga ingin menyerang kerajaannya. Maka, ia pun menggelar sayembara kedua. Sekali lagi, puluhan pemuda turut serta dalam sayembara tersebut, namun tidak ada satu pun yang berhasil mengungguli kesaktian Minakjingga. Hal ini membuat sang Ratu semakin cemas. Saat kekhawatiran sang Ratu semakin besar, datanglah seorang pemuda tampan bernama Damarwulan. Pertarungan sengit antara dua pendekar sakti itupun terjadi. Keduanya silih-berganti menyerang. Namun, akhirnya Damarwulan kalah dalam pertarungan itu hingga pingsan terkena pusaka gada wesi kuning milik Minakjingga. Damarwulan pun dimasukkan ke dalam penjara. Rupanya, kedua selir Minakjingga, Dewi Wahita dan Dewi Puyengan, terpikat melihat ketampanan Damarwulan. Mereka pun secara diam-diam mengobati luka pemuda itu. Bahkan, mereka juga membuka rahasia kesaktian Minakjingga. Pada malam harinya, Dewi Sahita dan Dewi Puyengan mencuri pusaka gada wesi kuning saat Minakjingga terlelap. Pusaka itu kemudian mereka berikan kepada Damarwulan. Setelah memiliki senjata itu, Damarwulan pun kembali menantang Minakjingga untuk bertarung. Alangkah terkejutnya Minakjingga saat melihat sejata pusakanya ada di tangan Damarwulan. Minakjinggapun tidak bisa melakukan perlawanan sehingga dapat dengan mudah dikalahkan. Akhirnya, Adipati Blambangan itu tewas oleh senjata pusakanya sendiri. Damarwulan memenggal kepada Minakjingga untuk dipersembahkan kepada Ratu Ayu Kencana Wungu. Damarwulan pun berhak menikah dengan Ratu Ayu Kencana Wungu dan mendampinginya menjadi Raja Majapahit. KEKACAUAN CERITA: Keruwetan cerita ini karena ditulis di Mataram tahun 1736 dg tujuan politik untuk menyudutkan Blambangan yg waktu itu berkonflik dg Mataram memperebutkan hak sebagai pewaris tahta Majapahit. Para pujangga Mataram mencampur aduk kejadian2 tahun 1406, 1429, 1736, 1479, dan 1428 menjadi cerita di atas. Perhatikan poin2 ini: 1. Perang Paregrek terjadi sekitar tahun 1406 antara Wikramawardhana (Majapahit Barat/Trowulan) vs Bhre Wirabhumi (Majapahit Timur) 2. Majapahit Barat dipimpin Kenconowungu (Suhita) tahun 1429-1447. Suhita = puteri Wikramawardhana dg selir (keponakan Bhre Wirabhumi). 3. Blambangan dipimpin Kebo Marcuet (Keturunan Bali), yg dimaksud adalah Pangeran Danuningrat (Raja Blambangan ke-17 tahun 1736-1763) yg berkuasa saat cerita Damarwulan ini ditulis di Mataram. Saat itu ada konflik Mataram-Blambangan. Prabu Danuningrat digelari Pangeran Menakjingga oleh bangsawan Mataram untuk menguatkan cerita palsu itu. 4. Joko Umbaran putera Ki Ajar Pamengger ikut "sayembara I" mengalahkan Kebo Marcuet. Yang mengadakan Sayembara adalah Wikramawardhana, dan yg ikut sayembara adalah Gajah Narapati. Saat itu bahkan Suhita belum lahir. Ki Ajar Pamengger adalah Lembu Mirunda putera Brawijaya I yg menjadi guru spiritual di Gunung Bromo. Putera Ki Ajar Panengger adalah Menak Sembar, menantu Prabu Siung Laut (Raja Blambangan ke-4 berkuasa tahun 1478-1479), kemudian Menak Sembar naik tahta sebagai raja ke-5 tahun 1479-1489). Joko Umbaran ini siapa? Jika Joko Umbaran adalah Menak Sembar, maka yg terjadi bukan penaklukkan tapi ikatan pernikahan antara Trah Lembu Mirunda dg Trah Blambangan. Jika Joko Umbaran melakukan penaklukkan, maka dia adalah Gajah Narapati. 5. Joko Umbaran menang, diangkat jadi adipati Blambangan bergelar Menak Jinggo, ingin menagih janji dan melamar Suhita. 6. Damarwulan ikut "sayembara II" mengalahkan Menak Jinggo, menikahi Suhita. Damarwulan adalah Arya Damar (Adipati Palembang) dan yang dikalahkan Damarwulan adalah Gajah Narapati tahun 1428 untuk menuntut balas atas kematian Bhre Wirabhumi (kakek Suhita) yg dibunuh Gajah Narapati. . Jadi: Menak Jinggo bukan keturunan Hayam Wuruk. Menak Jinggo bukan Bhre Wirabhumi. Jika Menak Jinggo adalah Bhre Wirabhumi putera Hayam Wuruk, tidak mungkin dia mau melamar Suhita karena Suhita adalah Cucu keponakannya sendiri. Oleh: Bathara Wirabhumi Aji Rajanatha https://www.facebook.com/groups/471315029707535/permalink/551336168372087/
          Olukoya Ogungbeje: “Why I Am Defending Evans, The Kidnapper” — Lagos Lawyer   

Lagos lawyer, Olukoya Ogungbeje, has justified his decision to defend suspected billionaire kidnapper, Chukwudumeme Onwuamadike, a.k.a. Evans, in court. Ogungbeje has come under public criticisms for accepting the brief to seek freedom for Evans from police detention, or have him charged to court, weeks after his arrest. Nigerians had taken to the media to condemn […]

The post Olukoya Ogungbeje: “Why I Am Defending Evans, The Kidnapper” — Lagos Lawyer appeared first on Liveofofo.


          As GST sets in with midnight gong, Social Media rolls out jokes and memes   

As the clock hit midnight, President Pranab Mukherjee and Prime Minister Narendra Modi pressed the button to mark the start of India’s biggest tax reform ever – Goods and Services Tax (GST). The new tax regime embodies the principle of “one country, one tax, one market” and plans to rejoin the economy as one common market. Addressing the Central Hall of Parliament, PM Modi said GST was the combined effort of different parties and described it as “Good and Simple Tax”. President Pranab Mukherjee talked about his earlier part as Finance Minister and said the rollout of GST was a moment of “personal satisfaction” to him.

Naturally, GST has been the buzz word on social media also with GST dominating the top trends on Twitter. As the new tax reform came into place, most people were just confused what it meant for them.

As many figured out its impact, most stuck to the usual drill of making jokes…

Furthermore, this individual summed up how most were feeling

The post As GST sets in with midnight gong, Social Media rolls out jokes and memes appeared first on NewsCrab.


          If my heart was a city...   
If my heart was a city, it would be filled with lush green grass and breathtaking waterfalls, with dense forests and golden sunshine. It would be a city of nature.

The air would smell of wet earth, of delicious baby-ness, of delicate flowers. It would be a safe haven; a cosy sort of place. A place of boundless love, of zero pretense - an open, honest place.

There would be rainbows, too, and unicorns and talking animals. Also ice cream that never melts and gemstones that grow on trees. And everlasting friendships and never ending relationships; a city of whimsy.

If my heart was a city, it would be dominated by mementos of my precious baby - breaking news of her latest cuteness being broadcast 24/7; perhaps even a committee to document every precious second spent with my angel.

And yet in this city, there would also be a darkness, lurking just out of sight - a certain frozen lake, where spring never comes and the sun never shines. A place of bittersweet history - closed off from public view, but ever-present, nevertheless.

There would be a hidden cave, too, overflowing with the pain of a million mothers and a million fathers; parents in Pakistan, in Iraq, in Syria, in Palestine...and an ancient family in Kerbala...a mother who mourns, to this day, the ruination of a beautiful household; the scorching heat of the desert, the piercing thirst of innocent children; the murder of a 6 month old.

But the heart remains hidden, and so does everything in it.

          What is a Meme?   
We see them all over social media and across websites: memes. They come in all flavors, from sarcastic and funny to downright painful. Some are stills. Others are animated scenes like the one above; however, many people don’t consider these memes. I will explain why they are in a bit. But what exactly are memes? […]
          UNIK ! Ini Cara mengusir tikus dengan tikus   
  Yes  Muslim  - Anda pernah mengalami pakaian kesayangan anda koyak karena digerogoti tikus? Pernahkah pula makanan yan anda simpan baik-baik untuk jaga-jaga saat anda lapar, ternyata tinggal remah akibat di hajar tikus? Atau anda suka jijik dengan kotoran dan urin binatang itu yang mengakibatkan polusi hidung di rumah anda?




Saya, anda dan sebagain besar orang pasti pernah mengalami salah satu atau lebih kejadian tidak mengenakkan seperti di atas. Yang membuat tidak enak kuadrat adalah, ternyata banyak cara yang tidak efektif untuk membasmi atau mengusir tikus itu dari rumah. Kita merasa bahwa beberapa cara telah berhasil menangkap atau membunuh beberapa tikus, namun tetap saja serangan binatang pengerat ini seakan tak mau berhenti.

Tikus seperti halnya penyakit, susah hilang tapi mudah sekali datang kembali. Tikus juga ibarat koruptor di negeri ini, dibabat satu, lahir seribu.

Oke, dari pada menggerutu dan keseringan galau yang justru memicu penuaan dini, mari simak cara yang mungkin agak aneh tapi sangat pantas anda coba..
Caranya adalah mengusir tikus dengan tikus?

Ah mana bisa? Coba jelaskanlah lebih spesifik, jangan bertele-tele.

Sabar ah, orang sabar di sayang pak Sabar. Baiklah bagi anda yang sudah tipis sabarnya, baca baik-baik penjelasan dari cara mengusir tikus seperti berikut ini :
Pertama-tama, anda harus berhasil menangkap tikus yang ada di rumah anda hidup-hidup. Gunakan cara manual seperti memasang jebakan tikus ( kerangkeng tikus ) atau juga lem tikus ( kalau mereka ada yang menyerahkan diri, itu lebih bagus, sih...). Tikus inilah yang akan melawan tikus lainnya. 

Bagai mana caranya?

Caranya adalah, dengan ambil beberapa lonceng kecil ( semakin ramai semakin baik) yang berbunyi nyaring dan juga tali. Kalungkan lonceng tersebut di leher sang tikus. Lalu lepaskan lagi sang tikus dengan sebebas-bebasnya.

Tikus yang telah anda lepaskan tadi secara naluriah akan kembali ke koloninya. Di rumah anda. Nah, sekarang bagaiamana cara ini bisa mengusir tikus?

Anda harus tahu bahwa tikus juga seperti manusia. Tidak akan menyukai suasana terlampau bising. Apalagi sumber bising itu ada di sekitar kita. Nah, tikus yang telah kembali ke koloninya itu di harapkan bisa memberikan kebisingan yang sangat sehingga membuat tikus yang lain terganggu. Karena merasa terganggu, tikus yang lain akan memilih pergi saja berpindah tempat atau berpindah ke rumah lain.
Bukannya ini sama saja memelihara satu tikus?

Tikus secara naluriah akan ikut kemana koloninya pergi. Karena itu tikus dengan lonceng itu akan ikut kemanapun kelompoknya pergi. Apakah sang tikus berlonceng akan mati. Pasti. Pada akhirnya dia akan lebih cepat mati akibat stres berkepanjangan. Satu karena bunyi lonceng, kedua karena tidak punya teman. He2
Bagaimana menarik bukan? Masuk di akal bukan? Memang untuk menghadapi binatang yang banyak akal seperti tikus, kita juga harus punya banyak akal untuk menghadapinya. Seandainya mereka punya seratus akal, kita harus punya seribu akal. Jika dia punya seribu kita punya sejuta, demikian seterusnya. Sehingga dengan adanya cara unik mengusir tikus ini kita harapkan, rumah kita akan bersih dari tikus yang tak berhenti mengganggu.  

Bumimahapatih, 300113




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !




          Présidentielle 2018 : Modibo Sidibé et Macron même destin politique   

En principe le 02 juillet prochain, le président français Emmanuel Macron se rend à Bamako au sommet du G5 Sahel (Mauritanie, Mali, Niger, Burkina Faso et Tchad) où il annoncera un effort de la France pour soutenir la force conjointe des cinq pays contre le terrorisme, a indiqué l’Elysée jeudi.....

The post Présidentielle 2018 : Modibo Sidibé et Macron même destin politique appeared first on Bamada.net.


          Lawak lawak lawak!!!! 2 singgit 2 singgit!!!   

Alahai Mak Cik………

Suatu hari..seorang Makcik menyewakan salah satu biliknya
untuk seorang pemuda penyelidik nak buat kajian kat kampungnyer..
Penyelidik yang dah bersetuju tu pun menyewa la..
Malam tu..
Time penyelidik tu nak mandi..maklum ler bilik air kampung..
Dah tu dia tu..hensem lagi..muda lagi..
Makcik tu pun “semacam” ler..dia pun nak pi ngendap si anak muda nie mandi….
Makcik nie kantoi sekali..oleh pemuda tu..
Kali keduanya pun kantoi..nak ngendap nie..
Kali ketiganya..pemuda tu naik bengang dan bagi warning..
” Kalau makcik ngendap saya sekali lagi…saya rogol makcik!!!”
Kemudian..makcik tu keluarkan jari kelingking dan berkata…

” JANJI TAU..!!”
======================================

Burung Spesel

Pada suatu hari sorang suami baru pulang dari Brazil , membawa burung kakak tua yang sangatlah spesel..
Si isteri bertanya..pada si suami..
” Abang..buat aper beli burung tu..?! Kan mahal tu..!”
Suami menjawab..
” Ala takper..burung ni spesel..tengok nie..”
Suaminya mengangkat tangan kanan dan memetik jarinya…burung itu terus menyanyi lagu POP..
Si isteri sangat suka..dan menyuruh suaminya mengangkat tangan kiri plak..
Si suami..berbuat demikian dan memetik jarinya.. dan burung itu terus menyanyi lagu ROCK pula..
Si isteri pun suka dan bertanya..
” Abang, kalau kita angkat kedua-dua tangan plak camner..?”
Suaminya menjawab..” Awak cuba la buat..”
Si isteri mengangkat kedua2 tangannya dan memetik jarinya..lalu..burung itu pun berkata…

” SATU SATU LAH, BODOH..!!! ”
=========================================

mengandung anak gajah??????

Seorang lelaki yang badannya gendut naik kereta
api. Penumpang sangat penuh maka lelaki itu
terpaksa berdiri. Dia merasa ada yang
menyenggolnya lalu lelaki itupun melihat
kebelakang. Ada seorang ibu hamil yang juga
sedang berdiri. Melihat wanita hamil itu maka
lelaki bertanya pada wanita itu :

Lelaki: Hi… kakak hamil ya ?
Ibu hamil : Iya udah tahu tanya lagi (kata wanita
dengan nada kesal)

Lelaki: Isinya orang ya, kak ?
Ibu hamil : Iya (dengan nada kesal, lalu
bertanya)Encik hamil juga ya?

Lelaki: Iya (Sambil ketawa)
Ibu hamil : (Karena merasa jawaban lelaki itu
tidak sopan dia melanjutkan pertanyaannya) Isinya
orang ya?

Lelaki: Bukan, isinya anak gajah (sambil ketawa lagi).
Ibu hamil : (terkejut, lalu ketawa)

Lelaki: Laa… kenapa ketawa? (dengan bingungnya)
Ibu hamil : Oh isinya anak gajah, ya… patutlah
belalainya keluar( sambil menunjuk seluar lelaki
yang lupa dikancing)

Lelaki:???????????
=========================================

Skandal Doktor

Seorang lelaki yang kebetulan seorang doktor muda, merasa tidak selesa dengan apa yang telah berlaku.
Ia pulang ke rumah dengan wajah muram.
Setibanya di rumah, ia merebahkan diri di katil dan fikirannya mula melayang
Lalu ia mendengar suara dalam kepalanya berkata,
“Sudahlah, tidak usah difikirkan. Skandal doktor membuat hubungan intim
dengan pesakit terjadi di mana-mana.
Jadi kamu tidak perlu merasa bimbang.”
Doktor tersebut cuba untuk setuju, tapi apa yang telah terjadi pagi
itu terbayang kembali dan perasaan tidak selesa muncul lagi.
Ia membalikkan badan dan mendengar lagi suara dalam kepalanya,
“Tak perlu bimbang,orang sudah mula biasa dengan skandal hubungan seksual
antara doktor dan pesakitnya.”
Lelaki itu mulai tenang dan perasaannya beransur-ansur pulih…
Tiba-tiba suara lain dalam kepalanya berkata,
“Tapi masalahnya kamu kan doktor haiwan”
=========================================

Taukei!

Sorang taukeh kedai restoren sedang mengira pinggan mangkuk di kedainya…

- 13 mangkuk pecah

- 5 mangkuk retak

- 2 mangkuk hilang

DAN….

- 1 mangkuk hayun sedang baca entri ini.

hahahaha. Jangan marah ye...

          MPE13★BUCK-TICK 初回盤 memento nori その他オマケ付き   
MPE13★BUCK-TICK 初回盤 memento nori そ…
現在価格:973 円,入札数:-,終了日時:2017/07/02 21:24
          Energía   
Sí, se acaban nuestros recursos energéticos. Los nuestros, los del planeta y los míos.
La pobre Tierra no tiene cómo recargarse... yo sí. Esa es la gran diferencia.
¿Cómo? Sonrisas... palabras... ¿vieron la belleza reunida en esta foto?
Les presento al 3ºK del Liceo 1 Javiera Carrera, el curso que me recibió como su "proyecto de profesor jefe".

Gracias a ellas he aprendido mucho. Me di cuenta de ciertas inclinaciones e inquietudes en mi camino a ser profesional, algo que agradeceré eternamente.
Echaré de menos sus caras de tuto los Lunes a las 7:45, sus discuciones en los extensísimos Consejos de Curso, sus reclamos, sus bromas, sus preguntas sacadas del sombrero de un mago, sus hermosas demostraciones de nobleza. Sus sonrisas, uf!... cómo voy a extrañarlas.
Hice algo así como 15 clases en cada curso que me tocó acompañar en casi 4 meses. Sé que no todas fueron lo que esperaban, con vergüenza lo reconozco. Pero siempre fueron acompañadas de corazón, eso sí que me sobró, nunca escatimé en esfuerzos por darles lo que merecen, lo que han ido a buscar desde sus casas.
Estoy enormemente orgulloso de cada una de ellas, me demostraron ser grandes niñas, amigas, estudiantes, madres y mujeres.

Agradecido para siempre, las quiero mil.

Fco.

PS: así no hay racionamiento que valga, no?
PS2: a cuidar la energía.
          It Is That Time of Year   
I rarely post anything until after the holidays.  It is such an insane time.  Right now I have a break from packing internet packages and needed to sit down for a spell.  I love that phrase, "for a spell...."  I plan on keeping you updated with pics from New Orleans during the next week.  Although the pictures of my oyster loaf from Casamentos or my gumbo from R&O are enviable, y'all must think we eat the entire time.  We don't.  We also drink.

Every year we rush to put up a tree prior to leaving. This year was no different.  Our tree is not one to grace the cover of some magazine.  It is filled with mementos and gifts - the ugliest being Manny's 1st grade ornament that is simply a piece of wood glued with dried beans, macaroni and straws.  It is super ugly and up there.  Sev gets the "First One To Break An Ornament" every year.  I wish he wouldn't.

When John and I were fresh parents, we took Michaela, who had just started running (15 months) to Neiman Marcus.  We did not own a single ornament.  On the advice of some friends, we were told that NM was the place to go.  We needed to begin to create traditions for our new family.  Our small family packed up the car and drove to the Main Line.  We arrived at NM and went straight to the home section.  Michaela was a handful and therefore our time was limited.  The store was warm and crowded and the smell of cinnamon was heavy in the air.  Loud festive music was pulsing.  The ornaments were gorgeous.  Michaela babbled to no one in particular while bolted into her stroller.  We decided quickly and managed to lasso a sales associate.  We selected about 20 ornaments and a beautiful star for the top of the tree.  All seemed to be going as planned when Michaela started to convulse. Her chest thrusting forward as Kane's did on the Nostromo.  She started to twist her face and body, pulling her knees high, pulling at the constraints and finally bellowing, "OUT!  OUT!!! OUT!!"  Our trusty oblivious sales clerk was lovingly wrapping our precious glass ornaments and placing them in a beautiful cream box with care.  All 20 of them.  Instead of her chest bursting open to release the demon, her face turned red and she full out screamed "MA! OUT!  MA MA MA MA! OUT!"  Running the stroller in circles weaving through sloth-like people was not cutting it.At this point John and I started to discuss strategy.




John, "This is torture.  Should we bail? We are officially 'those' people."
Me, "We cannot.  He has already wrapped about 5."
John, "At the rate he is moving, we are going to be here for.ev.er!!!"
Me, "I am going to take her out and walk around.  Be back in 10."
John, "It is too hot.  Why is it so hot?  Why does it smell like a gingerbread man farted in here?"
Me, "Awesome, I have two toddlers..."
John, "(CENSORED)"

Unwisely, I released the beast from her chains.  Before her little feet could hit that perfectly polished marble floor she sprinted.  From the ceiling hung the assorted ornaments by gorgeous ribbon.  The ornaments were placed at various levels, the lowest falling at knee height creating a split in the room that was wall, really.  The beast had them in her sight.  Her arms stretched above her head and giggling madly ran through numerous people and yes, through the ornament wall, as one would run through strung disco beads.  Her little fingers hitting the delicate painted glass.  I was right behind her.  I gasped.  I frantically tried to stop the swinging ornaments. John ran around to the other side of the wall of ornaments as the beast stopped and turned.  Her face was rapturous, mouth agape in joy and arms stills spread, she slowly and unsteadily turned and readied her self to run back through.  Just as she took her first step, John swept her up into his arms football style, and marched out of the home section calling back, "You wait.  Meet you out front."  The beast roared, "NO NO NO NO NO!!  MAAAAAAA!"

Sev has broken about 25% of those original ornaments over the years.  He is impulsive and well, let's just say it, clumsy.  It drives us mad. We have never made it back to Neiman.  I have started to purchase ornaments while traveling to commemorate our lives.  Hand painted ornaments from Sicily, stuffed dragons from San Fran's Chinatown and glass crowns and martini olives from New Orleans.  About 10 years ago a friend who no longer has a Christmas tree as she travels, gifted a gorgeous ornament that she purchased in the 50s.  It is the gorgeous specimen above with the red rounded flower.  Since then, I search for old ornaments at thrift stores and flea markets.  They are hard to come by.  Gnome Chomsky (get it?) here was a gift from the beautiful talented Kamala.  I miss her.  She made that!  As beautiful as those NM ornaments are, my favorite are the gifts, the kids' monstrous creations and the travel ornaments.

We leave in a few days time for the Big Easy.  I am looking forward to seeing my family and eating large.  My beautiful nephews are growing at a pace that frightens me.  It will be a very short trip this year.  So much going on in the new year.  Cannot wait to share the news.



          May Ziyadé, μια συμπαθέστατη γυναικεία προσωπικότητα της Αραβικής Αφύπνισης   

L’ÉCRITURE FÉMININE COMME AFFIRMATION DE L’ÉGALITÉ ET VÉHICULE DE RÉFORME : MAYY ZIYADAH AU CŒUR DE LA RENAISSANCE INTELLECTUELLE ARABE
ARTICLE PUBLIÉ LE 29/06/2017

Par Mathilde Rouxel
http://www.lesclesdumoyenorient.com/L-ecriture-feminine-comme-affirmation-de-l-egalite-et-vehicule-de-reforme-Mayy.html


Dernières actualités

Mayy Ziyadah (connue aussi sous la transcription « May Ziadé ») est une écrivaine et une intellectuelle d’origine libanaise. Elle est considérée comme la première figure féministe libanaise, questionnant dans ses œuvres le problème de la condition des femmes arabes et analysant l’articulation de l’écriture et de la féminité. Dans une œuvre riche où s’affirment subjectivité et considérations politiques, Mayy Ziyadah a su imposer une série de réflexions sur l’un des débats réformistes importants de la Nahda, la place des femmes dans la société. Elle est aussi l’une des premières à avoir proposé une théorisation essentialiste de l’écriture féminine, qui résonne avec les attentes qu’elle exposait sur le plan social, à savoir l’instruction des filles. Évoluant au cœur de la vie mondaine cairote de l’avant et après-Première Guerre mondiale, elle est une figure incontournable de la vie intellectuelle arabe du premier tiers du XXe siècle.

Une actrice du renouveau intellectuel arabe

Mayy Ziyadah - de son vrai nom Marie Elias Ziyadah - est née à Nazareth en 1886 d’un père maronite libanais et d’une mère orthodoxe palestinienne (1). Elle passe une partie de son enfance en Palestine, à Nazareth, où elle suit ses premiers enseignements. Elle arrive ensuite au Liban avec son père, parti travailler au Kesrouan, dans la région du Mont-Liban. À 14 ans, elle intègre le collège des Visitandines d’Antoura, où elle suit un enseignement en français. Les cours de littérature française, notamment les romantiques, influencent profondément sa littérature par la suite (2).
En 1904, elle rejoint ses parents en Palestine. Elle lit et se cultive beaucoup par elle-même (3). Leur départ au Caire en 1908 marque ses premières publications : son père dirige alors la revue arabe Al-Mahroussa à laquelle elle collabore. Elle suit parallèlement des études de langues à l’Université égyptienne, dont elle sort diplômée en 1917 (4), armée de notions d’anglais, d’italien, d’allemand, d’espagnol, de grec moderne ainsi que de latin (5).
La gloire de Mayy Ziyadah est intimement liée à la vie culturelle du Caire, bouillonnante à cette période de la Nahda. En 1912, elle fonde un salon littéraire qui se réunit de façon hebdomadaire, et qui devient rapidement le lieu de rendez-vous des grands intellectuels de son temps, accueillant Taha Hussein, Khalil Moutrane, Loutdi as-Sayed, Antoun Gemayel, Walieddine Yakan, Abbas Akkad ou Yacoub Sarrouf (6). Bâti sur le modèle des salons littéraires fondés en Europe aux XVIIIe et XIXe siècles, il connait un succès exceptionnel pendant plus de vingt ans (7).
Elle publie ses premières études après la Première Guerre mondiale et voyage beaucoup en Europe. Le début des années 1920 marque également le début de son engagement féministe : rapidement, elle multiplie les conférences, les articles et les actions publiques pour discuter la question de la place des femmes dans la société, qui occupe de façon croissante les débats intellectuels depuis le début du XXe siècle. Elle commence d’ailleurs par publier des biographies de grandes militantes féministes d’Égypte, et collabore avec Hoda Shaarawi, alors présidente de l’Union des femmes arabes.
Célibataire et sans enfant, la mort de ses proches au début des années 1930 plonge l’intellectuelle dans un profond chagrin. À la mort de son père en 1929 succède la mort de son amant platonique Khalil Gibran en 1931, puis celle de sa mère en 1932 ; l’isolement moral et intellectuel dans lequel elle est subitement plongée provoque des troubles neurasthéniques. Elle est internée quelques années plus tard pour une période de neuf mois dans un asile d’aliéné à Beyrouth, qu’elle quitte en 1939 et passe ses derniers temps au Caire, à écrire. Elle y meurt, le 19 octobre 1941, laissant derrière elle plus de quinze ouvrages de poésie, de littérature et de livres traduits (notamment d’Arthur Conan Doyle ou de Friedrich Max Müller).

Une œuvre littéraire personnelle et engagée

Mayy Ziyadah est très influencée par le mouvement de la Renaissance arabe, la Nahda, qui s’est développée principalement en Égypte au début du siècle. De confession chrétienne, elle participe au grand mouvement réformiste de la pensée qui s’affirme à l’époque : elle défend le brassage des cultures, ayant elle-même grandit au sein d’une civilisation marquée par la confrontation de l’Orient et de l’Occident, et qui voit se mélanger les trois religions du livre. Pour diffuser le plus largement possible ses idées dans la société dans laquelle elle évolue, elle écrit la plupart de ses ouvrages et de ses articles en arabe. Elle utilise d’ailleurs souvent des pseudonymes masculins pour exprimer des idées qu’il n’aurait pas été permis pour une femme d’exprimer ; on trouve dons des textes signés de sa plume sous le nom de Kaled Ra’afat ou de Sindbad - même s’il lui arrive aussi d’user de pseudonymes féminins, particulièrement lorsqu’il s’agit de création poétique, comme Isis Copia ou Aida (8).
Elle publie d’ailleurs son premier recueil de poésie en 1910 sous le pseudonyme Isis Copia. Fleurs de Rêve est un recueil de poèmes lyriques écrits en français qui dépeignent la nature libanaise et ses lieux privilégiés, dans l’héritage de Lamartine, qui chantait lui aussi la beauté de la vallée de Hamana. Ce recueil attise la curiosité des critiques littéraires en Égypte et au Liban (9). Elle continue d’écrire des articles dans la revue de son père, puis élargit petit à petit son horizon de publications, publiant dans les plus grandes revues arabes de l’époque (imprimées au Caire, mais souvent dirigées par des Libanais) : elle écrit ainsi pour Al-HilalAl-Mouktatraf ou encore Al-Ahram (10).
Entre 1920 et 1925, elle réunit les articles et les essais écrits pour différentes revues et les publie en quatre volumes. Alors qu’elle écrit régulièrement de courtes nouvelles et compose des pièces de théâtre, elle s’engage socialement pour discuter de l’inégalité dans la société, et particulièrement de la place des femmes dans les hiérarchies. En 1921, elle donne une conférence présentée sous le titre « Le But de la vie » (11). C’est dans cette conférence qu’elle appelle pour la première fois les femmes à une prise de conscience de leur situation au sein de la société. Elle y prône une plus grande aspiration à la liberté, et préconise une ouverture sur l’Occident tout en restant très proche des traditions orientales. Cette conférence fait suite à la publication en 1920 de son second ouvrage, Bahethat Al-Badiya (Les Chercheurs du désert), dans lequel elle met en scène le personnage de la féministe Malak Nasef, qui avait pris pour surnom « Bahethat al-Badiya » et qui militait dans son ouvrage Al Nesa’eyat pour l’émancipation des femmes dans ces sociétés dirigées par la solidarité masculine. Elle réalise également une étude biographique d’une autre dirigeante importante du mouvement féministe en Égypte, Aïcha Teymour. L’objectif de Mayy Ziyadah dans ces deux ouvrages est de présenter l’oppression pesant sur les femmes dans la société arabe depuis même l’étape prénatale, la naissance d’une fille étant rarement célébrée avec autant d’enthousiasme que la naissance d’un garçon. Protestant contre l’enfermement des femmes, elle appelle avant tout dans cet ouvrage à l’instruction des femmes, seul rempart établi contre la superstition. « Elle formule avec énergie son opposition à la conception de l’homme/dieu au sein du couple et refuse de voir en l’homme un maître absolu », commente Carmen Boustani (12) ; elle s’oppose à la polygamie et à la répudiation, et appelle à l’abolition du voile. Elle poursuit ses réflexions dans un article audacieux publié en 1926 dans le journal El-Mouktatef, intitulé « Comment je voudrais que l’homme soit », dans lequel elle cherche à donner aux femmes les outils nécessaires pour qu’elles saisissent leur individualité propre. Il est toutefois intéressant de noter qu’étant née de confession chrétienne et vivant dans une société principalement guidée par les principes de la religion musulmane, Mayy Ziyadah ne se sent pas libre de parler au nom des féministes musulmanes, et discute avant tout des mesures sociales.
Malgré son usage de certains pseudonymes masculin, Mayy Ziyadah chante régulièrement l’intérêt d’une écriture féminine. Outre ses essais critiques sur trois auteures pionnières du monde arabe édités dans Flux et reflux, elle écrit dans un ouvrage à caractère autobiographique intitulé Souvenirs de prime jeunesse (1928) : « Nous commençons d’écrire non seulement pour remplir les pages, mais pour revivre des sentiments avant même de les avoir écrits. Ce courage, nous ne le tenons pas de celles qui nous ont précédées, mais de nous-mêmes, cherchant à révéler l’âme de la femme dans ce qu’elle écrit d’elle-même, non dans ce que les hommes ont écrit d’elle » (13).

Les Lettres à Gibran Khalil Gibran : style et expression littéraire d’une femme libre

Mayy Ziyadah est aussi connue pour la relation qu’elle a entretenue avec l’écrivain et penseur libanais Gibran Khalil Gibran, avec lequel elle a entretenu une importante correspondance. Alors qu’elle est à l’époque à New York, leur relation épistolaire - idylle romantique et intellectuelle - a duré jusqu’à la mort de l’auteur du Prophète, en 1931. Ils ne se sont jamais rencontrés, mais elle jura de sa fidélité et ne se maria jamais. Cette relation a eu une influence considérable sur Mayy Ziyadah, dont les lettres témoignent d’une pensée riche, rigoureuse mais également profondément romantique : c’est sans doute à ces lectures que le célèbre critique littéraire et écrivain Jamil Jabre écrit à son sujet : « En lisant May, on ne sait pas tout à fait si son écrit relève du genre romanesque, du souvenir d’enfance, du conte fantastique, du rêve romantique, de l’évocation historique ou de la confession. C’est un mélange si spontané, dans un style si pittoresque qu’il nous tient en haleine, malgré certaines bavures ou banalités. À travers son œuvre, elle tient à nous communiquer tantôt l’intensité d’un bonheur éphémère, tantôt la magie d’un rêve qui nous transporte au-delà de notre existence monotone, en cette luminosité illusoire qui exerce sur nous un effet de transcendance » (14).
Le destin de Mayy Ziyadah est, à l’image de ses influences, tragiquement romantique. Il est aussi pérenne ; son activité et son engagement pour l’amélioration des conditions de la vie des femmes est maintes fois repris par la suite. Actrice incontournable d’un monde intellectuel en ébullition, Alexandre Najjar raconte qu’à son enterrement, Hoda Shaarawi saluait la mémoire de celle qui fut « le meilleur exemple de la femme orientale cultivée » (15).
A lire également sur Les clés du Moyen-Orient :
Ziyadah (Mayy)
Bibliographie (non exhaustive)
 Fleurs de rêves (1910)
 Bahithat al-Badia (1920)
 Aïcha Meymour (1920)
 Sawâneh fatât (Plat de miettes)
 Zulumât wa Ichâ’at (Humiliation et rumeurs)
 Sourires et larmes (traduction vers l’arabe de l’ouvrage de Max Sheller)
 Kalimât wa Ichârât (Mots et signes)
 Al Saha’ef (Les journaux)
 Propos de jeune fille
 Mélange (choix de conférences)
 Ténèbres et rayons (poèmes lyriques en prose)
 Al-Musaâwât (L’Égalité, étude sociologique)
 Ghayat al-Hayat (Le sens de la vie)
 Bayna al-Jazri wa al-Madd (Flux et reflux, critique littéraire)
 Souvenirs de jeunesse
L’intégralité de ses œuvres (principalement écrites en arabe) a été publiée aux éditions libanaises Naufal en 1982, dans un ouvrage d’Œuvres complètes.

Notes :
(1) « Remembering May Ziadeh : Ahead of (her) Time », Middle East Revised, 10/30/2014, disponible en ligne, consulté le 21 juin 2017.
URL : https://middleeastrevised.com/2014/10/30/remembering-may-ziadeh-ahead-of-her-time/
(2) Ghaleb Ghanem, La Poésie Libanaise d’Expression Française, éditions de l’Université Libanaise, Beyrouth, 1981, p.186.
(3) « May Ziadé, témoin de son époque », La Revue du Liban, n°3709, 1999, disponible en ligne, consulté le 21 juin 2017.
URL : http://www.rdl.com.lb/1999/3709/art2.html
(4) Lubna Khader, « In Memory of May Zeyadeh.
A Torch in the Darkest of Ages », Star Weekly, 21/10/1999, disponible en ligne, consulté le 21 juin 2017. URL : https://web.archive.org/web/20070418080529/http://www.lebwa.org/life/ziadeh.php
(5) Ghaleb Ghanem, La Poésie Libanaise d’Expression Française, op. cit.
(6) « May Ziadé, témoin de son époque », La Revue du Liban, op. cit.
(7) Rose Ghurayyib, « Mayy Ziadeh (1886-1941) », Al Raida journal, Institute for Women’s Studies in the Arab World, Beirut University College, 1989, p.2.
(8) Carmen Boustani, « May Ziadé : Vie et écriture », Les Cahiers du GRIF, vol.43, n°1, 1990, disponible en ligne, consulté le 21 juin 2017. URL : http://www.persee.fr/doc/grif_0770-6081_1990_num_43_1_1836
(9) Rose Ghurayyib, « Mayy Ziadeh (1886-1941) », Al Raida journal, op. cit., p.2.
(10) « May Ziadé, témoin de son époque », La Revue du Liban, op. cit.
(11) Carmen Boustani, « May Ziadé : Vie et écriture », op. cit.
(12) Ibid.
(13) Traduit et cité par Carmen Boustani, op. cit.
(14) Jamil Jabre cité par Alexandre Najjar, Dictionnaire amoureux du Liban, Paris, Plon, 2014, p.325.
(15) Alexandre Najjar, Dictionnaire amoureux du Liban, op. cit., p.325.

          Warga Singapura Ini Dihukum ke Psiakiater karena Lempar Babi   
REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Warga Singapura berusia 63 tahun terbukti bersalah melecehkan tetangganya yang beragama Muslim. Pengadilan di Singapura pada Jumat (30/6) memerintahkan perempuan itu menjalani perawatan kejiwaan selama dua...
          La bicicleta cumple 200 años   

El barón alemán Karl Freiherr von Drais, hijo de un juez del Tribunal Superior de Baden, trabajaba como inspector forestal, pero en su tiempo libre se dedicaba a la física y la matemática, siempre en busca de inventos con los que revolucionar la vida de principios del siglo XIX. Una de sus mayores aspiraciones era inventar un sustituto al coche tirado por caballos, cuyo uso se había encarecido enormemente por el alza de los precios del forraje tras varios años de malas cosechas y a la hambruna que había diezmado la población equina.

etiquetas: bicicleta, 200 años

» noticia original (www.ciudadesporlabicicleta.org)


          MATERI ETIKA KOMUNIKASI HT   









Mungkin masih ada yg penasaran arti kode udara dalam perbincangan radio polisi atau radio amatir.

misalnya anda mendengar: ” 8-1-5 cerah berawan, lanjutkan perjalanan ke pangkalan, 8-6. ”

apa itu?

berikut data sandi angka untuk perbincangan radio di indonesia.

data ini mungkin belum lengkap, jadi apabila ada yang tau lebih banyak, silahkan di tambahkan

SANDI ANGKA 1
Code:

10-1 Sulit didengar // Penerimaan buruk
10-2 Didengar jelas // Penerimaan baik
10-3 Berhenti mengudara / memancar
10-4 Benar // Dimengerti
10-5 Ada pesan untuk disampaikan
10-6 Sedang sibuk kecuali ada berita penting
10-7 Mengalami kerusakan // Tidak dapat mengudara
10-8 Tidak ada kerusakan // Dapat mengudara
10-9 Mohon diulangi
10-10 Penyampaian berita selesai
10-11 Berbicara terlalu cepat
10-12 Mengundurkan diri karena ada tamu
10-13 Laporan keadaan cuaca / jalanan
10-14 Informasi
10-15 Informasi sudah disampaikan
10-16 Mohon dijemput / diambil di …
10-17 Ada urusan penting
10-18 Sesuatu untuk kita
10-19 Bukan untuk Anda, harap kembali
10-20 Lokasi // Posisi
10-21 Kontak / hubungan melalui telepon
10-22 Melapor langsung ke …
10-23 Menunggu // Stand by
10-24 Selesai melaksanakan tugas
10-25 Dapatkah menghubungi / kontak dengan …
10-26 Pesanan terakhir kurang diperhatikan
10-27 Pindah ke jalur / channel …
10-28 Nama panggilan // Callsign
10-29 Waktu hubungan / kontak habis
10-30 Tidak menaati peraturan
10-31 Antena yang digunakan
10-32 Laporan sinyal dan modulasi // Radio check
10-33 KEADAAN DARURAT // EMERGENCY
10-34 Butuh bantuan, ada kesulitan di stasiun ini
10-35 INFORMASI RAHASIA
10-36 Jam berapa waktu yang tepat ?
10-37 PERLU MOBIL DEREK DI …
10-38 PERLU AMBULANS DI …
10-39 Pesan sudah disampaikan
10-40 PERLU DOKTER
10-41 Mohon pindah ke jalur / channel …
10-42 ADA KECELAKAAN DI …
10-43 Kemacetan lalu lintas di …
10-44 Ada pesan untuk Anda
10-45 Dalam jangkauan mohon melapor
10-46 Memerlukan montir
10-50 Mohon kosongkan jalur / channel
10-60 Apakah ada pesan selanjutnya ?
10-62 Tidak dimengerti, melalui telepon saja
10-63 Tugas / pekerjaan dilanjutkan di …
10-64 Pekerjaan telah selesai / bersih
10-65 Menunggu berita lanjutan
10-67 Semua unit setuju
10-69 Pesanan telah diterima
10-70 KEBAKARAN DI …
10-71 Pesawat KRAP (RIG) yang dipakai
10-73 Kurangi kecepatan di …
10-74 Tidak // Negatif
10-75 Penyebab gangguan
10-76 Dalam perjalanan ke …
10-77 Belum / tidak menghubungi
10-81 Pesankan kamar di hotel …
10-82 Pesankan kamar untuk …
10-84 Nomor telepon
10-85 Alamat
10-89 Butuh montir radio
10-90 Gangguan pesawat televisi (TVI)
10-91 Bicara dekat mikropon
10-92 Pemancar perlu penyesuaian
10-93 Apakah frekuensi sudah tepat ?
10-94 Berbicara agak panjang
10-95 Mengudara dengan sinyal setiap 5 detik
10-97 Tes pada pemancar
10-99 Tugas selesai, semua orang selamat
10-100 Akan ke kamar mandi
10-200 BUTUH BANTUAN POLISI DI …
10-300 BUTUH PEMADAM KEBAKARAN DI …
10-400 BUTUH PETUGAS KETERTIBAN UMUM DI …
10-500 BUTUH BANTUAN PROVOST DI …
10-600 BUTUH BANTUAN GARNIZUN DI …
10-700 BUTUH BANTUAN S.A.R. DI …
10-800 BUTUH BANTUAN PERUSAHAAN LISTRIK DI …

SANDI ANGKA 2
Code:

1-1 hubungi lewat telepon
1-2 menghadap pusat/posko
1-4 hubungi lewat HT
8-4 testing radio
8-1 komunikasi kurang jelas
8-2 komunikasi jelas/baik
3-3 kualitas suara jelek
4-4 kualitas suara baik
5-5 kualitas suara baik sekali
6-1 terjadi perampokan
6-2 terjadi pencurian
6-3 trjadi penganiayaan
6-5 terjadi kebakaran
6-7 terjadi demonstrasi
8-6 mengerti
8-7 berita disampaikan kepada…
8-1-0 Tidak mengudara/mati
8-1-1 mengudara/ standby
8-1-2 diulangi/kurang jelas
8-1-3 selamat bertugas
8-1-5 keadaan cuaca
8-1-6 waktu/jam
10-2 posisi dimana
10-8 tujuan/meluncur/menuju

SANDI HURUF
Code:

Taruna : Berita

Gelombang : Jam/waktu

Semut : Pelajar

Lalat : Mahasiswa

Pangkalan : Rumah/kediaman

Cangkulan : Kantor/tempat kerja

Gajah : Derek

Komando : Kantor polisi

Tikar : Surat

Buntut tikus : Antena pendek (HT)

Belalai gajah : Antena atas

Laka : Kecelakaan

Jaya 65 : Kebakaran

Timor Kupang Pati : Tempat Kejadian Perkara

Timor Lombok Pati : Telepon

Timor Kupang Ambon : TerKendali Aman

Halong Timur : Handy Talky (HT)

Halong Pati : Hand Phone (HP)

Kupang Rembang : KendaRaan

Kupang Ambon : Kereta Api

Wilis Kendal : Walikota

Kendal Cepu : KeCamatan

Kendal Lombok : KeLurahan

Rembang Wilis : RW

Rembang Timur : RT

Rembang Rembang : Serse

Rembang Solo : Rumah Sakit

Rembang Pati : Rupiah

Anak Kijang : Pencuri/Tersangka

Ambon Demak : Angkatan Darat

Ambon Lombok : Angkatan Laut

Ambon Ungaran : Angkatan Udara

Pati Medan : Polisi Militer

Timor Medan : Tamu/Teman

Kresna : Presiden

Bima : Wakil Presiden

Timor Bandung I : Kapolri

Metro I : Kapolda

Timor I : Kapolres

Lombok-Lombok : Lalu Lintas

Timor Lombok : Lampu Lalu Lintas/Traffic Light

Senpi : Senjata Api

Sajam : Senjata Tajam

Curat : Pencurian Dengan Pemberatan

Curas : Pencurian Dengan Kekerasan

Curanmor : Pencurian Kendaraan Bermotor

Bandung Umar Solo : BUS

Medan-Medan : Metro Mini

Pati Demak Irian : Jam/Waktu

Solo Medan Pati : Pelajar

Solo Medan Ungaran : Mahasiswa

Solo Timur Medan : Rumah/Kediaman

Opak Kendal Jepara : Kantor/Tempat Kerja

Opak Pati Solo : Derek

Lombok Pati : Kantor Polisi

Lombok Irian : Surat

Lombok Demak : Antena Pendek (HT)

Bandung-Bandung : Barang Bukti

Bandung2 Padat : Makan

Bandung2 Medan : Bahan Bakar Minyak

Lampiran/Ambon : Istri

Monik : Anak

Solo Bandung : Stand By

Solo Garut : SiaGa

Medan Demak : Meninggal Dunia

Pati Ambon Medan : Pengamanan

Ambon Pati-Pati : Apel

Palang Hitam : Mobil Jenazah

Demak Pati Kendal : Dinas Pemadam Kebakaran

JAJARAN POLSEK

Jajaran 1 : Kapolsek

Jajaran 2 : Wakapolsek

Jajaran 3 : Serse

Jajaran 4 : Sabhara

Jajaran 5 : Bimas/Babinkamtibmas

Jajaran 6 : Lantas/Lalu Lintas
          özbek esirler...   

dua...dua...dua

Özbekistan'da bir cezaevindeki Müslüman Kadın mahkumlardan gelen mektup: "Kardeşlerim sesimizi bütün Müslümanlara duyurun !"

Shamil-Online editörüne bugün (13.Temmuz.Çarşamba) sabah Özbekistan kukla yönetimi Karimov rejimi tarafından tutuklanarak cezaevlerinde zulüm gören Müslüman kız kardeşlerimizin durumunu anlatan bir mektup ulaştırıldı.
Mektubu Shamil-Online web sitemize ulaştıran kardeşimiz şöyle diyor:
«Selam aleykum kardeşim. Bu mektup bize Özbekistanda ceza evinde zulüm gören bacılarımız tarafından ulaştırıldı ve bu mektuplardan daha bir kaç tane daha var. İnşaallah bacılar istiyorlar bu mektupları yayınlayın ve Ümmet bizim halimizi görsün ve bize yardım etsin» diyorlar.

Size gönderdiğim bu mektup Özbekistan kadınlar cezaevinde yazıldı ve dışarıya gönderildi.
Kadinlar hapishanesinden İslam Karimov yani ( Özbekistan Cumhurbaşkani diktatör Gestapo rejimini belirtmekte istiyoruz) bu diktator hükümetinin bu müthiş azabhanade bugun 25 Müsliman kadın Rabbim Allah dedikleri icin perişan halde ve işkence altında gün geçirmekteler..
Bunlar normal mahkum degiller bunlar için Karimov'un söylediklerine göre ve verdigi açiklamalara göre «bizim kadınlarla hiç bir problemimiz yok demişdi ama bu Müslimanların anlattıklerine göre «bizler normal mahkumlar deyiliz... her kes için normalde af çıkarılsa da ve bütün kim varsa tahliya olsa da bunlar için afda yok veya tahliye olmalarının hiç mümkünatı da yoktur.. bunlar için azab şiddet,işkence ve tecavüz yapılmaktadır..»
Bunlar elimize cezaevinden gönderdikleri mektupta şöyle sesleniyorlar !
* * *
Bismillahi Rahmanir Rahim.
Assalamu Aleykum kardeşlerim !
ilk once sizlerin hepinizin bütün Müslüman Ümettinin mübarek ayı Ramazan ayınızı tebrik ediyoruz  ve cahiliyetten kurtulan kardeşlerimizin ahirette de nurlu bir hayat yaşamasını ümid ediyorum.
Rabbimiz olan Allah bütün iman eden kullarını mustaqim yolundan ayrılmamamız için bizlere kuvvet tavfik versin.
Mümineler (Kadın Müslümanlar) yaradan Allah'a iman getirdikleri icin her türlü şiddet ve fiziki güce maruz kalmakta dövülerek cezaevlerinde katledilmektedir.
Biz ise Allah'ın dinine düşmanlık edenleri sadece Allah'a havale ediyoruz gücümüz cezaevinde bu kadar. Yüce Allah bilici ve görücüdür.

Sevgili dindaş kardeşlerim !
Bu maktubi size Özbekistan Müslümanları yollamaktadir.
Bu mektubu isterseniz beyan diye kabul edin veya isterseniz bir müracaat olarak kabul edin.
Bizim maksadımız elerinde az bir imkanı olan varsa veya baska bir sekilde olsun sesimizi duyursun. Erkek kardeşlerimizin namus meselesidir. Allah aşkına Kız kardeşlerinizi bu çirkin sistemin ve bu rejimin kafirlerinin ellerinde rezil olmamızı hiç birinizin istemediginizi ve bir şekilde yardım edeceginizin ümidindeyiz !

Su an kovusta toplam 25 Müslüman kadın bulunmaktayiz.
Bunlardan 17'si Sunni insha'Allah: Peygemberimiz Muhammad'in (s.a.v) Sünnetinde bir oldumuz için ve Sünneti Rasulullaha amel ettiğimiz için burada birlik olmaktayız.
Buradaki rejimin sistemini düzenleyen (ÖZBEKISTAN CEZA KANUNUNA GORE 159-maddesi) hepimize diğer mahkümlardan farklı muamele yapılıyor ve çok agir ve sert şartlarda bize  davranilir.
50 yaşından büyük olmasına bakmayarak kışın soğuk günlerde bile veya yazın en sıcak günlerinde iş olsa da olmasa da hergün sabah 06:00 kaldırıp değişik ve ağır işlerde bizi çalıştırırlar. Burada bu şekilde çalıştırılmaktan hepimiz çeşitli hastalıklara yakalandık ve bir kısmımız hala hasta.
Etibar isimli bir kadın Müslüman kendisi 45 yaşında böbrek kanseri hastalığına yakalandı. Bu Müslüman kadın kardeşimiz hastaneye götürüldü fakat ertesi gün geri gönderildi. Sebebi de 159.maddeden mahkum olması.
Adina isimli bir başka Müslüman ablamız 41 yaşında. Bu ablamızın sürekli ateşi yükselir. Hastaneye tedavi için gönderildi fakat analiz yaptığını söyleyen Karimov rejimi doktoru bir şeyi yok dedi ve cezaevine geri gönderildi.
Hastanede çalışan doktorlar olsun veya hastane müdürü olsun herkes 159.maddeden cezaevinde hapis yatanlara yardım ediyor diye şikayet edilmekten korkuyor ve rejim ile başlarının derde girmemesi için gelen hastayı hemen cezaevine geri gönderiyor. 
Ayrıca Özbekistan'da cezaevinde Dini kitapların hiç birine izin verilmiyor. Ellerimizdek Kur'an Kerim'ler toplandı Kur'an'ı Kerim'i legal olmayan yollardan içeri sokmaya sokmaya çalışırken yakalanırsa cezası ağırdır ve bunun resmi müdürü yok diye geri alınır. zaten legal yani resmi yollar bizim için kapalıdır. Fakat normal de İslama zıd olan ne kadar neşriyat varsa göz yumulur ve legal olmayan yolda olsa rejim görmezden gelir. Kısaca Dinimize zıd olan herşeyi bulmak çok kolaydır.
Bu sistemde çalışan rejimin adamları bizim için legal olsun olmasın İslam hakkında bir şey söyler ve sisteme karşı gelerek seslenirse tamam en ağır işkence ve fiziki eziyet başlıyor demektir. Cezaevinde boş bir odaya alıp götürürler ve o oda içinnde yapmadiklari işkence kalmaz. Elbiseleri tamam çıkartılır ve oturup kalkmasını isterler ve her türlü fiziki işkenceler yapılarak tecavüz ederler.
Biraz sesimizi yükseltirip kendi haklarımızı istemeye,talep etmeye çalışırsak sisteme karşı geliyor sistemi taciz ediyor diye hücreye götürüp her türlü işkence yapmaya günlerce devam ederler.
21 yaşında Mukaddas isimli kız kardeşimiz var onu cezaevi müdürlügü çagirdi ve ona «bunlardan vazgeç sen onların arasına girme daha gençsin» diyerek onu kandırmaya çalıştılar. «Sana çok üzülüyoruz daha gençsin ve eğer dediklerimiz yaparsan en kısa zamanda seni evine göndereceğiz» demişler. Fakat sonra kır kardeşimizden «Hayır» cevabını duyunca ona çok üzülen ve en kısa zamanda evine gönderecek olan cezaevi rejimi onu sisteme karşı geldi diye 5 kez hücreye gönderdi ve değişik işkenceler ile acı çektirdi. Kız kardeşimiz zaten midesinden ve böbreklerinden hasta idi ve vücudunun kemikleri görünecek kadar da zayıftır fakat burada kimse bize sahip çıkmaz. Sahip çıkacaklara da içeri ile irtibat sağlamasına engel konulur.
Evet benim Din Kardeşlerim, söylersem daha çok şeyler var söylenecek bize burada böyle zulüm edilmektedir. Kadın Müslüman tutukluların 17 yaşından küçük yada yaşlı olduğuna bakılmaksızın tek suçumuz  «Dinimiz İslam» dediğimiz için bizi buraya mühürleyip hapsettiler. Aftan faydalanmayalım diye de hakkımızda çeşitli asılsız suçlar icad etmekteler.
Belki bu mektubum elinize ulaşırsa Mü'min ve Müslüman kardeşlerim birleşir ve Allah'ın inayeti ile özgürlüğümüzü kazanıp ailelerimize kavuşmamız için bize yardımcı olun insh'Allah.
Assalamu Aleykum va Rahmatullah!

          Ads! They Track You Better Than Your Wife!   
So you log into Facebook, wishing that your high school crush has liked your profile picture or hoping your current crush has accepted your friend request, and I know that never happens (sometimes miracles do occur). You have your timeline or news feed in the center filled with only memes and washroom pictures of girls, […]
          10 Meme Hp Legenda (Nokia 3310), Bikin Ngakak sambil Nostalgia   

Baru-baru ini, Nokia mencuri perhatian dunia dengan kembali meluncurkan ponsel legendaris sejuta umat seri 3310. Pada masanya, Nokia 3310 merupakan

The post 10 Meme Hp Legenda (Nokia 3310), Bikin Ngakak sambil Nostalgia appeared first on PusatReview.com.


          Niegan que Arturo Montiel, exgobernador del Edomex, haya fallecido, dicen en redes que sobornó a la muerte   
Redes sociales
Memes redes sociales

En redes sociales se está manejando la información del fallecimiento del exgobernador del Estado de México y miembro del Partido Revolucionario Institucional. Sin embargo el secretario del Trabajo, Alfonso Navarrete salió a desmentir esta noticia.

El exgobernador ingresó hace una semana al hospital por problemas de circulación,el cual se complicó en un cuadro viral  y  hasta el momento sigue con vida.

Inmediatamente se viralizó el tema, convirtiéndose en trending topic.

Arturo Montiel
Memes redes sociales

Milenio en un inicio lo dio como un hecho, para luego cambiarlo a que está en gravedad, Quadratin hizo lo mismo, Aristegui aún no da información, López Dóriga lo maneja como un hecho al igual que Paola Rojas.
[post_ad]
Arturo Montiel es considerado el padre político de Enrique Peña Nieto.

Hasta el momento ninguna  cuenta oficial de gobierno, de Arturo Montiel, Enrique Peña Nieto, o el PRI ha dado declaración alguna.

Redacción--tlayuda/lavozdemichoacan

          Saya ke Pantai Timur dengan mesej kesederhanaan, kata Kit Siang   

Saya ke Pantai Timur dengan mesej kesederhanaan, kata Kit Siang
Lim Kit Siang baru sahaja balik dari melawat 12 bandar di Pantai Timur semasa Aidilfitri dengan misi untuk memerangi ekstremisme.
SECARA politik, DAP tidak banyak berusaha di negeri majoriti Melayu iaitu Kelantan, Terengganu dan Pahang.
Tetapi pemimpin DAP Lim Kit Siang baru-baru ini berkunjung ke sana dengan mesej kesederhanaan dan muhibah kerana ketiga-tiga negeri itu dikira, bukan dalam jumlah undi berpotensi untuk parti, tetapi kerana mereka adalah sebahagian daripada Malaysia.
Baru sahaja balik dari melawat 12 bandar di Pantai Timur semasa Aidilfitri, Lim berkata beliau sedang dalam misi untuk memerangi ekstremisme, walaupun beliau mengakui pilihan raya akan datang adalah penting untuk masa depan Malaysia.
Beliau berkata, apa yang lebih penting daripada parti-parti politik adalah ujian yang kini dihadapi Malaysia - membina negara, dan sama ada negara ini menjadi negara yang lebih berjaya atau gagal.
"Kita perlu mempromosikan nilai penting kesederhanaan dan muhibah, bukan ekstremisme yang semakin bercambah," katanya kepada pemberita selepas majlis Rumah Terbuka Hari Raya Pulau Pinang di Nibong Tebal hari ini.
Ketua Parlimen DAP itu berkata, terdapat kebimbangan unsur IS sedang berakar di Asia Tenggara, walaupun kumpulan pengganas itu diarah kembali ke Syria dan Timur Tengah.
"Tetapi IS mempunyai penyokong di seluruh dunia, termasuk di Asia. IS Asia meliputi negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Thailand dan Jepun.
"Kami juga mempunyai tokoh penting dari Malaysia, seperti pembuat bom yang dahulu menjadi pensyarah Universiti Malaya ... kita tidak boleh biarkan pelampau membuat rusuhan.
"Kita perlu mewujudkan keadaan, di mana kita mempunyai semua kaum dan agama yang beroperasi secara sederhana dan kemudian kita boleh bercakap mengenai Malaysia mencapai zaman keemasan, bukannya menjadi kleptokrasi global di mana hak asasi manusia tidak dihormati."
Dan inilah sebab mengapa Lim mengembara ke negeri-negeri Pantai Timur, di mana DAP tidak bertanding dengan cara yang besar dalam pilihan raya umum akan datang.
"Pantai Timur juga merupakan sebahagian dari Malaysia. Di negara ini, saya percaya kita semua orang yang sederhana, tanpa mengira kaum dan agama kita.
"Saya sepatutnya menjadi 'jembalang'," katanya sambil memetik label yang diberikan pesaing politik yang menggelarnya sebagai anti-Melayu, anti-Islam, komunis, ejen asing dan juga syaitan.
Read More / Baca Lagi >>
          Mustahil PRU14 dalam 3 bulan terakhir tahun ini, kata penganalis    


Mustahil pilihan raya umum ke-14 (PRU14) akan diadakan pada bulan Oktober, November atau Disember kerana bajet 2018 yang dibentang pada bulan Oktober hanya akan diluluskan selepas mendapat persetujuan ahli parlimen.
Dewan Rakyat akan bersidang pada 23 Oktober hingga 30 November manakala persidangan Dewan Neagra hanya akan bermula pada 4 November hingga 19 Disember.
Dr Awang Azman Awang PawiHal ini sekali gus menolak spekulasi bahawa parlimen dibubarkan selepas pembentangan bajet dengan andaian kerajaan akan mengumumkan bonus kepada penjawat awam yang menjadi penyokong kuat BN dan akan menggembirakan mereka.
Pelbagai projek pembangunan akan diumumkan bagi tahun 2018 dijangka mampu dapat memancing lebih banyak lagi pengundi.
"Bulan November dan Disember pula ialah cuti sekolah. Ramai rakyat Malaysia bercuti di luar kawasan mereka sama ada dalam mahupun luar negara.
"Pada bulan November dan Disember juga dikaitkan dengan musim tengkujuh dan banjir. Sudah tentu pihak kerajaan mengelak untuk mengadakan PRU pada bulan November dan Disember," kata penganalisis politik Profesor Madya Dr Awang Azman Awang Pawi seperti disiarkan Sarawak Voice.
Beliau juga berkata, pada bulan Oktober terdapat dua peristiwa penting bagi negara iaitu lawatan bersejarah Presiden China Xi Jinping dan perasmian Xiamen University Malaysia yang melambangkan kerjasama ampuh Malaysia-China diyakini mampu meningkatkan imej positif kerajaan Barisan Nasional.
"Pada ketika itu semua jemaah kabinet akan hadir maka tidak mungkin parlimen dibubarkan pada bulan Oktober ini. Sekiranya dibubarkan, kemungkinan lawatan bersejarah Presiden China ditangguhkan," katanya.
Namun beliau berkata, perdana menteri Datuk Seri Najib Razak mungkin melanggar arus jika mengadakan PRU14 pada tahun ini.
Menurut beliau, hal ini pernah dilakukan oleh bekas perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad yang membubarkan parlimen pada bulan November sedangkan pada ketika itu bajet belum diluluskan lagi oleh parlimen.
"Peristiwa tersebut berlaku pada tahun 1999, apabila bajet tahun 2000 dibentangkan pada Oktober 1999. Kesan daripada tindakan Tun Mahathir tersebut, telah menyebabkan Daim selaku Menteri Kewangan melakukan pembentangan semula bajet pada bulan Februari tahun 2000.
"Sebenarnya, agak jarang dalam sejarah BN, PRU diadakan pada bulan November. Ia hanya dilakukan apabila BN berasa agak besar cabaran, terdesak dan besar hambatan yang perlu dipikul untuk memenangi PRU," katanya.
Faktor Sukan SEA
Awang Azman juga berkata, sudah tentu PRU tidak akan diadakan pada bulan Ogos kerana pada bulan tersebut kerajaan sibuk membuat persediaan menjadi tuan rumah sukan Asia Tenggara yang berprestij itu.
Read More / Baca Lagi >>
          NURUL IZZAH MAHU JK PILIHAN PARLIMEN BIDANG PERTAHANAN   

Ahli Parlimen Lembah Pantai, Nurul Izzah Anwar mengulangi desakan penubuhan Jawatankuasa Pilihan Parlimen bagi bidang pertahanan.
“Parlimen seharusnya menjadi medan membincangkan isu pertahanan negara yang menjadi keprihatinan semua Ahli Dewan Rakyat tanpa menjejaskan kesiap sagaan negara berdepan sebarang kemungkinan.
“Saya khuatir, kealpaan pihak berkuasa negara ini untuk bertindak membuka jalan berulangnya serangan kimia Nerve Agent VX di KLIA2 tidak lama dahulu,” kata beliau dalam kenyataan.
Kegagalan pihak berkuasa mengesan senjata yang merupakan bahan kimia yang paling berbahaya di dunia dan dikategorikan sebagai ‘senjata pemusnah besar-besaran itu’ ternyata meletakkan ribuan penumpang KLIA2 dalam bahaya, jelas beliau.
Nurul Izzah yang juga naib presiden PKR berkata demikian susulan kes ‘kehilangan’ radar berteknolgi tinggi yang kemudiannya dilaporkan sudah sampai ke Belanda.
Ketua Pengarah Jabatan Kastam Diraja Malaysia (Kastam) Datuk T Subromaniam memaklumkan radar berkenaan sudah sampai ke Pelabuhan Rotterdam, Belanda.
Siasatan yang dijalankan Kastam menjurus kepada pematuhan prosedur operasi standard (SOP) dalaman ketika melepaskan dagangan yang memerlukan permit di bawah Akta Pemerdagangan Strategik 2010.
Mengulas lanjut, Nurul Izzah berkata, semua pihak belum jelas mengenai peralatan berteknologi tinggi yang dimaksudkan itu selain kurang faham fungsi dan kemampuan sebenar peralatan itu.
“Adakah ini bermakna peralatan terbabit masuk ke negara ini tanpa permit yang diperlukan. Apakah kandungan siasatan berkenaan dan apakah hasilnya.
“Bagaimanakah peralatan ini keluar dari negara kita tanpa disedari atau tanpa mendapat kelulusan pihak berkuasa,” tanya beliau.
          Skandal 1MDB: Peguam Negara tidak perlu dirujuk dalam saman DoJ    


Apakah peguam negara benar-benar tidak mengetahui bahawa beliau tidak perlu dirujuk oleh Jabatan Kehakiman Amerika Syarikat (DoJ) dalam saman sivil berkait dana 1MDB yang diselewengkan ataupun beliau hanya berpura-pura tidak tahu bertujuan mempertahankan perdana menteri.
Malah tuduhan Tan Sri Apandi Ali bahawa DoJ 'berniat politik' kerana tidak menghubungi beliau sebelum tindakan saman sivil itu diambil sangat mengecewakan pelbagai pihak dan dilihat sebagai 'membodek' untuk 'menyelamatkan' perdana menteri atau MO1 (dalam laporan DoJ), kata pengarah strategi Amanah Dr Dzulkefly Ahmad.
Apandi Ali"Ada tiga tafsiran boleh saya berikan terhadap komentar Apandi ini. Pertama, sememang Apandi tidak membaca laporan 251 muka surat 'complaint' DoJ itu.
"Kedua, kalau beliau sudah terbaca maka Apandi perlu kembali 'disekolahkan'.
"Ketiga, beliau sememang buat-buat bodoh dan buat-buat tak tahu. Dengan kata lain punya niat jahat menuduh DoJ mengambil tindakan ini semata-mata atas alasan 'politik' untuk menggugat atau apa pun 'niat politik DoJ'!" tegas beliau.
Dr Dzulkefly juga mempersoalkan sama ada Apandi atau para pegawainya tidak membaca laporan DoJ sehingga tidak mengetahui kewujudan istilah 'in rem' yang digunakan berulang kali dalam laporan DoJ.
Menurut beliau, di muka surat 7 di bawah tajuk 'Nature of Action' (Sifat Tindakan Saman) laporan terbaru DoJ tentang 1MDB menyatakan:
This is a civil action 'in rem' to forfeit assets involved in and traceable to an international conspiracy to launder money misapproptiated from 1Malaysia Development Berhad (1-MDB)...
"Kalau Apandi telah membaca istilah 'in rem' dan bukan 'in personan' yang digunakan DoJ, lalu kekal bertegas dengan kenyataan bahawa DoJ berniat 'political' dalam membawa saman sivil ini, maka jelasnya Apandi tidak layak memegang jawatan Peguam Negara kerana beliau tak faham apa makna istilah 'in rem' tersebut," katanya.
Beliau bagaimanapun penuh yakin peguam negara memahami maksud 'civil action in rem' yang digunakan DoJ iaitu segala tindakan undang-undang yang akan dijalankan dan dikelolakan pihak Mahkamah (Pendakwa/DoJ), tidak akan melibatkan pemilik dana iaitu 1MDB.
Sehubungan itu, beliau yakin Apandi sengaja memain emosi rakyat bahawa DoJ berniat jahat dan bermotif politik kerana tidak merujuk Kamar Peguam Negara (AGC).
Read More / Baca Lagi >>
           Return of the Dandy 1966   

Ruffles foaming over the shirt-fronts of dinner-jackets and lace spilling out of the sleeves, tight-fitting pants, worn by young men who will demand 20 sittings at a tailor to be sure that the length of the vent is just so, that the trouser leg moves an inch bell-wise at the bottom!  There are tales of Beau Brummell and Oscar Wilde, interviews with David Mlinaric, Patrick Lichfield and Rupert Lycett-Green of Blades. Musings on Pop Stars, Photographers, Hung On You, custom made shirts by the dozen and much more...it's all here, in this excellent in-depth 6 page feature on dandyism, originally published in 1966.





                                                          RETURN OF THE DANDY
Ruffles foam over the shirt-fronts of the dinner-jackets and lace spills out of the sleeves. Velvet pantaloons, which would have raised eyebrows if seen on men three years ago, attract hardly a glance anymore. The jackets are increasingly waisted, flare sharply over the hips and are getting almost Edwardian in length. The trousers fit so tightly that the more extreme ones are hard to sit down in and look best only when the man in them is standing almost at attention. There has not been such elegance, style and boldness in men's clothes in London since Oscar Wilde. The new wave of English dandyism started, most people agree, about five years ago. Young David Mlinaric, a designer, and one of the best dressed young men in London, thinks pop music had a good deal to do with it. ''The pop singers have the panache of the movie stars in the thirties. The pop singers and designers and film stars dress adventurously - and the others have followed them. Also, people today are more interested in young people than ever before - and they copy what the young people do.''

Patrick Lichfield, another of the best dressed young English men, thinks that the adventurousness of people's occupations has a lot to do with their clothes. He himself is an Earl, but he's also a photographer. ''Many people,'' he points out, ''are still stuck in environments like the city where conservative dress is absolutely required. But these days film stars, pop singers, hairdressers, photographers have all become respectable people. People like us can dress as we like: we can experiment. If a duke wandered into a cocktail party without a tie, people would find it odd, but if a film star did it, he'd be accepted. Presently, the duke might even follow suit.''

The revolution in men's clothes has even deeper roots than that. All the great periods of dandyism have occurred in periods of revolutionary upheaval in the pecking order of society. The Regency dandies followed the Napoleonic wars, a period when the monarchy and aristocracy were despised and a new middle class was beginning to emerge. The French wave of dandyism (strictly an import from England) followed the Revolution of 1830, again with a great levelling of social barriers. The Edwardian dandies followed the industrial revolution when the money and power structure shifted from the landed aristocracy to the new industrial magnates. The new dandies of today are living in an age when the caste system in England is breaking down at both top and bottom.








Like Nicholas Hilliard's Elizabethan dandy, today's dandy, Dennis Stansfield (above), looks effective in a rural setting. Stansfield, a 20-year old commercial artist, designs his own clothes and has a tailor in Tooting. His sister-in-law makes his shirts.


The greatest of all dandies, Beau Brummell, was the most scornful of men. (''You can't call that thing a coat?'') He had no title, no fortune, no professionnot even a carriage; he had nothing but a superb arrogance and assurance and presence; with these weapons alone he was copied, quoted, much feared, greatly respected, and wielded very real power. When the Prince Regent (who became George IV) broke with him, he remarked disdainfully of the future monarch: ''I made him what he is today and I can unmake him.'' This Brummellian scorn and self-assurance is very much a part of the make-up of the young pop set. The young film stars, photographers, models, designers and pop singers don't give a damn what their fathers or you or I or anyone else think of their far-out clothes or their far-out behaviour. Albert Camus has called the dandy the archetype of the human being in revolt against society. Almost always the dandy is thumbing his nose at the rest of the pack. The great Beau himself, some of his admirers think, was in the privacy of his own heart, mocking the very dandyism for which he was admired.











Lichfield, when I talked to him, had just come out of his dark-room, dressed casually in a polo-necked sweater and corduroy trousers. Lichfield looks well turned out in even the most casual clothes. ''Some people dress with flair alone.'' he says. I think Mlinaric is the best dressed man I know. Some of his effects are sheer audacity. I saw him one night in evening suit with a marvellous ruffled shirt. I admired it and he told me he'd just pinned some ruffles on a plain white shirt. It looked great.'' Lichfield admits he spends ''a fortune'' on his clothes, and says that some of his suits are total failures. ''I wear them two or three times, then never again.'' We toured his wardrobe. Twenty-six suits. ''I like brown suits very much.'' Many of today's young dandies like brown. ''Tweeds for the country.'' He showed a grey wooly one. ''I like big buckles.'' He showed me one immense silver one on a black belt. ''I think these buckles are going to be very fashionable. I love suede coats.'' He has four of varying cut. ''For shooting...'' He brought out a pair of bottle-green corduroy breeches. ''I've ordered all my gamekeepers to wear these.''

He opened a drawer packed with sweaters. ''I have a lot of polo-necked jerseys, mostly green and beige. They cost me a fortune in cleaning because you can only wear them two or three times. Now here's my most precious possession...'' He pulled out a pair of worn, patched and splendidly faded Levis. ''If the house was burning down, this is what I'd rescue first. The rest of my clothes can be replaced but it takes years of wear to get that lovely patina. American trousers are the only things I buy ready-made.'' He has 50 shirts, most of them custom-made from Harvie & Hudson at £6 apiece. When a shirt catches his fancy, he may buy one and ship it to Hong Kong to be copied by the dozen in silk. He has about 50 ties, many of the patterned pastel type which is very with it at the moment, but he also likes severely plain black knitted ties. He takes very good care of his clothes and is exasperated by people who don't. ''I know people who throw clothes on the floor that have cost them a fortune.'' He has an electric trouser-press in his bedroom which presses his trousers while he's in the bath (the jacket hangs itself out as part of the gadget). ''I haven't had a suit pressed since I left the Army — but cleaning costs me a fortune.'' I don't understand people who dress simply to keep warm,'' says Lichfield. ''A man should enjoy his clothes. He dresses to attract the girls —unlike the girls, who dress to impress one another. I have an idea all men dress to be sexy like cock pheasants in the mating season. I always dress more carefully the first time I take a girl out than the second. English girls, I think, are more adventurous in their tastes than girls of other countries and they admire adventurously dressed men.''



Among the most adventurous is Mlinaric. Standing in the immense square drawing-room of his Tite Street house (another great dandy, Oscar Wilde, lived in this street, a block away), Mlinaric was wearing a brown (he too, likes brown) double-breasted jacket that buttoned almost to the neck, the lapels edged in black, with short sleeves in order to display the cuffs of the shirt. His suits, he said, were getting more brightly coloured. His latest, of which he expected much, was cinnamon-coloured. ''Clothes are my greatest extravagance,'' he says. ''I feel very strongly about the way clothes are stitched. I'm tremendously interested in the best materials as well as the cut. I think a great many of the Carnaby Street clothes are very badly put together and of poor material.''




Ted Dawson, male model, spends about £500 a year on clothes. His wardrobe includes 100 ties, 75 shirts, 30 suits, 14 jackets.




Above: The wonderful Michael Rainey 25, who designed all the clothes for his boutique Hung On You, discusses ties with journalist Christopher Gibbs. (extreme right).



How well dressed are today's young men in comparison with the great dandies of the past? Hardly within whistling distance, I think. Max Beerbohm, the last of the dandies, wrote of Beau Brummell: ''Is it not to his fine scorn of accessories that we trace the first aim of modern dandyism, the production of the supreme effort through means the least extravagant? In certain congruities of dark cloth, in the rigid perfection of lines, in the symmetry of the gloves with the hands, lay the secret of Mr Brummell's miracle. He ever was most economical, most scrupulous of means.'' None of today's dandies lives up to these uncompromising standards (nor did Beerbohm). Brummell himself would have nothing but freezing contempt for Carnaby Street.

















The real dandies buy their suits at Blades in Dover Street. Eric Joy, the partner and chief designer, has a good deal of Brummellian scorn for most of the cutters and designers of Savile Row and thinks all mens clothes designed between 1914 and 1960 were a wasteland of mediocrity. ''Up to five years ago, masculinity was to be a good rugger player,'' he says scornfully. ''I thought it was about time we designed a collection that made men look like men, not bloody Daleks.'' He haunted the Victoria and Albert Museum for ideas. Many of the jackets are the modified descendants of military uniforms which are in fact the ancestors of many great English men's suits.'' Rupert Lycett Green, proprietor of Blades, a bit of a dandy himself (though he denies it), lists as a barely adequate wardrobe for a well-dressed man: two dinner jackets (silk for summer, worsted for winter), with perhaps a velvet evening suit to boot; one grey suit; one black suit; a couple of working suits, both comfortable and elegant; a country suit of lightweight tweed; two light summer suits; one travelling grey suit; one crushproof traveling suit for air travel and trains; three overcoats (one dark evening coat, one tweedy raglan type for country, one short for motoring or town wear); at least two sports or odd jackets; half a dozen assorted slacks or odd trousers; 50 shirts and 50 ties. Blades is opening its own shop in New York soon, but design there will be severely modified. The extreme dandyism quite acceptable in London still has strong homosexual implications in New York, and in fact everywhere else. London is years ahead of the rest of the world in having got rid of the homosexual overtones of dandyism. Most of today's English dandies are blatantly heterosexual.



Above: Rupert Lycett Green, proprietor of Blades where the best beaux are dressed, is opening a new shop in New York soon, but designs will be severely modified.


Historically, dandyism has had a homosexual tint only since its last flowering in the nineties, and you can blame Oscar Wilde for that. Most of the earlier dandies were conspicuously hetero — certainly the Regency rakes were. Brummell himself was thought to be glacially indifferent to women and sex and totally immersed in himself. The Victorian attitude toward dandies and dandyism was laid down originally by Thomas Carlyle in ''Sartor Resartus''. Before ''Sartor Resartus'', dandyism had been reasonably respectable, even admirable. However, Carlyle's Scottish puritanism so changed the emotional climate toward dandyism that Edward Bulwer Lytton  eliminated whole passages of ''Pelham'', his very successful novel about a dandy. Ever since Carlyle's outburst, dandies have been considered figures of fun, and since Wilde's day, probably homosexual.  Remnants of the Victorian disapproval are still with us. A recent article by John Morgan  in the New Statesman dripped with scorn about the new wave of dandyism which he called ''tedious to the point of tears.'' ''I find it impossible,'' he wrote, ''to make any emphatic leap into the nature of young men who will demand 20 sittings at a tailor to be sure that the length of the vent is just so, that the trouser leg moves an inch bell-wise at the bottom.'' Morgan also states in his article '' No one suffers from elegance but from the prose it produces,'' stating clearly that any writing about dandyism is a bore. This simply isn't true. Dandies and dandyism have a long and honourable literary tradition, both as authors and as subjects of novels and plays, some good, some appalling, but almost all enormously popular. ''Pelham'' by Bulwer and ''Vivian Grey'' by Benjamin Disraeli (himself a great dandy) were enormously popular; both had dandies as heroes.


Dandyism was one of the principal preoccupations of Stendhal in ''The Red and The Black'', though his own attitude toward the dandies is contradictory. Balzac, who considered himself a dandy though no one else did. wrote ''La toilette est l'expression de la societé.'' His ''Comedie Humaine'' was full of dandies. Baudelaire was not only a dandy but also a philosopher of dandyism — ''La culte de soi-meme'', as he called it. The novels of Dickens and of Thackeray (who loathed dandies) are full of dandies and the cult of dandyism. Pinero's and Shaw's plays are larded with dandies, and Wilde's plays, of course, consist of nothing else. ''Dorian Gray'' was dandyism at its most decadent and it has helped immeasurably to give dandyism a bad name. Within the last three years, the winds of disapproval have begun to abate. There are temperamental similarities and at the same time great differences between today's dandies and the bucks of the Regency. Most important, the present crop are conspicuously doers of things, like film making, hairdressing or acting. They are notoriously energetic and ambitious. The Regency dandy —especially Brummell —considered any form of activity except clothes to be beneath them. Beau, again probably in pure mockery, considered even the forming of an opinion slightly wearisome. Once, when a visitor asked which of the English lakes he thought most beautiful, he called the servant in: ''Which of the lakes do I find most beautiful?'' Brummell's wit would be admired by some of the avant-garde film-makers. He was not a man of mot or epigram. A shrug, a lifted eyebrow, sometimes nothing but the memory of a known Brummellian attitude made their own silent but devastating witticisms. When you can be witty without words, why use them?


                              IMAGE CREDITS, LINKS & FURTHER READING
All images scanned by Sweet Jane from The Observer Magazine, May 1st, 1966. All photographs by Colin Jones from The Observer, *Except for photo No.6 Rainey/Gibbs an outtake of the original which I scanned from Boutique: A '60s Cultural Phenomenon by Marnie Fogg (purely to include the extra hand-painted tie which had been edited out of the magazine version), original article by John Crosby.  View some other examples of the return to dandyism in one of my previous posts, plus further examples of Blades tailoring and more here. You'll find a collection of Patrick Lichfield's 1960s photography work on Flickr. Read the transcript of a discussion about the future of the tailoring industry from a 1971 issue of The Tailor and Cutter, which includes some very sharp comments from the outspoken Eric Joy, partner/designer at Blades here, Further reading about The Eccentric Mr. Brummell here and more via the associated links on Dandyism.Net, where you will also find Dandies and Dandies By Max Beerbohm, (1896). Discover more about Sartor Resartus (meaning 'The tailor re-tailored') the 1836 novel by Thomas Carlyle, first published as a serial in 1833–34 in Fraser's Magazine, and you can read the aforementioned Chapter X. The Dandiacal Body here as well as Chapter XI. on Tailors. Check out Pelham; 'The adventures of a gentleman' by Edward Bulwer-Lytton.  Watch The Picture of Dorian Gray, the 1945 film adaptation of Oscar Wilde's novel here for free. It has of course been adapted for film & tv many times, you'll find a review of Massimo Dallamano's 1970 version set in Swinging London over on Dreams Are What Le Cinema Is For. And finally, no matter what they say..Dandy, you're all right.


          North Dakota Development Fund Adds Board Members   
By ND Commerce
Commerce Commissioner Alan Anderson announced two new members for the North Dakota Development Fund board today, Pat Murphy with Murphy Motors in Williston and Scott Davis with the North Dakota Indian Affairs Commission. 

Murphy, a native of Minot, has been a Chevrolet, Buick, Cadillac, and GMC Truck Dealer in Williston since 1987.  Murphy was recognized nationally by winning the TIME Magazine Quality Dealer Award in 2011. He is a past President of the North Dakota Automobile Dealers Association and served on the General Motors Dealer Advisory Board for three years. Murphy also served on the Advisory Board for XM Satellite Radio and Onstar. 

Davis was appointed executive director of the North Dakota Indian Affairs Commission in April 2009 by Gov. John Hoeven. He serves at a cabinet level between North Dakota's state and tribal governments to address issues regarding education systems, court systems, economic development, social services, gaming, oil-energy, law enforcement, transportation, healthcare systems, veterans and youth. Prior to his appointment, Davis served in a number of capacities at United Tribes Technical College in Bismarck, including Development Officer, Wellness Activities Coordinator, Facilitator and Adjunct Instructor. 

“Pat and Scott bring a wealth of experience and understanding of the business community and will be a great addition to our board,” Anderson said. 

The North Dakota Development Fund was created in 1991 as an economic development tool. It provides flexible gap financing through debt and equity investments for new or expanding North Dakota primary sector businesses. Primary sector businesses create new wealth and are typically manufacturers, food processors and exported service companies. 

The North Dakota Department of Commerce works to improve the quality of life for North Dakota citizens by leading efforts to attract, retain and expand wealth. Commerce serves businesses and communities statewide through committed people and partners who offer valuable programs and dynamic services. 

For more North Dakota news and information go to www.NDCommerce.com.

read more


          Khasiat Bunga Pepaya Terbyata Banyak   


     Bunga jantan pepaya gantung juga mengandung zat-zat nongizi berupa senyawa fitokimia flavonoid. senyawa tersebut memiuliki aktivitas anti oksidan cukup kuat sehingga dapat diandalkan untuk menangkal radikal bebas penyebab penyakit.

     Sebagian masyarakat meyakini bahwa bunga pepaya berguna untuk peluru haid, pencegah malaria, memperbaiki fungsi pencernaan,mencuci darah, menyembuhkan penyakit kuning, dan penambah selera makan. Secara tradisional getah pepaya yang mengandung enzim papain juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengusir penyakit kulit seperti kutil, katimumul dan gangguan kulit lain.

    Kemampuan papain dalam memecah protein dan mematikan jaringan sel telah mengilhami dunia medis untuk memanfaatkannya sebagai pembunuh sel tumor.

          3 Pitbull T-shirt designs for America's Hero Dog, the Bully Breeds   

Beverly & Pack posted a photo:

3 Pitbull T-shirt designs for America's Hero Dog, the Bully Breeds

3 great Pit Bull dog shirt designs available on t-shirts of all kinds from tanks to long sleeved, sweats, and hoodies!

Get yours now, and start a conversation to save more pitbulls!

1) "Adopt a Love Bug" available @ www.gearbubble.com/adoptalovebug

2) "Patriotic to the Bone" available @ www.gearbubble.com/patrioticpitbull

3) "Ole Tyme Pit Bulls", a Jack Daniel's Tennessee whiskey label meme style is available @ www.gearbubble.com/1oletymepitbulls

Percentage of proceeds donated to pit bull rescue.


#patrioticpitbull #doglovers #mypartner #familyfirst #americanbully #pitbull #lovemydogmy #pitbulllove #pitbullpuppy #pitbulllover #dog #pitbullpuppies #americanpitbull #pit #pitbullsarelove #pitbulllovers #bully #pitbullsofinstagram #pitbulllife #pitbullmom #proudpitbull #bullymom #bluenose #doglover #pitbulls #pitbulladvocate #pitbullinstagram #pitbullsofficial #dogsofinstagram #pet #petsofinstagram #petstagram #diamond #pitbullflowerpower #pibble #pitmix #adoptdontshop #showusyourpits #showusyourpitties #standupforpits #bullymag #bullymagazine #bullies #doglovers #ilovemypitbull #dontbullymybreed #dogs #dogoftheday #puppy #instadog #bodybuilding #fitness #bullybreed #cuteness #pitbullme #mybuddy #igpitbulls #love #pitbulldad #pitbullparent #pitlove #ilovemydog #happydog #patrioticpitbull #staffordshire


          el museo salesiano de punta arenas   


En el Museo Salesiano Maggiorino Borgatello de Punta Arenas pueden verse los mapas, fotos y filmaciones del padre Alberto María Agostini, junto a objetos de los indios fueguinos y las colecciones de flora y fauna del coadjutor Ángel Renové. Yo hice los dibujos que aparecen arriba.

Chatwin cuenta así su visita:

Los padres salesianos de Punta Arenas tenían un museo más importante que el de Río Grande. Lo que se llevaba el galardón era una vitrina que contenía la foto de un joven sacerdote italiano de expresión intolerante, la piel curtida de una nutria marina y la descripción de cómo ambos se habían reunido:

El 9 de septiembre de 1889, tres alakalufs de los canales visitaron al padre Pistone y le ofrecieron la piel de nutria marina que ahora se conserva en el museo. Mientras el padre la examinaba, un indio blandió un machete y le asestó un golpe tremendo en la parte izquierda de la mandíbula. Los otros dos se abalanzaron inmediatamente sobre él. El padre forcejeó con estos ejemplares de "Homosilvestris", pero su herida era grave. falleció al cabo de varios días de agonía.
Los asesinos habían vivido siete meses en la misión, donde los salesianos los habían amado y cuidado como si fueran hijos adoptivos. Pero el atavismo, la ambición y los celos los impulsaron al crimen. Una vez perpetrado el hecho, huyeron. Algún tiempo después volvieron y, en contacto con Nuestra Religión se civilizaron y se convirtieron en buenos cristianos.  

En unas vitrinas de caoba se alzaban las efigies de los indios. confeccionadas con yeso pintado y de tamaño natural. El escultor les había adjudicado facciones simiescas que contrastaban con la almibarada serenidad de la Virgen de la capilla de la misión situada en la isla Dawson. Los más tristes entre todos los objetos exhibidos eran dos ejercicios escolares asentados en sendos cuadernos y las fotografías de los niños de aspecto espabilado que los habían escrito:


EL SALVADOR ESTUVO EN ESTE LUGAR Y YO NO LO SABÍA

CON EL SUDOR DE TU FRENTE TE GANARÁS EL PAN QUE COMES


De modo que los salesianos habían captado la importancia del versículo 3:19 del Génesis. La Edad de Oro termina cuando los hombres dejaban de cazar, se instalaron en viviendas fijas e iniciaban la rutina cotidiana.

Bruce Chatwin En la Patagonia, 1977. Traducida del inglés por Eduardo Goligorsky en 1987. Ediciones Península 2016.



El pequeño José le presentó al padre Pistone una hermosa piel de nutria. Era la señal del ataque. Antonio y Jacinto cogieron fuertemente al sacerdote de los brazos, mientras Francisco, con un gran cuchillo, intentó degollarlo; el misionero logró esquivar el golpe recibiendo una larga herida que le cruzó la cara hasta el mentón y cuya cicatriz conservó hasta su muerte, acaecida en Valparaíso. 20 años más tarde.
El indio Miguel, por su parte, quiso decapitar al hermano Silvestro, quien logró desviar la cabeza, recibiendo una gracísima herida en un hombro; se desplomó y se hizo el muerto. El P. Pistone, con un fuerte sacudón, logró desasirse de los dos que le sujetaban y echó a correr hacia el bosque vecino, siendo perseguido por los salvajes. Silvestro aprovechó la coyuntura para entrar a la casa y, por una ventana, disparó dos tiros de rifle "Gras", que en el contorno de la bahía sonaron como un cañonazo que asustó enormemente a los indígenas, que tenían por las armas de fuego un verdadero pánico; los salvajes huyeron despavoridos dejando de perseguir al P. Pistone. Éste, al oir los disparos, vio que Silvestro estaba herido y volvió sobre sus pasos. Se curaron el uno al otro las heridas y se dispusieron a pasar la noche vigilando alternadamente mientras esperaban, con temor, la reaparición de los indígenas. (Doce días después muere el hermano coadjutor Juan B. Silvestro).


Narración del Padre Luis Camino, luego director de la misión varios años, recogida en La misión salesiana en Isla Dawson (1889-1911) de Fernando Aliaga Rojas. Editorial Don Bosco. Santiago de Chile 2000. Página 34.

          Stone Collab MAGNUMS   
Check your email - BRC emails sent



Stone Brewing / Lost Abbey Sticks n' Stones....$52.99 / Magnum
Series 4 of 14
Before the meaning of the name is revealed for that “ah-ha” moment, we must elaborate on the significance of the collaboration. Three key Stone brewers gathered together with long-time friend and Lost Abbey brewmaster Tomme Arthur in Berlin. There they collaborated on a beer representative of our presence in Germany and the craft beer crusade we have been on and never lost sight of despite all of the words of criticism. Too aggressive, too many hops, too expensive, too impossible to break into centuries of German tradition…all of that was just words. It didn’t break us. And here we are, two decades later with a foothold in Berlin and our fingertips on the international craft beer moment. In honor of that we brewed a dark imperial lager with a German yeast strain and partially aged it with wooden chips “sticks” in stone granite barrels. Ah-ha.


Stone Brewing / Aleman / Two Brothers Champion of the Sun...$52.99 / Magnum
Series 5 of 14
Jim Moorehouse, Nate Albrecht and Brad Zeller, of Aleman, once placed first at the Iron Brew homebrewing competition in the Windy City (judged by none other than Greg Koch and Jason Ebel of Two Brothers Brewing, among others). Their style-bending IPA artfully married the assertive tropical bite of Citra hops with the amazing flavor and aromatics of coffee to create something truly unique and exceptional.

Serendipitously, we have decided to revisit this beer and pay it an imperial homage, reforming and rebrewing a more adventurous version, thusly and appropriately named, “Champion of the Sun.” The result is an innovative imperial IPA that’s well balanced and intensely flavored thanks to the felicitous blend of hops and fresh roasted coffee.




Stone Brewing / Dogfish Head / Victory Royal Imperial Saison du Buff....$52.99 / Magnum 
Series 2 of 14
Brewing comrades who metsince in the early 2000s, Sam Calagione (Dogfish Head), Bill Covaleski (Victory) and Greg Koch (Stone) have had their fair share of stories over the years. Many worth sharing over a beer. Most involving beer. Some even worth sharing on a beer label. The original story finds these three forming an ad hoc craft beer revolution coalition in 2003 called Brewers United for Freedom of Flavor (BUFF), in 2003which , that eventually leads to the first release of this hellaciously herbaceous beer back inin 2010. The breweries are still taking turns brewing it, but this Berlin-brewed version is different. While we wouldn’t abandon our standards of using locally sourced herbs, and and a dry-hop Citra additiondry-hopping the beer with Citra hops to compliment complement the those botanical flavors and aromas, this time we imperialized the recipe to make it even more worthy of an epic, fine feast. While this farmhouse style ale might sound rustic, it’s not lacking in anything, especially not refinement!



          2016 Picpoul is here!   



Fresh and lively!
New 2016 Vintage!
One of our favorites is back in stock!  More of the new 2016 vintage has arrived. 

2016 La Croix Gratiot Picpoul de Pinet....$11.99

For a grape variety that can sometimes be aggressive, this is an beautifully balanced Picpoul. The nose is perfumed with floral, and tropical fruit notes. In the mouth the wine is full of stone fruit, melon, and fruit cocktail notes. The soft fruit is tempered with an intense minerality, and citrus notes. Picpoul de Pinet has always been a textbook match for oysters, mussels, and just about any other type of shellfish you can imagine.

 About Picpoul de Pinet:   Known as the “Chablis of the South”, the wines of Picpoul de Pinet are crisp, bright and refreshing. The name Picpoul, literally translates as “Lip Stinger”, referring to the grape’s naturally bright acidity. A line of hills protects the appellation of Picpoul de Pinet from the northwestern winds, while the coastal winds from the Mediterranean temper the summer heat. The appellation includes six communes: Mèze, Montagnac, Pinet, Florensac, Pomérols, and Castelnau-de Guers. 





          Growler Board update   

We have a great selection 
for the 4th of July Holiday!


2nd Shift Brewligans IPA just added!!

          Barranquilla lá sierra   
220000000 precio antes: 220000016
Casas de 200m2, 4 habitaciones, 2 baños, ubicado en Atlántico Barranquilla. Vendo casa en buen sector del barrio la sierra cerca sao de la macarena medidas 10x20 amplia acogedora estoy dispuesto a negociar el precio llámeme para mayor información...
4 habitaciones 2 baños 200 m² 1.100.000 $/m²
Sat, 01 Jul 2017 16:40:36 +0200
          Barranquilla san jose   
350000000
Casas de 250m2, 4 habitaciones, 2 baños, ubicado en Atlántico Barranquilla. Vendo casa en san José mide 10x25 amplia acogedora bien situada garaje electrónico enrejada para su mayor seguridad estoy dispuesto a negociar llámeme TEL. . Precio:...
4 habitaciones 2 baños 250 m² 1.400.000 $/m²
Sat, 01 Jul 2017 16:40:36 +0200
          Zeki İnsanlar Neden Zeki ?   

Einstein'ın alışkanlıklarının zekası üzerinde bir etkisi var mıydı, yoksa zekasının gereği olarak mı bu alışkanlıklar ortaya çıkmıştı? 

Size bunun cevabını net bir şekilde veremesekte verebilceğimiz şey Einstein'in hayatında sahip olduğu alışkanlılar ve yaptığı seçimler.  

Bu alışkanlıklara sahipseniz zeki olmanın tadını çıkarın.

SIFIRDAN MATEMATİK EĞİTİM SETİ 12 TAKSİTLE

Dünyanın en zeki bilim insanlarının enteresan alışkanlıklarının olduklarını biliyoruz. 

Ünlü İngiliz matematikçi, gökbilimci ve fizikçi Newton, seksten uzak durmanın yararlarından söz ederken, Yunan filozof ve matematikçi Pisagor, fasulyeyi ağzına sürmezmiş. 

ABD’nin kurucularından Benjamin Franklin ise çıplak ‘hava banyosu’ yaparmış.





Acaba bunlar birer safsata mı? Bilim insanlarına göre zekanın genetikle ilgisi, sandığımızdan daha az. Son veriler zeki insanalrı ayıran özelliklerin yüzde 40’ının çevre ile ilgili olduğunu gösteriyor. 

Yani günlük alışkanlıklarımız beynimiz üzerinde büyük etkide bulunuyor ve beynimizin yapısını, düşünme biçimimizi değiştiriyor.

Tarihte yer alan zeki insanların ilginç alışkanlıkları için gösterilebilecek en yerinde örneklerden biri belki de Einstein olabilir. 

Atom altı dünyaya dair derin tespitlerde bulunan ünlü Alman fizikçinin günlük yaşam tarzından zeka geliştirmeye yönelik bazı ip uçları devşirebilir miyiz?


Uzun süreli uyku mu, kesik kesik uyumak mı daha yararlı?
Uykunun insan sağlığı üzerindeki olumlu etkilerini biliyoruz. Özellikle de beyin üzerindeki etkileri küçümsenemez. 

Bu nedenle olsa gerek Einstein’ da uyku konusunda oldukça hassas davranırdı. Günde ortalama 10 saat uyuduğunu biliyoruz. 

Bir çok insan ortalama 7 saat uyuduğuna göre, demek ki Einstein herkesin bir buçuk katı kadar daha fazla uyku uyuyormuş.

Söylentilere göre tarihin en önemli teorilerinden biri olan periyodik cetvel, DNA’nın yapısı ve Einstein’in izafiye teorisi, uyku esnasında ortaya çıkmış. Doğru olabilir mi?



Uyku esnasında beynimiz ortalama 90-120 dakikada bir hafif uyku ile rüya gördüğümüz derin uyku arasında gel git halinde olur. Hızlı göz hareketleri olarak bilinen uyku aşamasının öğrenme ve hafıza açısından oldukça önemli olduğuna inanılıyordu.

Nörologların tespitine göre uykunun yüzde 60’ı, hafif uykudan oluşuyor. Yani beyin, uyku esnasında hızlı bir aktivite içerisinde bulunur. 

Ve ne kadar çok uyursanız, bu aktivite de o oranda tekrar eder.

Beyinde anlık enerji üretimine neden olan bu eylem sayısı ne kadar fazla olursa, insanın akışkan zeka adı verilen farklı sorunları çözme, alışılmışın dışındaki durumlarda mantığını kullanma ve örüntüleri görme yeteneğine daha fazla sahip olması sağlanır. 

Bu durum hafızadan farklı olarak, daha çok mantık becerisiyle ilgili bir durumdur. 

Einstein’in ‘bakıp bulabileceğiniz hiçbir şeyi ezberlemeyin’ yönündeki bildirimi, bu durumla ilgili olabilir.

Tabii her ne kadar çok uyku esnasında çok sayıda enerji infilakı oluşsa da, çok uykunun yararlı olduğu söylenemez. 

Son dönemlerde yapılan bir araştırmaya göre kadınlar için gece uykusu, erkekler içinse gündüz vakitlerinde kısa süreli uykunun mantığı kullanma ve sorunlara çözüm getirme yeteneğini geliştirdiği gözlemlendi.

Einstein’ın gün içerisinde düzenli olarak kısa süreli uyukladığı biliniyor. 

Hatta rivayet odur ki bu uykular esnasında fazlaca uyumamak için elinde bir kaşık tutar ve altına da tepsi koyarmış. 

Uykuya daldığında kaşık tepsinin üzerine düşünce çıkardığı sesten uyanır ve böylece fazla uykuya engel olurmuş.

Her gün düzenli olarak yürüyüş yapmak
Einstein her gün yürüyüş yaparmış. 

Çalıştığı Üniversiteye yürüyerek gidip gelir, bu şekilde ortalama beş km yürümüş olurmuş. Aynı şeyi Darwin’in de yaptığı biliniyor. O da ortalama olarak 45 dakika yürürmüş.

Yürümenin beden sağlığı ötesinde beyin sağlığına ve hafızaya da olumlu etkileri var. Dışarıda yürümek, yenilikçi düşünce yapısını geliştiriyor.


Zekiler ne yer ?
İnsan beyni vücut ağırlığının yalnızca yüzde 2 kadarını oluşturuyor. Fakat tükettiği enerji ise yüzde 20 civarındadır. Ortalama bir beyin 1.400 gram iken Einstein’ın beyni yaklaşık 1.230 gramdı. 

Ne yeyip içtiği konusunda net bir bilgi bulunmamakla birlikte, spagettiyi sevdiğine dair rivayetler mevcut.

Beyin yapı itibariyle enerji depolayamaz. Bu sebeple kanda glikoz seviyesinde düşüş yaşandığında enerji sorunu ortaya çıkar. 

Vücudumuz, özellikle aç iken kafa karışıklığına neden olan kortizol tarzında stres hormonları salgılar.

Şekerin beyne ciddi anlamda katkı sağladığını biliyoruz ama, gereğinden fazla alınan karbonhidrat, düşünme yetisine olumsuz yönde etki eder. 

Bu nedenle 25 gramın üzerine çıkmamaya özen göstermeliyiz.


Piponun hikmeti
Sigara içmek zararlı bir alışkanlık olmakla birlikte, Einstein’ın sıklıkla pipo içtiğini biliyoruz zira kendisi sakinleşmek ve objektif düşünmek için piponun birebir olduğuna inanıyordu.

Halbuki sigara içmek beyin hücrelerinin yenilenmesini engellediği gibi, üst bölümde bulunan kıvrımları oluşturan, aynı zamanda bilinçle ilgili olan serebral korteksin incelmesine, beynin oksijensiz kalmasına sebep olur. 

Anlaşılan o ki Einstein pipo sayesinde değil, bilakis pipoya rağmen o denli zeki olabilmiş.

Fakat şu var ki yapılan bir başka araştırma, zeki insanların sigaraya daha yatkın oldukları söyleniyor. Bunun nedeni bilinmiyor olmakla birlikte, bu sonuç her ülke için geçerli bir sonuç değil. 

Zira İngiltere’de sigara içenlerin IQ seviyelerinin daha düşük olduğu belirtiliyor.


Çorap giymemek
Einstein’ın enteresan alışkanlıklarından biri de, çorap giymemesiydi. 

Eşine yazdığı bir mektupta şöyle diyordu Einstein: “Çocukken ayak başparmağımın çoraplarımı deldiğini fark ettiğimde çorap giymekten vazgeçmiştim”. Hatta kendi sandaletlerini bulamadığında, eşinin arkası açık ayakkabılarını giydiği de söylenir.

Giyim tarzının Einstein’ın zekası üzerindeki etkileri bilinmiyor olmakla beraber, rahat giyim tarzında sınava girenlerin resmi bir tarzı benimseyenlere oranla soyut düşünce alanındaki testlerde daha az başarılı olduğuna dair bazı çalışmalar var.

Eintein’la başladık, Einstein’ın bir sözüyle bitirelim: “Önemli olan sorgulamaktan vazgeçmemektir. Merak, var olmanın birinci şartıdır.”


          Barranquilla lá sierra   
220000000 precio antes: 220000016
Casas de 200m2, 4 habitaciones, 2 baños, ubicado en Atlántico Barranquilla. Vendo casa en buen sector del barrio la sierra cerca sao de la macarena medidas 10x20 amplia acogedora estoy dispuesto a negociar el precio llámeme para mayor información...
4 habitaciones 2 baños 200 m² 1.100.000 $/m²
Sat, 01 Jul 2017 10:40:36 -0400
          Barranquilla san jose   
350000000
Casas de 250m2, 4 habitaciones, 2 baños, ubicado en Atlántico Barranquilla. Vendo casa en san José mide 10x25 amplia acogedora bien situada garaje electrónico enrejada para su mayor seguridad estoy dispuesto a negociar llámeme TEL. . Precio:...
4 habitaciones 2 baños 250 m² 1.400.000 $/m²
Sat, 01 Jul 2017 10:40:36 -0400
          Dünyanın En Tehlikeli 9 Plajı   


Dünyanın En Tehlikeli 9 Plajı.. Bu videoda gitmekten ziyade yanından bile geçilmemesi gereken 9 plajı izleyeceğiz. Keyifli seyirler...

Added by: rap
Tags: dünyanın en tehlikeli 9 plajı
Date: 2017-06-30




              
#fanpage #goals #beautiful #be #me #memes #makeuptutorial #makeup #kyliejenner #ken #kendalljenner #kyga #kim #kimkardashian #kourtneykardashian #khole #jenner #kardashian #karma #squad #selfie #selenagomez #love #latina #obama #donaldtrump #malutrevejo
          CONCOURS ROBES   

Avec un peu de retard, je vous montre enfin les photos des merveilles qu'ont confectionné les participantes au concours. Elles ne sont que 12 mais vu toutes les jolies robes que j'ai reçues, je ne pouvais que valider le concours.
Pour voter il vous suffit de laisser un commentaire sous ce post et uniquement sous ce post, en me donnant les noms de vos 2 robes préférées (enfin de leurs couturières) Chaque personne peut voter 1 fois et attention aux petites malignes qui essaient de gruger, je les repère toujours. Nous votons ce soir, demain et mercredi jusqu'à 20h et je vous donne les résultats mercredi 1° juin dans la soirée. N'oubliez pas que la celle qui aura le plus de voix gagnera un bon d'achat de 30€ sur la boutique Madmoiselle Nuno et des ptits cadeaux surprise.

Bon vote et bonne chance aux participantes. Je suis bien contente de ne pas avoir à les départager :)

N°1 ALEXENVRAC

64181710_p

64181733_p

64181745_p

http://alexenvrac.canalblog.com
http://swapsenvrac.canalblog.com

 

N°2 ERHA

100_3953
CLIC

 

N°3 NATHALIE

Dfi 13 mai, a3

Dfi 13 mai, b2

 

N°4 ZI-FRAPPADINGUE

mariage

 

N°5 PASCALE

P1030367

P1030381

P1030387

 

N°6 ELISE

Robe bustier
CLIC

 

N°7 SYLVIE

la p'tite robe p'tites fleurs

 

N°8 SARAH

SN206573

SN206574

 

N°9 ANNE

collage Robe flowers 2

Photo 163
CLIC

 

N°10 MARIANNE

64647739_p

64647763_p
CLIC


N°11 VANESSA

Robe
CLIC

 

N°12 LUNEFANTASY

Sans titre
CLIC


 





          Biodata Lengkap Pemain Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV   
Biodata Lengkap Pemain Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV, Kembali SCTV akan segera menghadirkan sinetron terbaru berjudul Dua Wanita Cantik. Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV ini akan dibintangi oleh Nikita Willy pemeran Meta, Kevin Julio pemeran Axel, Ochi Rosdiana pemeran Rania, Cemal Faruk pemeran Doni dan masih banyak lagi yang lainnya.

Biodata Lengkap Pemain Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV


Sinetron Dua Wanita Cantik ini merupakan sinetron yang disutradarai oleh Umam AP yang digarap oleh rumah produksi Sinemart dan akan tayang di SCTV dalam waktu dekat ini.

Bertabur aktor dan aktris papan atas Indonesia, kehadiran sinetron Dua Wanita Cantik ini nantinya tentu akan menyuguhkan tontonan yang menarik khusus untuk para pemirsa setia SCTV dirumah, karena sinetron Dua Wanita Cantik ini kental akan kisah yang menarik seputar kehidupan kaum remaja.

Nama Nikita Willy dan Kevin Julio akan diklop sebagai aktor dan atris pemeran utamanya. Sebelumnya, Nikita Willy sukses berperan sebagai Juleha dalam sinetron Julaiha Princess Betawi yang tayang di SCTV pada tahun 2016 lalu.

Sementara untuk kevin Julio sendiri, sinetron Dua Wanita Cantik ini akan menjadi kembalinya dalam jagad hiburan sinetron. Setelah sukses berperan dalam sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS ) yang tayang di SCTV pada tahun 2014 lalu, nama Kevin Julio lama tidak muncul dilayar kaca televisi khusunya dalam dunia sinetron.

So....yang ngga sabaran akan duet akting Nikita Willy dan Kevin Julio ? kita tunggu aksinya dalam sinetron Dua Wanita Cantik yang akan tayang segera di SCTV.

Sesuai dengan tema diatas tentang Biodata Lengkap Pemain Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV, berikut informasi lengkapnya.

Biodata Lengkap Pemain Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV 

Biodata Nikita Willy pemeran Meta 

Nikita Willy Pemeran Meta Di Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV


Nama Lahir : Nikita Purnama Willy
Nama Populer : Nikita Willy
Tempat Lahir : Jakarta, Indonesia
Tanggal Lahir : 29 Juni 1994
Zodiak : Cancer
Tahun Aktif : 2000 sampai sekarang
Pekerjaan : Aktris, Penyanyi, Presenter, Model
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Akun Instagram : www.instagram.com/nikitawillyofficial94/
Akun Twitter : @nikitawilly_24

Biodata Kevin Julio pemeran Axel

Kevin Julio Pemeran Axel Di Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV


Nama Lahir : Kevin Julio Chandra
Nama Populer : Kevin Julio
Tempat Lahir : Jakarta, Indonesia
Tanggal Lahir : 28 Juli 1993
Zodiak : Leo
Tahun Aktif : 2006 sampai sekarang
Pekerjaan : Aktor, MC, DJ
Kebangsaan : Indonesia
Tinggi Badan : 180 cm
Nama Ayah : Asep Chandra Himawan (alm)
Nama Ibu : Nancy Wijaya
Akun Instagram : www.instagram.com/kevinjulio1993/
Akun Twitter : @kvinjulio

Biodata Ochi Rosdiana pemeran Rania 

Ochi Rosdiana Pemeran Rania Di Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV


Nama Lahir : Neneng Rosdiana
Nama Populer : Ochi Rosdiana
Tempat Lahir : Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tanggal Lahir : 24 Januari 1999
Zodiak : Aquarius
Tahun Aktif : 2008 sampai sekarang
Pekerjaan : Aktris, Penyanyi
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Tinggi Badan : 169 cm
Akun Instagram : www.instagram.com/ochi24/
Akun Twitter : @Ochi_24

Biodata Cemal Faruk pemeran Doni 

Cemal Faruk Pemeran Doni Di Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV


Nama Lahir : Cemal Faruk Urhan
Nama Populer : Cemal Faruk
Tempat Lahir : Istanbul, Turki
Tanggal Lahir : 12 Desember 1997
Zodiak : Sagitarius
Tahun Aktif : 2011 sampai sekarang
Pekerjaan : Aktor
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Akun Instagram : www.instagram.com/cemalurhan/
Akun Twitter : @cemalurhan

Catatan Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV

Judul : Dua Wanita Cantik
Format : Sinetron
Sutradara : Umam AP
Diproduksi oleh : Sinemart
Tanggal Rilis Perdana : Segera di SCTV
Nama Pemain : Nikita Willy sebagai Meta
                         Kevin Julio sebagai Axel
                         Ochi Rosdiana sebagai Rania
                         Cemal Faruk sebagai Doni

Lengkap sudah informasi yang dapat saya sampaikan tentang “ Biodata Lengkap Pemain Sinetron Dua Wanita Cantik SCTV “. Semoga dapat memeberikan informasi yang bermanfaat untuk para sahabat dimana pun anda berada. Kurang lebihnya saya minta maasf dan terima kasih.

          20 Haushaltshandschuhe ink. Versand   
Habe bei Ebay Haushaltshandschuhe gefunden die bei einer Abnahmemenge von 20 Stück je 0,497 € inkl. Versand kosten.

5,99 € + 3,95 € Versand = 9,98 €
9,98 / 20 Stück = 0,497 € Stück.

Ihr müsst bei der Auswahl Comfortline und 20 Stück auswälnen damit Ihr auf diesen Preis kommt!

Ich vermute mal das es sich um einen Preisfehler handelt, da bei Abnahme von 10 Stück der Preis pro Stück bei 1,045 € liegt.

Haushaltshandschuhe kosten im Drogeriemarkt um die 1,00 - 1,50 € um einen Vergleich aufstellen zu können.

Hier noch die Preise von Amazon für Haushaltshandschuhe: https://www.amazon.de/s/ref=sr_nr_n_1?fst=as:off&rh=n:64740031,k:haushaltshandschuhe&keywords=haushaltshandschuhe&ie=UTF8&qid=1498944209&rnid=1703609031

Bei amazon liegen

Es handelt sich meiner Meinung nach um ganz normale Haushaltshandschuhe die man beim putzen wischen etc. einsetzt die jeder braucht.

Hier die Beschreibung aus dem Angebot:

Comfort Line Haushalts-Handschuhe sind aus hautsympathischem Naturlatex




gefertigt und bieten hohen Tragekomfort.




Griff- und abrutschsicher durch die strukturierte Oberfläche sind die




Handschuhe für Reinigungsarbeiten im privaten Haushalt geeignet.

  • Material: Latex, gelb
  • Länge: ca. 30 cm
  • Rollrand
  • Latex-Haushaltshandschuh
  • paarweise im Polybeutel

          Re: Fun Friday: Where Do You Get Your News?   

Twitter lists, followed by Techmeme, Mediagazer, Hacker News -- some of which I consume through Flipboard and News.me when mobile


          La ‘evolución’ cubana   
La 'evolución' cubana
OLGA CONNOR

El turismo norteamericano en Cuba es de gran importancia para la
economía de la isla. Después del restablecimiento de las relaciones con
Cuba en diciembre del 2014, este fue el aspecto más publicitado por la
variedad y naturaleza de las personalidades internacionales que
visitaron la isla, incluyendo el propio presidente Barack Obama.

Toda esa propaganda entusiasmó a los norteamericanos, y dio como
resultado que se iniciaran múltiples vuelos aéreos de diferentes
aerolíneas y cruceros a varios puertos. Se decía que "había que ir antes
de que cambiara el país". Pero el gobierno dirigido por el Partido
Comunista no ha cambiado.

Aún así, para los cubanos de la isla el país sí ha cambiado, y mucho.
Ellos lo llaman "evolución". Percibí en mi reciente viaje a La Habana
que era como un hervor por las nuevas medidas, que permiten compraventas
de propiedades y aperturas de nuevos paladares o restaurantes. A su vez,
afecta a todo lo que se relaciona con el turismo: taxis, shows, souvenirs.

En una visita al estudio del artista René Francisco en Miramar vi un
emblema de esta "evolución": una escultura en material transparente con
un letrero grande en mayúsculas que decía: rEVOLUCIÓN, con la letra R
rota o aplastada.

Noté que muchos en la ciudad estaban preocupados acerca de las
decisiones que tomaría Donald Trump. Finalmente, el 16 de junio proclamó
en Miami que rechazaba y revertía la apertura de Obama. Esto ha
entusiasmado al pueblo cubano exiliado, porque el presidente de Estados
Unidos manifestó enfáticamente que deplora la dictadura militar de Cuba.

En las relaciones de negocios con Cuba las nuevas medidas no harán mucho
más que afectar al turismo, y las libertades de los viajeros
estadounidenses, prohibiendo que usen los hoteles aliados al gobierno de
la isla. Que en cierto sentido son todos.

Además de los cruceros, tienen acceso a las propiedades particulares,
reguladas por los Airbnb, o por anuncios en la internet. Negocios
basados en muchos casos en viviendas usurpadas desde el principio por el
gobierno revolucionario. La mayoría de familias en las ciudades no tenía
casa propia en los años 50. Algunos de esos antiguos propietarios o sus
hijos y nietos viven aún en Cuba, no todos están exiliados. Y lo mismo
allá que acá, muchos han guardado los títulos legales.

Por eso es irónico que se hable de las fuentes del nuevo sector
empresarial privado e independiente del gobierno, como proclamó el
senador Marco Rubio. Porque muchos propietarios de hoy recibieron esas
viviendas por la Reforma Urbana del 14 de octubre de 1960. Otra reforma
posterior ratificó esos derechos revolucionarios, la del nuevo Código
Civil de Cuba, Ley Nº 59, del 16 de julio de 1987. Y más reciente la Ley
288, de 2011, permite las compraventas, lo que describe ampliamente el
cubanólogo Carmelo Mesa Lago, en el capítulo cinco del libro del que fue
coordinador, Voces de cambio en el sector no estatal cubano (Editorial
Iberoamericana, 2016).

La oficina legal de mi esposo en los años 50 administraba 300 unidades
de varios propietarios en grandes y pequeños edificios, algunos eran de
familiares. Nos fuimos en junio de 1960, pero quedó un secretario a
cargo, que notificó a los dueños que entregaran las propiedades al
Estado, al cual le siguieron pagando mensualmente los inquilinos. Los
forzaron a ser usurpadores, aunque no quisieran, como lo hacen todas las
mafias. La indemnización a los propietarios originales fue una suma que
podría llegar hasta $600 al mes como máximo (Artículo 22 de la Ley de
Reforma Urbana), no importaba cuán grande fuera su fortuna. Pero no les
dieron nada a los que se exiliaron, aunque muchos lo pudieron declarar
como pérdidas al IRS en Estados Unidos.

Por esa razón el problema de la legitimidad de la propiedad en Cuba
sigue subyacente. Cuando fui a ver una casa para alquilar, el que la
rentaba me dijo: "yo nací aquí". Una amiga española que estaba comprando
un piso se preocupó de que el título pudiera ser de origen dudoso, y
tuvo la misma respuesta del vendedor, "yo nací aquí".

En otros países que pertenecieron al bloque soviético se han devuelto
las casas, al terminar esos gobiernos, cosa que exploré cuando fui a
Sofía, Bulgaria, y a Bucarest, Rumania. También en la parte de Alemania
que fue gobernada por los comunistas. En Rostock, en la antigua
República Democrática Alemana, hay todavía casas en litigio por la
reclamación de viviendas.

Además, en Miami se ha discutido la recuperación de bienes, muebles e
inmuebles, en algunas ocasiones, sobre todo el arte.

Creo firmemente que la supervivencia económica de los cubanos de la isla
requiere que tengan negocios propios, aunque sea con sus actuales
viviendas. Esto será aun mejor que recibir dinero en remesas, ya que
contribuye a la independencia personal por lo ganado con el esfuerzo propio.

Aunque, a pesar de las ventajas de esta "evolución", hay que constatar
que los negocios particulares en Cuba tienen bases tan ilegítimas como
las cadenas hoteleras. Ya que nada ni nadie en Cuba está libre de la
urdimbre del tejido totalitario que ha manejado toda su historia en
estos 58 años.

olconnor@bellsouth.net

Source: La 'evolución' cubana | El Nuevo Herald -
http://www.elnuevoherald.com/opinion-es/opin-col-blogs/opinion-sobre-cuba/article159032204.html
          Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia   






Sejak tiba di Base Operations (Base Ops) Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sosok pesawat Kepresidenan RI jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) membuat takjub para tamu undangan acara serah terima yang langsung dihadiri dari pihak Boeing. Sebab sejak 69 tahun merdeka, ini merupakan kali pertama Indonesia punya pesawat kepresidenan RI. 

Pesawat BBJ2 dirancang untuk memuat 4 VVIP class meeting room, 2 VVIP class state room, 12 executive area, dan 44 staff area. Interior pesawat dirancang untuk dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Jumlah itu disebut cukup untuk sebuah rombongan presiden. 

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, pesawat kepresidenan ini memang dirancang untuk dapat memenuhi persyaratan demi menunjang pelaksanaan tugas kenegaraan presiden RI. 

Dalam foto yang terpampang, pesawat Kepresidenan didominasi warna biru langit dan putih. Warna biru berada di bagian atas tubuh pesawat dan warna putih di bagian bawah pesawat. 

Kedua warna tersebut dibatasi garis merah dan putih yang melengkung dari bagian tengah belakang pesawat ke bagian bawah hidung pesawat.

Di tubuh pesawat terdapat tulisan REPUBLIK INDONESIA dan di bagian ekor pesawat terpampang gambar bendera Merah Putih.

Pesawat Kepresidenan jenis BBJ II berbasis Boeing B-737-800 itu berukuran panjang 39,5 meter, rentang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter, dan diameter 3,73 meter. Sementara itu, interiornya, panjang 29,97 meter, tinggi 2,16 meter, dan lebar 3,53 meter.

Selain itu, 737-800 BBJ II juga memiliki kemampuan jarak tempuh maksimal 10.334 kilo meter (km), kapasitas penumpang 50 orang, jarak tempuhnya terjauhnya turun jadi 8.630 km, kecepatan 871 kilometer per jam, dan kapasitas bahan bakar 39.539 liter. 

Dia melanjutkan, serah terima pesawat yang dilaksanakan hari ini merupakan peristiwa penting untuk Indonesia. Sudi menyerahkan pesawat kepresidenan itu kepada pihak TNI Angkatan Udara dan Garuda Indonesia untuk bersama-sama merawat dan memelihara pesawat tersebut.

          Y eso hace la película bastante entretenida   


          Un drama para iniciar sesión...   


          Ya no puedes confiar en nadie   


          Para la próxima, pon el pestillo   


          El drama de cada verano   


          Tiene que tomar el transporte público   


          Siempre estoy en los peores equipos...   


          Los años los trataron mal   


          Tenemos uno así, y da mucho miedo   


          Si en mi escuela me mandaran hacer cómics y memes y no trabajos normales   


          Una desgracia cómo acabó todo   


          This AI inspirational quote meme generator is a little messed up (34 Photos)   

          Broncos Vs Raiders - Game 2   
After dispatching the Buccaneers and their motley crew the Broncos ship pulls into waters controlled by the cowardly sea dogs, the Oakland Raiders. Captain ‘Forehead’ Manning doesn’t take to kindly to the silver & black and will be looking to sink his second ship, the Black Hole, in the span of a week.

Though Captain Manning may be without his trusted Quartermaster Brandon ‘Old as Shit’ Stokley, who is resting below deck with a bum hip. Captain Manning could also be missing his Master Gunner ‘Uncle’ Woodyard who injured his ankle in the Buccaneers encounter. But Captain Manning has full faith in his young crew to send the Raiders to see Davy Jones.

The Raiders ship lead by Carson ‘the Red Water Pistol’ Palmer is of the opposite mindset. His crew has been battered and abused by the rest of the league and he isn’t holding out hope for this contest. Since the Broncos took control of the AFC West the Raiders will be battling for their proud. The Red Water Pistol will be helped by the return of Darren ‘Upper Body’ McFadden and new deckhand Mike Goodson.

For both crews this is a rivalry between two opponents that detest each other. The contest will be intense and hard fought on both sides of the ball.

Other News
More information coming out about the tragic events surrounding LB Belcher.

Terrell Suggs possibly has a torn bicep.

Rex Ryan is likely to name his QB soon. It looks like it won't be Tebow.

Following up from a story last week, the worker that egged the Saints bus has reportedly quit.

CB Griffin was suspended for PEDs.

Standford Routt signs with the Texans.

WR Edwards says to blame the idiots in charge of the Jets not the players. After making these comments Edwards was released by the Hawks.

Photos from Tuesdays practice.

Some AFC West notes including Raiders signed FB/RB Jamize Olawale and DT Richard Seymour (knee/hamstring) remains out of practice.

Broncos 2013 schedule is clearing up.

LB Urlacher could be out the rest of the regular season.

OT Jake Long was placed on IR.

Fun with Pictures



Why to Watch
The Broncos beat the Raiders 37-6 last time they played. Why would you not want to see that again?

Inside Story
Everywhere you look people are talking about the Broncos Vs Ravens game next week. As both teams are in the hunt for the number two seed in the conference. Hopefully the Broncos aren’t doing the same in overlooking the Raiders on the short week and thinking about the Ravens. The Broncos have a job to do on Thursday.

Sadly Raiders HC Allen lost his father who passed away earlier this week. He hasn’t been at training and what role he plays on Thursday is unknown. But our thoughts and prays go out to Allen and his family.

Match Ups
Look across the park. There are favorable match ups for the Broncos at most positions.

The one player to watch out for is Darren McFadden. McFadden has killed us on the ground in the past. Our front seven has been up to the task so far but with Woodyard likely out they will need to double their effort.

I would also like to note here that for the previous few weeks I have been mentioning Decker, in the hope he would hook up my fantasy team. In that time he has done absolutely nothing, so a big screw you Decker hahaha.

Injury Report
Robert Ayers (DE), Non-Injury, FULL
Wesley Woodyard (LB), Ankle, DNP
Matthew Willis (WR), Knee, LIMITED
Brandon Stokley (WR), Hip, LIMITED
Manny Ramirez (OL), Back, FULL
Virgil Green (TE), Hamstring, FULL
Chris Kuper (G), Ankle, FULL

OAKLAND RAIDERS
Phillip Adams (CB), Concussion, DNP
Tyvon Branch (S), Neck, FULL
Jack Crawford (DE), Toe, LIMITED
Matt Giordano (S), Concussion, LIMITED
Mike Goodson (RB), Ankle, LIMITED
Taiwan Jones (RB), Ankle, LIMITED
Darren McFadden (RB), Ankle, LIMITED
Mike Mitchell (S), Concussion, LIMITED
Carson Palmer (QB), Right Thumb, FULL
Marcel Reece (FB), Hamstring/Quad, LIMITED
Richard Seymour (DT), Knee/Hamstring, DNP
Khalif Barnes (T), Triceps, LIMITED
Juron Criner (WR), Shoulder, LIMITED
Brandon Myers (TE), Shoulder, LIMITED

Prediction
The game should be a blow out. But the Raiders are always tougher in Oakland. I am feeling something like 34-9, Broncos.

Ladies
I few quick pictures from the Oakland cheerleaders. The first is the cover for their new calendar.



Funny Vid of the Week
This is from 2011. There are a few of Broncos in there which are funny.

That is it from me. Go Broncos and beat the F***ing Raiders! ~ Aussie.
          Broncos Memes   
Though you have all probably seen them, here is a few of the funnier Broncos memes floating around at the moment. Enjoy ~ Aussie.






          Fuziah Salleh: Moratorium Bauksit Hanya "Halalkan" Perlombongan Haram   

PETALING JAYA: Ahli Parlimen Kuantan Fuziah Salleh mendakwa moratorium ke atas perlombongan bauksit di sana hanya “menghalalkan” perlombongan haram berterusan. Beliau berkata, kenyataan Menteri Sumber Asli dan Alam Sekitar Datuk Seri Wan Junaidi baru-baru ini berhubung jumlah stok bauksit yang meningkat membuktikan perkara itu. 

Dalam kenyataan mengumumkan lanjutan moratorium sehingga 31 Disember ini semalam, Junaidi berkata jumlah stok bauksit di Pelabuhan Kuantan untuk dieksport sehingga 8 Jun lalu ialah 5.8 juta tan metrik, meningkat berbanding November 2105 iaitu pada 5.4 juta tan metrik. 

“Berlaku peningkatan stok walaupun moratorium diumumkan, bermaksud ada kegiatan mengorek bauksit secara haram. “Penyambungan moratorium atas alasan membersihkan stok memudahkan lagi kegiatan ini dan membiarkannya berleluasa. Saya khuatir kualiti air sungai dan udara akan kembali tercemar,” kata Fuziah dalam kenyataan.

Justeru beliau menggesa permit mengeksport bauksit turut dibekukan sehingga pihak yang terlibat dalam kegiatan perlombongan haram dapat dikenalpasti dan kegiatan itu dibendung. 

“Kemudian barulah dibersihkan stok bauksit…Jika permit eksport tidak dibekukan, masalah ini akan berterusan. “Malah ia seakan-akan merelakan kegiatan perlombongan haram berterusan di Kuantan,” katanya yang lantang mengkritik kegiatan itu sebelum ini. 

Memetik Bernama 26 Jun lalu, Menteri Besar Pahang Datuk Seri Adnan Yaakob tidak menyangkal kemungkinan berlakunya perlombongan haram dan pihak berkuasa akan memeriksanya. 

Moratorium terhadap perlombongan bauksit di Kuantan bermula 15 Januari 2016 berikutan pencemaran teruk akibat kegiatan perlombongan dan pengangkutan bauksit. #sumber

          Kit Siang Sokong Husam Musa Jadi "MB Kelantan" Selepas PRU Ke-14 !   
PETALING JAYA: Lim Kit Siang mencadangkan Datuk Husam Musa sebagai Menteri Besar Kelantan, jika Pakatan Harapan berjaya menawan negeri itu pada pilihan raya umum ke-14 (PRU14).
Ini dipercayai adalah kali pertama Penasihat DAP itu memberi sokongan terbuka kepada Naib Presiden Amanah terbabit.
Lim percaya adun Salor itu boleh menjadi teladan baik untuk rakyat Kelantan dan seluruh negara.
Husam yang dianggap pilihan bekas menteri besar Kelantan, Datuk Nik Aziz Nik Mat, adalah naib presiden PAS ketika parti Islam itu memecatnya atas dakwaan melanggar disiplin dan tatatertib parti pada Mei 2016.
Ketika itu, Husam lantang mengkritik kepimpinan PAS di bawah Datuk Seri Abdul Hadi Awang, khasnya di Kelantan.
Lim berkata demikian pada sebuah majlis sambutan Aidilfitri anjuran DAP cawangan Suara Muda, Kebun Sultan dan Gajah Mati di Kota Bharu, semalam. Beliau memuat naik teks ucapannya di blognya.
Katanya: “Seperti saya katakan dalam program ke-4 ketika majlis rumah terbuka Aidilfitri Amanah peringkat kebangsaan di Dewan Perniagaan Cina Kelantan di Kota Bharu pagi ini, angin perubahan politik bertiup kencang di negara ini, termasuk Kelantan.”
Beliau berharap sambutan Aidilfitri tahun depan bukan saja ada kerajaan pusat dan perdana menteri baru, malah akan ada kerajaan negeri serta menteri besar Kelantan yang baru.
“Saya berharap Datuk Husam Musa akan menjadi menteri besar Kelantan yang baru pada (sambutan) Hari Raya Aidilfitri tahun depan dan saya akan kembali ke Kota Bharu tahun depan untuk menghadiri rumah terbuka Aidilfitri kerajaan Kelantan Pakatan Harapan.”
Bercakap mengenai rakyat Malaysia amat memerlukan pemimpin teladan, Lim berkata: “Walaupun bekas menteri besar Kelantan, Datuk Nik Aziz Nik Mat ialah mursyidul am PAS, beliau juga merupakan teladan kepada rakyat Malaysia yang bukannya ahli PAS.
“Jika Husam dipilih sebagai menteri besar Kelantan selepas PRU14, beliau akan menjadi teladan baru bukan hanya untuk rakyat Kelantan, tetapi rakyat Malaysia di negeri lain juga.”
Katanya, beliau tidak dapat membayangkan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak yang namanya tercemar disebabkan skandal 1MDB, boleh menjadi teladan sesuai untuk 30 juta rakyat Malaysia.
“Saya tidak faham bagaimana Najib boleh menjadi teladan kepada Presiden PAS, Datuk Seri Hadi Awang, sehinggakan beliau boleh mengeluarkan surat terbuka kepada parti politik pada malam Raya dan meminta semua pemimpin politik di negara ini berhenti mendesak perdana menteri bertanggungjawab terhadap 3 orang yang dikaitkan dengan 1MDB, saman kleptokrasi Jabatan Kehakiman Amerika Syarikat dan skandal kleptokrasi global.”
Pada 24 Jun lalu, Hadi dilaporkan menggesa semua pihak menolak campur tangan pihak luar dalam masalah dalaman negara dengan memberi contoh kejatuhan kerajaan Melayu Islam Melaka disebabkan pihak tertentu mempelawa campur tangan penjajah.
Sehubungan itu, beliau mengingatkan semua parti politik tidak mengulangi sejarah dengan menjemput pihak asing menyelesaikan masalah negara seperti kes Bumiputera Malaysia Finance (BMF), Perwaja Steel, Tabung Haji dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP).
“Adapun pihak lain atau kuasa asing selama-lamanya mencari peluang dan menjaga kepentingan mereka walaupun mengorbankan kita. Cukuplah kita dijajah sehingga beberapa abad dengan kesannya masih belum sembuh.” #sumber


          Kit Siang: Daripada Sasar 5 Negeri, Baik Tumpu "Pertahan" Kelantan !   

PETALING JAYA: Lim Kit Siang berkata, pengalaman PAS kehilangan Terengganu pada 2004 di bawah kepimpinan Datuk Seri Abdul Hadi Awang mungkin berulang di Kelantan pada pilihan raya umum akan datang. 

Bercakap pada “Jelajah Desa bersama Lim Kit Siang di Pantai Timur”, penasihat DAP itu berkata, Hadi yang dilantik sebagai menteri besar Terengganu dari 1999 sehingga 2004, perlu bersedia menghadapi kemungkinan itu, bukannya menyasarkan untuk menawan negeri lain. 

“Hadi menyekat mana-mana usaha (untuk bekerjasama dengan Pakatan Harapan) bagi mendedahkan skandal pengubahan wang 1MDB antarabangsa kerana beliau tidak nampak sebarang kesalahan atau perbuatan memalukan mengenai skandal 1MDB. 

“Adakah kepimpinan Hadi akan menyebabkan PAS kehilangan Kelantan, dalam cara sama yang tidak memalukan Hadi kehilangan Terengganu pada pilihan raya umum 2004,” kata ahli Parlimen Gelang Patah itu dalam sebuah sesi dialog di Kemaman, malam tadi. 

Lim menyifatkan sasaran Hadi untuk PAS menawan 5 negeri pada pilihan raya umum ke-14 (PRU14) “sukar dicapai”. “Di bawah kepimpinan Hadi, PAS tidak akan dapat memenangi 5 negeri iaitu Kelantan, Terengganu, Pahang, Kedah dan Selangor pada PRU14. Sebaliknya, ia akan menjadi perjuangan dalam kehidupan politiknya sama ada ia dapat mengekalkan kuasa di Kelantan yang ditawannya sejak 1990.”

Katanya, PAS memenangi Kelantan disebabkan kepimpinan Datuk Nik Aziz Nik Mat yang meninggal dunia pada Februari 2015. Semalam, PAS menolak pelawaan Pakatan Harapan untuk bersama gabungan itu memastikan mereka yang dituduh melesapkan dana 1MDB dibawa ke muka pengadilan dan berkata, PAS bukan sebuah parti yang terpengaruh dengan pihak asing. 

“Pakatan Harapan hari ini musuh kepada PAS dan mereka juga menuduh PAS kononnya mendapat duit daripada Umno dan sebagainya. “PAS ada cara kita sendiri, kita tidak bersama Barisan Nasional (BN) dan kita tidak bersama Pakatan Harapan, kita bawa cara kita dan kita bertindak tidak mengikut cara orang melibatkan isu 1MDB,” kata Ahli Jawatankuasa Kerja PAS, Datuk Khairuddin Aman Razali. 

Semalam, Pakatan Harapan mendesak kerajaan memanggil sidang tergempar Dewan Rakyat bagi menjawab tuduhan yang terkandung dalam saman sivil Jabatan Kehakiman Amerika Syarikat (DoJ) bagi menyita aset lebih RM2.3 bilion di negara itu, yang didakwa dibiayai wang diseleweng daripada 1MDB. 

Gabungan 4 parti itu turut mengumumkan siri jelajah seluruh negara bermula 6 Julai ini di Kepala Batas, Pulau Pinang, bagi menjelaskan kepada orang ramai tuduhan DoJ itu, yang sebelum ini disifatkan pemimpin kerajaan sebagai agenda politik.  #sumber

          Pengusaha Teksi, SPAD Bukannya Tempat "Orang Politik" Seperti Isa Samad   
PETALING JAYA: Majoriti pengusaha teksi menolak pelantikan Tan Sri Isa Samad sebagai pemangku pengerusi Suruhanjaya Pengangkutan Awam Darat (SPAD) kerana meragui kredibiliti bekas pengerusi Felda Global Venture Holding Bhd (FGV) itu.
Pengasas Big Blue Taxi Services, Datuk Shamsubahrin Ismail berkata sebagai pengusaha teksi, mereka mahu individu yang menerajui SPAD tidak mempunyai kaitan politik dan mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidang pengangkutan awam.
“Masih belum terlambat Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak menggantikan Isa dengan orang yang lebih berwibawa dan berpengalaman dalam industri pengangkutan awam. Kami mahu individu yang menerajui SPAD seorang yang telus, bersih dan suka turun padang.
“Tempat SPAD tidak layak untuk orang politik seperti Isa. Kita bimbang pelantikan ini menyebabkan perkara yang sama berlaku ketika dia menerajui FGV,” katanya kepada FMT.
Berdasarkan rekod kurang memuaskan Isa ketika di FGV, Shamsubahrin menjangkakan pengurusan SPAD akan lebih teruk daripada era Tan Sri Syed Hamid Albar.
Beliau turut mendakwa pelantikan Isa berkait rapat dengan projek Laluan Kereta Api Pantai Timur (ECRL) bernilai RM55 bilion hasil kerjasama Malaysia-China kerana perdana menteri memerlukan individu yang mudah mengikut arahan apabila diminta membuat sesuatu.
“Saya berpendapat pelantikan Isa ada kena-mengena dengan projek ECRL sebab perdana menteri perlukan orang boleh ikut arahannya, sebab itu dia melantik Isa,” katanya sambil memaklumkan akan mengadakan pertemuan dengan Isa untuk mendapat penjelasan perubahan yang Isa ingin bawa kepada industri teksi.
Sementara itu, Pengerusi Jawatankuasa Bertindak Pemandu Teksi Lembah Klang Zailani Isausuludin berkata hampir 1000 pemandu teksi sekitar Lembah Klang akan melancarkan bantahan susulan pelantikan Isa pada 3 Julai ini.
19 Jun lalu Isa mengumumkan peletakan jawatan sebagai pengerusi FGV beberapa jam selepas mengadakan pertemuan dengan Najib di Putrajaya.
Beliau kemudian dilantik sebagai pemangku pengerusi SPAD, jawatan yang dikosongkan selepas persaraan Syed Hamid pada 3 Jun lalu. #sumber

          Semua 175 Buah Kedai Serbaneka 7-Eleven Indonesia Tutup Operasi !   

JAKARTA: Indonesia kini tidak lagi mempunyai kedai runcit franchais 24 jam, 7-Eleven apabila semua kedai serbaneka itu akan ditutup mulai esok. Penutupan semua 141 kedai itu diumumkan oleh syarikat pemilik rangkaian 7-Eleven Indonesia, PT Modern International dalam kenyataannya kepada Bursa Efek Indonesia baru-baru ini. 

Media tempatan memetik Pengarah PT Modern International, Chandra Wijaya sebagai berkata pemberhentian operasi semua kedai 7-Eleven itu disebabkan masalah kekurangan sumber dan urusan jual-beli saham perniagaan. PT Modern International sebelum ini dilaporkan bersetuju menjual perniagaan rangkaian 7-Eleven Indonesia kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia tetapi penjualan saham dan aset itu dibatalkan baru-baru ini setelah kedua-dua syarikat itu gagal mencapai kata sepakat.

Sehingga September 2016, terdapat 175 kedai 7-Eleven di Indonesia yang hanya beroperasi di Jakarta dan pada akhir tahun lepas lebih 20 kedai itu ditutup secara berperingkat atas alasan tidak menguntungkan. 

Tinjauan Bernama mendapati kebanyakan kedai 7-Eleven menutup operasi mereka sejak minggu lepas lagi dengan meletakkan notis mengenai pemberhentian operasi. Francais rangkaian 7-Eleven mula memasuki Indonesia pada 2008 dan dikelolakan oleh PT Modern Sevel Indonesia, anak syarikat PT Modern International. 

Menurut laporan kewangan suku pertama 2017 PT Modern International, hasil penjualan 7-Eleven mengalami penurunan sebanyak 37.17% daripada Rp220,66 juta (kurang RM300) kepada Rp138,62 juta. Sementara itu Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita menyangkal dakwaan penutupan 7-Eleven itu menunjukkan kelembapan sektor peruncitan di Indonesia kerana masih banyak kedai runcit 24 jam tempatan beroperasi seperti biasa. 

Katanya penutupan itu disebabkan masalah dalaman dan kerugian yang dialami syarikat tersebut. Beliau berkata, pihaknya bercadang bertemu dengan pengurusan syarikat berkenaan bagimendapat maklumat lanjut mengenai penutupan kedai francais itu. #sumber

          Khaled Nordin: 'Kehilangan' Radar Ketenteraan Boleh Jejas Reputasi !   

JOHOR BAHRU: Menteri Besar Johor Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin berharap pihak berkuasa menjalankan siasatan terperinci berhubung kes kehilangan peralatan radar ketenteraan bernilai jutaan ringgit di Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP). 

Khaled berkata perkara itu perlu diberi perhatian serius bagi memastikan sama ada kejadian terbabit merupakan jenayah terancang, kecuaian atau sebagainya. Kejadian sebegini boleh menjejaskan reputasi pelabuhan di negeri ini iaitu 3 pelabuhan yang kini dalam usaha untuk dijadikan pusat logistik serantau. 

“PTP merupakan pelabuhan ke-6 terbesar dari segi kargo berbanding tempat lain. Jadi, apa yang berlaku tidak boleh diambil mudah tetapi perlu perhatian serius. Soal-soal sebegini, kalau disebabkan oleh kekurangan, kelemahan dan sebagainya, ia tidak baik kepada kita,” katanya.

Khaled berkata demikian sebagai mengulas kehilangan peralatan radar ketenteraan bernilai jutaan ringgit di PTP baru-baru ini seperti dilaporkan sebuah akhbar tempatan berbahasa Inggeris hari ini. 

Laporan akhbar itu yang memetik sumber berkata barangan yang diletakkan di dalam sebuah kontena tiba dari Australia pada bulan lepas dan sepatutnya dihantar ke Belanda melalui negeri ini, namun ia tidak mempunyai permit yang diperlukan menyebabkan ia ditahan. 

Menurut laporan akhbar itu lagi semua peralatan ketenteraan yang dibawa masuk dan keluar dari mana-mana pelabuhan di negara ini memerlukan permit khas daripada Kementerian Perdagangan Antarabangsa dan Industri. 

Pihak berkuasa tidak menolak kemungkinan barangan berteknologi tinggi itu sudah dibawa keluar secara rahsia dari negara ini menggunakan kapal lain untuk dihantar ke Belanda bagi mengelakkan sebarang masalah. #sumber

          Meme of the Week: Organizational Culture   

This meme depicts what not to do to build a positive team culture!

The post Meme of the Week: Organizational Culture appeared first on Center for the Study of Organizational Change.


          Feuille 3D - Vaches - 1,03 €    
thumb

Feuille de motifs pour réaliser des cartes avec motifs en relief.


          Piano Tiles 5 MLG   
screenshotPiano Tiles 5 MLG is een Piano Tiles spelletje vol internet memes en gekke deuntjes. Tik alleen de zwarte toetsen aan en hou de muziek gaande. Onderweg kan je ook allerlei power-ups meepakken!

          Sate Memeng, Kuliner Lebaran Khas Medan   
Kuliner Medan mana yang kamu sukai? Yap, semua jenis makanan di kota ini memang lezat dan pastinya menggoyang lidah. Sebut saja Sate Padang Medan yang rasanya berbeda jika tidak dimakan langsung dari kota ini. Nah, kamu yang berminat liburan ke Medan, ada satu kedai sate yang terkenal enak dan cukup legendaris. Penasaran kan? Yuk, cari […]
          Attd-Gourmet Coffee-Barista - Ritz-Carlton - Dubai   
Di lebih 80 hartanah di seluruh dunia yang memenangi anugerah, The Ritz-Carlton Ladies and Gentlemen menghasilkan pengalaman yang begitu luar biasa
From Marriott International, Inc - Wed, 28 Jun 2017 05:37:55 GMT - View all Dubai jobs
          IPHONE 5S/5/SE SUICIDE SQUAD (ÖNGYILKOS OSZTAG)HARLEY QUINN TELEFONTOK - Jelenlegi ára: 1 950 Ft   
Egyszer sem használt.
Személyesen Pesten az általam kijelölt helyen és időben, postai úton webox, foxpost, DPD és egyéb futárszolgálatokkal is tudok küldeni, illetve még személyesen Fóton a lakcímemen tudom a terméket átadni.
Bármi kérdésed van, írj!
IPHONE 5S/5/SE SUICIDE SQUAD (ÖNGYILKOS OSZTAG)HARLEY QUINN TELEFONTOK
Jelenlegi ára: 1 950 Ft
Az aukció vége: 2017-07-06 06:28
          i should be a meme   

mY nAmEs BelLa, I aM tHe DeFinItIoN oF mEmE cRiTeRiA ;']


          Warren Zevon’s Book Collection, Along With Mementos From His Career, Going Up For Auction   
Late singer and songwriter Warren Zevon's heroes were writers and classical musicians. That's clear by the "Werewolves Of London" singer's large and eclectic library of books now for sale.
          ZH :Inter volta a decepcionar no Beira-Rio e perde para o Boa   
Resultado de imagem para inter perdeu de novo


O meu "querido" Internacional ficou devendo novamente , e não sou só esse intrépido blogueiro que destila os pesares , a seguir leia um artigo do Zero Hora assinado por Leandro Behs -


até o Boa ganha no Beira-Rio. Os novos tempos do Inter são assim. Em mais uma atuação fraquíssima, os colorados foram derrotados pelo time mineiro por 1 a 0 e corre risco de deixar uma vez mais o G-4 da Segunda Divisão. Dessa vez, nem mesmo a falta de tempo para treinar pode servir de desculpa.


O time de Guto Ferreira passou a semana concentrado no luxuoso eco resort Vila Ventura. O jogo começou com o roteiro de sempre no Beira-Rio da Série B: adversário fechado, Inter tentando pressionar sem sucesso e correndo algum risco em contra-ataques. A semana de treinos e de concentração em Viamão não parece ter dado um melhor futebol ao time de Guto Ferreira.


O Inter buscava avançar pelas laterais, com Fabinho e Carlinhos ou pelo meio, com o trio Dourado, Charles e Mossoró dando início às jogadas.


Porém, sem velocidade, o ataque colorado facilitava a vida da defesa mineira. Para piorar, nas poucas vezes em que o Inter chegou à área do Boa, as conclusões foram sofríveis.


Resultado de imagem para zero hora logo

          cewek narsis cantik bugil   
Gadis Kecil, Paksaan Jilbab, Remas Toket, Ngentot Rame Rame, Pulang Sekolah, Ngentot Di Warnet, Abg Ml, Mesum Di Hutan, Ngentot Ponakan, Memek Rapet, Grepe Tokcil, Bokep Jepang, Bokep Korea, bokep asia
          Karstuma vilnī Sofijā gājuši bojā pieci cilvēki   
Pieci cilvēki sestdien gājuši bojā karstuma vilnī, kas skāris Bulgārijas galvaspilsētu Sofiju, kur gaisa temperatūra tika prognozēta pat līdz 44 grādiem pēc Celsija skalas, paziņoja anonīmi avoti slimnīcā.
          Ja spēlēšu agresīvi un man veiksies, viss var notikt, nenoliedz Ostapenko   
Ja Latvijas tenisa zvaigzne Jeļena Ostapenko Vimbldonas atklātajā čempionātā spēlēs agresīvi un viņai veiksies, tad nav izslēgts, ka viņa parūpēsies par vēl kādu pārsteigumu, uzskata tenisiste.
          Tērvetē būs Bērnu operas svētki   
Jau ceturto gadu Latvijas Valsts mežu (LVM) dabas parkā Tērvetē 8. jūlijā norisināsies Bērnu operas svētki, portālu "Delfi" informē rīkotāji.
          Foto: Ādažos ar florbola spēli svin Kanādas 150. gadadienu   
Sestdien Ādažu bāzē Latvijas un Kanādas vadītās kaujas grupas karavīri piedalījās Kanādas valsts 150. gadadienas pasākumos, portālam "Delfi' pastāstīja Aizsardzības ministrijas pārstāve Sandra Brāle.
          Maestro Raimonds Pauls apbalvots ar Gruzijas Goda ordeni   
Pagājušajā nedēļā, 27. jūnijā, Gruzijas vēstniecībā Rīgā notika svinīgs pasākums, kura laikā Gruzijas vēstnieks Latvijā Teimurazs Džandžalija (Teimuraz Janjalia) pasniedza maestro Raimondam Paulam Gruzijas prezidenta Giorgija Margvelašvili (Giorgi Margvelashvili) rīkojumu "Par Ojāra Raimonda Paula apbalvošanu ar Goda ordeni".
          Braukšanas maksas atlaides piemērošanā daudzbērnu ģimenēm paredz grūtības   
Paredz aizķeršanos braukšanas maksas atlaides piemērošanā daudzbērnu ģimenēm, informē LNT raidījums "Ziņas".
          Koši foto: Jūrmalā aizvadīts krāsu skrējiens   
Kamēr vieni gaužas par nemīlīgajiem laika apstākļiem, citi, spītējot lietum un saules trūkumam, steidz piedāvāt vasaras sniegtās iespējas. Krietns aktīvās atpūtas cienītāju pulks sestdien, 1. jūlijā, bija mērojis ceļu uz Jūrmalu, lai piedalītos krāsu skrējienā.
          Gudļevskis aizmainīts uz Ņujorkas 'Islanders'   
Nacionālās hokeja līgas (NHL) klubs Tampabejas "Lightning" aizmainījis latviešu vārtsargu Kristeru Gudļevski uz Ņujorkas "Islanders", vēsta vienība.
          Baiba Rubesa: 'Rail Baltica' ietekme - nākotnes profesiju pieprasījums   
Mācības izglītības iestādēs ir pabeiguši 9. un 12. klases absolventi, kuri šajā vasarā izvēlēsies savas tālākās izglītības iestādes un mācību programmas. Šo jauno speciālistu konkurētspēju darba tirgū nākotnē noteiks izvēlētā izglītība un tās kvalitātes atbilstība tirgus pieprasījumam, tāpēc svarīgi būt tālredzīgiem jau šodien. 2026. gadā Baltijas ekonomisko telpu mainīs jauna dzelzceļa līnija – "Rail Baltica", kas atvērs jaunas iespējas ne tikai biznesa attīstībai vai pasažieru ērtai ceļošanai, bet arī radīs pieprasījumu pēc speciālistiem dzelzceļa ekspluatācijas jomā.
          Foto: Ritai Orai caur kleitu spīd stringa bikšeles   
Ne velti dziedātāja Rita Ora (attēlā vidū) tiek dēvēta par vienu no neķītrākajām britu skatuves māksliniecēm – viņa skaidri zina, ka uzmanību iespējams piesaistīt ne tikai ar vokālajām dotībā, bet arī provokatīviem tērpiem.
          Elīna Pinto: Visi esam savējie – Latvijas vienīgais ceļš ir augt par lielu tautu   
Latvieši nekad nav bijuši kautri vietsēži, tādi nav un nebūs. No aizgājušo laiku kuršu jūrasbraucējiem, Vidzemes hernhūtiešiem un Hanzas tirgotājiem līdz atklājējiem, veiksmīgiem uzņēmējiem un izciliem māksliniekiem – 20. gadsimtā esam devušies ārpus Latvijas un atstājuši savas pēdas pasaulē. Šī ir realitāte un mūsu identitātes daļa. Šī brīvība dzīvot bez necaurstaigājamām robežām un lemt savu likteni ir arī vērtība, par ko caur gadu simtiem un vēl nesen ir sapņojuši un pat cīnījušies mūsu priekšgājēji. Latvija nerepatriēs visus aizbraukušos un neslēgs robežas. Tāpēc mūsu vienīgais ceļš ir atvērt savas domāšanas robežas laikmeta realitātei un tālredzīgi augt par lielu tautu, kas spēj attīstīties pāri ģeogrāfiskajām robežām.
          Mediķu brīdinājuma akcijas pirmajā dienā starpgadījumi nav fiksēti   
Lielākajās slimnīcās mediķu brīdinājuma akcijas pirmā diena aizvadīta bez starpgadījumiem.
          Kipras atkalapvienošanas sarunas rit konstruktīvi, vērtē ANO ģenerālsekretārs   
Apvienoto Nāciju Organizācijas (ANO) ģenerālsekretāram bijušas "ļoti konstruktīvas" sarunas ar Kipras atkalapvienošanas procesā iesaistītajām pusēm, kas ļauj veidot skaidru redzējumu par to, kā nonākt līdz risinājumam, sestdien paziņoja ANO.
          Starptautiskais Valūtas fonds Grieķiju glābj pēdējo reizi, brīdina Šeible   
Starptautiskais Valūtas fonds (SVF), kas ir nozīmīgs Grieķijas aizdevuma programmas kreditors, tālākos glābšanas maksājumos parādu māktajai valstij nepiedalīsies, sestdien publicētā intervijā sacījis Vācijas finanšu ministrs Volfgangs Šeible.
          Apšaudē ASV naktsklubā ievainoti 17 cilvēki   
Apšaudē naktsklubā ASV dienvidos esošajā Arkanzasas štatā ievainoti 17 cilvēki, sestdien paziņoja policija.
          Vatikānā atrod divas Rafaēla gleznas   
Restaurējot Vatikāna Muzeju zāles, atrastas divas Itāļu renesanses meistara Rafaēla gleznas.
          Pirms mazākuma akcionāru tiesību grozīšanas nepieciešams veikt plašāku izpēti, norāda ārvalstu investori   
Pirms mazākuma akcionāru tiesību grozīšanas ir nepieciešams veikt plašāku izpēti par to, kā tas ietekmētu uzņēmējdarbības vidi, sacīja Ārvalstu investoru padome Latvijā (ĀIPL) projektu direktors Ēriks Ajausks, komentējot Valsts prezidenta Raimonda Vējoņa lēmumu nodot otrreizējai caurlūkošanai Saeimā izmaiņas Finanšu instrumentu tirgus likumā, kas attiecas uz mazākuma akcionāru tiesībām.
          Latvijas rollerhokejisti zaudē cīņā par ceļazīmi uz IIHF pasaules čempionāta augstāko divīziju   
Latvijas vīriešu komanda hokejā uz skrituļslidām (inline) sestdien Slovākijā cieta zaudējumu Starptautiskās Ledus hokeja federācijas (IIHF) pasaules čempionāta pirmās divīzijas finālā, līdz ar to paliekot bez ceļazīmes uz augstāko divīziju.
          Usiks kļuvis par boksa supersērijas dalībnieku   
Pasaules Boksa organizācijas (WBO) čempionu jostas īpašnieks un 2012. gada Londonas olimpisko spēļu čempions Oleksandrs Usiks kļuvis par sesto oficiāli apstiprināto dalībnieku īpašajā Pasaules boksa sērijas turnīrā, kur sacentīsies arī latvietis Mairis Briedis, vēsta turnīra rīkotāji.
          Aicina pieteikties Rīgas starptautiskā kinofestivāla jauniešu žūrijai   
Ik gadu Rīgas Starptautiskā kino festivāla (RIGA IFF) pilnmetrāžas filmu konkursa filmas vērtē ne vien starptautiska ekspertu žūrija, bet festivāla jauniešu žūrija, un labākajam kinodarbam piešķir #Youth_Matters! balvu. Šogad, lai izraudzītos jauniešu žūrijas dalībniekus, festivāls sadarbojas ar Laikmetīgās mākslas centra "kim?" jaunizveidoto platformu "young kim?", ar kuras līdzdalību žūrijas izveides laikā – līdz festivālam, kas šogad norisināsies no 7. līdz 17. septembrim – notiks vairākas sarunu sesijas par kino, kritiku, kino veidošanu.
          Plīškova Vimbldonas atklātajam čempionātam iesildās ar uzvaru Īstbornas WTA turnīrā   
Planētas trešā rakete sieviešu tenisā Karolīna Plīškova sestdien triumfēja Īstbornas WTA "Premier" turnīrā, kas ir pēdējās sacensības pirms Vimbldonas atklātā čempionāta.
          Ausu berzēšana, acu bolīšana un citi tautskolotājas Ineses Ziņģītes padomi bērnu veselībai   
Ikviens no vecākiem vēlas, lai viņu bērns būtu vesels, tomēr laikam jau arī neviens nebūs izaudzis bez biežākām vai retākām slimošanas reizēm. Vecākiem ir dažādas metodes, kā stiprināt bērna imunitāti, kā pasargāt atvasi no dažādu gadalaiku tipiskākajām slimībām. Vieni vecāki vairāk atbalsta tradicionālo medicīnu, citi cenšas dakterēt ar tautas metodēm, vēl kādiem varbūt ir pašiem savas metodes.
          Pieci noteikumi pēcpusdienai, kas palīdzēs atbrīvoties no liekajiem kilogramiem   
Ja tavos plānos ietilpst vidukļa apkārtmēra samazināšana un atbrīvošanās no kāda lieka kilograma, reizēm var pietikt ar nelielām izmaiņām ikdienas darbībās. Turklāt ne vienmēr ir jāmaina visa sava diena – reizēm pietiek ar nelielām izmaiņām tajā, kā tu pavadi pēcpusdienu, lai ceļš uz sapņu figūru būtu vienkāršāks.
          Video: Krievijā demonstrē futūristiskas karavīra bruņas   
Krievijas militāro tehnoloģiju izpētes centrs izstrādājis prototipu nākamās paaudzes kaujas tērpam, ziņo Kremļa finansētais medijs "RT".
          Likumdevējs vēlas plašāku atalgojumu atklātību un darbs pie tā turpināsies, secina Dālderis   
Likumdevējs vēlas plašāku valsts un pašvaldību iestāžu darbinieku atalgojumu atklātību un darbs pie tā turpināsies, sacīja Saeimas deputāts Ints Dālderis (V), komentējot Valsts prezidenta Raimonda Vējoņa lēmumu nodot otrreizējai caurlūkošanai Saeimā Valsts pārvaldes iekārtas likuma grozījumus, saskaņā ar kuriem bija iecerēts publiskot valsts un pašvaldību iestāžu darbinieku atalgojumu.
          Latvijas U-20 basketbolistes noslēdzošajā pārbaudes spēlē pirms Eiropas čempionāta uzvar Poliju   
Gatavojoties sava vecuma Eiropas čempionātam, uzvaru pēdējā pārbaudes spēlē sestdien izcīnīja Latvijas U-20 meiteņu basketbola izlase, kas ar rezultātu 55:39 (11:5, 11:11, 17:7, 16:16) pārspēja Poliju.
          Ugunsdzēsēji Brocēnu novadā kopš nakts dzēš atkritumus   
Valsts vides dienests (VVD) ir uzsācis monitoringu SIA
"Viduskurzemes AAO" atkritumu šķirošanas teritorijā "Vibsteri", kur naktī uz sestdienu izcēlies ugunsgrēks, sacīja VVD sabiedrisko attiecību speciāliste Maruta Bukleviča.
          'Gumball 3000' parāde Rīgā   

          Foto: Dzīvesstila rallija 'Gumball 3000' parāde Rīgā   
Sestdien, 1. jūlijā, Brīvības gatvē, starp Ministru kabineta ēku un Esplanādi, uz svinīgo parādi pulcējās dzīvesstila "Gumball 3000" dalībnieki. Klātienē eksotiskos automobiļus jebkurš interesents var apskatīt līdz pulksten 22.
          Mājsaimniecībām mājokļa iegādei izsniegto kredītu apmērs piecos mēnešos sarucis par 0,7%   
Latvijas mājsaimniecībām mājokļa iegādei bankas šogad maija beigās kredītos bija izsniegušas kopumā 4,38 miljardus eiro, kas ir par 0,7% jeb 32,2 miljoniem eiro mazāk nekā 2016. gada beigās, liecina Latvijas Bankas publiskotie dati.
          Jānis Bērziņš un Itālijas klubs 'Betaland' sadarbību neturpinās   
Itālijas A sērijas basketbola klubs Kapo d'Orlando "Betaland" neturpinās sadarbību ar latvieti Jāni Bērziņu, sestdien pavēstīja komanda.
          Foto: Pasaules varenie Eiropas Parlamentā atvadās no Helmūta Kola   
Sestdien Eiropas Parlamenta ēkā Strasbūrā uz mūžībā aizgājušā bijušā Vācijas kanclera Helmūta Kola godināšanas ceremoniju ieradušies vairāk nekā 800 cilvēku. Viņu vidū bija gan esošie, gan bijušie valstu un valdību vadītāji, politiķi, diplomāti, kā arī citi Kola politiskie laikabiedri.
          KNAB priekšnieks spēs noskaidrot patiesību par 'Rīdzenes sarunām', cer Latkovskis   
Cerams, ka Korupcijas novēršanas un apkarošanas biroja (KNAB) priekšnieks Jēkabs Straume spēs noskaidrot patiesību par tā dēvētajām "Rīdzenes sarunām" un "oligarhu lietu", tostarp, kādas ierakstīto sarunu daļas ir bijušas KNAB rīcībā, sacīja Saeimas Aizsardzības, iekšlietu un korupcijas novēršanas komisijas priekšsēdētājs Ainars Latkovskis (V).
          Lamanšā tankkuģis saskrējies ar kravas kuģi   
Tankkuģis ar 38 tūkstošiem tonnu benzīna un 220 metru kravas kuģis sestdien sadūrās ūdeņos starp Franciju un Lielbritāniju, bet netiek ziņots par ievainotajiem vai noplūdēm, paziņoja vietējās varasiestādes.
          Feldmanis kļūs par pirmo latviešu treneri NBA Vasaras līgā   
"VEF Skola" galvenais treneris Raimonds Feldmanis jūlijā strādās Nacionālās basketbola asociācijas (NBA) Vasaras līgā Ņūorleānas "Pelicans" treneru kolektīvā, vēsta "VEF Rīga".
          Varēs lūgt piešķirt jaunu personas kodu bez dzimšanas datuma norādīšanas   
Personas no šodienas varēs lūgt piešķirt jaunu personas kodu bez dzimšanas datuma norādīšanas, savukārt jaundzimušajiem personas kods bez dzimšanas datuma norādīšanas tiks piešķirts automātiski, informē Pilsonības un migrācijas lietu pārvalde (PMLP).
          Aptuveni 800 mediķu pārtrauc strādāt pagarināto normālo darba laiku   
Pieprasot uzlabojumus veselības aprūpes darbiniekiem, šodien aptuveni 800 mediķi Latvijas Veselības un sociālās aprūpes darbinieku arodbiedrības (LVSADA) rīkotajā brīdinājuma akcijā pārtrauks strādāt pagarināto normālo darba laiku.
          Peldētāja Baikova netiek pie dalības Eiropas junioru čempionāta pusfinālā   
Latvijas jaunā peldētājā Arina Baikova sestdien ieņēma 20. vietu Izraēlā notiekošā Eiropas junioru čempionāta priekšsacīkstēs 100 metros uz muguras, kļūstot par rezervisti pusfinālam, taču tajā pie dalības netika.
          Samoilovs/Šmēdiņš Porečas 'Major' turnīru noslēdz dalītā devītajā vietā   
Latvijas vadošais pludmales volejbola pāris Aleksandrs Samoilovs un Jānis Šmēdiņš sestdien cieta zaudējumu Horvātijā notiekošā Porečas piecu zvaigžņu Pasaules kausa "Major" kategorijas turnīra astotdaļfinālā, sacensības noslēdzot dalītā devītā vietā.
          Vējonis otrreizējai caurlūkošanai nodod divus strīdīgos likumu grozījumus   
Valsts prezidents Raimonds Vējonis otrreizējai caurlūkošanai Saeimā nodevis divus strīdīgos likumprojektus - Valsts pārvaldes iekārtas likuma grozījumus, saskaņā ar kuriem bija iecerēts publiskot valsts un pašvaldību iestāžu darbinieku atalgojumu, kā arī grozījumus Finanšu instrumentu tirgus likumā, kas attiecas uz mazākuma akcionāru tiesībām, informēja Valsts prezidenta kancelejā.
          Video: Uz svinīgo parādi pulcējas 'Gumball' rallija eksotiskie spēkrati   
Portāls "Delfi" piedāvā video no dzīvesstila rallija "Gumball 3000" pirmās dienas – sestdienā bagāto un vareno spēkrati tiek izstādīti apskatei Brīvības bulvārī, starp Ministru kabineta ēku un Esplanādi. Klātienē ikviens interesents šos jaudīgos un dārgos automobiļus var apskatīt līdz pat pulksten 22.
          Una Gailiša: Cukura diabēts Latvijā jāārstē efektīvāk   
Cukura diabēta pacientu skaits Latvijā strauji pieaug un tuvojas 100 000 robežai. Pieaug arī izdevumi diabēta ārstēšanai un medikamentiem. Lai palielinātu diabēta ārstēšanas kvalitāti un sasniegtu labākus veselības rezultātus, būtu radikāli jāuzlabo diabēta pacientu apmācība un jāatceļ efektīvu terapiju lietošanas ierobežojumi.
          Jūlija Māsāne-Ose: Latvijas piena nozare briest jauniem tirgus darījumiem   
Pēdējo gadu norises piena nozarē un lielākajos Latvijas piena pārstrādes uzņēmumos, kā arī pieaugošā investoru interese liecina par to, ka vietējais tirgus ir nobriedis lielām pārmaiņām. Lai arī desmit lielākie Latvijas piena pārstrādātāji 2014. un 2015. gadā vidēji ir strādājuši ar zaudējumiem, tomēr salīdzinoši viegli pieejamais finansējums un reģiona lielais potenciāls konkurēt globālajā piena pārstrādes tirgū ļauj secināt, ka nozarē tuvākajā nākotnē piedzīvosim lielu aktivitāti uzņēmumu iegādes un apvienošanās darījumu jomā.
          Karijs un 'Warriors' vienojušies par lielāko līgumu NBA vēsturē   
Nacionālās basketbola asociācijas (NBA) čempione Goldensteitas "Warriors" vienojusies par jaunu piecu gadu līgumu ar komandas līderi Stefanu Kariju, vēsta ESPN.
          Vecmeistars Dobrājs lūdz palīdzību: dāvā gleznu apmaiņā pret īres segšanu   
Latvijā pazīstamais gleznotājs un mākslas pasniedzējs Kārlis Dobrājs soctīklā "Facebook" publicējis piedāvājumu kādam, kurš samaksātu viņa īres rēķinu par pagājušo mēnesi, uzdāvināt gleznu "Klusā daba ar izdegošu sveci".
          Petīciju par plašākām tiesībām Latvijas un Igaunijas nepilsoņiem EP skatīs rudenī   
Petīciju par plašākām tiesībām Latvijas un Igaunijas nepilsoņiem Eiropas Parlamenta (EP) Lūgumrakstu komitejā (PETI) skatīs rudenī, aģentūrai LETA sacīja EP deputāts Artis Pabriks (V).
          Aicina uz tikšanos ar Maiju Tabaku un kuratori Ivonnu Veiherti   
Atklājot programmas "Sarunas muzejā" 2017. gada vasaras / rudens sezonu, svētdien, 2. jūlijā, plkst. 15.00 Latvijas Nacionālā mākslas muzeja (LNMM) izstāžu zāle "Arsenāls" aicina uz tikšanos ar gleznotāju Maiju Tabaku un mākslas zinātnieci, kuratori Ivonnu Veiherti izstādē "Maija Tabaka un Rietumberlīne", portālu "Delfi" informē LNMM pārstāvji.
          Slapji un nosaluši – Alūksnes ezerā nofilmēts 'Carnival Youth' jaunais videoklips   
Grupa "Carnival Youth" 1. jūlijā publicējusi mūzikas videoklipu dziesmai "Ūdensmērītāji" no vasaras sākumā izdotā, latviešu valodā iedziedātā albuma "Vienā vilcienā", portālu "Delfi" informē grupas menedžments.
          Honkonga Ķīnas varā jau 20 gadus; amatā stājas jaunā līdere   
Honkongas jaunā līdere Kerija Lama sestdien deva svinīgo amata zvērestu ceremonijā, ko vadīja Ķīnas prezidents Sji Dziņpins, kurš pusautonomajā reģionā ieradies, lai atzīmētu 20. gadadienu kopš Lielbritānija atdeva varu Honkongā Ķīnai.
          Segera Terbit "Confidence in Science" di Bulan Mei 2013   
SEGERA TERBIT CONFIDENCE IN SCIENCE (MEI 2013), Produk Terbaru dari Pelangi Mizan
Confidence in Science - Aku Jadi Tahu Ini Itu

Confidence in Science - Seri Anak Populer di KoreaKorea tidak hanya berkontribusi pada seni musik dan seni panggung di Indonesia. Mereka juga berkontribusi menyajikan modul sains dengan kemasan yang renyah dan bercitarasa visual tinggi.

Seri Confidence in Science ini adalah seri baru yang dikeluarkan tahun 2012 di Korea, merupakan seri Sains Populer untuk Anak terkenal di Korea dan di tahun yang sama telah di terjemahkan dan di distribusikan di Hong Kong, Macau, Thailand, Taiwan, dan China.Seri ini juga menjadi bacaan favorit anak-anak di sejumlah negara di Asia seperti Hongkong, Thailand, Taiwan, dan China. Seri ini menjadi bacaan wajib sejumlah sekolah dasar di negara-negara tersebut. Beruntunglah Indonesia mendapat kesempatan, menikmatinya dalam Bahasa Indonesia.

Seri Confidence in Science terdiri dari:
  1. Apa Saja Perbedaan Robot dengan Manusia?
  2. Apa Saja Perbedaan Robot dengan Manusia?
    Pada Hari Anak, Chan dan Byul sangat senang saat mendapat hadiah robot kelinci, namanya Tobo. Ia seperti kelinci sungguhan. Kedua telinganya dapat bergerak. Ia juga bisa melompat-lompat. Robot kelinci itu dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka! Selain robot kelinci, ada banyak jenis robot lainnya yang dapat membantu pekerjaan manusia, loh! Seperti, robot ahli memasak, robot ahli eksplorasi, robot tentara, serta robot HUBO dan ASIMO. Yuk, kita baca kisah Chan dan Byul serta robot-robot di buku ini!

  3. Apa Bedanya Benda dengan Bahan?
  4. Apa Bedanya Benda dengan Bahan?
    Suatu hari, Ji Ho dan ayahnya sedang memancing dari atas perahu di tengah laut. Tiba-tiba, badai datang menerjang perahu mereka hingga rusak. Mereka pun terdampar di pulau terpencil. Ji Ho dan ayahnya tidak putus asa. Mereka mencari benda-benda yang tepat untuk memperbaiki perahu. Benda-benda itu harus bisa mengapung di air dan kuat jika diterjang badai. Ji Ho pun jadi tahu, ternyata setiap benda memiliki bentuk dan sifat yang berbeda-beda, loh! Hmmm … apakah Ji Ho dan ayahnya bisa kembali berlayar dengan perahu mereka?

  5. Hewan dan Tumbuhan Apa yang Paling Istimewa?
  6. Hewan dan Tumbuhan Apa yang Paling Istimewa?
    Hewan dan tumbuhan bersaing hebat! Alhasil, Zeus, raja dewa-dewi mitologi Yunani, memutuskan untuk memilih raja hewan dan tumbuhan. Kelelawar yang menggelantung terbalik dan ikan football yang siripnya bercahaya ingin sekali menjadi raja. Mereka pun membawa aneka hewan dan tumbuhan istimewa ke hadapan Zeus. Di antaranya, landak dan anemon laut yang berduri, koral-binatang yang mirip ranting pohon, tumbuhan pemakan serangga, dan masih banyak lagi. Beragam hewan dan tumbuhan memiliki ciri khas tersendiri. Bisakah kelelewar dan ikan football menjadi raja?

  7. Apa Bedanya Makhluk Hidup dengan Benda Mati?
  8. Apa Bedanya Makhluk Hidup dengan Benda Mati?
    Pulang dari taman hiburan beberapa hari yang lalu, Yuna membawa boneka, Gom Gom. Tapi, Gom Gom ingin kembali ke taman hiburan. Katanya, ia tidak merasa seperti makhluk hidup. Khong Khong dan mainan lainmemberi tahu Gom Gom, ia memang bukan makhluk hidup.Tetapi, Gom Gom tidak setuju. Bisakah Gom Gom kembali ke taman hiburan? Yuk, kita belajar tentang makhluk hidup dan benda mati bersama Khong Khong dan Gom Gom.



  9. Kapan Bumi Lahir?
  10. Kapan Bumi Lahir?
     Wooow, mengejutkan! Salah satu fosil dinosaurus di dalam museum terlihat bergerak! Saat disinari cahaya bulan, dinosaurus itu terbangun dari tidur panjangnya. Ia kebingungan. Lalu, Teman-temannya menceritakan sejarah Bumi kepadanya; bagaimana Bumi lahir 4,6 miliar tahun lalu, perkembangan kehidupan pertama, serta kemunculan dan kepunahan puluhan ribu makhluk hidup pada masa itu …. Yuk, kita simak cerita tentang misteri Bumi yang disampaikan hewan-hewan di museum.


  11. Mengapa Bayangan Kita Ada di Cermin?
  12. Mengapa Bayangan Kita Ada di Cermin?
    Seorang anak laki-laki yang senang melukis, ingin tahu dari mana asalnya warna. Dia pun pergi ke rumah Nenek Pelangi. Di perjalanan, si anak laki-laki bertemu dengan seorang ibu, seorang pangeran, lalu seorang kakek yang masing-masing mempunyai masalah. Anak laki-laki itu mengajak mereka ke rumah Nenek Pelangi. Teman-teman, apakah Nenek Pelangi bisa memecahkan masalah yang dihadapi keempat tamunya? Bagaimana pula penjelasan Nenek Pelangi tentang cahaya, cermin, dan lensa?

Yang unik dari seri Confidence in Science ini adalah:
  • visualisasi setiap jilid nya berbeda, yang membuat nya identik adalah karakter komik yang ada di setiap jilid nya
  • dituturkan dalam bahasa yang enak dibaca, mengalir, sederhana
  • penuh dengan visualisasi yang membuat penjelasan teknis sains, menjadi mudah difahami
  • tema yang menarik dan disajikan tidak standar, seperti ensiklopedi pada umumnya, misal judul ‘apa perbedaan manusia dg robot (berbicara ttg biologi dan mekanis manusia, dibandingkan dg mekanik mesin)

Confidence in Science terdiri atas 20 jilid. Dirilis bertahap dari bulan Mei – Juli 2013. Untuk set pertama akan terbit 6 jilid (Mei).

Ayah Bunda dapat memesan harga normal Rp. 720.000,- DISC 20% menjadi Rp. 580.000,-* (1 Set / 6 Jilid, Hardcover, full-colour)
*Harga untuk pembelian tunai, bisa berubah sewaktu-waktu
spesifikasi per jilid 40 halaman/full colour hardcover ukuran 21cm x 27cm
 Buku seri Confidence in Science menyajikan informasi yang mudah dimengerti namun tetap menarik tentang gerakan, energi, magnet, berat, kecepatan cahaya, cahaya dan panas, suara, dan lain-lain. Anak-anak yang membaca buku ini akan menemukan jawaban atas rasa penasaran mereka terhadap semua hal yang ada di dunia. JEON YEONG SEOK (Profesor Universitas Nasional Seoul-Dosen Universitas Pendidikan Seoul).
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Hal tersebut perlu didukung oleh pendidikan dan berbagai sarana yang menunjang, termasuk buku. Buku seri Condence in Science dengan tema sains, cerita, dan ilustrasi yang memikat layak menjadi referensi untuk mereka. – LEE DAE HYEONG (Profesor Universitas Nasional Seoul . Dosen Universitas Nasional Pendidikan Chuncheon).
Spesifikasi per jilid:
40 halaman/full colour
Hardcover
Ukuran 21cm x 27cm

Untuk Informasi Lebih lanjut, Silahkan Hubungi kami:
Nama : Zeni Ismiati
Email/Gtalk : zeni.ismi@gmail.com
Sms/WhatsApp : 087878 66 5118

Confidence in Science
Confidence in Science

          I Love My Al Quran   
Bagaimana caranya agar anak-anak kita senantiasa dinaungi oleh cahaya Al-Quran ?
I Love My Al Quran
I Love My Al Quran
Pada saat ini, anak-anak berada di sebuah dunia yang di dalamnya informasi disebar bak hujan yang sangat deras.
Meskipun anak-anak kita lindungi dengan jas hujan, payung, atau sarana lain, tetap saja serbuan informasi yang bak hujan deras itu akan membasahi mereka. Serbuan informasi itu datang dari mana-mana: televisi, ponsel, internet, mal-mal, radio, dan lain-lain.
Jika kita bertanya, “Dari mana anak-anak kita mendapat serbuan informasi yang berisikan ajaran-ajaran Al-Quran ?”, apakah kita akan memperoleh jawaban yang memuaskan kita ? Atau jawaban itu malah mencemaskan kita ? Bagaimana caranya agar anak-anak kita tumbuh dan berkembang dengan dinaungi oleh cahaya Al-Quran ? Bukan saja hati mereka dipengaruhi oleh Al-Quran, melainkan juga nalarnya ?
I Love My Al-Quran, yang diterbitkan oleh Pelangi Mizan, ingin membantu para orangtua di zaman sekarang dalam membawa putra-putri mereka, sejak dini, ke dalam naungan Al-Quran. I Love My Al-Quran dirancang untuk dapat diakses dengan sangat mudah dan menyenangkan oleh anak-anak.
I Love My Al-Quran dilengkapi dengan pelbagai sarana yang membuat Al-Quran tidak sekadar dibaca (atau dihafal), melainkan dihayati dan dimaknai sehingga nilai-nilai yang dikandung Al-Quran dapat meresap di hati dan menggerakkan nalar anak-anak.
I Love My Al-Quran (ILMA) membantu anak dan keluarga muslim untuk mempelajari Al-Quran dengan cara yang MENYENANGKAN !

Mereka yang telah merasakan manfaat I Love My Al Quran (ILMA)

Ada dua jenis buku anak yang sangat saya impikan. Pertama, jenis buku yang saya sebut dengan “khutbah untuk anak”. Sebuah buku yang menggerakkan jiwa dengan nilai-nilai spiritual Islam, tetapi tidak menggurui. Kedua, jenis buku yang menunjukkan, bukan mengatakan, kepada anak bahwa Al-Quran adalah petunjuk hidup, bukan sekadar bacaan. Saya bersyukur, Pelangi Mizan menghadirkan buku yang tidak hanya menunjukkan kehebatan Al-Quran. Lebih dari itu, I Love My Al-Quran menyajikan Al-Quran dalam wajah yang bersahabat dengan anak, lengkap dengan “tafsir”-nya. Sebuah langkah cerdas untuk mendekatkan anak pada Al-Quran dan mengantarkan mereka menjadi generasi Qurani. (M. Fauzhil Adhim, Penulis dan Pakar Keayahbundaan)
Yang menarik dari buku ini adalah kemampuannya mengenalkan, mengajarkan, serta menanamkan pesan-pesan maupun ajaran-ajaran Al-Quran secara komunikatif, mengalir, dan tidak membosankan sehingga mudah diikuti dan dicerna pembacanya. Hal lain yang patut diapresiasi adalah kreativitasnya menyajikan kandungan ayat-ayat Al-Quran dengan pendekatan komikal, baik dari segi gaya dialog maupun ilustrasi gambar yang menarik perhatian dan mudah diingat, sehingga terkesan tidak menggurui. (Prof. Dr. A. Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah)

Spesifikasi Paket Buku I Love My Al-Quran

Paket buku "I Love My Al Quran"

15 JILID TAFSIR DAN MUSHAF

Mengajak anak membaca Al-Qur’an dengan menyenangkan, karena halaman-halaman Al-Qur’an disajikandengan penuh warna dan dibantu dengan visualisasi yang menarik.
HIKMAH ayat yang ditulis di bagian samping mushaf mengangkat makna global dari ayat yang sedang dibaca. Pembahasannya sangat dekat dengan kehidupan anak dengan bahasa yang sangat komunikatif bagi anak.
Anak dapat memperluas wawasan mengenai berbagai informasi tambahan berkaitan dengan ayat yang dibaca di box KAMU PERLU TAHU. Informasi tambahan itu bisa berupa peta, peristiwa sejarah, pengetahuan ilmiah.
Box LIHAT JUGA berisi informasi rujuk silang, dimana anak dapat mengetahui korelasi satu ayat dengan ayat lainnya atau satu ayat dengan sumber lain.
Khusus untuk orang tua disediakan box UNTUK AYAH-IBU. Berisi informasi tambahan yang perlu diketahui ayah-ibu dalam mendampingi putra-putrinya ketika membaca I Love My Al-Qur’an.
Hukum tajwid diperkenalkan secara bertahap dan berorientasi pada praktik melalui box RAMBU BACA. Hukum tajwid pada box ini langsung diaplikasikan pada halaman bersangkutan dengan memberi warna khusus pada teks yang mengandung hukum tajwid yang sedang dijelaskan.
Box KOSAKATA memperkenalkan anak pada kosakata Al-Qur’an secara bertahap. Kosakata yang dipilih merupakan kata kunci pada pembahasan ayat di halaman bersangkutan.
Cover : Ukuran 21,5 cm x 28,5 cm. Jenis Kertas AP 150 gr. Hard Cover.
Isi : Ukuran 21 cm x 27,5 cm. Jenis Kertas AP 180 gr. 44 Halaman.


1 JILID KAMUS AL-QURAN

Melalui KAMUS: Kata-Kata Unik di Al-Quran, Anak akan diajak berkenalan dengan puluhan, bahkan ratusan kata-kata unik di dalam Al-Quran.
Kata-kata tersebut berhubungan dengan benda-benda langit, binatang, tumbuhan, orang-orang penting, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Melalui kamus ini, anak  akan menemukan arti kata itu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan gambar-gambar yang menarik. Bukan hanya itu, anak akan menemukan angka yang menunjukkan berapa banyak, jumlah kata tertentu ditulis di Al-Quran, juga contoh di ayat mana, kata-kata itu bisa kita temukan.
Dengan sering-sering membuka kamus ini, anak akan tahu banyak dan cepat akrab dengan kosakata
yang ditulis di Al-Quran.
CATATAN :
Penerjemahan dalam bahasa Inggris diambil dari karya tafsir Muhammad Asad, The Message of the Qur’ân. Di buku ini, beliau sangat teliti memilih kata-kata untuk menerjemahkan Al-Quran. Ada beberapa kata yang berbeda dengan kamus bahasa Inggris yang digunakan untuk umum.
Ragamnya ilustrasi pada KAMUS: Kata-Kata Unik di Al-Quran bertujuan agar anak kaya akan pengalaman visual.
CAKUPAN:
1.Kata di Al-Quran,
2.Terjemahan dalam bahasa Inggris,
3.Terjemahan dalam bahasa Indonesia,
4.Contoh ayat yang ada kata tersebut
5.Jumlah kata tersebut di dalam Al-Quran.
Cover : Ukuran 21,5 cm x 28,5 cm. Jenis Kertas AP 150 gr. Hardcover. Finishing doff.
Isi : Ukuran 21 cm x 27,5 cm. Jenis Kertas MP 150 gr. 88 Halaman.


1 CD DAN BUKU LAGU

Lagu-lagu dalam CD  bisa membantu anak belajar memahami makna surah-surah pendek Al-Quran dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Lagu-lagu di “Yuk, Nyanyikan Terjemah Al-Quran” sangat beragam. Ada alunan musik padang pasir, gaya Gipsy, hingga musik ceria dari Skotlandia sehingga dapat mengembangkan kecerdasan musikal anak.
DAFTAR LAGU:
I Love My Al-Quran-1, Al-Fiil-2, Al-Qadr-3, Al-Kautsar-4, An-Naas-5, Al-Falaq-6, Al-Ikhlaash-7, An-Nashr-8, Al-’Ashr-9, Al-Humazah-10, At-Tiin-11, Al-Insyiraah-12, Adh-Dhuhaa-13, Al-Kaafiruun-14,
Al-Lahab-15, At-Takaatsur-16.
BUKU LAGU
Cover : Ukuran 12 cm x 12 cm. Jenis Kertas AP 210 gr. Finishing doff
Isi : Ukuran 12 cm x 12 cm. Jenis Kertas MP 150 gr. 24 Halaman
CD
Jenis CD : Silver. 16 Track. Durasi 34 Menit

1 SET PERMAINAN ILMA

Anak dapat mengenal dan menghafal 114 nama surat beserta data seputar surat itu. Meliputi nama surat, arti nama surat, jumlah ayat, serta makkiyyah-madaniyyah-nya, melalui permainan ular tangga yang mengasyikkan.
Ukuran : 55 cm x 42 cm. Jenis Kertas : Magnetic Board.
“Pengenalan Al-Quran kepada anak-anak merupakan bagian penting dari upaya mendekatkan umat pada sumber ajaran agama yang dipeluknya. Apalagi di saat moralitas keagamaan cenderung terkikis saat ini. Tentu saja, pengenalan Al-Quran kepada anak-anak mesti disesuaikan dengan tingkat nalar dan alam pikiran mereka, sehingga memerlukan pendekatan atau metode tersendiri. Salah satu metode tersebut berusaha ditawarkan oleh penerbit Pelangi Mizan, sebagaimana terlihat dalam buku I Love My Al-Quran ini. Setidaknya, buku ini dapat merangsang anak-anak untuk mempelajari Al-Quran secara lebih menarik dan menyenangkan.” (KH. A. Hasyim Muzadi, Ketua Umum PB NU)
“Dengan buku ini, orangtua lebih mudah memperkenalkan Al-Quran dengan segala nilai dan ajaran yang terkandung di dalamnya kepada putra-putrinya. Melalui pendekatan khusus, mengunakan bahasa yang insya Allah lebih mudah dicerna dan dipahami oleh mereka.”(KH. Shidiq Amien, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis)
“Buku ILMA yang diterbitkan kelompok Mizan ini, sebuah inovasi. Sebuah usaha kreatif untuk mendekatkan keluarga muslim pada kitab sucinya. Buku ini tampil dengan bahasa warna dan gambar yang merupakan medium efektif untuk berkomunikasi dengan anak. ” (Prof. Dr. Dien Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah)
“Menariknya lagi, buku ini ditujukan kepada generasi paling awal, kepada anak-anak, dengan metode yang dianggap sesuai dengan tingkat pemikiran mereka. Dengan buku ini kaum orangtua yang peduli, akan melakukan bimbingan kepada putra-putri mereka dan-siapa tahu- sekaligus mendapatkan bimbingan dari buku ini.” (KH. A. Mustofa Bisri, Tokoh Ulama NU)
“I Love My Al-Quran merupakan salah satu cara yang unik lagi mutakhir yang kami duga keras akan sesuai dengan selera anak, sehingga akan mampu mendekatkan Al-Quran ke benak hati mereka.” (Prof. Dr. M. Quraish Shihab, penulis Tafsir Al-Mishbah)

Tunggu Apa Lagi ?Yuk segera Pesan dan miliki buku I Love My Al Quran !

Dengan investasi sebesar :  Rp 3.400.000, Rp 2.720.000 , Anda bisa memiliki satu paket buku Istimewa “I Love My Al Quran”, yang berisi :
  • 15 Jilid Tafsir dan Terjemahan Al Quran
  • 15 Jilid Mushaf Al Quran
  • 1Jilid Kamus Al Quran
  • 1 CD dan Buku Lagu
  • 1 Set Permainan Interaktif
Mari kita ajak anak-anak kita meneriakkan kata yang sama :

I LOVE MY AL-QURAN! (AKU CINTA AL-QURANKU!)

Untuk harga angsuran dan informasi detail, hubungi kami di :
Nama : Zeni Ismiati
Email/Gtalk : zeni.ismi@gmail.com
Sms/whastApp : 087878 66 5118

          Ensiklopedi Bocah Muslim   

Ensiklopedi Bocah Muslim

Ensiklopedi Bocah Muslim
Menyajikan dasar-dasar pengetahuan yang paling dibutuhkan anak pada awal masa perkenalannya dengan dunia ilmu pengetahuan (Islam agamaku, Tubuhku, Indonesiaku, Masyarakat & Bangsa, Tokoh Idolaku, Sejarah, Seni, Mamalia, Burung & Serangga, Reftil & Ampibi, Tumbuhan, Bumi kita, Alam semesta, Sains, Teknologi).

Elemen-elemennya dirancang untuk mengembangkan 9 kecerdasan anak (Kinestetik, Linguistik, Matematis logis, Spasial, Visual, Interpersonal, Intrapersonal, Natural, Musikal).



Ensiklopedi Bocah Muslim adalah buku referensial anak muslim Indonesia yang pertama.
Materi disampaikan melalui kerangka tauhid (memandang sains dan agama bukan sesuatu yang terpisah). Dirancang khusus untuk mengembangkan IQ, EQ dan SQ.
“Melalui ensiklopedi ini, Anda akan melihat lebih dekat keagungan dan keindahan Allah SWT.” (Harun Yahya, cendekiawan muslim dari Turki)”
“Buku ini merupakan terobosan penting untuk meningkatkan wawasan anak-anak Muslim, orang tua, dan pendidik di bidang ilmu pengetahuan umum serta agama secara terpadu. Bahasanya mendorong anak-anak bersikap kritis, kreatif, inovatif. Pembaca juga diajak belajar dengan cepat, terarah, dan tidak membosankan.” (KH. Dr. Miftah Faridl)
Mengapa Ensiklopedi Bocah Muslim Penting untuk Anak Anda?

Anatomi - Ensiklopedi Bocah Muslim


  • Tema yang luas mencakup Al-Islam, manusia, kehidupan masyarakat, sejarah, seni, dunia binatang dan ekosistem, geografi, geologi, astronomi, sains, dan teknologi. Bahasa bertutur yang mudah dipahami dan tetap ilmiah.
  • Dilengkapi kutipan Ayat Al-Qur’an, Hadits Nabi, Kata Mutiara dan Do’a.
  • Kotak Aktivitas membantu anak lebih memahami materi yang disajikan. Berbagai jenis aktivitas sangat membantu melatih kecerdasan kinestetik (fisik) anak.
  • Kosakata menyajikan kamus mini tiga bahasa serta memperkenalkan istilah-istilah agama dan istilah teknis berbagai disiplin ilmu. Rubrik ini sangat membantu perkembangan kecerdasan linguistik anak.
  • Fasilitas Lacak atau indeks terusan membantu anak menghubungkan satu tema dengan tema yang lain. Rubrik ini melatih anak untuk mengelompokkan, membedakan, menghubungkan, dan berbagai kecakapan logis matematis lainnya.
  • Kisah-kisah memukau membantu menguatkan kesan anak terhadap materi yang disajikan. Kisah-kisah yang sarat pesan moral membantu meningkatkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal.
  • Data-data teknis yang lebih detil disajikan dalam Catatan Kecilku.
  • Informasi tambahan dan tips keayahbuandaan disajikan dalam rubrik khusus Untuk Ayah dan Ibuku.
  • Lebih dari 8.000 ilustrasi yang terdiri dari foto, gambar realis, kartun, dan vignet membantu mengasah kecerdasan visual/spasial anak. serta elemen-elemen lain yang membantu mengembangkan 9 jenis kecerdasan anak Anda.
Ensiklopedi Bocah Muslim - Islam Agamaku Ensiklopedi Bocah Muslim - Tubuhku Ensiklopedi Bocah Muslim - Indonesiaku
Ensiklopedi Bocah Muslim - Masyarakat dan Bangsa Ensiklopedi Bocah Muslim - Tokoh IdolakuEnsiklopedi Bocah Muslim - Sejarah
Ensiklopedi Bocah Muslim - Seni Ensiklopedi Bocah Muslim - Dunia Binatang dan Mamalia Ensiklopedi Bocah Muslim - Burung dan Serangga
Ensiklopedi Bocah Muslim - Ikan, Reptil dan Amphibi Ensiklopedi Bocah Muslim - Tumbuhan Ensiklopedi Bocah Muslim - Bumi Kita
Ensiklopedi Bocah Muslim - Alam Semesta Ensiklopedi Bocah Muslim - Sains Ensiklopedi bocah Muslim - Teknologi

Daftar Isi dan Arahan Materi :
  1. ISLAM AGAMAKU. Memberika pemahaman tentang Islam, sehingga anak menjadi yakin bahwa Islam layak dan wajib menjadi tuntunan hidupnya.
  2. TUBUHKU. Anak mampu mengenali dirinya, baik dari segi fisik, mekanisme kerja tubuh, kejiwaan dan tujuan penciptaannya.
  3. INDONESIAKU. Anak mengenal lingkungan negeri tempat tinggalnya.
  4. MASYARAKAT & BANGSA. Anak mampu mengenal dan memahami keragaman masyarakat dan bangsa yang ada di dunia.
  5. TOKOH IDOLAKU. Anak mampu mengenal tokoh-tokoh muslim yang punya andil besar dalam sejarah peradaban umat manusia, dan agar tumbuh semangat melanjutkan perjuangan mereka.
  6. SEJARAH. Anak dapat mengambil pelajaran dari masa lalu.
  7. SENI. Mengenalkan pada anak tentang dunia seni.
  8. DUNIA BINATANG & MAMALIA. Anak dapat mengenal pengklasifikasian binatang, mengambil pelajaran dari kehidupan mereka, dan menumbuhkan sikap proporsional dalam memperlakukan binatang.
  9. BURUNG & SERANGGA. Anak dapat mengenal pengklasifikasian binatang, mengambil pelajaran dari kehidupan mereka, dan menumbuhkan sikap proporsional dalam memperlakukan binatang.
  10. IKAN, REFTIL & AMPHIBI. Anak dapat mengenal pengklasifikasian binatang, mengambil pelajaran dari kehidupan mereka, dan menumbuhkan sikap proporsional dalam memperlakukan binatang.
  11. TUMBUHAN. Anak memahami fungsi tumbuhan dalam kehidupannya.
  12. BUMI KITA. Anak memahami bahwa kehidupan di dunia ini sangat tergantung pada sejauh mana manusia mampu merawat bumi.
  13. ALAM SEMESTA. Anak memahami bahwa dia hidup pada suatu alam yang maha luas, sehingga tidak merasa besar dan sombong.
  14. SAINS. Anak memahami keteraturan hukum alam sebagai sunatullah dan kemahakuasaan Allah.
  15. TEKNOLOGI. Anak memahami cara kerja suatu alat.
Keterangan :
    • Alur tema dari jilid 1 sampai 15 : alur dari mikrokosmos (diri manusia) menuju makrokosmos (sesuatu di luar manusia) dan diakhiri oleh teknologi sebagai alat bantu kehidupan manusia, dirancang demikian karena Islam memberi penekanan bahwa penemuan diri identik dengan penemuan kebenaran (Allah)
    • Inilah yang menjadikan Ensiklopedi Bocah Muslim berbeda dengan ensiklopedi “barat”, yang menempatkan keajaiban alam dan kekuatan teknologi sebagai sesuatu yang istimewa dan menempatkan tema kemanusiaan dan kemasyarakatan pada posisi sub ordinat.
    “Mata anak adalah mata yang takjub memandang dunia, Ensiklopedi Bocah Muslim ini memberikan warna-warni sebagian keindahan itu.” (Dr. Karlina Leksono, ilmuwan)
    Ensiklopedi Bocah Muslim ini baik untuk memenuhi rasa ingin tahu anak yang lebih besar pada pembacanya. Mudah-mudahan, buku ini dapat membangkitkan energi anak-anak muslim untuk menjadi manusia yang senantiasa belajar.”  (Fajar Ardian, Peraih Medali Emas Olimpiade Fisika International Tingkat SMU ke 33)
    “Buku ini membuat Tasya ingin terus membaca, soalnya isinya lengkap sih. Tasya yakin, teman-teman juga suka buku ini.” (Tasya, Artis)
    MANFAAT KESELURUHAN ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM :
    • Membantu anak memahami konsep dasar Islam dalam memandang berbagai aspek kehidupan
    • Merangsang rasa ingin tahu (kuriositas) dan suka membaca
    • Mengembangkan kemampuan anak dalam memahami nilai, norma dan tindakan-tindakan serta dampak-dampaknya
    • Membangun pengetahuan dasar yang kuat pada diri anak sehingga anak menjadi siap dan unggul
    • Membantu anak mengembangkan potensi berpikir yang integral (menyangkut sembilan kecerdasan)
    Dengan investasi sebesar :  Rp 3200000,- Rp 2.560.000,-< Anda Akan mendapatkan :
    15 Jilid buku  44-56 Halaman per Jilid.
    Sampul : Hardcover.
    Kertas Isi Matpaper 120 gr.
    Editor Ahli : KH. Miftah Faridl, DR. Moedji Raharto, DR. Taufikurrahman,
    Museum Geologi, Yasraf Amir Piliang.
    Editor Kepala : Irfan AmaLee
    Untuk informasi detail dan daftar harga angsuran, hubungi kami di :
    Nama : Zeni Ismiati
    Email : zeni.ismi@gmail.com
    Sms/whastApp : 087878 66 5118

              El mayor problema que tiene hoy Catalunya del cual no se habla: la crisis social   

    kaosenlared.net

    El mayor problema que tiene hoy Catalunya del cual no se habla: la crisis social Kaos en la red


    Este artículo toca un tema central, la enorme crisis social de Catalunya, que queda ocultada detrás del debate territorial y nacional.
    Por Vicenç Navarro
    Este artículo toca un tema central, la enorme crisis social de Catalunya, que queda ocultada detrás del debate territorial y nacional. El artículo muestra datos más que convincentes que señalan que la crisis mayor que existe hoy en Catalunya es la crisis social, que queda ocultada, cuando no silenciada, por las tensiones entre los dos nacionalismos, el españolista por un lado, y el catalanista por el otro, que utilizan el tema nacional para ocultar el tema social. El artículo señala la necesidad de centrarse en la resolución del tema social, invitando a que todas las fuerzas progresistas exijan su resolucion dentro de un nuevo marco territorial que defienda la plurinacionalidad del Estado español. El artículo termina indicando que las derechas nacionalistas a los dos lados del Ebro están siendo los mayores obstáculos para resolver el problema social y el nacional.
    El mayor problema que existe hoy en Catalunya es la enorme crisis social que afecta muy negativamente la calidad de vida y bienestar de sus clases populares. Tal crisis social raramente aparece en los mayores medios de comunicación en Catalunya, tanto en los públicos –instrumentalizados en su mayoría por el gobierno de la Generalitat de Catalunya- como en los privados, claramente influenciados por poderes económicos y financieros que definen los parámetros de lo que es aceptable en el panorama mediático catalán.
    Ahora bien, esta enorme crisis social no abarca a todos los sectores de la población por igual. Está centrada primordialmente en las clases populares catalanas, las cuales derivan sus rentas fundamentalmente del mundo del Trabajo. Pero lo que es menos conocido y apenas tiene visibilidad mediática es que al sector minoritario de la población que deriva sus rentas primordialmente de la propiedad y/o de la gestión del capital (propiedad que genera renta) le ha ido muy bien. Los datos hablan por sí mismos. Entre 2008 y 2016 (el periodo de la Gran Recesión), las rentas del Trabajo como porcentaje de todas las rentas en Catalunya bajaron del 50% al 46%, mientras que las rentas del capital subieron durante el mismo periodo del 42% al 45%. En otras palabras, mientras que las clases populares vieron como sus rentas disminuían, los super-ricos, los ricos y las personas pudientes con elevados recursos las vieron aumentar.
    Como consecuencia de ello, las desigualdades de renta en Catalunya se dispararon de manera que el 20% de la población con más ingresos (super-ricos, ricos y clases medias profesionales de renta alta), que tenía al principio de la crisis un nivel de ingresos promedio cinco veces superior al del 20% de renta inferior, vio como dicha diferencia se ampliaba hasta ser seis veces superior en 2016, convirtiendo a Catalunya en uno de los países más desiguales de la UE-15 (el grupo de quince países de la UE de semejante nivel de desarrollo económico al de España). En realidad, 20 super-ricos en Catalunya tienen en total una riqueza de 22.400 millones de euros, cantidad casi equivalente al 11% del PIB catalán. El patrimonio del catalán más rico es equivalente a la renta anual de 150.0000 familias medias catalanas. Estos son datos que, junto con otros, muestran que durante la mayor crisis social que Catalunya ha vivido durante la época democrática, los catalanes más pudientes no solo no han visto disminuir sus rentas y su propiedad, sino que, al contrario, las han visto subir considerablemente.
    Las causas del crecimiento de las desigualdades en Catalunya
    Un elemento importante para entender este crecimiento de las desigualdades ha sido el gran deterioro del mercado de trabajo catalán. En 2016 el 53% de las personas desocupadas llevaban buscando trabajo durante un año o más, siendo Catalunya uno de los países de la UE-15 que tiene el porcentaje mayor de este tipo de desocupados. Tal porcentaje era solo del 16% en 2008, habiéndose añadido a este grupo de desocupados, durante el periodo 2008-2016, 259.700 personas que están desesperadas por encontrar trabajo. Y para hacer más agudo el dolor, el 71% de las personas en paro no reciben ninguna prestación o subsidio en concepto de paro. La gran mayoría de ellos son trabajadores que habían ocupado puestos de trabajo de salarios bajos.
    Esta situación es particularmente aguda entre las personas jóvenes, siendo Catalunya el país con mayor desempleo juvenil de la UE-15 junto con el resto de España, Grecia e Italia. Este elevado desempleo se ha producido junto con otros indicadores de deterioro del mercado de trabajo, como es el elevado nivel de precariedad, de nuevo, uno de los más altos de la UE-15. Y de particular importancia ha sido el descenso salarial, que ha sido muy marcado entre los trabajadores con salarios bajos. Si en 2008 el 10% de la fuerza laboral percibía salarios por debajo de los 9.221 euros brutos anuales, en 2016 este 10% percibía salarios por debajo de los 7.841 euros brutos anuales (un descenso del 15% de su salario).
    Los recortes del gasto público social en Catalunya
    Este enorme deterioro del mercado laboral afectó muy negativamente la calidad de vida de la clase trabajadora, que junto con amplios sectores de las clases medias constituyen la gran mayoría de las clases populares catalanas. Sus dificultades fueron incluso más acentuadas debido a los recortes de las transferencias y servicios públicos del Estado del Bienestar catalán realizados por el gobierno de la Generalitat de Catalunya bajo el mandato de una coalición de un partido liberal (CDC, hoy conocido como PDeCAT) y otro cristianodemócrata (UDC), y más tarde (tras la desaparición de los cristianodemócratas) con un partido independentista de centroizquierda, ERC.
    Estos recortes del gasto público social (en las transferencias y servicios públicos de la Generalitat, que han estado subfinanciados durante la mayor parte del periodo democrático, y bajo el gobierno de la coalición CDC-UDC) fueron muy sustanciales durante el periodo 2010-2015, en el que Catalunya continuó siendo gobernada por dicha coalición. Durante tal periodo ocurrieron varios hechos: 1) el gasto público social de la Generalitat se redujo en 3.456 millones de euros, lo que significó una reducción de un 17%, pasando de gastarse 19.881 millones en 2010 a 16.424 en 2015; 2) el gasto público educativo se redujo un 17%, pasando de 6.310 millones a 5.234 millones en 2015; 3) el gasto sanitario público del gobierno de la Generalitat se redujo un 14%, pasando de 9.903 millones de euros a 8.464 millones de euros. Además de estos recortes, hubo una privatización masiva de la gestión de los servicios públicos así como una externalización de tales servicios al sector privado; 4) el gasto público en vivienda y otras actuaciones urbanas de la Generalitat se redujo un 60% pasando de ser 723 millones a 289 millones; 5) el gasto de protección social del gobierno de la Generalitat se redujo un 14%, pasando de 2.110 millones a 1.823 millones; 6) el gasto en promoción social del gobierno de la Generalitat se redujo un 39%, pasando de 100 millones a 61 millones; 7) el gasto de fomento de la ocupación se redujo un 25%, pasando de 732 millones a 551 millones.
    Todos estos datos, sacados de los presupuestos de la Generalitat de Catalunya, muestran, como ya hemos indicado antes, un descenso en la financiación de los servicios fundamentales del Estado del Bienestar del 17%. Tales recortes han sido de los más acentuados en España y en la UE-15. Estas medidas se justificaron, según la ideología liberal dominante en tal coalición de gobierno, argumentando que todas ellas eran necesarias para “recuperar la economía”, subrayando –como indicó el entonces presidente Mas- que “la austeridad nos hará fuertes”.
    El aumento de la pobreza y de la exclusión social en Catalunya
    La reducción salarial, el aumento de la precariedad, el aumento del desempleo y la reducción de las transferencias y servicios públicos del Estado del Bienestar tuvieron un impacto devastador en el bienestar de las clases populares. Y uno de ellos es el elevadísimo nivel de pobreza y exclusión social. Los datos hablan por sí mismos: 1) la renta media neta de los hogares catalanes descendió un 5,2% entre 2009 y 2016 (pasando de 33.064 euros a 31.339 euros); 2) en 2016 el 40% de los hogares de un adulto con uno o más hijos estaban en riesgo de pobreza. Durante este periodo de la Gran Recesión, dicho porcentaje ha subido un 22%; 3) la población total en hogares sin ningún tipo de ingreso subió un 52%, pasando de 112.100 a 176.200 personas (2008-2017); 4) el porcentaje de personas en riesgo de pobreza o exclusión social en el periodo 2008-2015 pasó de un 15% de la población total a un 20%, un incremento del 27%; y 5) la población en situación de privación material severa (un 5,5% de la población) aumentó un 250%. Estos datos muestran la enorme crisis social que existe en Catalunya, la mayor durante el periodo democrático.
    El tema nacional en Catalunya (y en España) oculta el tema social en Catalunya (y en España)
    A pesar de su gran importancia, la crisis social en Catalunya no ocupa la centralidad mediática. En Catalunya, como en el resto de España (cuya crisis social tiene muchos elementos comunes con lo que ocurre en Catalunya, como he documentado en el artículo reciente “El nuevo régimen social de España”, Público, 21.06.17), la centralidad mediática no la tiene el tema social, sino el tema nacional, que acapara la mayor atención de los principales medios de información a los dos lados del Ebro. Tales medios enfatizan constantemente el supuesto “choque de trenes” entre el nacionalismo españolista, liderado por el gobierno del Partido Popular (un partido de sensibilidad conservadora liberal) presidido por el Sr. Rajoy, y el nacionalismo catalanista secesionista, liderado por el PDeCAT (también un partido de sensibilidad conservadora liberal) y su presidente, el Sr. Puigdemont (que gobierna en coalición con ERC). Estos dos últimos partidos son independentistas que centran su atención en el tema nacional. En su argumentario, la enorme crisis social aparece solo indirectamente, al atribuirla a la pertenencia de Catalunya al Estado español. Constantemente se indica que la secesión de Catalunya de España y su independencia permitirán eliminar dicha crisis social. El argumento que responsabiliza al Estado español de la crisis social de Catalunya tiene parte de razón, pues la enorme crisis social de Catalunya es muy parecida (aun cuando en bastantes indicadores es incluso peor) a la existente en el resto de España. De ahí que se asuma, por parte de estos partidos y por la mayoría del movimiento independentista, que tal crisis social en Catalunya ha sido impuesta a la población catalana por las políticas públicas aprobadas por el Estado español. Esta externalización de responsabilidades, atribuyendo la crisis social única y exclusivamente al Estado español, es, sin embargo, insuficiente.
    La responsabilidad de la crisis social hay que buscarla también en Catalunya, pues el primer argumento oculta que la gran mayoría de leyes de sensibilidad liberal (en realidad neoliberal, como las reformas laborales del gobierno Zapatero y del gobierno Rajoy, las reformas fiscales regresivas y los recortes del gasto público social, entre otros acuerdos sociales y laborales) que han tenido un impacto muy negativo generando la crisis y dañando enormemente el bienestar de las clases populares catalanas, han sido aprobadas en las Cortes Españolas (o en el Parlament catalán) por partidos catalanes, y muy especialmente por Convergència (hoy PDeCAT), que ha liderado el gobierno de la Generalitat durante la gran mayoría del periodo democrático en una coalición con otro partido conservador, el partido democratacristiano UDC. Tales partidos comparten gran responsabilidad, tanto en la subfinanciación del Estado del Bienestar catalán como en la imposición de políticas neoliberales que causaron la crisis social. Tales partidos han apoyado sistemáticamente (tanto en las Cortes Españolas como en el Parlament catalán) políticas públicas que causaron la subfinanciación y la crisis del Estado del Bienestar catalán. La evidencia de ello es abrumadora, aunque el lector raramente lo leerá, verá u oirá en los grandes medios de comunicación catalanes.
    Las limitaciones y exageraciones del argumento de que la independencia determinaría la eliminación de la crisis social
    La futura Catalunya, en caso de alcanzarse la independencia, dependería mucho de las fuerzas políticas que lideraran el proceso de transición de la Catalunya actual a la futura. La transición española de una dictadura a una democracia mostró claramente que las fuerzas que controlaban la transición (las derechas, que a su vez controlaban el aparato del Estado) tuvieron una influencia determinante en la configuración del sistema democrático (conocido por sus enormes limitaciones) y de su Estado del Bienestar (escasamente financiado). Y un tanto igual ocurriría en la transición a la futura Catalunya. Esta es precisamente una de las causas del escepticismo o incredulidad que grandes sectores de las clases populares (y muy en particular las que viven en zonas urbanas) tienen hacia el argumento de que la independencia resolvería la gran crisis social. La clase trabajadora catalana no es independentista y este es el mayor punto flaco del independentismo. Es precisamente en barrios obreros (en los que la crisis social es más acentuada) donde el apoyo al independentismo es menor. El liderazgo del movimiento independentista por parte del mismo gobierno que ha sido responsable de las políticas neoliberales causantes de las crisis genera esta duda y escepticismo hacia la bondad del independentismo, dirigido, institucionalmente, por un gobierno de coalición liderado por tal partido conservador y liberal. Ello no quiere decir que el movimiento independentista en sí no sea un movimiento auténticamente popular que canaliza, en parte, la protesta por la situación social. Pero la escasa pluralidad en su dirección debilita su representatividad y, sobre todo, la movilización entre grandes sectores de las clases populares.
    La necesaria transformación de Catalunya (y de España)
    La única alternativa para conseguir el apoyo de la mayoría de las clases populares al desarrollo del derecho a decidir (el soberanismo) es que haya una alianza de fuerzas políticas con un claro compromiso hacia la resolución de la crisis social tanto en Catalunya como en España. El soberanismo no es el independentismo. La secesión es una alternativa ofrecida a la población en su derecho a decidir. Hoy, según las encuestas, la gran mayoría de la población desea ejercer este derecho a decidir, pero la mayoría no es secesionista.
    El proyecto soberanista en Catalunya necesita establecer una alianza con fuerzas progresistas en España que luchan para conseguir resolver el problema social y el problema nacional de España (consecuencia, este último, de su negativa a reconocer su plurinacionalidad). El obstáculo mayor hoy para resolver el tema social en España (y en Catalunya) es la alianza de las fuerzas conservadoras y neoliberales nacionalistas españolistas (que gobiernan España), y de los conservadores y liberales (ahora convertidos al independentismo) que lideran el gobierno catalán, en su defensa del modelo neoliberal y de las políticas neoliberales. Su dominio y hegemonía en los aparatos del Estado, tanto en España como en Catalunya, representa el principal reto a superar. La abstención de PDeCAT en la moción de censura en contra del gobierno Rajoy ejemplifica esta alianza, mostrada múltiples veces en las Cortes Españolas. De ahí que se requiera una alianza entre los que desean un cambio profundo (social y nacional) en ambos lados del Ebro. Quedó bien expresado en el discurso de presentación de ERC (a cargo del Sr. Joan Tardà) en la misma sesión, cuando expresó su hermandad con las fuerzas políticas, Unidos Podemos y sus aliados, En Comú Podem y En Marea, en su lucha para transformar España, terminando su discurso con el saludo ¡Viva la República Española!, a lo cual las nuevas izquierdas procedentes de distintas partes de España respondieron con un fuerte aplauso. Ahí estaban las bases de una nueva Catalunya y de una nueva España.
    Pero esta visión del Sr. Tardà no es la hegemónica en grandes sectores del independentismo catalán, que considera que España es el problema y ve a Unidos Podemos y sus aliados como uno de sus mayores adversarios, pues representan la cara amable de España, que no desean reconocer, pues les interesa más la cara antipática que puede movilizar a sus bases. Ahí está otro de los problemas.
    ¿Qué debería hacerse para resolver el mayor problema que tienen las clases populares en Catalunya?
    La respuesta es fácil de ver. Poner el tema social en el centro del debate, denunciando la incoherencia del PDeCAT al presentarse como el gran defensor de Catalunya, a la vez que apoya medidas económicas y sociales que dañan a las clases populares en Catalunya. Este tema debería ir acompañado con la defensa del derecho a decidir (que estuvo siempre en el ADN de las izquierdas catalanas), denunciando la instrumentalización del famoso proceso constituyente por parte del PDeCAT y Junts Pel Sí, que con su comportamiento antidemocrático están evitando que se alcance la plena realización de tal derecho. Ni que decir tiene que el Estado central, con su comportamiento represivo, está, además de incrementando el independentismo, facilitando tal instrumentalización. Con ello se está ayudando a que las mismas fuerzas que han gobernado siempre Catalunya (y que son responsables de su gran subdesarrollo social), continúen configurando el futuro, empeorando incluso más la situación social. La resolución del problema social y nacional en Catalunya será de difícil realización sin un cambio en España y sin un liderazgo en el movimiento constituyente catalán que ponga la resolución del tema social en el centro de su estrategia, movilizando con ello a las clases populares catalanas, ejerciendo su derecho a decidir en condiciones auténticamente democráticas.
    http://blogs.publico.es/vicenc-navarro/2017/06/30/el-mayor-problema-que-tiene-hoy-catalunya-del-cual-no-se-habla-la-crisis-social/

              Anderson Cooper Crybaby Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    Anderson Cooper Crybaby Meme


              Jeff Zucker Fired Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    Jeff Zucker Fired Meme


              Trump Tweets Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    Trump Tweets Meme


              Islam Media Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    Islam Media Meme


              CNN Very Fake News Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    CNN Very Fake News Meme


              CNN Obama Butt Kissers Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    CNN Obama Butt Kissers Meme


              CNN Fake News Lies Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    CNN Fake News Lies Meme


              Fake Dishonest News Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    Fake Dishonest News Meme


              CNN Fake News Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    CNN Fake News Meme


              CNN Fake News Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    CNN Fake News Meme


              CNN Fake News Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    CNN Fake News Meme


              CNN Fake News Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    CNN Fake News Meme


              DDoptrXXgAAtkOJ   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    DDoptrXXgAAtkOJ


              CNN 24/7 Fake News Meme   

    TRUMP MEMES LIBRARY posted a photo:

    CNN 24/7 Fake News Meme


                 
    Yudi Joyokusumo
    Ketika Kau Menangis

    dengan peluh membasahi pipi
    berkeringat sekujur badan
    saat kau sebut Tuhanmu
    dan kau hanya membisu tanpa kata
    tinggal tangisan hatimu tak bersuara

    rangkaian tasbih berputar naik turun
    dan terucap asma Lailaaha illalloh
    getar jantungmu membuka langit
    dengan air mata kau berharap

    kau bersimpuh dengan lutut di tekuk
    hilang dayamu berpasrah diri
    tak berhenti bibir mengucap Lailaaha illalloh
    tangisan hati memecah sunyi

    tapi, ritual tangisan hati hanya sesaat
    dan berhenti seiring waktu berjalan
    ketakutan pada Tuhanmu hanya sekejap
    melebihi ketakutan kepada sesamamu

    keimanan yang kau banggakan
    tergerus dengan sinarnya dunia
    kau tutup nuranimu merasa tak berdosa
    akhirnya hidupmu penuh kepalsuan


    Agustus 2010
    di baca pentaskan dalam tadarus puisi Ramadhan Arek TV 1431 H / 7 September 2010 di Aula Dinas Pariwisata Mojokerto
                 
    BAHASA KALBU


    terangkai rasa dalam doa
    yang tersirat dalam bahasa kalbu
    mengiring derap langkah memecah sunyi
    mengangkat tangan membelah langit

    awan hanya diam membisu tanpa kata
    mendengar jeritan hati mengharu biru
    angin ikut berdiam tak bertanya
    menanti waktu yang tak pasti

    uraian kasih menghampar di atas bumi
    menyibak rerumputan tak bertulang
    tanah tandus mengharap takdir
    membingkai jiwa tersekat rasa

    cinta abadi berselimut harapan
    merubah nasib dalam genggaman
    merentas angan mengikat jiwa
    bersama sang pemilik dunia

    Juni 2010
              [MEME-209] 発情熟女 汗だく メガサイクロン/妄想族 熟女   
    収録時間:100分 シリーズ:—- 発売日:2017/08/01 ジャンル:熟女,お母さん,素人,汗だく,サンプル動画 レーベル:メガサイクロン/妄想族 メーカー:メガサイクロン/妄想族 監督:—- 出演者:—- 品番:MEME-209 Download file premium only: Download from depfile.com
              Re: That annoying FriendFeed ‘feature’ people like   

    Trying to avoid endless repetition in social media. Everyone shares the same damn top story on techmeme or follows the same people. I KNOW calacanis and scoble and these guys and have unsubbed and yet still get content. Know how people get all uppity with the 'well if you don't like it don't read it blah blah"? Basically, I'm attempting that, and it fails.

    Side effect: Yes, you miss out on people.


              Meme della TdG di oggi   
    Sproloqui e chicche varie
    Statistiche : 7 Risposte || 116 Visite Post by Tania-94
              A Bowl of Yum   
    Time for the June recipe card class at The Craft Shack!  This tasty recipe was submitted by Diane Z. & I designed it with a little inspiration from Pinterest. I've never done anything with an Asian theme & I really like out it turned out. 
    The bowl was made following Alex's Creative Corner idea by punching SU Rose Red CS using the SU Designer Label Punch then cutting it about in half.  It was stamped in black Archival Ink using the corner stamp from Penny Black's Oriental set.  The bowl was trimmed using SU Basic Black CS.  The chopsticks were hand cut from SU Natural CS & attached to the back of the bowl then it was popped up.
    The idea for the hanging screen came from Maylee's lantern card.  The branch from Penny Black's Oriental set was stamped at an angle with black Archival Ink on SU Rose Red then run through a paper crimper.  It was trimmed so there were tabs at the top, & bottom for the hand cut fringe.  It's decorated by punching SU Basic Black Cardstock with a SU Scallop Trim punch & adhered to the back using Scor Tape.  The tiny white pearls were colored with gold Wink of Stella then placed at the top & bottom.. 
    The lanterns from the same Penny Black set were stamped with Memento Tuxedo Black Ink, colored with copics YG63 & R85 , fussy cut out then the fringe was cut apart.  Clear Wink of Stella over the leaves gave it a little sparkle & a line was drawn on the DSP with a gold marker to "hang" the lanterns.  (Ignore the little white spot on the right lantern it's not on the original?)
    The SU Very Vanilla recipe card & SU Basic black mat were cut with the SU Window Framelit die.  The black mat was cut in half then adhered to the back of the recipe card & popped up.                                                                                                                         After adhering the gold trim ribbon to the center of the Bazzill Glamorous Vintage Lace DSP it was matted in SU Basic Black then all the elements were adhered.                                                                                                                                                                  TFL!!

              It's A Bit Of A Tomato!   
    I just love fresh bruschetta so why not make a recipe card & no better time than for the May recipe card club at The Craft Shack's class.

     Maja Design "I Wish"
    I selected SU Red Riding Hood for the base because it reminded me of a tomato.  I had a hard time matching the DSP until I found the plaid in the Maja Design "Summertime" Collection. From there I added the strips of paper from "I Wish" & SU Always Artichoke cut at an angle.   The letters were cut using my Plantin Schoolbook Cricut cartridge.  I used one of my favorite dies, Cheery Lynn Designs "Fanciful Flourish" for the vines & it comes in a larger version too.  The tomatoes are from 2 sets, Clear & Simple "Fresh From the Garden" & PJK Design / Cookbookin' "Eat Your Veggies".  I stamped them in Memento Rhubarb Stalk then colored them with Copics R35, R37, R39 & YG63 before fussy cutting them out.  Of course I had to add a little bling, 2 gems from my stash!

    Hope you enjoyed & TFL!


              Flowers in Bloom   
    This project was for a swap at a recent Splitcoaststampers event in Ilion, NY.  The swap was a "No Sentiment" card front which I thought would be easy but it IS difficult not to use a sentiment!
    The flowers from Sweet n Sassy Flowers in Bloom stamp set (& there's a matching die!) are stamped in Memento Tuxedo Black Ink on SU Whisper White.  It was colored with Copic markers (R85, R83, B21, B97, G94, G99 & E25) & brushed with Clear Wink of Stella. Once the image was cut in thirds & matted, they were adhered to a 5 X 3 3/4 piece of SU Whisper White that had been embossed using TH Bricked EF. The black jute & tiny black jewels were added as accents then adhered to the 5 1/4 X 4 SU Basic Black card front.  It's already to be added to a cardbase of choice!

    TFL!
              Happy Birthday Cupcake!   
    I made 2 more birthday cards that light up for my friends Sally & Jeannette.  I've decided to make one for each of the Giggler's so by the end of the year I'll have made 16 of them (13 more to go!).  Even though I used a simple circuit I had a hard time wrapping my head around connecting the positive side to the battery.



    I cut 2 pieces of CS & finished the card front.  I measured to determine where to place the light, marked the 2nd piece & stamped the candle.  I drew a diagram so I'd know where to put the copper tape & battery. I cut 1/8" off each side of the back CS so it wouldn't show when I put it together.  The copy paper at the right is for the battery.


    I adhered the copier paper then placed the copper tape over my diagram leaving a gap where the light will go.







    I placed the LED sticker over the copper tape making sure the positive & negative marks on the sticker touched the correct sides.  Using a glue dot I added the battery negative side down over the negative side of the copper tape.  There are 2 layers of dimensionals around the battery which are slightly higher than the battery & so the positive side of the copper tape doesn't touch the battery unless it's pressed.  The skin" of the top dimensionals were left on so it doesn't stick to the copy paper.



    I then folded the copier paper over the battery to test the light before I finished putting it together.
    I placed a dimensional strip around the outside & a few towards the top for stability before adding to the card front.














    Here's the finished card.  I probably didn't need to but I stamp, colored & cut out the icing again so I could pop it up.

    They are definitely fun to make.  Check out Chibitronics for more ideas on making these cards.

    TFL!










    SUPPLIES:  Chibitroncis-LED Stickers, copper tape; Cardstock-SU Pretty In Pine, SU Whisper White; Ink-Memento Tuxedo BlackVersaFine Onyx Black, Stamps-SU Sprinkles of Life, SU Perfectly Penned; Markers-Copics R81, R83, R85, G12, G14, Y06, Tombow Light Gray; Embossing Folder-SU Framed Tulip; Battery-Sony CR2032 Lithium 3V; Deminsionals-SU Strips, Scrapbook Adhesives Foam Squares.








              Ole'   
    Another good recipe for our Recipe Card Class at The Craft Shack!  I decided on a chicken recipe I saw on FB awhile ago.  I'm sorry I don't remember who it came from but I did make a few changes & it's one of our favorites!

    After a little research on colors & patterns from Mexico, I decided to use SU Sycamore St DSP.  I really liked the other side but the pattern was to big...anyway along with it I used SU Tangerine Tango, Not Quite Navy & Ruby Red CS for the mats & trim.

    After I printed the recipe & cut it out I stamped Judith & Heather's "Tall Bird" I124 in Memento Tuxedo Black using Inkadinkado's Stamp-a-ma-jig.  This helped me make sure the image didn't cover a lot of the words or be stamped off the CS.  I don't think he's really a chicken but for this project he is, so I decided to leave him white.  His beak & tail feathers are colored with Copic R24, his feet are Y35 & the image is shadowed by going around it with Tombow N95.

    My SIL, Judy let me use a stamp which included the image of the sombrero.  I colored it using Copics YR04, R24, B97, Y35, BG23 & outlined the band with a black Sharpie Fine Pen before fussy cutting it out.  Once the card was assembled the sombrero was popped up with Scrapbook 3d White Foam Squares.

    The trim is a die from Elizabeth Craft Designs Jewels 1 Set cut from Tangerine Tango & Not Quite Navy then weaved together before adhering with a Tombow glue pen.  It needed a little bling so I added Starform Transparent Glitter Stickers to the trim.

    I love putting my favorite recipe on these special cards & hope you enjoyed reading how I did it. Thanks for visiting my blog & if you like my creation feel free to leave a comment.
              Here’s Why Barrister Ogungbeje Will Be Defending Evans The Kidnapper In Court   

    Lagos lawyer, Olukoya Ogungbeje, has justified his decision to defend suspected billionaire kidnapper, Chukwudumeme Onwuamadike, a.k.a. Evans, in court. Ogungbeje has come under public criticisms for accepting the brief to seek freedom for Evans or have him charged to court, weeks after his arrest. But, speaking with Saturday Sun yesterday, Ogungbeje, accused a section of [&hellip

    The post Here’s Why Barrister Ogungbeje Will Be Defending Evans The Kidnapper In Court appeared first on NixusBlog.com.


              ☯ ISSTH Chapter 1610 ☯   
    Chapter 1610 Translator: Deathblade Translation Consultant: anonpuffs Chinese Grammar Consultant: Madam Deathblade Editor: GNE Proofreaders: CC and Tsukihime Memes: Logan Meme Archives: JerryDaBaws Master of Cuteness: Baby Deathblade
              ☯ ISSTH Chapter 1609 ☯   
    Chapter 1609 Translator: Deathblade Translation Consultant: anonpuffs Chinese Grammar Consultant: Madam Deathblade Editor: GNE Proofreaders: CC and Tsukihime Memes: Logan Meme Archives: JerryDaBaws Master of Cuteness: Baby Deathblade
              ☯ ISSTH Chapter 1608 ☯   
    Chapter 1608 Translator: Deathblade Translation Consultant: anonpuffs Chinese Grammar Consultant: Madam Deathblade Editor: GNE Proofreaders: CC and Tsukihime Memes: Logan Meme Archives: JerryDaBaws Master of Cuteness: Baby Deathblade
              Sertel: Patates üreticisi maliyetinin altına satış yapıyor   
    Sertel: Patates üreticisi maliyetinin altına satış yapıyor
    Türkiye’nin patates üretiminde önemli merkezlerinden biri olan İzmir Ödemiş’te patates fiyatları maliyetinin altına düştü. Toprak altı maliyeti 40-45 kuruş olan patatesin tarla fiyatı 20 kuruşa kadar düştü. Ürünlerinin çürümemesi için maliyetinin altına satış yapmak zorunda kalan Ödemişli patates üreticileri, iktidarın duruma müdahale etmesini istiyor. Cumhuriyet Halk Partisi (CHP) İzmir Milletvekili Atila Sertel, Ödemişli patates üreticilerinin […]
              Hayatın Benim   
    Güzel FBI ajanı Illeana Scott, özellikle çözülemeyen cinayetler konusunda uzmanlaşmış bir analizcidir. Suç araştırması konusunda sıradan yöntemlere güvenmemekte ve kendi yöntemleriyle en zor dosyaları bile çözüme kavuşturmaktadır.Montreal polisi bir seri katilin işlediği cinayetlere engel olamayınca, dışardan birinden, Ajan Scott’tan yardım isterler. Montreal’e gelen Scott, yerel polisten dedektiflerin de yardımıyla araştırmaya başlar. Seri katil, bir tür […]
              Dating & Technology Q&A: My Partner Fishes For Likes, What Do I Do?   
    Question from Carolyn S.: I’ve been with my partner for a long time now. I love him, but he’s always posting inappropriate stuff (like memes or outrageous status updates) on social media for likes. It’s pretty cringe-worthy to watch. Why does he do this? And why is my support not enough? I can’t figure out […]
              Jeřábník mostového jeřábu   
    přijmeme zkušeného jeřábníka mostového jeřábuMožnost ubytování,smlouva na hlavní pracovní poměr na dobu neurčitou, úvazek 37,5 h týdně, nástupní mzda 100,- - 15
              Obráběč (vrtař, soustružník, karuselář)   
    Přijmeme obráběče kovů na přesnou míru, hrubování a velice přesné nástrojáře. Jde o práci na karuselech klasika i CNC ( stroj SK 25 CNC - systém CNC 586 MEFI, S
              Horizontář CNC   
    Přijmeme obráběče kovů na přesnou míru, hrubování i velice přesné nástrojáře. Jde o práci na horizontkách (stroj WTF 13 CNC - systém Heidenhein, stroj W160 HC-N
              The High End Continues to Take The Low Road   

    Nothing is more annoying than beating a dead horse. Whether it be a joke, a meme, a song, or a tale, it gets annoying for the person spew…

    The post The High End Continues to Take The Low Road appeared first on thefullpint.com.


              BINGKISAN 2013   

    Berlabuh sudah tirai 2012....banyak sekali lakaran pada kanvas kehidupan tahun sudah...kini lembaran baru bermula...2012 menggamit 1001 kenangan, pamitan 2013 membuai-buai...hati digamit pelbagai rasa...telah berusaha sedaya mungkin menetapkan minda bagi menelusuri perjalanan 2013...yang pasti makin besar onak n ranjau serta pancarobanya, sesuai dengan kematangan yang akan bertambah selari dengan pertambahan usia...memasuki tahun baru bermakna usia menginjak setahun ke hadapan, bermakna umur semakin tua..juga memberi erti diri semakin hampir dengan kematian.....
     
    Penghujung akhir tahun 2012 memalit kisah duka, seorang teman seperjuangan yang telah kembali ke rahmatullah, pada Disember 2012....Januari 2013 pula mengheret kisah duka dengan pemergian isteri kesayangan kepada sahabat seperjuangan yang juga merupakan ketua UBK di SESTER....Ya Allah, sesungguhnya Engkau tidak memerlukan sebab untuk mentakdirkan sesuatu itu berlaku...juga tidak memerlukan alasan untuk menangguh-nangguh dalam urusan memakbulkan doa-doa hamba-Mu....persoalannya, bersediakah kita???
     
    Banyak yang bersarang dalam fikiran...namun tidak berdaya untuk kuungkap...apa yg ada dalam fikiran, apa yag dirasai dalam hati, seolah-olah ‘wordless’ untuk diungkap....persoalan yang sering jelma dalam kotak fikiran dalam tempoh beberapa hari ini apabila melihat 2 anak kecil yang menatap jenazah ibunya...2 kanak-kanak yang berusia 5 & 3 tahun...usia yg sangat mentah dan belum mengerti hakikat kehidupan..belum memahami kematian dan kehidupan....Allahurabbi, bagaimana agaknya keadaan anakku seandainya aku dipanggil mengadap Ilahi? Anak yang sangat jarang berenggang dgn umminya...hatta mandi dan tidur pun masih damba umminya....hati tersentuh bila bercakap tentang kematian...menangis-nangis si Irfan dan dengan linangan airmata merayu Ummi janganlah mati, nanti Irfan nak tidur dengan sape? Hati dan minda bekerja pantas memikir-mikirkan kondisi 4 anak kepada sahabat yang baru sahaja kehilangan isteri.....Ya Robb, Engkau limpahkan segenap kasih sayangMu kepada hamba-hambaMu itu, moga dengan rahmat mahabbahMu, maka hati-hati mereka cekal dan tegar dengan kehilangan...moga hati-hati mereka erat dan bersatu dlm 1 dakapan ukhuwah yang takkan terlerai ilaljannah...kerana si isteri dan bayi dalam kandungan sedang menanti suami dan juga bapa di pintu syurga...bercerailah mereka di dunia, insyaAllah dengan izinMu mereka bersatu di syurgaMu...
     
    Ya Allah, terima kasih atas kurniaan rahmat dan nikmatMu di sepanjang tahun 2012....moga aku makin cekal dan tabah melalui pancaroba yang melintang....sesungguhnya itulah tanda kasih sayangMu bagi memastikan hamba-hambaMu tidak terus hanyut dengan tipu daya dunia.....Ahlan wasahla Tahun Baru Hijrah, 2013.....marilah berhijrah menjadi hambaNya yang lebih baik...wallahua’lam...


              RUMAH PERTAMAKU   
    Gambar Hiasan (Semi D)
    Alhamdulillah semester 5 dah berakhir...it means, no more classes, no more assignments and no more quiz/test...tapi masih ada tugas yang perlu setel...penulisan kertas projek bab 1-3 masih perlu diperbaiki...banyak lagi proses yang perlu dilakukan untuk menyiapkan penulisan kertas projek...perlu dihabiskan sebelum berakhir julai 2012 kerana pihak senat uum akan bermesyuarat bagi menentukan kelayakan konvokesyen pada Oktober 2012 nanti di Sintok, insyaAllah....

    Sedar tak sedar, diam-diam masa berlalu...kini dah nak masuk pertengahan Mei....bermakna telah sebulan lebih urusan mencari rumah untuk dibeli...proses tinjauan, pemerhatian dan penilaian yang cukup memeritkan...penat...tapi puas hati...hajat hati nak cari rumah yang bukan bertaraf banglo besar...sekadar untuk didiami bersama-sama anakanda kesayangan...penat meninjau ke merata tempat, segala aspek diambil kira...di antaranya :
    1. Lokasi tapak rumah
    2. Harga keseluruhan rumah
    3. Harga guaman
    4. Nilai pinjaman yang akan dipohon (agar tidak membebankan potongan bulanan)
    5. Aksesori yang disediakan oleh kontraktor/pemaju
    6. Baki bersih pinjaman (untuk tempah grill dan juga perabot)
    Dalam masa sebulan terlalu banyak perkara yang dipelajari....perancangan, pengurusan..segalanya memang memeningkan...tapi adat belajar, tak tahu kene bertanya...so banyak juga sumber yang dirujuk...banyak juga pendapat yang diterima....cuma yang perlu dilakukan ialah mengesahkan sumber dan seterusnya membuat keputusan...alhamdulillah, berkat asuhan sejak dulu lagi, dah memang terdidik untuk membuat pertimbangan dan keputusan, maka semuanya dilalui dengan lapang hati....inilah hasilnya:
    1. Rumah Semi D berkembar gaya kontemporari RM220 000.00 (3 bilik 2 bilik air)
    2. Keluasan tanah 370m2, keluasan tapak rumah 1350 sqft
    3. Accessories  (Auto Gate, Sliding door beserta grill, Downlights dlm rumah, pemanas air bagi 2 bilik air, Siling kapur, Bata merah untuk binaan rumah)
    4. Letrik 3 phase (Plug point bagi 3 unit a/cond di master bedroom, 2 bedrooms dan living room)
    5. Porch boleh masuk 2 buah kereta
    6. Bukaan sisi kanan rumah 20ft dan bukaan depan 20ft
    7. Keluasan ruang tamu anggaran 16ft
    8. Dijangka siap sepenuhnya pada Januari/Februari 2013
    Banyak pilihan yang aku ada tapi setelah mempertimbangkan semuanya, aku berpendapat inilah pakej terbaik yang aku dapat....lagipun rumah ni bukanlah permanently aku tinggal di situ...ada hajat lain yang lebih besar lagi....after tamat Sarjana, aku berkeinginan untuk menyambung pengajian ke peringkat Kedoktoran...mudah-mudahan suatu hari nanti aku akan bergelar pensyarah atau pegawai psikologi di UNiSZA atau UMT....

    Berkat sokongan dan juga doa daripada ibu bapa, aku mengharapkan tiada masyaqqah yang boleh mengganggu kelancaran proses memiliki rumah yang sempurna (bagi diriku dan Irfan)...mudah-mudahan juga "Rumah Pertamaku" ini akan membawa sejuta kerahmatan dan kebahagiaan buat diriku...amin...


              SEJUK HATI UMMI   


    Semester lepas dikejutkan sikit dengan ujian kecil....akibat kemalangan kecil, kaki kiri mengalami kecederaan ringan...meskipun sedikit sahaja nikmat Allah tarik, namun aku tidak mampu bergerak seperti biasa....menurut doktor, kakiku mengalami "soft tissue injury" di kawasan sekitar pergelangan kaki hingga menyebabkan buku lali dan kawasan sekitarnya membengkak...kaki nampak sedikit sembab....sekarang ni aku dapat mc 3 hari (18-20/3) dan terpaksa menggunakan tongkat bagi mengelakkan pressure di tempat yg injured....namun semua kuharungi dengan tabah dan senang hati....tiada sikitpun buruk sangka pada Allah...kerana bagiku ujian ini hanya sepicing drp nikmat yang dianugerahkan padaku meskipun tanpa kupinta....

    Namun dalam tempoh ini, hatiku banyak kali tersentuh dengan gelagat si kecil yang telah genap usianya 4 tahun pada 6/5/2012 ini....meskipun masih kecil, tapi sikap prihatin dan tanggungjawab Irfan sesekali menyentuh dasar hati seorang ibu....sejak diberitakan aku mengalami kemalangan kecil, terus airmata Irfan mengalir dan memeluk neneknya kerana berdukacita....kemudian, after berehat dan tidur, aku terjaga semasa azan maghrib...hajat hati nak ke tandas utk urus diri namun sebaik sahaja kaki kiri berpijak, aku hampir terduduk....dgn terhencot2 menahan kesakitan, akhirnya keluar dari tandas menyebabkan aku terduduk di atas katil krn kesakitan yg teramat sangat...teresak2 sendiri....akhirnya mulut memanggil Irfan...segera si anak berlari masuk bilik...sebaik sahaja melihat aku menangis teresak2 kerana sakit, Irfan terus menangis dan memanggil neneknya....mmg tidak dapat kutahan kesakitan pada waktu itu....segera aku dihantar ke klinik...Irfan juga bersusah-payah ingin menolak kerusi roda dan tolong buka-tutup pintu klinik....

    Sepanjang berada di rumah, Irfan sgt sensitif dengan keperluan aku....pantang aku nak bergerak, die akan segera ambilkan aku tongkat....then sedia menunggu di pintu tandas sekiranya diminta menghantar tuala dan juga kain....dah siap mandi, Irfan juga yang menghulurkan deodorant dan baju utk aku....

    Bayangkan, usianya 3 tahun 10 bulan (pada masa itu) dah pandai menguruskan umminya...juga sgt sensitif dengan keupayaan dan keperluan ummi....tido malam juga irfan tidak lagi lasak...manakala susu juga sudah pandai buat sendiri......mudah-mudahan Irfan menjadi anak soleh yang mampan tiang agamanya, luhur budi pekertinya....moga di suatu hari nanti Irfan juga sebahagian drp cendekiawan Islam yang memberi sumbangan kepada agama, bangsa dan negara...amin

                 
    Sejak akhir-akhir ini banyak berita yang kurang menyenangkan sama ada di dada akhbar, kaca televisyen mahupun suara radio....cuma ada beberapa perkara yang membuatkan hati kecilku tersentuh...jom kita review sekejap...

    1. Masalah pelajar sosial di luar negara
    2. Isu dibangkitkan: Inilah agenda pendidikan sekular UMNO (means UMNO yg salah)Idea saya : Idea aku: Kenapa perlu ditudingkan jari kepada UMNO sahaja apabila timbul masalah gejala sosial? pada pendapat aku la kan, itu isu peribadi...lagipun berapa banyak pelajar Malaysia di luar negara yang masih teguh agamanya, kebal jati diri Islamnya..tapi ada tak orang nak highlight perkara tu?
      Kesimpulan: Manusia memang cepat benar menghukum kesalahan seseorang dengan menuding jari kepada orang lain walhal isu akhlak dan pendidikan adalah t/jawab bersama
    3. Baucer Buku RM200
    4. Isu dibangkitkan: Pelajar jual baucer di internet--->Kerajaan ajar rakyat menjadi korup
      Idea aku  : Kenapa perlu disalahkan kerajaan? niat kerajaan tu baik, nak bantu ringankan beban kewangan pelajar dan menggalakkan pelajar IPT rajin membaca. Sepatutnya pelajar disalahkan keraan menyalahgunakan baucer tersebut. aku sendiri mengakui RM200 memang tak cukup untuk beli buku2 psikologi dan kaunseling yang rata2 berharga RM70 ke atas bagi sebuah  buku.
      Kesimpulan: Kenapa perlu disalahkan pihak yang memberi sedangkan yang menerima sendiri tidak amanah? ini adalah soal tanggungjawab. let say ada orang kata menteri2 dan YB2 ramai yg korup dats why pelajar IPT jadi camtu. 1 analogi mudah yg boleh saya bagi. kalau menteri kita makan taik, takkan kita rakyat jelata ni nak ikut makan taik? sendiri punya badan, minda dan iman, sendiri pilih dan bertanggungjawab atas pilihan tersebut.
    5. Bantuan Sakit/Khairat kematian
    • Isu dibangkitkan: Si sakit (org kerajaan) dan si pelawat (YB pembangkang) adalah dari parti berlainan. Keluarga si pesakit tak puas hati dengan sumbangan drp YB yang bagi mereka tak memadai dengan kereta besar dan jawatan YB.
    • Idea aku: Melawat/Ziarah kerana sakit/kematian adalah tanggungjawab sesama Islam. Kenap perlu mempersoalkan berapa jumlah sumbangan dan berapa banyak barangan yang disumbangkan? Rasulullah sendiri mengajar umatnya agar ikhlas dalam memberi dan juga ikhlas dalam menerima. Sekecil-kecil pemberian walau sebiji kurma atau sekeping roti kosong mungkin boleh menjadi penyelamat kita dari pintu neraka.
    • Kesimpulan:
    Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya :
    "Dari Adiyie bin Hatim Radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Takutlah kamu akan api Neraka walaupun dengan separuh buah kurma".(Riwayat Al-Imam Al-Bukhari).
    Hadis tersebut menunjukkan bahawa amalan bersedekah itu walaupun hanya sedikit dengan separuh buah kurma boleh menyelamatkan kita daripada api Neraka.
    Ingatlah wahai kaum Muslimin bahawa amalan bersedekah tidak akan mengurangkan harta, sebaliknya akan menambah harta dan menjauhkan kekurangan dan kesempitan. Mudah-mudahan segala amal perbuatan kita akan mendapat ganjaran daripada Allah Subhanahu Wataala, Amin.
    Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Saba' ayat 39 yang tafsirnya :
    "Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya Tuhan-Ku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Ia juga yang menyempitkan baginya dan apa sahaja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya dan Dialah jua sebaik-baik pemberi rezeki".
     Firman Allah s.w.t di dalam surah al Baqarah, ayat 261 dan 262; "Bandingan (derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai, tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji. Dan Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (Rahmat) kurniaNya, lagi meliputi ilmu pengetahuanNya. Orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang mereka belanjakan itu dengan perkataan membangkit-bangkitkan pemberiannya, dan tidak pula menyinggung atau menyakiti (pihak yang diberi), mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita."
    Dalam ayat ini Allah memperingatkan hambaNya akan kelebihan berbelanja pada jalan Allah
    Dalam dunia akhir zaman ini, siapakah yang sebenarnya boleh menggalas harapan dan boleh dijadikan tempat untuk berpaut khususnya bagi rakyat beragama Islam? kalau kita yang beragama Islam tidak mampu mencontohi akhlak Rasulullah dalam pentadbiran dan akhlak baginda, janganlah suka menudingkan jari ke arah orang lain kerana 1 jari yang dituding, 4 jari lagi kembali pada diri kita. Suka juga saya petik kata-kata akhi Hilal Asyraf, "Kalau Solat Subuh pun belum, jangan bermimpi nak ubah negara"...Fahami betul2 kata2 H.A tersebut..sangat mendalam sebenarnya....usahlah kita menjadi golongan pengikut yang taksub tanpa ilmu...Tak kisahlah sape kita dan apa parti kita, soalan pertama yang akan ditanya dalam kubur esok2 ialah amalan solat..selepas itu baru ditanya tentang tanggungjawab, amanah dan amal kebajikan kita dan lain2...Maaflah kalau ada sesiapa yang tidak menyenangi apa yang ditulis di sini..hanya sekadar apa yang dirasai...
    "Kalau Nak Menurut Biar Berakal,
    Kalau Mengikut Biar Pintar"



              EPISOD BARU 2012   
    Alhamdulillah tirai 2011 telah berlabuh...kini langkah diorak menelusuri denai 2012....mungkin di luar sana ramai yg telah memasang azam baru...namun bagiku tiap hari juga boleh ditanam keazaman...dalam bahasa mudahnya, aku menggariskan proses transformasi diri bagi sepanjang tahun 2012...hahaha mungkin itu adalah 'niche area' secara kasarnya....akan kubina NKRA bagi setiap perkara yg ingin ditransformasikan...hehe bercakap mengalahkan Datin Seri Hajah Rose plak, NKRA bagai...hahaha...tapi sebenarnya bila bercakap tentang transformasi, ia tidaklah semudah diungkapkan....kerana tiap niat ke arah kebaikan pasti akan diuji....apabila kita berkata "aku berazam tak nak jadi panas baran" maka Allah akan datangkan pelbagai ujian yg memungkinkan kemarahan itu maujud....adakah Allah itu tidak adil? Jawapannya tidak...kerana mat salleh pun ada cakap "practice makes perfect"...maka sudah tentulah ujian demi ujian diberi sbg latih tubi ke arah perubahan yang diingini...


    Allah juga ada berfirman...
    Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka mengubah nasib mereka sendiri”
    (Ar-Ra’d: 11)
    Adapun bagi orang-orang beriman, " (iaitu) Mereka yang mendengar perkataan lalu mengikut yang terbaik di antaranya. Merekalah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang berakal, ” (Azzumar: 18). .
    “Allah telah menurunkan sebaik-baik kalam iaitu al-Quran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gementar kerananya kulit-kulit orang-orang yang takutkan Tuhan mereka kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki,” (Azzumar: 23).
    Firman Allah di atas boleh diperincikan bahawa kita memerlukan perancangan bagi melalui fasa-fasa perubahan yang diinginkan....kerana usaha mengubah nasib tidak diperincikan dengan jelas, namun akal yang jauh wawasannya boleh memperincikan bahawa untuk berjaya dalam perubahan perlu kepada perancangan dan pelan tindakan...juga perlukan kepada back up plan....semua ini boleh dikaitkan dengan usaha bersungguh-sungguh, kekuatan dan kecekalan hati, semangat yang jitu di samping doa dan juga tawakal.....laluan yang bakal kita lalui tidaklah semudah ABC tetapi seandainya hati dan akal mengatakan boleh, i/Allah semuanya akan dicernakan dalam bentuk tindakan....
    Selain itu, ayat -ayat diatas jelas membuktikan bahawa apa cara sekalipun usaha perlu datang dari diri kita untuk mencintai Al quran kerana kesan Al-Quran terhadap mereka adalah kesan yang positif pada setiap masa, ia mengubah diri mereka daripada satu keadaan kepada keadaan yang lain serta mendorong diri mereka untuk berhias dengan akhlak-akhlak yang mulia lagi terpuji. Memang benar semua yang ada di muka bumi ini, semuanya dalam lingkungan ilmu Allah. Amal soleh, ajal maut, rezeki dan segalanya sudah tercatat di Luh Mahfuz sejak azali. Jika ia tidak berlaku maka ternafilah ilmu Allah. Namun demikian, adakah ia bermakna kita perlu meninggalkan semua asbab? Adakah kita mesti menolak semua wasilah untuk mencapai matlamat kita? Sama-sama kita fikirkan....

    Adakah perlu jadi begini?


    Atau begini???????

    Atau mungkin beginikah???

              PERCUTIAN PALING PANJANG   
    Alhamdulillah tahun 2011 hampir melabuhkan tirainya....pelbagai kisah suka duka dialami sepanjang tahun ini....banyak juga pahit maungnya tetapi apabila sekeping hati itu redha, maka ketenangan dan rasa bahagia tetap hadir dalam diri....redha itu bukan hanya di kala suka tetapi juga di saat air mata berjuraian..itulah kekuatan....tapi bukan kisah suka duka yang ingin aku kongsikan di sini....hanya lakaran rasa sekeping hati di sepanjang percutian bersama keluarga....percutian kali ini disertai oleh mak, abah dan anak sedara selain daripada aku dan irfan....maka secara automatiknya aku menjadi ketua rombongan...mengatur jadual perjalanan dan tempat tinggal, semuanya diuruskan sendiri, dengan bantuan sepupu-sepupu yang sangat supportive dengan izin-Nya semua yang dirancang berjalan dengan baik walaupun ada sedikit masyaqqah sejak awal hingga akhir (manusia hanya mampu merancang tapi Allah yg jd penentu)....

    Percutian yang paling indah seumur hidupku....perjalanan dari bumi Terengganu ke KL agak membosankan kerana terpaksa transit di Tune Hotel sementara menunggu next trip ke Miri....boarding pada jam 4.20pm dari KL akhirnya kami tiba jam 7.00pm di a/port Miri....disambut mesra oleh pasangan suami isteri sepupuku beserta anak mereka....sangat gembira kerana inilah satu-satunya negeri yg belum pernah kujejakkan kaki...alhamdulillah tercapai hajat....teruja dengan makanan NASI LALAPAN KELI yang sangat popular di sarawak...



    Wow!! Credit to Saiful Azri Jamian dan Salwa Idris yang memperkenalkan menu ini kepada kami...tapi sayangnya tak sempat nak ber'photoshoot' banyak2 memandangkan dah keletihan+irfan dan anas asek bergerak je...susah nak capture bdk 2 org ni tau....2 hari di Miri, sempat jua kami dibawa melawat ke galeri Petronas...means telaga minyak pertama dan tertua di sarawak...
     Pemandangan seluruh bandar Miri

     Sepupu bersama anaknya

    Bersama anak sepupu, Anas 

     MMMuahhh abg syg adik Anas
    inilah peserta trip Miri-Brunei

    Pengalaman paling menarik bagiku apabila terpaksa memandu sendiri ke Brunei kerana sepupu tak dapat cuti....aku cuma diberi pelan untuk ke Masjid Hassanal Bolkiah kerana Abg Hafeiz (sepupu) menanti di sana....alhamdulillah tiada halangan utk kami sampai dengan selamat....tidaklah sesat sehingga tak jumpa jalan...semuanya dipermudahkan....tinggal di Brunei selama 2 malam sangat mengujakan....biarlah aku senaraikan sahaja kelebihan warga Brunei terutamanya bagi PENJAWAT AWAM...

    1. Gaji permulaan bagi pemegang Ijazah Sarjana Muda ialah BRU2 600.00 (gaji pokok)-sektor awam
    2. Pinjaman perumahan maksimum BRU300 000.00; tanpa interest -sektor awam
    3. Setiap rakyat brunei diberi pilihan s/ada mahu sebidang tanah atau sebuah rumah yg telah siap (projek perumahan rakyat)-semua rakyat brunei layak mohon
    4. Jika seseorang memilih untuk memiliki sebidang tanah percuma, maka kerajaan Negara Brunei mensyaratkan tanah tersebut wajib dibina rumah di atasnya dalam tempoh 2 tahun. sekiranya gagal membina rumah dalam tempoh 2 tahun maka tanah tersebut wajib diserahkan kembali kepada kerajaan.
    5. Penjawat awam yang tinggal di kuarters kerajaan tidak dikenakan sebarang bayaran sewa rumah/perabot kerajaan (tinggal percuma)
    6. Kuarters kerajaan lengkap dengan pemanas air (mcm dlm bilik hotel), mempunyai 5 buah bilik yang lengkap dengan bilik air di dlm bilik masing2, lengkap dengan penghawa dingin, peti ais dan mesin basuh, manakala sistem pembuangan sampah adalah secara terus dari dapur (disediakan lubang campak sampah terus ke bawah; lori bandaran akan datang selenggara pungutan sampah)
    7. Tiada satu bar/kelab malam/kedai arak dalam negara Brunei.
    8. Harga beras siam wangi adalah BRU10 sekampit (10 kg)
    9. Kadar bayaran letrik sangat rendah (bayangkan sebuah rumah yang punyai 5 buah penghawa dingin yang dipasang sepanjang masa, bil letrik sekitar BRU150.00 sebulan
    10. Gunalah sebanyak manapun air (hatta untuk membasuh pakaian menggunakan mesin basuh setiap hari) hanya dikenakan caj BRU4.00
    11. Harga nasi beriani (3 mangkuk kecil nasi+ayam yg dipotong 6) sekitar BRU3.50
    Nah, lihatlah senarai di atas...itu baru sedikit yg aku senaraikan....ternyata kekagumanku bukan setakat itu...perbualan singkat dengan anak sepupu (ting. 1 institut tahfiz brunei)...

    Aku : Eihaab pegi mengaji di istana tiap bulan ke?
    Eihaab: taklah, tiap minggu...
    Aku: ermmm mesti sultan bagi duit kan?
    Eihaab: ha'ah, setiap minggu kami pelajar inst tahfiz dihadiahkan BRU50.00 untuk setiap orang yg mengaji di sana...

    Aku terkedu....2 hari menjelajah di Brunei sudah cukup menceritakan keindahan Islam yg menjadi gaya hidup keluarga diraja Brunei dan juga rakyatnya....rumah-rumahnya besar-besar, dipenuhi dengan hiasan-hiasan yg menunjukkan ciri keislaman....jom kita lihat gambar-gambar di bawah...

     Bersama anak sepupu di Empire Hotel, Brunei (hotel 6 star)

    Di sekitar Pasar Gadong 

    Rumah rakyat Brunei (penjawat awam) 

    Rumah penjawat awam (dalam pembinaan)

    Akhirnya, jadi begini...hahaha (kepenatan)
     
     
    Irfan bersama duapupu Brunei, Mehyar.. 

    Murtabak Indomee kegemaran ummi =)

    Kegemaran Irfan, Ais Milo tabur..
     
    Maaflah kerana tidak dapat meng'upload' gambar banyak2 sebab kebetulan aku terrrrrrrlupa nak bawak Sony DSLR punye charger...so bateri kene jimat2 penggunaannya...hehehe....apa pun, ini hanyalah sekadar luahan kekaguman yg aku rasai sepanjang trip ini....aku pulang ke Miri dengan rasa kekaguman yg tak pernah padam...sempat meluah isi hati kepada sepupuku, Salwa...pulang semula ke Miri dengan perasaan berbunga-bunga....berada di Miri semula bererti percutian sudah hampir ke hujungnya....selepas satu malam di Miri, esoknya kami berangkat ke a/port Miri untuk meneruskan perjalanan ke Kuala Lumpur kerana kami masih perlu transit di Shah Alam....
     
    Rindukan Salwa & Anas 

    Penerbangan pulang Miri-KL
     
     
    Itulah coretan khusus untuk penutup tirai 2011....insyaAllah lembaran 2012 akan dipenuhi dengan warna-warni transformasi hidup....bercakap itu mudah, namun hakikat pelaksanannya memerlukan kecekalan hati dan kekuatan semangat untuk istiqomah dlm arus perubahan yg diingini....semoga pengalaman di Miri dan juga Brunei mampu mentarbiyyahkan jiwaku untuk terus tunduk kpd-Nya....sekarang ini sedang berjinak-jinak dengan buku-buku keluaran Langit Ilahi, karya Hilal Asyraf.....moga minda dan  juga hatiku mampu dibuka seluas-luasnya bagi menerima apa yang haq dan menolak yang bathil....Selamat Tahun baru 2012...
     
     
     

              NO TITLE...   


    Rasanya dah lama tak menjengah ke blog ni...rindu nak berceloteh...tapi kesibukan dgn aktiviti dan pelaporan tahunan membantutkan usaha utk blogging....tambahan, minggu depan ada final exam utk paper statistic..cukup memeningkan kepala....urusan passport mak dan abah pun blm setel lagi...passport?? hehehe nak ke mana agaknya ek? biarlah saya untaikan senarai aktiviti utk sepanjang bln 11 dan 12 ni....
    1. 13-15/11/2011 : Kem Jati Diri f4
    2. 16-17/11/2011 : Laporan perkhidmatan UBK dan program
    3. 18-20/11/2011 : Siapkan tugasan Statistik+Study
    4. 20-22/11/2011 : UTP Online/pengesahan dokumen 3 pemohon/sedia hand-out utk upu dan mock interview; taip setiap no.unik id pelajar ke ms word (136 org)
    5. 23/11/2011 : Taip laporan tahunan; urusan passport mak dan abah; pos dokumen pemohon utp
    6. 24/11/2011 : Taip laporan tahunan dan laporan perkhidmatan UBK; Taklimat khas mock interview dan UPU
    7. 25-26/11/2011 : Taip laporan tahunan Perkhidmatan UBK dan Program sepanjang tahun
    8. 27/11/2011 : Group discussion utk tugasan Human Motivation
    9. 28-30/11/2011 : Siapkan laporan untuk hantar ke SBP; siapkan tugasan statistik dan revision utk final exam
    10. 1/12/2011 : Kelas statistik
    11. 2/12/2011 : Final exam; Petang bertolak ke KL
    12. 3/12/2011 : Bermalam di KL
    13. 4/12/2011 : Ke LCCT, jemput kwn & family; bermalam di KL
    14. 5/12/2011 : Ronda2 KL; petang bertolak balik ke Trg
    15. 6-9/12/2011 : Bawa kwn & family ronda2 trg
    16. 10/12/2011 : Penerbangan KT-KL-Miri bersama2 mak, abah, irfan dan sorang anak sedara-bmalam di rmh cousin di Miri
    17. 11-14/12/2011 : Ronda2 Miri dan Brunei (mungkin bermalam di Brunei-rmh cousin)
    18. 15/12/2011 : Flight Miri-KL --->Transit di rmh sepupu di Shah Alam
    19. 15-17/12/2011 : Bermalam di Shah Alam dan ronda2
    20. 18/12/2011 : Flight balik KL-TRG
    21. 19/12/2011 : Rehat2 dan sedia utk mesyuarat pengurusan, HEM, Akademik dan KOKO bagi tahun 2012.

    Nah, lihatlah jadual di atas....semoga Allah permudahkan apa yg telah dirancang...sesungguhnya kita hanya mampu merancang tapi Allah yg menentukan segalanya.....harap2 flight tak delay...kl delay dr TRG nak ke KL, hope tak jejas penerbangan ke Miri....sebab 10/12 tu 2 flight sehari...8.20am-9.00am KT-KL dan 4.20pm-6.40pm KL-Miri...kali ni trip yg paling panjang dan lama sebab aku bawak mak dan abah skali....kl aku ngan irfan je, rsnya tak lama camni kot....pape pun, semoga ujian tahun ni mbawa berita gembira utk tahun 2012...especially kep peperiksaan utk sem 4 dan juga beban tugas 2012...sebabnya UBK dh dapat kaunselor ke3...i/Allah beban tugas tu akan terbahagi secara adil dan saksama...takde laaa sume bidang aku tibai...hehehehe...

    Nice review utk aktiviti hjg tahun....walau perit walau padat jadual kerja n masa peribadi, aku tetap bersyukur kerana pastinya Allah menjanjikan suatu ganjaran yg manis utk masa depan...remember dat life is about learning and learning process will never stop.....
       

              HATI TERUSIK...   
    Alhamdulillah minggu ini aku berpeluang pulang ke pangkuan family tercinta....kebetulan juga ada 2 walimah yang wajib dihadiri....hari jumaat 14/10/2011, anak sepupu yang kawen manakala hari Sabtu 15/10/2011 pula sepupu yang kawen....memang agak memenatkan sebab walimah berlangsung di 2 daerah yg berbeza....Dungun dan Kemaman....kalau hari jumaat aku bersama kakak dan anak-anak bergerak ke sana sebab mak dan abah terlebih awal ke sana untuk bantuan tenaga....manakala hari sabtu pula kami gerak satu kereta je sebab abah dah tak larat nak drive jauh....jam 9.00 pagi semua dah bersiap dan masuk dalam kete...abah request utk singgah ke rumah salah sorang warga felda...katanya isteri cikgu rosdi uzur sangat...aku tak bertangguh kerana kebetulan cikgu Edlin dan cikgu Rosdi juga merupakan bekas guruku....

    Tiba di rumah orang tua cikgu Rosdi, aku segera menyalami cikgu Edlin yg juga merupakan bekas guru Bahasa Inggeris masa aku di sekolah rendah dulu....beliau mengidap parkinson....sekarang ni bergantung kpd ubat...tanpa ubat beliau tidak berupaya bangun atau berdiri.... beberapa kali aku menahan air mata supaya tidak gugur sewenang-wenangnya....sebak melihat keadaan cikgu Edlin...di akhir ziarah aku menyalami dan mencium tangan cikgu Edlin serta memeluknya sambil berkata... "cikgu, terima kasih kerana pernah mendidik saya dulu...akhirnya saya menjadi guru juga, berkat didikan cikgu...saya doakan cikgu terus diberi nikmat kesihatan selepas ni....." aku tau cikgu Edlin memandangku dengan senyuman dan aku juga tau die perasan mataku yang berkaca-kaca kerana sedih melihat keadaannya hari ini....

    Aku lebih terseksa perasaan kerana melihat cikgu Edlin yang tidak pernah lekang dengan senyumannya.....hatiku cukup terusik...walaupun perbualan kami singkat tapi terkesan ke dasar sanubariku....cikgu Edlin merupakan salah sorang guru yg sangat dedikasi dengan tugas...beliau menjadi kesayangan pelajar-pelajarnya...mendidik dengan penuh kelembutan tapi dalam lembutnya ada tegasnya....melihat cikgu Edlin hari ini membuatkan aku terkenang kepada arwah cikgu Fauzi Agus yg merupakan guru matematik...arwah seorang yg sangat garang...aku di antara pelajar yg selalu didenda dan dirotan kerana melakukan kesilapan dalam kira-kira....tapi jauh di lubuk hatiku tidak pernah ada rasa dendam atau benci walau sekelumit pun...kerana didikan mereka maka hari ini aku menjadi 'seseorang'....

    Cikgu Edlin....satu nama yang membuatkan emosiku terusik ketika memandu ke Kemaman tadi....aku bertekad selepas ni akan mengunjungi teratak cikgu Edlin dan cikgu Rosdi di Dungun sebagai tanda ingatanku....cikgu Edlin, restui aku dalam meniti arus dunia perguruan ini...suntikkan aku semangatmu yang sangat teguh ibarat gunung tertinggi di dunia.....berikan aku kekuatanmu menongkah dugaan duniawi....Cikgu Rosdi, aku kagumi kesabaranmu, kesetiaanmu, kelembutanmu dan kasih sayangmu buat cikgu Edlin...meskipun isterimu telah lama menderita kesakitan namun tidak kau tinggali dia atau abaikan dia...

    Ya Allah, Kau berkati guru-guruku....berkati hidup mereka...Kau ampuni dosa-dosa mereka....limpahi mereka dengan kasih sayangMu..kuatkan dan satukan hati-hati mereka dalam keimanan kepadaMu...kau masukkan mereka dalam jannahMu yg paling agung....ya Allah sesungguhnya aku amat menyayangi guru-guruku...jasa mereka tidak terbalas...aku berhutang dengan mereka ya Allah, seumur hidupku.....Robbanaa aatinaa fiddunya hasanah..wafil aakhirotihasanatanwaqinaa "adzaabannnaar......


    *Tiada ilustrasi y sesuai dipaparkan bagi menunjukkan emosiku kala ini...

              SAUNA, BEKAM & MASSAGE   
    Dah beberapa hari rasa lesu...rasa serba tak kena....susah nak lelapkan mata...gelisah di peraduan......sebelum ni rasa masih mampu menahan...namun tidak untuk hari ini.....rasa sangat tidak tertanggung...ketika tiba di rumah selepas tamat kerja, jam baru menunjukkan angka 5.00 ptg...sebenarnya waktu terawal untuk minggu ini....beban kerja sentiasa bertokok....hasrat hati ingin mengambil masa lelap seketika kerana perlu hadir ke sekolah pada malamnya...namun kegelisahan meruntun hati dan anggota badan bingkas tegak berdiri...dengan segera menukar pakaian yang sesuai untuk keluar....bertemankan anakanda kesayangan, maka menyusurlah TAL3126 di jalanraya....untuk satu tujuan destinasi...iaitu "Beuty Saloon Centre"...

    Jam 6.30pm bermulalah pengalaman baru...dimulakan dengan mandi wap, diikuti dengan bekam angin dan akhir sekali massage....pengalaman baru yang menyeronokkan serta sedikit memeritkan...hahahaha...perit sebab badan mmg banyak angin dan peranakan berada di bawah...memang sangat sakit sampai rasa macam kekejangan sewaktu peranakan diangkat naik ke atas semula....alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan syukur juga kerana badan terasa ringan dan lebih bertenaga....mudah-mudahan lepas ni dah takde lagi kesakitan pada tumit kaki....

    Aku masih ada 2 kali sesi lagi...kali ni aku pilih 3 sesi dengan bayaran RM100.00 sahaja...kalau satu sesi bayaran yang dikenakan adalah sebanyak RM50...so aku dah jimat RM50 untuk sesi ketiga....Mudah-mudahan diberi kesihatan yang lebih baik untuk melaksanakan tugas...



              DUGAAN DAN NIKMAT   
    Hidup ini umpama roda...adakalanya kita berada di atas...ada tikanya kita berada di bawah...lumrah manusia, apabila diberi ujian dan dugaan mudah sekali mengeluh...berkeluh-kesah...sedangkan nikmat yg Allah kurniakan yang tak terhitung banyaknya, adakah sebanyak itu juga kita mensyukurinya?

    Berbalik kepada apa yang ingin aku kongsikan di sini...secara jujurnya, mengimbangi kerjaya, pengurusan anak dan pembelajaran secara separuh masa amat menguji...segala-galanya...terutamanya dari segi kesabaran dan juga kesungguhan..juga kesetiaan...ya, kesetiaan....kesetiaan kepada rutin harian di rumah bersama keluarga dan juga anak....rutin mingguan pulang ke kampung menjengah ibu bapa yang semakin meningkat usia, semestinya memerlukan perhatian dan kasih sayang yang tak berbelah-bahagi... masa di peringkat awal bekerja, ada juga niat nak sambung belajar tetapi rutin kerja di KL membendung hasrat itu drp tertunai...bila dah pulang ke terengganu, abah menjadi push factor...selalu menekan dengan soalan "bila nak sambung belajar?"..itu semua kerana adanya pull factor iaitu bilangan sepupu yang semakin ramai menuntut di peringkat sarjana dan juga kedoktoran...dalam kepayahan, akhirnya Allah buka 1 ruang...iaitu di saat aku bercadang menghantar permohonan ke UIAM, Gombak...akhirnya UUM menawrakan pengajian jarak jauh bertempat di kampus Politeknik Kota, Kuala Terengganu...Ya, seperti yg aku nyatakan sebelum ini, nikmat Allah itu sangat tak terhitung....diberi banyak kesulitan sekalipun, tetap takkan dapat mengatasi banyaknya nikmat kurniaanNya...

    8 Julai 2010 (juga tarikh kemenjadian aku...hehe) aku mendaftar ke kampus polytech kota..sangat dekat dgn tempat kerjaku..satu lagi nikmat olehNya...kuikhtiarkan juga untuk mendapat dana bagi membiayai pengajian krn tak mahu menyusahkan abah....peringkat awal belajar, sumber kewangan abah yang dahulukan...sebab abah terlebih excited bila dapat tahu aku satu-satunya anak yg berusaha memenuhi impiannya untuk melihat anaknya menyambung pengajian di peringkat sarjana...semester 1 dan 2 abah yang membiayai yuran pengajianku...namun bermula sem 3 aku keluarkan duit sendiri yang dah cukup dlm simpanan...harap2 semester akan datang hingga akhir, aku tak perlu lagi bergantung harap kpd abah...rasa jugak malu sebenarnya...maklum laa dah bekeje dan ada anak, masih bergantung kat abah...takpe abah, i/Allah panjang umur abah, akan kubayar segala penat-lelahmu...

    Dalam kepayahan juga aku menamatkan semester 1 dengan keputusan 3.84....terkedu sebenarnya...di luar jangkaan...namun seperti zaman dulu2 jugak, semester 2 aku hanyut...sekadar meraih 3.50...haih cemas dibuatnya...kebetulan terpaksa mengambil 2 subjek yang memang tidak digemari...research method dan pengujian dan penilaian dalam pendidikan....semester 3 aku bangkit kembali....ya, kembali ke trek sebenar...meraih sekali lagi angka 3.84...keseluruhan PNGK berjumlah 3.72 kini...semester 4??? ujian berat kali ini...subjek statistik dan learning motivation blh menjadi pengganggu...salah satu sebabnya, aku tak boleh nak get along dgn statistik...2nd, subjek learning motivation diajar oleh foreigner...from philipine...subjek tu sangat tough bagi aku, kl lecturer ajar dlm BM pun blm pasti boleh score A inikan pula foreigner yg ajar...takpe....fikir positif lagi...Allah nak beri kemahiran berbahasa inggeris utk aku agaknya...supaya term psikologi semua di hujung jari...hurmm hikmahnya...itulah sebabnya Allah gerakkan hati utk aku grab Galaxy Tab setelah mendapat rezeki mencurah2 tahun ni..sebenarnya byk benefit GT tu...aku blh wiki apa saje yg aku nak cari...so tak perlu mengusung kamus atau nota...aku punya aplikasi yg sgt pintar utk diguna bermula sem 4 ni...

    Kalau semester 1 aritu aku mendapat surat drp Yayasan Terengganu yg menyatakan permohonan utk mendapat pinjaman ditolak....hal itu membuatkan aku terpaksa bergantung kpd abah utk support pengajian aku...bermula sem 4, aku mendapat makluman bahawa Yayasan Terengganu telah membuka peluang utk kami memohon pinjaman....RM8000 hanya utk setahun je lagi pengajian...bayar kembali juga RM8000....alhamdulillah...nah, lihatlah..betul kan, apa yg aku cakap kat atas tadi? apa yg aku duk bebel dari tadi, ada kebenarannya...sekali lagi Allah buka pintu nikmatnya....maka bermulalah kerja-kerja memuat turun borang dan membuat salinan sijil dan dokumen yg berkaitan...


    Irfan juga semakin cerdik dan memahami...kalau dulu aku agak sukar nak tinggalkan die sebelum gi kelas sbb die ngamuk2 nak ikut...sekarang ni die lebih mengerti...alhamdulillah...lagi kemudahan yg diberiNya....mungkin juga faktor usia irfan dah 3 tahun menjadikannya lebih cerdik dan boleh berfikir dengan rasional berbanding sebelum ni...

    Setelah kuhitung..kukira...kunilai semuanya...termasuk dugaan beban kerja di luar negeri dan dalam masa yg sama ada tugasan yg perlu disiapkan, sebenarnya hidup ini menuntut satu pengorbanan yang panjang...juga memerlukan kesabaran dan ketabahan yang padu...juga memerlukan kegigihan dan kesungguhan yang jitu....juga menuntut semangat yang berkobar-kobar...apabila dugaan melintang, maka jangan cepat melatah kerana kita hanya akan mampu melihat jalan yang terang apabila hati dan fikiran kita juga bersih...sekiranya dugaan yang diberi kita sambut dengan keluh-kesah dan merintih, maka jalan yg dilalui tampak gelita...teringat bait-bait nasyid hijjaz yg sangat digemari...Lukisan Alam...

    Hidup tidak selalunya indah
    Langit tak selalu cerah
    Suram malam tak berbintang
    Itulah lukisan alam
    (Begitu aturan Tuhan)

    Jadilah rumput nan lemah lembut
    Tak luruh dipukul ribut
    Bagai karang di dasar lautan
    Tak terusik dilanda badai

    Dalam suka hitunglah kesyukuranmu
    Dalam senang awasi kealpaanmu
    Setitis derita melanda
    Segunung kurniaanNya

    Usah mengharapkan segalanya
    Dalam perjuangan penuh pengorbanan
    Usah dendam berpanjangan
    Maafkan kesalahan insan
    (Begitu ajaran Tuhan)

    Hasbiallah, Hasbunallah
    HasbiRabbi jalallahu Ya Allah

    Dalam diam taburkanlah baktimu
    Dalam tenang buangkanlah amarahmu
    Suburkanlah sifat sabar
    (Di) dalam jiwamu itu

     Sentiasa menjadi sumber inspirasi umi untuk terus berjuang di medan ilmu..
    Semoga ujian mendatang akan menjadikan aku insan yg terus tabah dan sabar, tanpa keluh-kesah....sebelum menghitung dugaan yg diberi, hitunglah dulu berapa banya nikmatNya...i/Allah tiada keluh-kesah...tiada putus-asa....wallahua'lam...

              Le livre des étoiles, T3   

    8,50€

    poche. Paru en 06/2017

    Le livre des étoiles, T3


    Erik L'Homme

    La nouvelle a retenti comme un coup de tonnerre au pays d'Ys : Guillemot a été enlevé par l'Ombre, l'adversaire le plus redoutable qu'il ait jamais eu à affronter ! En le retenant prisonnier, l'Ombre veut accéder aux ultimes sortilèges du Livre des Etoiles. Malgré ses pouvoirs exceptionnels, Guillemot résistera-t-il à cette puissance maléfique qui s'apprête à dominer les Trois Mondes ?
    Dans ce dernier volume de la trilogie fantastique Le Livre des Etoiles, retrouvez l'univers magique du monde fabuleux de Guillemot.

    Extrait du livre :
    L'heure du coq
    Guillemot dormait profondément lorsque sa mère ouvrit la porte de sa chambre. Les premières lueurs du jour commençaient à répandre une douce clarté dans la pièce. Alicia regarda avec tendresse son fils endormi. Il paraissait si petit, si fragile, ainsi blotti dans son lit ! Soudain, elle eut du mal à croire qu'il avait réalisé les exploits qu'on lui attribuait. Elle frissonna en imaginant les monstres et les brutes sanguinaires qu'il avait dû affronter dans le Monde Incertain.
    Tout à coup, elle sentit tout le poids de sa solitude. Oui, c'était cela le plus difficile, finalement : n'avoir personne sur qui s'appuyer, personne qui vienne la rassurer ou la réconforter. Et puis elle devait être forte, toujours. Ou du moins en avoir l'air...
    Elle avança de quelques pas et soupira. Elle aurait beau essayer d'être la meilleure mère du monde, se dit-elle, jamais elle ne remplacerait l'homme qui manquait dans cette maison, et dont ils auraient eu besoin tous les deux ! Yorwan... Mais que lui était-il passé par la tête ? Qu'est-ce qui lui avait pris de disparaître, sans raison, quelques jours seulement avant leur mariage ? Ils étaient tellement heureux, ensemble, si amoureux l'un de l'autre ! Yorwan ne cessait de lui répéter qu'il l'aimait, et elle voyait bien dans ses yeux qu'il ne mentait pas. Quelque chose avait dû se produire. Quelque chose s'était passé, qui avait obligé Yorwan à fuir et à l'abandonner. Elle en était intimement persuadée, contrairement à Urien, son frère, qui avait interprété cette disparition soudaine comme la réaction d'un lâche au moment de s'engager dans le mariage. Et le vol du livre sacré de la Guilde n'avait pas arrangé les choses...



              Comment on One simply cannot prepare … by Chuckles   
    http://s.quickmeme.com/img/82/8249e8fbf70cbc5602a0bf9379bb1d9bea81ab40b4ede86eb24d12ebefc2fb62.jpg
              Being a Grown Up really SUCKS sometimes   

    This was one of those days you wish you could be a KID again and not have to deal with "Grown-Up" stuff.
    Day starts off 6 fucking oclock in the morning, my cousin Tanya calls, think of the most miserable, depressing person you have ever met, on so many medications she sounds like a drunk after about 15 CASES of beer. I only half understand what she's mumbling about, I was asleep myself in my own drug haze until my phone goes off. She's is, of course, asking for money. *sigh*
    7 AM Take Cookie to the Vet for an ear swab, they want to run a culture, another $61.00 and we still don;t know why he's losing the hair JUST ON HIS EARS. we can't find any cause or mites or anything. Now Needy has it. So the ear drops are a start.
    8AM Call AT&T to bitch, The land line that was supposed to be WORKING MONDAY is still not working. They say they will send someone out to look at the line again. Fine.
    8:15 AM Oh yay! I might get a couple hours of sleep, I hadn't slept but maybe and hour before Tanya called, and the people I have coming over to fix things aren't due until 2 PM! SUPER
    8:30  - Diarhhea Hits
    9:00 - Imodium AD finally works, lay down
    9:15 The phone calls start. The Heating and Cooliing guy finally got the mother board part in for my system we've been waiting for, for DOGS AGES he wants to come over now and install it. *sigh* OKAY (I need a slew of meme faces in this post.)
    9:15-12:00 It's like who let the fucking DOGS OUT around here. Heating guy in and out, the pool guys are FINALLY getting my pool prepped for summer. It was supposed to be FINISHED by Memorial Day weekend. Gee 3 weeks overdue. No problem! Cell phone ringing off the hook.
    1:00 - Tanya calls again (I'm used to this Tanya calls me 18  million times a day to tell me no one loves her, she's a sympathy seeker. It's her modus operandi. I just put her on speaker and let her yammer on and go "uh-huh" every few minutes. She needs help, but won't GET IT. I am so close to writing Dr. Phil it isn't funny.
    2:00 - Internet Tech Guy show up for my upgrade. WHAT A NIGHTMARE it's worse than ever my internet and it's not this tech guys fault he was here like 4 hours trying to get this shit working.
    3:00 - My Pest Control guy shows up for the monthly spray and he's mad that I have too many spiders outside. He's in a never ending fight with my spiders apparently, they are his nemesis. But I love him, we talk sci-fi and he was like "OMG SUPERNATURAL ENDING! I wanted to call you! WTH?!?!? Cas Waddyer you doing poofing out and leaving Dean alone in Purgatory? He can't poof like you!!!!" Then I had to break the news to him Terra Nova was cancelled. We mourned a little together.
    4:00 - Get VOICE MAIL from AT&T guy, he says it's fixed. I go pick up the land line. NOPE no dial tone. I call him back. "Lady I only bring the line to the house. You have to call installation." I DID YOU FUCKTARD! I TOLD THEM 1.) when I ordered the landline that the jack would need to be checked, there is only one in this house and this is an older house. 2.) They failed to check it and sent the guy to just connect line to the house then apparently leave. 3.) I call and again tell them the PHONE NO WORKY, I THINK JACKY IS BADDY 4.) Guy comes again then leaves, then leaves that voice mail.... 5.) AT&T is going to hate me in the morning. I am biting heads off like Ozzy Osbourne in the A of M.
    5:00 - Hubby home, looks like truck ran him over. He's coming down with a cold. The Car dealership  calls to confirm my 30,000 mile maint tomorrow. I confirm. 
    6:00 - THe internet guy is crying. He hates insight's new router/modem integrated box, it works for SHIT.
    7:00 - We get spotty internet. I send off scathing e-mail to insight support about what I think of their UPGRADE and where they can shove it frankly.
    8:00 - Fuck it I am ordering PIZZA I have not had a good day and it's been up and down stairs all freaking day and on the phone.
    8:15 - Phone again... GUESS WHO!? Tanya. SHe's so drugged up I can't understand a word, I hear her hubby (And let me tell you after 21 years of marriage to my cousin I am surprised he is still around. He's GOT to love her because that man goes through HELL daily.) I have Tanya put Verlin on the phone I ask "What the hell is she saying?" And I can tell in his voice he's at his wits END.  He's so tired. It's same old same old just a different day. Well their daughter wants to come live with "auntie" Dana, she asked over Memorial Day weekend. I understand her, she's a little anime nerd, doodler, RPGer (Hell she shares my DNA I'm really not surprised really.) And Tanya as much as I love her, is a terrible mother. It's the medications they make her really EVIL and that's NOT the Tanya I grew up with. I hate her medications with a passion. I've wanted her kids with me a long time just to give them some PEACE and QUIET. 
    8:30 my niece gets on the phone, Tanya has decided she does not want us to get her teeth surgery done, we've offered it many times and she always turns it down. She'd rather be miserable and get attention than WELL and perhaps not get as much attention. So I was planning on going the 27th to get my niece, nephew and Tanya and take them to the family reunion. Then get Tanya's surgery done. NOPE! Tanya won't come, my nephew is mad I won't let him bring his fat smelly farty jack russell with him. because 1.) I have 4 cats who would eat him alive... 2.) I have 4 cats, 3.) Did I mention I have 4 cats? 4.) 2 of which, MIGHT have dog mites in their ears so it's a risk to the dog. So now he's not coming cause he can't bring the dog. *sigh*
    8:45 I am on the phone with niece again with a "GET ME OUT OF HERE PLEASE!!!!!" sound to her voice. I can't go tomorrow to get her because of the car maintenance. But I'll get her on Thursday.
    OI VEY!
    9:00 eat cold pizza
    10:00 Tanya calls... even more wasted than before. *HEADDESK* I'm terrible I pretend my phone battery is dying and I have to hang up. I tell her I love her and then turn off my phone.
    That was MY day how was yours?


              Nippon Paint Sekarang Jualan Cat Mobil, Benarkah?   

    Salah satu merek produk cat global, Nippon Paint, kini masuk ke bisnis aftermarket secara resmi lewat PT NP Auto Refinishes Indonesia (NPARI). Unit bisnis automotive refinish itu bagian dari perusahaan gabungan Nippon Paint Company (Jepang) dan Wuthelam Holdings Pte Ltd (Singapura), NIPSEA Group.

    CEO NIPSEA Group Wee Siew Kim menjelaskan saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/3/2017), merek Nippon sudah masuk ke Indonesia sejak 50 tahun yang lalu, namun lebih dikenal lewat produk dekoratif. Produk otomotif Nippon Paint juga sebenarnya sudah ada namun lebih banyak dipakai sebagai original equipment manufacturer (OEM) produsen Jepang di Indonesia.

    “NPARI baru untuk pasar Indonesia, kini sudah siap untuk pasar aftermarket Indonesia,” kata Wee.

    Senior Vice President NP Auto Refinishes Asia Pasific Sharad Malhotra menyampaikan, riset dan investasi soal produk cat aftermarket di Indonesia sudah dimulai sejak 2015. Pada tahun itu juga NPARI sudah berdiri.

    Namun menurut Malhotra, operasi bisnis NPARI baru diangkat sekarang karena sudah siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami berharap bisa bertemu konsumen dengan strategi yang siap,” kata Malhotra.

    Malhotra menambahkan, pasar aftermarket cat Indonesia punya potensi besar namun kurang dilayani. Produk yang sudah ditawarkan di dalam negeri tidak berperforma bagus, maka itu NPARI datang sebagai solusi.

    Jalur distribusi produk cat aftermarket Nippon disebar ke bengkel-bengkel umum, bengkel pabrik, dan toko cat. Secara resmi pendistribusian NPARI sudah dilakukan mulai tahun ini.

    Artikel Lainnya :
    1. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-tembok-berkualitas-semua-merk.html
    2. http://bangunharga.blogspot.com/2016/12/harga-cat-dulux-eksterior-dan-interior.html
    3. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-tembok-jotun-terbaru-bulan.html
    4. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-tembok-mowilex-terbaru-bulan.html
    5. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-emco-terbaru-bulan-ini-2016.html
    6. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-tembok-aviant-5-kg-terbaru.html
    7. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-nippon-paint-terbaru-bulan.html
    8. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-tembok-decolith-terbaru-bulan.html
    9. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-tembok-nippon-paint-terbaru.html
    10. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-tembok-propan-terbaru-bulan.html
    11. http://bangunharga.blogspot.com/2016/12/harga-cat-kayu-dan-cat-besi-terbaru.html
    12. http://bangunharga.blogspot.com/2016/12/harga-cat-kayu-avian-terbaru-bulan-ini.html
    13. http://bangunharga.blogspot.com/2016/11/harga-cat-kayu-propan-terbaru-bulan-ini.html

                Réseaux sociaux, liberté de pensée et censure   
      Facebook lève un peu plus le voile sur ses pratiques de modération (30/06/2017)
      Dans un long texte publié cette semaine, le réseau social explique comment il travaille sur le sujet sensible et très politique des messages appelant à la haine.

      LE MONDE | 30.06.2017 à 12h44 • Mis à jour le 30.06.2017 à 15h13 | Par Damien Leloup

      A la conférence Facebook F8, le 18 avril.
      A la conférence Facebook F8, le 18 avril.

      Deux milliards d’utilisateurs, et des dizaines de milliers de messages haineux : Facebook, qui a annoncé cette semaine qu’il avait atteint un nouveau record de nombre d’utilisateurs, a également dévoilé pour la première fois quelques chiffres sur sa modération, un domaine sur lequel le groupe était jusqu’à présent resté très discret.


      Dans un long message publié mardi 27 juin, le grand groupe du Web explique avoir modéré en moyenne 66 000 messages chaque semaine signalés comme « hate speech » (discours de haine), une catégorie qui regroupe les incitations à la violence et à la haine, ou encore les insultes sexistes, racistes ou homophobes. Soit 288 000 messages en moyenne par mois.

      Mais le réseau social a également donné quelques clés de lecture de ces chiffres, en détaillant sa politique de modération sur ces sujets – et les questions qui ne sont toujours pas complètement tranchées à ce sujet. « La première difficulté pour arrêter les discours de haine est de définir des limites, écrit Richard Allan, l’un des responsables de la politique publique de l’entreprise. Des personnes peuvent être en désaccord sur des sujets comme la politique étrangère d’un Etat, ou la moralité des enseignements de certaines religions, et nous voulons qu’ils puissent débattre de ces sujets sur Facebook. Mais où se situe la ligne qui sépare le débat du discours de haine ? »


      Messages et contexte

      En pratique, Facebook explique utiliser un principe général, et des règles spécifiques dans de nombreux cas particuliers. De manière globale, le réseau social considère comme haineux tout discours qui s’attaque à des personnes en fonction de « caractéristiques protégées », dont le sexe, l’origine ethnique, la nationalité, la religion, l’orientation sexuelle… Mais ce principe se heurte fréquemment à des situations locales particulières. En Italie, « le mot “frocio” (“pédé”) » est par exemple considéré comme du discours de haine lorsqu’il est adressé à une personne, mais il est aussi utilisé par les militants des droits LGBT pour dénoncer l’homophobie », explique Facebook, qui procède à des suppressions au cas par cas en fonction du contexte.

      Le contexte est, affirme Facebook, le principal élément qui doit guider les règles de modération. En Allemagne, où la multiplication de messages racistes ou haineux contre les migrants avait inquiété le gouvernement après l’accueil par le pays de nombreux migrants syriens, le réseau social affirme avoir fait évoluer ses règles pour « supprimer à la fois les appels à la violence contre les migrants ou les messages déshumanisant, comme ceux qui les comparaient à des animaux, à de la saleté ou à des ordures », tout en laissant « la possibilité pour les gens d’exprimer leur opinion sur l’immigration elle-même ».

      De même, le réseau social explique faire des exceptions pour des mots ou des expressions qui sont a priori contraires à ses règles, mais qui peuvent aussi être utilisées pour « de l’autodérision, ou des citations de paroles de chansons ».

      L’intelligence artificielle n’est pas la panacée

      Une grande partie de ces règles avaient déjà été dévoilées par plusieurs journaux européens ces dernières années. La Süddeutsche Zeitung et, plus récemment, le Guardian avaient publié plusieurs documents utilisés pour la formation des modérateurs de Facebook, soit 4 500 personnes dans le monde, auxquelles s’ajouteront dans l’année avenir 3 000 salariés supplémentaires, a annoncé Facebook. Ce 28 juin, le site ProPublica avait également publié plusieurs extraits de documents.


      « Il est clair que la manière dont nous appliquons nos règles n’est pas parfaite, reconnaît Facebook. Nous sommes souvent confrontés à des cas difficiles à trancher – et nous nous trompons trop souvent. » Surtout parce que ces questions sont complexes, argumente Facebook, et que la surmodération comme la sous-modération posent, légitimement, des problèmes aux utilisateurs.


      En matière de modération, il n’existe pas de baguette magique ni de solution parfaite, dit le réseau social. Même l’intelligence artificielle, souvent mise en avant par le groupe comme par des gouvernements comme l’outil ultime pour gérer les millions de messages publiés chaque jour sur les réseaux sociaux, est loin d’être une solution, au moins pour l’instant, reconnaît Facebook. « La technologie continuera d’être un élément important dans nos efforts pour nous améliorer. Mais si nous continuons d’investir dans ces avancées prometteuses, nous sommes encore loin de pouvoir nous reposer sur l’intelligence artificielle pour gérer des sujets aussi complexes et mouvants que la lutte contre les discours de haine », écrit Richard Allan.


      En savoir plus sur http://www.lemonde.fr/pixels/article/2017/06/30/facebook-leve-un-peu-plus-le-voile-sur-ses-pratiques-de-moderation_5153738_4408996.html




      Hard Questions: Hate Speech

      Who should decide what is hate speech in an online global community ?
      https://newsroom.fb.com/news/2017/06/hard-questions-hate-speech/
      By Richard Allan, VP EMEA Public Policy
      As more and more communication takes place in digital form, the full range of public conversations are moving online — in groups and broadcasts, in text and video, even with emoji. These discussions reflect the diversity of human experience: some are enlightening and informative, others are humorous and entertaining, and others still are political or religious. Some can also be hateful and ugly. Most responsible communications platforms and systems are now working hard to restrict this kind of hateful content.
      Facebook is no exception. We are an open platform for all ideas, a place where we want to encourage self-expression, connection and sharing. At the same time, when people come to Facebook, we always want them to feel welcome and safe. That’s why we have rules against bullying, harassing and threatening someone.
      But what happens when someone expresses a hateful idea online without naming a specific person? A post that calls all people of a certain race “violent animals” or describes people of a certain sexual orientation as “disgusting” can feel very personal and, depending on someone’s experiences, could even feel dangerous. In many countries around the world, those kinds of attacks are known as hate speech. We are opposed to hate speech in all its forms, and don’t allow it on our platform.
      In this post we want to explain how we define hate speech and approach removing it — as well as some of the complexities that arise when it comes to setting limits on speech at a global scale, in dozens of languages, across many cultures. Our approach, like those of other platforms, has evolved over time and continues to change as we learn from our community, from experts in the field, and as technology provides us new tools to operate more quickly, more accurately and precisely at scale.
      Defining Hate Speech
      The first challenge in stopping hate speech is defining its boundaries.
      People come to Facebook to share their experiences and opinions, and topics like gender, nationality, ethnicity and other personal characteristics are often a part of that discussion. People might disagree about the wisdom of a country’s foreign policy or the morality of certain religious teachings, and we want them to be able to debate those issues on Facebook. But when does something cross the line into hate speech?
      Our current definition of hate speech is anything that directly attacks people based on what are known as their “protected characteristics” — race, ethnicity, national origin, religious affiliation, sexual orientation, sex, gender, gender identity, or serious disability or disease.
      There is no universally accepted answer for when something crosses the line. Although a number of countries have laws against hate speech, their definitions of it vary significantly.
      In Germany, for example, laws forbid incitement to hatred; you could find yourself the subject of a police raid if you post such content online. In the US, on the other hand, even the most vile kinds of speech are legally protected under the US Constitution.
      People who live in the same country — or next door — often have different levels of tolerance for speech about protected characteristics. To some, crude humor about a religious leader can be considered both blasphemy and hate speech against all followers of that faith. To others, a battle of gender-based insults may be a mutually enjoyable way of sharing a laugh. Is it OK for a person to post negative things about people of a certain nationality as long as they share that same nationality? What if a young person who refers to an ethnic group using a racial slur is quoting from lyrics of a song?
      There is very important academic work in this area that we follow closely. Timothy Garton Ash, for example, has created the Free Speech Debate to look at these issues on a cross-cultural basis. Susan Benesch established the Dangerous Speech Project, which investigates the connection between speech and violence. These projects show how much work is left to be done in defining the boundaries of speech online, which is why we’ll keep participating in this work to help inform our policies at Facebook.
      Enforcement
      We’re committed to removing hate speech any time we become aware of it. Over the last two months, on average, we deleted around 66,000 posts reported as hate speech per week — that’s around 288,000 posts a month globally. (This includes posts that may have been reported for hate speech but deleted for other reasons, although it doesn’t include posts reported for other reasons but deleted for hate speech.*)
      But it’s clear we’re not perfect when it comes to enforcing our policy. Often there are close calls — and too often we get it wrong.
      Sometimes, it’s obvious that something is hate speech and should be removed – because it includes the direct incitement of violence against protected characteristics, or degrades or dehumanizes people. If we identify credible threats of imminent violence against anyone, including threats based on a protected characteristic, we also escalate that to local law enforcement.
      But sometimes, there isn’t a clear consensus — because the words themselves are ambiguous, the intent behind them is unknown or the context around them is unclear. Language also continues to evolve, and a word that was not a slur yesterday may become one today.
      Here are some of the things we take into consideration when deciding what to leave on the site and what to remove.
      Context
      What does the statement “burn flags not fags” mean? While this is clearly a provocative statement on its face, should it be considered hate speech? For example, is it an attack on gay people, or an attempt to “reclaim” the slur? Is it an incitement of political protest through flag burning? Or, if the speaker or audience is British, is it an effort to discourage people from smoking cigarettes (fag being a common British term for cigarette)? To know whether it’s a hate speech violation, more context is needed.
      Often the most difficult edge cases involve language that seems designed to provoke strong feelings, making the discussion even more heated — and a dispassionate look at the context (like country of speaker or audience) more important. Regional and linguistic context is often critical, as is the need to take geopolitical events into account. In Myanmar, for example, the word “kalar” has benign historic roots, and is still used innocuously across many related Burmese words. The term can however also be used as an inflammatory slur, including as an attack by Buddhist nationalists against Muslims. We looked at the way the word’s use was evolving, and decided our policy should be to remove it as hate speech when used to attack a person or group, but not in the other harmless use cases. We’ve had trouble enforcing this policy correctly recently, mainly due to the challenges of understanding the context; after further examination, we’ve been able to get it right. But we expect this to be a long-term challenge.
      In Russia and Ukraine, we faced a similar issue around the use of slang words the two groups have long used to describe each other. Ukrainians call Russians “moskal,” literally “Muscovites,” and Russians call Ukrainians “khokhol,” literally “topknot.” After conflict started in the region in 2014, people in both countries started to report the words used by the other side as hate speech. We did an internal review and concluded that they were right. We began taking both terms down, a decision that was initially unpopular on both sides because it seemed restrictive, but in the context of the conflict felt important to us.
      Often a policy debate becomes a debate over hate speech, as two sides adopt inflammatory language. This is often the case with the immigration debate, whether it’s about the Rohingya in South East Asia, the refugee influx in Europe or immigration in the US. This presents a unique dilemma: on the one hand, we don’t want to stifle important policy conversations about how countries decide who can and can’t cross their borders. At the same time, we know that the discussion is often hurtful and insulting.
      When the influx of migrants arriving in Germany increased in recent years, we received feedback that some posts on Facebook were directly threatening refugees or migrants. We investigated how this material appeared globally and decided to develop new guidelines to remove calls for violence against migrants or dehumanizing references to them — such as comparisons to animals, to filth or to trash. But we have left in place the ability for people to express their views on immigration itself. And we are deeply committed to making sure Facebook remains a place for legitimate debate.
      Intent
      People’s posts on Facebook exist in the larger context of their social relationships with friends. When a post is flagged for violating our policies on hate speech, we don’t have that context, so we can only judge it based on the specific text or images shared. But the context can indicate a person’s intent, which can come into play when something is reported as hate speech.
      There are times someone might share something that would otherwise be considered hate speech but for non-hateful reasons, such as making a self-deprecating joke or quoting lyrics from a song. People often use satire and comedy to make a point about hate speech.
      Or they speak out against hatred by condemning someone else’s use of offensive language, which requires repeating the original offense. This is something we allow, even though it might seem questionable since it means some people may encounter material disturbing to them. But it also gives our community the chance to speak out against hateful ideas. We revised our Community Standards to encourage people to make it clear when they’re sharing something to condemn it, but sometimes their intent isn’t clear, and anti-hatred posts get removed in error.
      On other occasions, people may reclaim offensive terms that were used to attack them. When someone uses an offensive term in a self-referential way, it can feel very different from when the same term is used to attack them. For example, the use of the word “dyke” may be considered hate speech when directed as an attack on someone on the basis of the fact that they are gay. However, if someone posted a photo of themselves with #dyke, it would be allowed. Another example is the word “faggot.” This word could be considered hate speech when directed at a person, but, in Italy, among other places, “frocio” (“faggot”) is used by LGBT activists to denounce homophobia and reclaim the word. In these cases, removing the content would mean restricting someone’s ability to express themselves on Facebook.
      Mistakes
      If we fail to remove content that you report because you think it is hate speech, it feels like we’re not living up to the values in our Community Standards. When we remove something you posted and believe is a reasonable political view, it can feel like censorship. We know how strongly people feel when we make such mistakes, and we’re constantly working to improve our processes and explain things more fully.
      Our mistakes have caused a great deal of concern in a number of communities, including among groups who feel we act — or fail to act — out of bias. We are deeply committed to addressing and confronting bias anywhere it may exist. At the same time, we work to fix our mistakes quickly when they happen.
      Last year, Shaun King, a prominent African-American activist, posted hate mail he had received that included vulgar slurs. We took down Mr. King’s post in error — not recognizing at first that it was shared to condemn the attack. When we were alerted to the mistake, we restored the post and apologized. Still, we know that these kinds of mistakes are deeply upsetting for the people involved and cut against the grain of everything we are trying to achieve at Facebook.
      Continuing To Improve
      People often ask: can’t artificial intelligence solve this? Technology will continue to be an important part of how we try to improve. We are, for example, experimenting with ways to filter the most obviously toxic language in comments so they are hidden from posts. But while we’re continuing to invest in these promising advances, we’re a long way from being able to rely on machine learning and AI to handle the complexity involved in assessing hate speech.
      That’s why we rely so heavily on our community to identify and report potential hate speech. With billions of posts on our platform — and with the need for context in order to assess the meaning and intent of reported posts — there’s not yet a perfect tool or system that can reliably find and distinguish posts that cross the line from expressive opinion into unacceptable hate speech. Our model builds on the eyes and ears of everyone on platform — the people who vigilantly report millions of posts to us each week for all sorts of potential violations. We then have our teams of reviewers, who have broad language expertise and work 24 hours a day across time zones, to apply our hate speech policies.
      We’re building up these teams that deal with reported content: over the next year, we’ll add 3,000 people to our community operations team around the world, on top of the 4,500 we have today. We’ll keep learning more about local context and changing language. And, because measurement and reporting are an important part of our response to hate speech, we’re working on better ways to capture and share meaningful data with the public.
      Managing a global community in this manner has never been done before, and we know we have a lot more work to do. We are committed to improving — not just when it comes to individual posts, but how we approach discussing and explaining our choices and policies entirely.
      Read more about our new blog series Hard Questions. We want your input on what other topics we should address — and what we could be doing better. Please send suggestions to hardquestions@fb.com.
      *What’s in the numbers:
      • These numbers represent an average from April and May 2017.
      • These numbers reflect content that was reported for hate speech and subsequently deleted, whatever the reason.
      • The numbers are specific to reports on individual posts on Facebook.
        • These numbers do not include hate speech deleted from Instagram.
        • These numbers do not include hate speech that was deleted because an entire page, group or profile was taken down or disabled. This means we could be drastically undercounting because a hateful group may contain many individual items of hate speech.
        • These numbers do not include hate speech that was reported for other reasons.
          • For example, outrageous statements can be used to get people to click on spam links and with our current definitions if this was reported for spam we do not track it as hate speech.
          • For example, if a post was reported for nudity or bullying, but deleted for hate speech, it would not be counted in these numbers.
        • These numbers might include content that was reported for hate, but deleted for other reasons.
          • For example, if a post was reported for hate speech, but deleted for nudity or bullying, it would be counted in these numbers.
        • These numbers also contain instances when we may have taken down content mistakenly.
      • The numbers vary dramatically over time due to offline events (like the aftermath of a terror attack) or online events (like a spam attack).
      • We are exploring a better process by which to log our reports and removals, for more meaningful and accurate data.
      Facebook : « Nous voulons faire d’Internet une “no-go zone” pour les terroristes » (16/06/2017)
      Le réseau social a annoncé, jeudi, qu’il utilisait des technologies de détection de la propagande terroriste pour sa modération.

      LE MONDE | 16.06.2017 à 10h39 • Mis à jour le 16.06.2017 à 11h29 | Par Damien Leloup et Morgane Tual

      Monika Bickert est directrice des politiques publiques de Facebook, et Brian Fishman est chargé de la lutte contre le terrorisme sur le réseau social. Jeudi 15 juin, Facebook a publié un long texte dans lequel il détaille ses techniques de lutte contre la propagande, et notamment des outils de modération partiellement automatisés, basés sur l’intelligence artificielle.
      Lire aussi :   Sous pression, Facebook détaille ses mesures contre l’apologie du terrorisme

      Pourquoi avez-vous décidé de dévoiler vos méthodes de lutte contre la propagande terroriste maintenant ? Jusqu’alors, Facebook laissait entendre que ces méthodes étaient plus efficaces si elles n’étaient pas connues.

      Monika Bickert : Il y a deux raisons. D’abord parce que nous avons malheureusement vu se multiplier les attaques terroristes, et cela a fait émerger des discussions dans la communauté sur le rôle de chacun pour combattre le terrorisme. Que peut-on faire, les uns les autres ? Que font les réseaux sociaux ? Il nous tient à cœur de préserver nos communautés, qu’elles se sentent en sécurité. C’est pourquoi il est important d’expliquer ce que l’on fait pour ça.

      La deuxième raison, c’est que nous travaillons sur ces technologies depuis longtemps, et elles ont progressé cette année. Puisqu’on a vu que ça commençait à devenir efficace, on a voulu le faire savoir.

      Ces technologies sont-elles déjà utilisées ?

      Brian Fishman : Nous utilisons une série d’outils automatisés – dans certains cas, nous supprimons automatiquement les contenus, comme les vidéos de décapitation. Dans d’autres cas, le contexte est important : une photo du drapeau de Daech peut être utilisée pour de la propagande, mais ellepeut aussi illustrer un article de presse. Dans ces cas où le contexte compte, ces outils servent à prioriser ces contenus pour nos équipes de modération.

      M. B. : C’est très différent de la question de la pédopornographie, pour laquelle l’image est toujours criminelle, elle contrevient toujours à nos règles, même si la personne veut la partager avec une bonne intention, comme permettre l’identification de l’enfant. C’est plus facile d’utiliser cette technologie dans cette situation. On doit utiliser les ordinateurs pour ce qu’ils savent bien faire, et les humains pour ce qu’ils savent bien faire.

      B. F. : Nos techniques, les terroristes essaient de les contourner, nous devons constamment les mettre à jour.

      L’automatisation concerne-t-elle aussi le contenu écrit ?

      B. F. : Nous utilisons des outils de compréhension du langage naturel pour détecter de potentielles violations, qui sont transmises à nos équipes de modération. Mais nous n’avons pas assez confiance dans cette technologie pour l’autoriser à prendre une décision sans humain dans la boucle.
      Pour lutter contre le terrorisme, Facebook dit avoir besoin de croiser les données de WhatsApp, Facebook et Instagram. Pourtant, lors du rachat de WhatsApp, ses utilisateurs avaient reçu la promesse que leurs données ne seraient pas partagées…

      M. B. : Nous gardons toutes nos obligations sur le partage de données à l’esprit. Nos avocats ont des discussions avec les autorités compétentes pour s’assurer que nous respectons la loi. Ce sont des aspects sur lesquels nous commençons seulement à travailler, ce n’est pas un système opérationnel. Mais débarrasser Facebook de la propagande terroriste ne nous suffirait pas. Nous voulons faire de tout Internet une no-go zone pour les terroristes. Nous devons faire tout ce qui est en notre pouvoir sur toutes nos plates-formes, y compris Instagram et WhatsApp.

      Comment définissez-vous la propagande ou les « contenus terroristes » ?

      M. B. : Aucun groupe qui a la violence pour but, ou qui s’est rendu coupable d’actes violents, n’est autorisé à avoir une présence sur Facebook. Même si c’est pour parler de choses qui n’ont pas de lien avec la violence. Par exemple, si Boko Haram créait une page sur Facebook pour discuter de cuisine, nous fermerions cette page. Nous n’autorisons pas non plus l’apologie de ces groupes, de leurs membres ou de leurs actions. Quand on réfléchit à ce qu’est la propagande terroriste, c’est tout ce qui aide la cause ou le but de ces groupes. Si quelqu’un dit : « Daech c’est génial, rejoignez-les », c’est contraire à nos règles. Si quelqu’un publie, après une attaque comme celle de Magnanville, un message « c’était marrant » ou « je suis content que ça soit arrivé », nous considérons que c’est un soutien à un groupe terroriste, et nous supprimons aussi ces messages.

      S’agissant de la pédopornographie, il existe une alliance entre Facebook, YouTube, Twitter… Une collaboration similaire est-elle prévue contre le terrorisme ?

      M. B. : Nous essayons déjà de partager nos meilleures pratiques et des empreintes d’images avec d’autres entreprises. Nous avons commencé il y a deux ans : nous travaillons avec une vingtaine de réseaux sociaux qui discutent régulièrement entre eux.

      B. F. : Ces discussions se déroulent depuis très longtemps de manière informelle. Mais avec Twitter, Microsoft et YouTube, nous partageons les empreintes de vidéos et d’images terroristes. A chaque fois qu’une nouvelle empreinte est placée dans la base de données, nous vérifions tous que cette vidéo n’est pas présente sur nos plates-formes. Dans certains cas, nous ne trouvons rien, dans d’autres, nous découvrons qu’une vidéo ou une photo était parvenue à se glisser entre les mailles du filet. Nous avons beaucoup de systèmes différents, et il n’y a pas de réponse unique. Nous ne sommes pas parfaits, nous ne promettons pas que toute la propagande terroriste va disparaître du jour au lendemain, mais nous travaillons à faire de Facebook un endroit hostile pour les terroristes.

      Partagez-vous aussi des informations sur les utilisateurs problématiques ?

      M. B. : Nous sommes toujours à la recherche de nouvelles manières de collaborer avec d’autres entreprises. Mais nous devons aussi faire très attention au respect de la vie privée, et nous assurer que nous agissons de manière responsable. On me demande souvent : « Est-ce que les réseaux sociaux en ont vraiment quelque chose à faire ? » Oui, bien sûr. Ce n’est bon pour personne d’avoir des terroristes dans sa communauté en ligne. Tout le monde veut se débarrasser de ces contenus.
      Allez-vous changer les règles de modération de Facebook ?

      M. B. : Nous ne changeons pas nos règles. Nous mettons juste en place des moyens de trouver ces contenus plus rapidement, pour mieux faire respecter ces règles.

      La propagande terroriste sur Facebook, nous n’en voulons pas. La technologie va nous aider à la trouver plus rapidement, et nous voulons le faire sur tous nos services. Et nous continuerons de travailler avec nos partenaires, les associations, les universitaires qui travaillent sur ces sujets, pour comprendre comment nous pouvons avoir une longueur d’avance sur une menace en évolution constante.

      Nous travaillons aussi sur différentes initiatives sur la manière dont les gens peuvent lutter contre la radicalisation, nous avons fait des recherches pour voir comment le contre-discours peut fonctionner, en France comme en Europe.

      « Il n’existe pas de filtre magique »

      Paris et Londres ont présenté, mardi 13 juin, un plan d’action conjoint contre la propagande terroriste en ligne. Les gouvernements français et britannique disent notamment vouloir automatiser la suppression de ces contenus. « Nous le faisons déjà. Nous investissons dans des technologies qui suppriment rapidement ces contenus, et nous le faisons depuis des années », répond Monika Bickert, directrice des politiques publiques de Facebook, interrogée sur ce sujet.

      « C’est important de dire que ce n’est pas aussi facile que d’appuyer sur un bouton, qu’il n’existe pas de filtre magique qui supprimera ces contenus », ajoute-t-elle, précisant que Facebook entretient « un dialogue continu » avec les gouvernements. « Si nous voyons quelque chose qui représente une menace imminente, nous le communiquons aux autorités compétentes, en France comme ailleurs, dit-elle. Nous avons des personnes issues des forces de l’ordre qui travaillent dans notre équipe légale, et qui gèrent ces relations. Pour les affaires de terrorisme, il y a parfois des demandes urgentes ; nous sommes en mesure d’y répondre vingt-quatre heures sur vingt-quatre, sept jours sur sept. »




      M. Macron et Mme May s’accordent sur un plan d’action antiterroriste et le calendrier du Brexit (13/06/2017)
      Lors de leur conférence de presse conjointe, M. Macron a annoncé « un plan d’action » conjoint et « très concret » pour renforcer la lutte antiterroriste.

      Le Monde.fr avec AFP et Reuters | 13.06.2017 à 21h16 • Mis à jour le 14.06.2017 à 06h33

      http://www.lemonde.fr/europe/article/2017/06/13/aux-cotes-de-may-macron-annonce-un-plan-d-action-antiterroriste-avec-londres_5143938_3214.html

      (photo)
      Rencontre entre le président Emmanuel Macron et la première ministre britannique Theresa May à l’Elysée, le 13 juin.

      C’est le premier déplacement à l’étranger de Theresa May depuis son échec aux législatives anticipées du 8 juin au Royaume-Uni. Et la première ministre britannique l’a assuré, au côté du chef de l’Etat français, qui la recevait à Paris, mardi 13 juin : « Le calendrier pour les négociations du Brexit est maintenu et elles commenceront la semaine prochaine », comme cela était prévu.

      De son côté M. Macron, comme le ministre des finances allemand, Wolfgang Schäuble, l’avait déjà fait dans la journée, a lancé que « la porte [était] toujours ouverte » pour que le Royaume-Uni reste dans l’Union européenne « tant que la négociation du Brexit n’est pas achevée ». Mais « une fois commencée, il est beaucoup plus difficile de revenir en arrière », a-t-il ajouté, soutenant par ailleurs « respecter la volonté du peuple britannique ».


      Mme May, en pleine tourmente après ses élections ratées, va devoir aborder ces négociations en position fragilisée, contrastant avec le triomphe presque insolent de la stratégie électorale du nouveau président français, dont les partisans sont en position de rafler une large majorité absolue dimanche 18 juin, au second tour des législatives françaises.

      Interrogée pour savoir si son propre affaiblissement politique la ferait revenir sur l’hypothèse d’un « Brexit dur », Mme May a affirmé qu’il existait « une volonté commune au sein du peuple britannique », puisqu’il « a voté pour quitter l’UE », « que leur gouvernement le fasse, et en fasse un succès ». Ce processus mènera à « un arrangement, concernant le Brexit, qui servira les intérêts du Royaume-Uni et ceux des 27 membres de l’Union européenne », a-t-elle ajouté.

      Plan d’action antiterroriste

      Autre sujet en toile de fond de la soirée des dirigeants français et britannique : la lutte antiterroriste. Lors de leur conférence de presse conjointe dans le jardin de l’Elysée, M. Macron a annoncé « un plan d’action » conjoint et « très concret » pour renforcer ce domaine, quelques jours après les attentats de Londres (le 3 juin) et de Manchester (le 22 mai). Celui-ci « vise d’abord à renforcer les engagements et les obligations des opérateurs en ligne afin de supprimer les contenus qui promeuvent dans tous types de médias la haine et le terrorisme », a expliqué M. Macron.

      « Il y a aujourd’hui des engagements qui ont été pris, ils ne sont pas suffisants », a-t-il ajouté. Il faut donc « améliorer les moyens d’accès aux contenus cryptés dans des conditions qui préservent la confidentialité des correspondances afin que les messageries ne puissent pas être l’outil des terroristes ou des criminels ».

      Londres et Paris souhaitent également « accentuer la coopération internationale avec les Etats-Unis, notamment pour améliorer l’accès aux preuves numériques dans les enquêtes qui sont menées où que soient localisées ces données ».

      Cette question avait été abordée en mai lors du sommet du G7 en Sicile. Les chefs d’Etats et de gouvernements avaient notamment appelé les fournisseurs d’accès à Internet et les réseaux sociaux à se montrer plus actifs pour supprimer les contenus extrémistes sur la Toile.

      Avec la France « nous sommes convenus de faire plus pour lutter contre le terrorisme en ligne », a indiqué Mme May à Paris, mardi. « Ce qui est fondamental, c’est que nous allons explorer la possibilité de contraindre juridiquement les sociétés à retirer les contenus, si ce n’est pas fait. »

      Les deux dirigeants ont ensuite assisté à une rencontre de foot amicale entre leurs équipes nationales, précédée par un hommage auxvictimes des attentats de Londres et Manchester.








                Attentats en France   
      Aéroport de Roissy: 2000 personnes évacuées d'un terminal (01/07/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 01/07/2017 à 19:34 Publié le 01/07/2017 à 18:35

      Environ 2000 personnes ont été évacués cet après-midi du terminal 2F de l'aéroport Roissy Charles-de-Gaulle et une vingtaine de vols ont été retardés après qu'un individu s'est introduit en "zone privée" sans passer les contrôles de sécurité, selon des sources aéroportuaires.

      "Vers 15h15, une personne a franchi les portes anti-retour en sens inverse. Comme elle n'a pas été retrouvée, nous avons été obligés d'évacuer pour 'décontaminer' la zone, c'est-à-dire vérifier qu'aucun objet n'a été déposé", a expliqué l'une de ces sources. "La porte était gardée par un agent de sécurité qui avait quitté son poste sans prévenir sa hiérarchie", selon cette source.

      Vers 19 heures, les passagers ont pu regagner l'aérogare. "Les policiers ont fouillé le terminal de fond en comble et ont estimé qu'il n'y avait pas d'objet suspect", a indiqué un deuxième source.


      Huit vols ont été annulés, et une vingtaine retardés par cet incident. Selon une deuxième source, environ 2000 personnes ont été évacuées de la zone "privée", à laquelle on accède après avoir passé les contrôles de sécurité préalables à l'embarquement. "C'est très exceptionnel", a-t-elle ajouté. Selon ces sources, l'opération se passe "dans le calme, sans incident".

      Bouches-du-Rhône : mis en examen pour vol d'obus de l'armée (01/07/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 01/07/2017 à 11:25 Publié le 01/07/2017 à 10:52

      Un homme de 23 ans a été mis en examen hier à Aix-en-Provence pour avoir volé lance-roquettes et obus dans un train de marchandises qui convoyait ce matériel appartenant à l'armée.

      L'homme a été mis en examen pour "vol aggravé", a précisé à l'AFP le procureur de la République d'Aix-en-Provence, confirmant une information du Parisien.

      Le vol a été commis au cours de la dernière semaine de juin, dans un train de marchandises qui traversait la France, entre la base de Miramas (Bouches-du-Rhône) et celle de Brienne-le-Château, dans l'Aube. Selon les premiers éléments de l'enquête, les caisses n'étaient "ni plombées, ni sécurisées", a précisé une source proche du dossier. Au total, quatre lance-roquettes antichars et quatre caisses d'obus, capable de pénétrer des blindages, ont été volés, rapporte Le Parisien.

      Les gendarmes de la section de recherches de Marseille, auxquels l'enquête a été confiée, ont pu rapidement identifier le voleur présumé et remonter jusqu'à lui : coutumier des vols de fret, il "repérait les conteneurs isolés" pour y dérober du matériel, selon la source proche du dossier. Les enquêteurs l'ont interpellé chez lui à Miramas, où le matériel a également pu être retrouvé.

      L'information judiciaire qui a été ouverte doit permettre de comprendre s'il est tombé sur ce matériel par hasard, où s'il cherchait précisément à mettre la main sur ces armes, une piste qui n'est pour l'heure pas privilégiée.

      "Cet incident a conduit la ministre des Armées à ordonner une enquête de commandement qui devra revoir les conditions de transport de munitions par voie ferrée et proposer des mesures, susceptibles d'être mises en oeuvre avec la SNCF, pour en renforcer la sécurisation", souligne-t-on samedi au cabinet de Florence Parly.

      Isère: près de 75 armes volées sur un stand de tir (30/06/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 30/06/2017 à 14:45 Publié le 30/06/2017 à 14:35

      Quatre hommes ont volé hier soir plusieurs dizaines d'armes sur un stand de tir en Isère, en présence du responsable des lieux et d'un visiteur, a-t-on appris de source proche du dossier, confirmant une information du Dauphiné Libéré.

      Vers 20 heures, quatre hommes encagoulés ont pénétré sur un stand de tir à Saint-Chef, où ils ont volé environ 75 armes dont une cinquantaine d'armes de poing.

      Le plan recherche a été activé et l'enquête, confiée initialement à la section de recherches de Grenoble, a été transférée à la Direction interrégionale de la police judiciaire (DIPJ) de Lyon. Le milieu du grand banditisme serait privilégié par les enquêteurs.


      Selon le Dauphiné Libéré, le stand de tir du Rondeau accueillait une exposition-vente avec la présentation de plusieurs centaines d'armes civiles et de guerre depuis mercredi. Il avait déjà été cambriolé en novembre 2014 - une quinzaine d'armes avaient alors disparu.


      Créteil: un homme tente de foncer dans la foule (29.06.2017)
      Par Le Figaro.frMis à jour le 29/06/2017 à 20:46 Publié le 29/06/2017 à 20:35

      Un homme a tenté de foncer en voiture dans la foule devant la mosquée de Créteil, aujourd'hui à 18 h 30. Il a été interpellé quelques minutes plus tard par les policiers. Aucun blessé n'est à déplorer. L’individu, d’origine arménienne, n’était ni alcoolisé ni sous l’emprise de stupéfiants. Selon les informations du Parisen, il aurait déclaré avoir voulu «venger le Bataclan et les Champs-Elysées».


      Selon un communiqué publié par la préfecture de Police, l'"individu a bord de son véhicule 4 X 4 a heurté à plusieurs reprises les plots et barrières placés en protection de la mosquée de Créteil (...) Ne parvenant pas à passer les obstacles le conducteur du véhicule a poursuivi sa course, percuté un terre-plein, puis a pris la fuite".


      Pas un jour ou presque ne se passe en France sans au moins un attentat ou une tentative d'attentat déjouée, sans compter les viols et autres violences. Seules les attaques les plus meurtrières sont relayées, quand elles le sont, par les médias. Les autres apparaissent dans les rubriques "faits divers" des journaux locaux. On dirait vraiment que la politique conquérante de certains courants musulmans (Frères musulmans, mosquées radicales, etc.), la politique de l'autruche, voire la collaboration éhontée, des hommes politiques et la culture de la repentance des médias ajoutée à la victimisation des ressortissants du tiers-monde, voire la collaboration éhontée de certains, œuvrent ensemble pour faire de l'Europe le futur champ de bataille d'une immense guerre civile et religieuse. J'espère sincèrement me tromper. Malheureusement, de nombreux signes font penser de plus en plus à l'avènement prochain de la décennie noire en Algérie. Et notamment, le fait que j'écrive cet article. La peur engendre aussi des réactions inappropriées. Il faut savoir raison garder.


      Il ne faut pas désespérer outre mesure : si chacun remplit sa part de justice, d'enseignement, de protection, d'information, sans se décharger de sa responsabilité sur un Etat depuis longtemps fautif et toujours susceptible de fauter jusqu'à preuve du contraire, le pire peut encore être évité. Le combat sera long et durera des années pour restaurer la laïcité et les droits de l'homme partout en France, restaurer un enseignement de l'histoire digne de ce nom qui ne privilégie pas la dénonciation des crimes de l'Occident sur ceux de l'Islam et des autres pays du tiers-monde, restaurer les disciplines scolaires nécessaires à l'épanouissement de l'esprit critique (littérature, mathématiques, géométrie, analyse grammaticale, allemand, latin, grec), faire la lumière sur ce qu'est réellement l'Islam et son influence globalement néfaste pour l'humanité depuis ses origines. 

      Pas-de-Calais: un chauffeur tué dans un barrage de migrants (20.06.2017)

      Publié le 20/06/2017 à 07:03

      Le chauffeur d’une camionnette est décédé dans la nuit de lundi à mardi dans un accident provoqué par un barrage de migrants sur l’autoroute A16 au niveau de la commune de Guemps, a annoncé cette nuit la préfecture du Pas-de-Calais.
      La camionnette, immatriculée en Pologne, s’est encastrée dans l'un des trois poids-lourds bloqué par un barrage de troncs d'arbres. Elle s'est embrasée dans l’accident. L’identité du conducteur n’est pas connue à ce stade, « compte tenu de l’état du corps », précise la préfecture.

      Neuf migrants de nationalité Erythréenne ont été interpellés dans l’un des trois poids-lourds bloqués par
      le barrage, installé au niveau des échangeurs 49 et 50 de l’autoroute A16, à 15 kilomètres de Calais. Ils ont été placés en garde à vue.

      Les barrages refont leur apparition dans le Nord-Pas-de-Calais, signe d'un retour croissant des migrants qui veulent passer en Angleterre, malgré le démantèlement de la Jungle en octobre dernier.

      Timbaut (47) : un agriculteur poignardé par un homme au cri d’ « Allahu Akbar » (19.06.2017)
      Deux hommes ont été interpellés, dimanche soir à Laroque-Timbaut (Lot-et-Garonne), par les gendarmes, qui recherchaient l’un d’eux, suspecté d’avoir poignardé un agriculteur et connu pour être radicalisé.
      Vers 21 heures, une altercation éclate entre les conducteurs d’une voiture, celui d’un scooter et un agriculteur. Selon nos informations, les deux hommes reprochent au paysan de provoquer des nuisances avec sa moissonneuse batteuse. Le ton monte, le conducteur de la voiture aurait crié «Allahu Akbar» (« Dieu est [le] plus grand », ndlr) et asséné un coup de couteau à l’agriculteur.
      Les deux hommes auraient ensuite pris la fuite, laissant la victime, gravement blessée à un bras. Elle sera prise en charge par les secours et évacuée vers le centre hospitalier d’Agen. Les militaires identifient et arrêtent les deux suspects peu de temps après. La brigade de recherches d’Agen est saisie de l’enquête.
      source : Le Parisien

      > Policiers blessés à La Réunion : le suspect radicalisé et sa mère mis en examen

      > Gard : enquête ouverte après la diffusion d'une vidéo de Daech par un élève policier

      > L'ex-militaire radicalisé arrêté à Evreux avait envisagé une attaque en France


      «Je me suis vu mourir» : l'agriculteur poignardé par un fiché S se confie au Figaro
      Par Edouard de Mareschal Mis à jour le 28/06/2017 à 21:09 Publié le 28/06/2017 à 21:05

      Au cri d'«Allah akbar», un radicalisé a poignardé de plusieurs coups de couteau un cultivateur du Lot-et-Garonne, occasionnant à la victime une incapacité de travail de 21 jours. L'agriculteur raconte les faits et demande des explications aux autorités.

      Le gaillard a beau dépasser le quintal et mesurer un mètre quatre-vingt-dix, l'attaque l'a mis par terre. «Je n'oublierai jamais ce qui m'est arrivé, car je me suis vu mourir», raconte au Figaro cet agriculteur de Laroque-Timbaut (Lot-et-Garonne), violemment poignardé le 18 juin dernier par un individu fiché S alors qu'il moissonnait son champ. «Les journaux parlent d'un fait divers, mais moi je l'ai eu en face de moi…, s'émeut-il. Je l'ai vu faire tourner sa lame en criant “Allah akbar” ou je ne sais quoi…». Son jeune collègue, qui moissonnait avec lui ce jour-là, lui a sauvé la vie. «Sans lui, l'autre m'aurait achevé au sol», assure-t-il.

      L'agriculteur ...










      Sur les Champs-Elysées, les gendarmes échappent à un nouvel attentat











      Lundi, sur l’avenue des Champs-Elysées, lors de l’opération de police qui a fait suite à l’attaque ratée.
      Lundi, sur l’avenue des Champs-Elysées, lors de l’opération de police qui a fait suite à l’attaque ratée. Photo Stéphane Remael pour «Libération»

      Une Megane s’est embrasée après avoir heurté un fourgon de militaires, lundi. Le conducteur, qui était fiché S, est mort.

      Il est 15 h 48, lundi, lorsqu’une Renault Megane double un fourgon de l’escadron de gendarmerie de Chaumont (Haute-Marne) et le percute par la droite aux bas de l’avenue des Champs-Elysées. D’après plusieurs témoins, cela ressemblait au départ à une manœuvre de dépassement très audacieuse. Mais lorsque les gendarmes s’approchent du véhicule accidenté, la scène bascule dans une autre dimension. Eric Favereau, journaliste à Libération, y assiste de visu : «Là, je vois une implosion dans l’habitacle de la voiture à l’arrêt, avec un jet de flamme qui sort. Les gendarmes se précipitent dans leur camion pour prendre des outils et cassent les vitres de la voiture. Un motard les aide. Ils arrivent à ouvrir la voiture, qui est toujours en feu. Ils sortent un homme et le tirent jusqu’au sol pendant que d’autres utilisent des extincteurs.» Une épaisse fumée orangée se dégage alors au-dessus de la célèbre avenue parisienne.
      Gaz.
      En fouillant la Mégane, les gendarmes comprennent qu’ils viennent d’essuyer ce que le ministre de l’Intérieur, Gérard Collomb, qualifiera de «tentative d’attentat». Ils découvrent deux bonbonnes de gaz, deux armes de poing, deux kalachnikov et des cartouches. La section antiterroriste du parquet de Paris s’est saisie des investigations, et a confié l’enquête de flagrance à la brigade criminelle du 36, quai des Orfèvres (SAT) et à la DGSI.
      D’après les premiers éléments, le conducteur du véhicule aurait foncé délibérément sur le fourgon des militaires. Selon notre journaliste présent sur les Champs-Elysées, «ce n’est que dans un deuxième temps, au moment où les gendarmes s’approchaient de la vitre avant du véhicule suspect, que l’implosion s’est produite.» «J’ai vraiment été impressionné par le calme des fonctionnaires, poursuit Eric Favereau. Ils ont d’abord secouru le conducteur, ont éteint l’incendie, puis ont sécurisé le périmètre. C’était vraiment impressionnant. Il n’y a pas eu de mouvement de panique.»
      Malgré l’arrivée rapide des secours, le suspect est décédé des suites de ses blessures. Une carte d’identité a été retrouvée dans la Megane. Sous réserve qu’elle soit authentique, elle révèle qu’Adam D. est né en 1985 à Argenteuil (Val-d’Oise). Connu de la DGSI, il était fiché S (pour Sûreté de l’Etat). Dans la soirée de lundi, la police analysait les substances retrouvées dans la Megane et la Brigade de recherche et d’intervention effectuait une opération au domicile des parents du suspect au Plessis-Pâté (Essonne).
      Projet de loi.
      Le 20 avril, les Champs-Elysées avaient déjà été le théâtre d’un attentat contre les forces de sécurité. Karim Cheurfi, 39 ans, avait mitraillé des policiers en faction devant l’office de tourisme de Turquie. Un des fonctionnaires visés, Xavier Jugelé, est décédé. Un message manuscrit défendant la cause de l’Etat islamique avait été retrouvé sur un papier près du corps de Cheurfi.
      Lors d’une courte allocution sur les Champs-Elysées, le ministre de l’Intérieur a rappelé «le niveau de menace extrêmement élevé» pesant sur la France. Mercredi, Gérard Collomb présentera au Conseil des ministres un projet de loi introduisant les dispositions de l’état d’urgence dans le droit commun.



      Un islamiste tente de faire exploser sa voiture sur les Champs-Élysées
      Par 3 auteurs Mis à jour le 19/06/2017 à 21:49 Publié le 19/06/2017 à 20:40

      La police criminelle inspecte les lieux de l'attentat, lundi sur les Champs-Élysées, et recouvre le corps de l'assaillant.

      VIDÉO - L'individu a percuté un fourgon de gendarmes. Des bonbonnes de gaz et des dispositifs de mise à feu ont été découverts.
      Pour la seconde fois en moins de deux mois, les Champs-Élysées ont été le théâtre d'une attaque terroriste. Cette fois, le stratagème de la voiture piégée semble avoir été privilégié, mais l'attentat a tourné court. Un miracle au regard de l'arsenal guerrier que transportait l'assaillant.

      Lundi vers 15 h 40, à deux pas du square Marigny, un automobiliste a lancé sa voiture, une Renault Megane, sur un fourgon Iris, qui, transportant entre huit et dix hommes de la gendarmerie mobile, descendait les Champs-Élysées. La voiture s'est enflammée lors de la collision, sans faire de blessé parmi les militaires. Le conducteur, porteur de deux armes, a été extrait de l'habitacle calciné. Il a trouvé la mort dans des circonstances qui restent à déterminer. Son corps à moitié dénudé était à même le sol. Un fusil d'assaut de type kalachnikov ainsi qu'un pistolet automatique autrichien, modèle Glock 26, ont été retrouvés à ses côtés. Selon une source policière, le terroriste présumé, Djaziri Adam L., âgé de 31 ans et né en France, était fiché S depuis septembre 1995, en raison de son appartenance à la «mouvance islamiste radicale», et avait fait une demande de port d'arme. Son père, interrogé par l'AFP, précise qu'il «avait une arme qui était déclarée, il s'entraînait au tir». Il bénéficiait d'un permis de détention d'arme, selon une source proche du dossier. Il était assigné à résidence dans le cadre de l'Etat d'urgence et s'était déjà rendu en Turquie. Des perquisitions étaient en cours lundi en début de soirée à son domicile du Plessis-Pâté, dans l'Essonne. Selon une source proche du dossier citée par l'AFP, la famille de l'individu était également connue pour faire partie de la mouvance «salafiste».

      Les artificiers du laboratoire central de la Préfecture de police ont découvert deux bonbonnes de gaz ainsi que deux dispositifs de mise à feu dans la Megane. La section antiterroriste du parquet de Paris a ouvert une enquête, confiée à la section antiterroriste de la brigade criminelle et à la Direction générale de la sécurité intérieure. Aucune référence au djihad n'a été retrouvée sur les lieux de l'attaque.

      Cette «tentative d'attentat», pour reprendre les propos tenus sur les lieux par le ministre de l'Intérieur, Gérard Collomb, est d'autant plus symbolique qu'elle intervient aux abords de la «plus belle avenue du monde», très sécurisée et aimée des touristes.

      Après un bref instant de panique, ces derniers, bloqués dans leur promenade, étaient au demeurant étrangement calmes lundi, guère étonnés des gendarmes et militaires, casqués et avec des armes automatiques. Un passant renseignait des Espagnols de passage : «Quelqu'un a foncé sur des policiers ou des gendarmes ?» «Encore ?» lâchait un touriste sur un ton à peine surpris. Comme si les esprits étaient déjà habitués à de pareils actes. Le ministre de l'Intérieur a souligné quant à lui que ces faits rappelaient que «le niveau de la menace en France est extrêmement élevé».

      L'attaque de lundi survient en effet après une série d'attentats visant notamment les forces de l'ordre. Les faits sont survenus à quelques centaines de mètres du lieu de l'assassinat, revendiqué par Daech, dont a été victime le capitaine Xavier Jugelé, le 20 avril dernier.

      Des fonctionnaires de police sont visés

      Plus récemment, le 6 juin, une attaque terroriste, perpétrée au nom de l'État islamique, a été commise devant la cathédrale Notre-Dame de Paris. Ce jour-là, un étudiant algérien âgé d'une quarantaine d'années s'était dirigé vers trois fonctionnaires de la Préfecture de police. Brandissant un marteau, il avait attaqué l'un d'eux par-derrière, en criant: «C'est pour la Syrie!» Un policier âgé de 22 ans avait été légèrement touché au cou. Blessé par des tirs de riposte, l'assaillant a été arrêté et mis en examen.

      Déjà, le 18 mars dernier, un Français d'origine tunisienne de 39 ans avait dû être abattu alors qu'il tentait de s'emparer du fusil d'une militaire de «Sentinelle» à l'aéroport d'Orly. Connu pour des faits de droit commun, il s'était radicalisé en prison.

      Depuis les assassinats de Mohamed Merah, en mars 2012, les forces de sécurité paient un lourd tribut à la lutte antiterroriste. Elles n'ont pas oublié le meurtre barbare de Jean-Baptiste Salvaing et Jessica Schneider, couple de policiers tué au couteau le 13 juin 2016 à leur domicile de Magnanville (Yvelines). Ou les attentats qui ont coûté, le 7 janvier 2015, la vie à Ahmed Merabet, un policier affecté au commissariat du XIe arrondissement de Paris et achevé au sol par les frères Kouachi, ainsi qu'à Franck Brinsolaro, brigadier chargé de la protection du dessinateur Charb et tué lors de l'attaque de Charlie Hebdo.

      La rédaction vous conseille :

      Un "stock d'armes" a été saisi au domicile de l'assaillant de 31 ans mort hier dans un attentat manqué sur les Champs-Elysées, a-t-on appris de source proche du dossier, confirmant une information de BFMTV.
      Adam Djaziri, fiché S depuis 2015 pour son appartenance à la mouvance islamiste radicale, détenait neuf armes connues des autorités, dont trois soumises à autorisation - des pistolets Sig-Sauer 9mm et Glock 9mm ainsi qu'un fusil de type kalachnikov, a confirmé cette source.

      Champs-Elysées : des gendarmes attaqués, Collomb dénonce une « tentative d’attentat »

      Qui sont les auteurs d'attaques terroristes en Occident ? (30/06/2017)
      L'EI reprend un quartier de Raqqa (30/06/2017)
      L'EI totalement retiré de la province d'Alep (30/06/2017)
      Mossoul : dans les ruines laissées par Daech (29/06/2017)
      L'EI subit deux revers en Irak et Syrie (29/06/2017)
      Daech a perdu 60% de son territoire et 80% de ses revenus (29/06/2017)
      EI/Philippines : la Chine promet d'aider (29/06/2017)
      Roumanie : un arrestation en lien avec l'EI (29/06/2017)
      Mossoul : les forces irakiennes annoncent avoir repris la mosquée Al-Nouri (29/06/2017)
      L'interminable reconquête de Mossoul, la «capitale» irakienne de Daech (28/06/2017)
      Offensive à Raqqa : « l'État Islamique n'existe plus » (09/06/2017)
      Daech veut créer un califat aux Philippines (29/05/2017)
      Syrie : six mois pour libérer Raqqa de l'État islamique (10/02/2017)

      Qui sont les auteurs d'attaques terroristes en Occident ? (30/06/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 30/06/2017 à 19:08 Publié le 30/06/2017 à 18:42

      Les auteurs d'attaques terroristes en Europe et aux Etats-Unis étaient dans leur grande majorité des hommes jeunes et connus des autorités, selon une étude universitaire ayant passé au peigne fin les 51 attentats perpétrés en Occident depuis trois ans.

      Depuis la proclamation du "califat" de l'Etat islamique le 29 juin 2014, il y a juste trois ans, 51 attentats ont été menés en Occident, dans un nombre limité de pays (8). La France a été le pays le plus touché, avec 17 attaques, suivie des Etats-Unis (16) et de l'Allemagne (7).


      Ces attaques qui ont fait 395 morts et au moins 1.549 blessés, ont été perpétrées par 65 assaillants. Quarante-trois ont perdu la vie, 21 ont été arrêtés, 1 est en fuite.

      L'âge moyen des auteurs s'élève ainsi à 27,3 ans. Le plus jeune avait 15 ans, le plus âgé 52. Sur les 65 assaillants, 63 étaient des hommes, soit 97% d'entre eux.

      73% étaient citoyens du pays où ils ont mené l'attaque. 14% résidaient légalement dans le pays ou étaient en visite légalement depuis des pays proches, 5% étaient des réfugiés ou des demandeurs d'asile, tandis que 6% étaient présents illégalement sur le territoire ou attendaient d'être expulsés. 17% étaient des personnes qui se sont converties à l'islam.

      82% étaient déjà connus d'une façon ou d'une autre des autorités avant l'attaque. 57% avaient un passé criminel et 18% avaient déjà effectué un séjour en prison. En revanche, seuls 18% d'entre eux s'étaient rendus à l'étranger pour combattre sur un terrain de guerre.

      Concernant les attaques proprement dites, dans 8% des cas, l'ordre venait directement de dirigeants de l'Etat islamique. Dans 26%, les assaillants n'avaient pas de connexion avec l'EI ou d'autres groupes djihadistes, mais ont été inspirés par leur message. Enfin, dans 66% des cas, les auteurs avaient une forme de connexion avec l'EI ou d'autres groupes, mais ont agi de manière autonome.


      Ce rapport baptisé "Djihadiste de la porte d'à côté. Radicalisation et attaques djihadistes en Occident" est le fruit d'une recherche approfondie conduite par Lorenzo Vidino, Francesco Marone et Eva Entenmann, dans le cadre du Programme sur l'extrémisme de l'Université George Washington, situé dans la capitale américaine, de l'Ispi (Institut pour les études de politique internationale) de Milan et de l'ICCT (centre international pour le contre-terrorisme) de La Haye. Ils ont étudié les 21 attentats perpétrés en Occident depuis 3 ans.

      L'EI reprend un quartier de Raqqa (30/06/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 30/06/2017 à 14:01 Publié le 30/06/2017 à 13:51

      Le groupe État islamique (EI) a repris aujourd'hui un quartier du sud-est de la ville de Raqqa, son bastion en Syrie, près de trois semaines après l'avoir perdu, a affirmé l'Observatoire syrien des droits de l'Homme (OSDH).

      "L'EI a totalement repris al-Senaa, le quartier le plus important dont s'était emparées les Forces démocratiques syriennes (FDS) le 12 juin", a indiqué à l'AFP Rami Abdel Rahmane, directeur de l'Observatoire, en référence à l'alliance kurdo-arabe appuyée par une coalition internationale menée par les Etats-Unis.



      "En utilisant des tunnels, les jihadistes ont attaqué les FDS en utilisant des kamikazes ainsi que des drones transportant des charges explosives", a-t-il précisé. Al-Senaa, un quartier densément peuplé, se trouve à proximité de la vieille ville de Raqa.

      Hier, une quarantaine de membres de l'EI, vêtus de l'uniforme des FDS pour tromper la vigilance de leurs adversaires, avaient attaqué al-Senaa et Mechleb, deux quartiers du sud-est. Ils avaient mené trois attaques suicide à la voiture piégées, actionné des drones avec des charges explosives, pour s'emparer de six positions tenues par les FDS.

      Après l'attaque d'aujourd'hui , les FDS ont dû se replier sur le quartier adjacent de Mechleb "où elles renforcent leurs positions", a dit M. Abdel Rahmane. Après la perte d'al-Senaa, les FDS contrôlent toujours Mechleb à l'est et deux autres quartiers à l'ouest.

      LIRE AUSSI :



      L'EI totalement retiré de la province d'Alep (30/06/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 30/06/2017 à 14:26 Publié le 30/06/2017 à 14:02

      Le groupe jihadiste Etat Islamique (EI) s'est totalement retiré d'Alep, mettant fin à une présence de quatre ans de la province septentrionale de Syrie, a affirmé à l'AFP l'Observatoire syrien des droits de l'homme (OSDH).

      "Daech s'est complétement retiré de la province d'Alep face à l'avance des forces du régime", a dit le chef de l'ONG, Rami Abdel Rahmane, en utilisant un acronyme en arabe de l'EI. Ce retrait d'Alep a été confirmé de source militaire syrienne.

      LIRE AUSSI :


      Mossoul : dans les ruines laissées par Daech (29/06/2017)
      Par Luc Mathieu, Envoyé spécial à Mossoul Photos William Daniels — 29 juin 2017 à 20:26

      Dans le vieux Mossoul, dimanche. 
      Dans le vieux Mossoul, dimanche.  Photo William Daniels pour Libération 
      Si la reprise de la mosquée Al-Nouri marque un tournant symbolique du conflit, les combats se poursuivent entre des jihadistes aux abois et une armée épuisée.

        Mossoul : dans les ruines laissées par Daech
      Quand le vent se lève, la vieille ville de Mossoul disparaît. Le ciel gris et brûlant, les murs sales des maisons ravagées, la poussière des gravats, plus rien ne se distingue, tout se mêle. Seule ressort parfois la puanteur de cadavres oubliés. Les forces irakiennes ont avancé jeudi et dévoilé un paysage post-apocalyptique. Elles ont gagné quelques centaines de mètres sur l’Etat islamique. Cela paraît peu. Mais dans des venelles d’un mètre et demi de large où chaque pas risque de déclencher une mine artisanale, où chaque porte peut receler un piège, c’est beaucoup. L’avancée est aussi symbolique. Les forces spéciales se sont emparé de ce qu’il reste de la mosquée Al-Nouri et d’Al-Hadba, son minaret penché recouvert de mosaïques, le «bossu» comme le surnomment les Mossouliotes. Les jihadistes l’ont dynamité le 21 juin. Ils ne voulaient pas que les soldats puissent parader et faire des selfies devant le minbar où Abou Bakr Al-Baghdadi, le calife autodésigné, a fait sa seule apparition publique. C’était le 3 juillet 2014, l’Etat islamique était au faîte de sa puissance. Jeudi, l’armée irakienne a commencé à déminer les ruines de l’édifice. «D’ici quatre à cinq jours, nous aurons atteint le Tigre. La victoire est une question de jours. Daech n’est plus qu’un pain de glace qui fond sous le soleil», souffle le général Sami al-Arthy, à la tête de deux divisions des forces spéciales irakiennes.

      Dans la poussière de la vieille ville, à côté de son blindé noir frappé d’une tête de mort, Nasser, 23 ans, soldat dans les forces spéciales, ne dit pas autre chose. «Dans dix jours, deux semaines peut-être, c’est réglé. On sent que les hommes de l’Etat islamique n’ont plus le moral, qu’ils ne pensent plus qu’à s’échapper. Ils ne savent plus se battre alors qu’il y a encore trois semaines, ils étaient des combattants redoutables.» La bataille a anéanti le vieux Mossoul. Pas une maison ne semble avoir été épargnée. Des toits se sont écroulés, laissant des blocs de béton pendre comme des guirlandes, seulement retenus par leurs armatures métalliques. Des voitures calcinées aux carcasses tordues disparaissent sous la chaussée. Des cratères creusés par des frappes aériennes ont aspiré camionnettes et bulldozers. Quand les avions de la coalition ne bombardent pas et que les combats cessent, un silence profond se répand, imperméable aux bruits de la vie qui a repris dans les autres quartiers.

      Tréteaux de fer
      Jeudi, comme à chaque progression de l’armée irakienne, des habitants sont apparus au détour des ruelles. Exténués, sales, regards tristes ou joyeux de croiser des militaires. Ils n’ont que quelques sacs et sont entourés d’enfants. Une vieille femme a les yeux dans le vague. Seuls ses deux fils qui la soutiennent l’empêchent de s’écrouler. Devant une maison écrasée par un bombardement il y a dix jours, un homme reste à côté de deux sacs de plastique noir d’où s’écoule une odeur de mort. «Ce sont les restes de mes parents, on vient de les sortir», dit-il calmement. Un autre attend à ses côtés que les secouristes de la Défense civile extraient le cadavre de son père. Il reste une douzaine de corps sous les décombres.

      La bataille de Mossoul n’est pas finie, mais les soldats sont épuisés. Ils marchent lentement, s’accroupissent dès qu’ils le peuvent à l’ombre d’un mur éboulé ou d’un blindé. Ceux des forces spéciales n’ont en réalité jamais cessé de combattre depuis 2014. Ils ont mené les assauts à Samarra, Tikrit, Ramadi, Fallouja, Hit, Baji et désormais Mossoul. Le califat irakien est presque annihilé, mais l’enchaînement des combats les a usés.

      Dans la cour d’une maison de la vieille ville au toit à moitié arraché, Ahmed, 29 ans, s’est avachi dans un vieux canapé. Il est 15 heures et la chaleur pèse comme un sac de ciment sur les épaules. Il fait près de 50 degrés. «Le plus dur n’est pas tellement la fatigue physique, mais celle liée à la perte d’amis au combat, dit-il. Si je ne compte que depuis le début de l’offensive dans l’ouest de Mossoul, j’en ai perdu quatorze. Mon frère aussi est mort durant un combat.» Il sort son smartphone et montre les photos où il pose en riant avec chacun d’eux. «Au fond, ma vie se résume à la guerre.» Comme la plupart des autres soldats, Ahmed porte les cicatrices de ces offensives qui n’en finissent pas. Il est sorti il y a un mois de l’hôpital après l’explosion d’un mortier qui l’a blessé aux deux jambes et à un bras. Dans la cour de la maison, l’un de ses copains montre son bras, transpercé par cinq balles qui ont laissé des cercles sombres sur la peau et une longue cicatrice. «J’ai aussi été touché au ventre par un éclat», dit le jeune soldat.

      Depuis le début de la bataille de Mossoul, les blessés sont rapidement soignés dans de petits centres d’urgence qui se déplacent au gré de la ligne de front. Ils sont ensuite transférés dans des hôpitaux. Cette semaine, l’un des plus avancés est installé à côté de la mosquée Abou Zyan, à environ 500 mètres de la vieille ville, dans deux anciens ateliers. Il n’y a ni porte ni fenêtre et des machines-outils sont encore installées au fond, trop lourdes sans doute pour être pillées.

      Les infirmiers ont installé cinq brancards sur des tréteaux de fer. Les cartons de compresses, seringues et perfusions s’entassent le long des murs. Des grappes de mouches bourdonnent autour de petites flaques de sang. Chaque jour, les blessés se succèdent, emmenés par de vieilles ambulances aux suspensions défoncées qui pilent devant les anciens ateliers. «Les blessures les plus courantes sont dues à des éclats de mortiers, de mines artisanales et de grenades. Il y a aussi des blessures par balle, mais c’est moins fréquent», explique un infirmier. Les cadavres sont enveloppés dans une couverture puis déposés dans des sacs mortuaires. La guerre contre l’Etat islamique a décimé les rangs de l’armée irakienne. Les forces spéciales ont perdu 40 % de leurs effectifs, blessés ou tués, depuis le début des combats, selon le Pentagone.

      «Seul Dieu a des yeux»
      La guerre ne sera pas pour autant terminée avec la fin de la bataille de Mossoul. Avant même le début des derniers assauts contre la vieille ville, l’Etat islamique a répliqué à sa manière, brutale et rapide. Dans la nuit de dimanche à lundi, une soixantaine de jihadistes ont attaqué deux quartiers de l’ouest de Mossoul, libérés il y a quelques mois, Tanak et Yarmouk. Ils ont investi le premier, avancé vers le second. Les habitants ont fui en quelques heures. Les autorités irakiennes ont d’abord blâmé des «cellules dormantes». La réalité est plus inquiétante. Les jihadistes n’attendaient pas cachés à Mossoul dans des caves ou des maisons abandonnées. Ils venaient de beaucoup plus loin, de Tall Afar, à la frontière syrienne, l’une des dernières villes irakiennes qu’ils contrôlent encore. «Ils ont marché durant une partie du trajet et ont réussi à passer nos lignes. Ils avaient des informateurs qui leur ont dit comment éviter les check-points et parvenir jusqu’à Mossoul. Tout était prêt pour eux quand ils sont arrivés», explique le général Haider Fadhel des forces spéciales. Au moins un soldat a été tué lors de l’assaut. Aucun civil n’aurait perdu la vie, selon l’armée irakienne.

      Un jihadiste a été capturé. Il a 11 ans. Les autres ont tous été tués, selon le général. «La plupart avaient des vestes explosives. Nous en avons abattu quelques-uns», affirme-t-il. Le cadavre poussiéreux de l’un d’eux, barbe et cheveux longs, pantalon court, était accroché tête en bas lundi matin au poteau cassé d’un feu tricolore. «Ce sont les habitants qui l’ont mis là, pas nous», expliquait un soldat en faction. Quelques heures plus tard, le corps avait été décroché. Il gisait juste à côté sur un terre-plein. Des enfants lui jetaient des cailloux, lui défonçant le crâne. Des adolescents criaient : «C’est un Pakistanais ! Non, un Afghan !» «C’est un Tadjik», hurlait un autre. Un homme d’une quarantaine d’années répétait : «Seul Dieu a des yeux et sait ce qui s’est passé.»

      Le jour même, l’armée s’est déployée dans plusieurs quartiers de l’ouest de Mossoul, à plusieurs kilomètres de la vieille ville et de ses combats. En milieu d’après-midi, une vingtaine de soldats ont investi le quartier de Tal Ruman. Ils frappent aux portes métalliques des maisons. La plupart s’ouvrent. Ils pénètrent dans la cour, le salon, jettent un œil dans la cuisine, montent vers les chambres, observent les portes à l’arrière. «Regardez ce que vous voulez, et partout», dit un propriétaire bedonnant en offrant des graines de tournesol. Les inspections ne durent que quelques minutes. Au coin d’une rue, deux blindés sont arrêtés. Des soldats ouvrent le coffre d’un Humvee noir. Un homme pieds nus en tee-shirt blanc est allongé. Il a une vingtaine d’années et l’air terrifié. Un militaire lui met une claque et le sort en le tirant par une oreille. Le jeune est poussé jusqu’à un commandant qui joue avec une petite barre de fer. «Je n’ai rien fait, je n’ai rien fait», répète l’homme en gardant la tête baissée. «Quoi que tu aies fait, quoi que tu fasses, si jamais c’est pour Daech, tu es mort», crie le commandant. Un peu à l’écart, un soldat aux yeux bleus dit : «On le pousse un peu mais c’est pour lui faire peur. On veut qu’il travaille pour nous.» L’homme est ramené au Humvee où il récupère son sac. Il est libre. Il s’éloigne aussi vite qu’il le peut.


      Luc Mathieu Envoyé spécial à Mossoul Photos William Daniels


      L'EI subit deux revers en Irak et Syrie (29/06/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 29/06/2017 à 20:31 Publié le 29/06/2017 à 20:12

      Les djihadistes du groupe Etat islamique (EI) ont enregistré aujourd'hui deux importants revers en Syrie et en Irak:En Irak, les forces gouvernementales ont repris le site de la mosquée emblématique d'Al-Nouri, dans la vieille ville de Mossoul où elles traquent les derniers jihadistes.

      » Lire aussi - Le crépuscule de l'État islamique à Mossoul

      C'est dans cette mosquée qu'Abou Bakr al-Baghdadi avait fait en juillet 2014 son unique apparition publique connue en tant que chef de l'EI, peu après que les jihadistes s'étaient emparés de la deuxième ville d'Irak. Il avait appelé dans un prêche les musulmans à lui obéir.

      La mosquée Al-Nouri et le minaret penché, connu sous le nom d'"Al-Hadba" ("la bossue") et surnommé "la tour de Pise irakienne", avaient été détruits le 21 juin par les jihadistes qui les ont fait exploser alors que les forces irakiennes progressaient en direction de ce site. Le "califat", proclamé par l'EI il y a trois ans jour pour jour, touche à sa fin, a affirmé le Premier ministre irakien Haider al-Abadi.

      Les Forces démocratiques syriennes (FDS) ont "pris le contrôle d'une région au sud de l'Euphrate, coupant ainsi la dernière route que l'EI pouvait utiliser pour se retirer de Raqqa", a expliqué à Rami Abdel Rahmane, directeur de l'OSDH. "Les FDS ont pu maintenant encercler complètement Raqa" a-t-il dit.

      Quelque 2.500 jihadistes combattent dans la ville, selon le général britannique Rupert Jones, commandant en second de la coalition internationale. L'ONU a estimé mercredi que près de 100.000 civils étaient "pris au piège" à Raqqa, alors que des dizaines de milliers de civils seraient aussi bloqués dans la vieille ville de Mossoul.

      Daech a perdu 60% de son territoire et 80% de ses revenus (étude) - 29/06/2017
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 29/06/2017 à 16:44 Publié le 29/06/2017 à 16:43

      Le groupe Etat islamique (EI) a perdu en trois ans 60% du territoire qu'il a occupé en Irak et en Syrie et 80% de ses revenus, selon une étude du cabinet d'analyse IHS Markit publiée jeudi. Le territoire du "califat" autoproclamé en juin 2014 à cheval sur ces deux pays est passé de 90.000 km² en janvier 2015 à 36.200 km² en juin 2017, explique cette firme basée à Londres. Une coalition internationale conduite par les Etats-Unis mène des frappes aériennes contre les jihadistes depuis l'été 2014.

      Au sol, la bataille est engagée en Irak par l'armée et en Syrie principalement par les Forces démocratiques syriennes (FDS), une alliance de combattants kurdes et arabes anti-EI. "La montée et la chute de l'EI se caractérisent par une expansion rapide suivie d'un déclin continu. Trois ans après sa proclamation, il est évident que le projet de gouvernance du califat a échoué"', note Columb Strack, un expert du Moyen-Orient à IHS Markit. "Le reste du +califat+ devrait se désintégrer avant la fin de l'année et son projet sera réduit à une série de zones urbaines isolées qui devrait être reprise au cours de 2018", a-t-il ajouté.

      Par ailleurs, les finances de l'EI se sont aussi effondrées. Les revenus mensuels sont passés de 81 millions de dollars au deuxième trimestre 2015 à 16 millions de dollars au second semestre 2017, soit une baisse de 80%. "Cela s'explique par un déclin continu de toutes les sources de financement, que ce soit la production de pétrole, les taxes et les confiscations ainsi que les autres activités illicites", note un autre expert d'IHS Ludovico Carlino. Ainsi les revenus générés par le pétrole sont tombés de 88% et les taxes et confiscations de 79% entre 2015 et 2017. Pour lui, "la perte de territoires est le principal facteur ayant entrainé les pertes de revenus".

      "La perte de contrôle de régions peuplées comme Mossoul (en Irak) et de zones pétrolières dans les provinces de Raqa et Homs en Syrie ont eu un impact significatif sur la capacité du groupe à générer des revenus", a-t-il expliqué.

      LIRE AUSSI

      EI/Philippines: la Chine promet d'aider (29/06/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 29/06/2017 à 15:10 Publié le 29/06/2017 à 14:42

      La Chine a promis aujourd'hui de continuer à fournir aux Philippines "l'aide nécessaire", au lendemain de la livraison par Pékin de milliers d'armes à Manille pour affronter des djihadistes qui occupent une ville de l'archipel.

      Le 23 mai, des centaines de combattants brandissant le drapeau noir du groupe Etat islamique (EI) ont pris le contrôle de quartiers de Marawi, une localité de la région de Mindanao, dans le sud du pays. L'armée philippine mène actuellement une campagne de bombardements et de combats au sol mais n'a pas réussi à déloger les assaillants des poches où ils se sont retranchés.


      "Hier, le premier lot d'aide d'urgence a été livré aux Philippines", a déclaré aujourd'hui le ministre chinois des Affaires étrangères Wang Yi lors d'une conférence de presse à Pékin.

      "A l'avenir, conformément aux besoins des Philippines, nous continuerons à fournir l'assistance et l'aide nécessaires", a-t-il souligné aux côtés de son homologue philippin Alan Peter Cayetano, actuellement en visite en Chine. M. Wang a également promis le soutien chinois dans les opérations de reconstruction de Marawi.

      Une cargaison chinoise de fusils d'assaut, fusils de sniper et de munitions est arrivée hier aux Philippines. C'est la première aide militaire de Pékin depuis que le président philippin Rodrigo Duterte a annoncé fin 2016 sa "séparation" d'avec les Etats-Unis - son allié militaire traditionnel - au profit de la Chine.

      Cette livraison d'armes, d'une valeur de 50 millions de yuans (6,5 millions d'euros), "reflète l'avènement d'une nouvelle ère dans les relations philippino-chinoises", s'est réjouit M. Duterte.
      L'ambassadeur chinois aux Philippines, Zhao Jianhua, a assuré qu'un "deuxième lot" d'armes chinoises sera bientôt livré.

      LIRE AUSSI :

      Roumanie: un arrestation en lien avec l'EI (29/06/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 29/06/2017 à 15:11 Publié le 29/06/2017 à 13:13

      Un Roumain de 39 ans soupçonné d'avoir collecté des données militaires au profit du groupe Etat islamique (EI) a été interpellé aujourd'hui, une première dans ce pays de l'Union européenne, ont indiqué les autorités roumaines.

      Le suspect est accusé d'avoir effectué des repérages "au printemps 2015 à proximité d'une installation militaire du territoire roumain, observant attentivement les voies d'accès et les clôtures", a précisé le parquet chargé de combattre le crime organisé et le terrorisme (DIICOT) dans un communiqué.

      Son "but déclaré était de contribuer à l'organisation d'un attentat terroriste contre cette base", a ajouté le Service roumain des renseignements, selon lequel l'homme avait déclaré son "adhésion" au groupe jihadiste EI.

      Il voulait transmettre les informations collectées à "une cellule salafiste et pro-jihadiste d'un état de l'Union européenne", a ajouté le parquet. Selon ce dernier, cette cellule était en lien avec des auteurs des attentats terroristes du 13 novembre 2015 à Paris.

      Les autorités ont organisé ce matin trois perquisitions dans le département d'Arges (sud) où habitait le suspect. Il est également poursuivi pour "propagande" en ligne en faveur du groupe EI et a été placé en garde à vue.


      Surveillé depuis 2015, l'homme se serait radicalisé après avoir vécu plusieurs années à l'étranger, dans un pays de l'Union européenne où il était en lien avec des groupes jihadistes, a précisé le service des renseignements.

      Mossoul: les forces irakiennes annoncent avoir repris la mosquée Al-Nouri (29/06/2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 29/06/2017 à 11:40 Publié le 29/06/2017 à 11:30

      Les forces irakiennes ont annoncé aujourd'hui avoir pris le contrôle de la mosquée Al-Nouri où Abou Bakr al-Baghdadi avait donné en juillet 2014 son premier prêche en tant que chef du groupe Etat islamique (EI). Sa dernière apparition publique connue à ce jour.

      Des membres de l'EI avaient fait exploser cette grande mosquée, minaret emblématique de la ville irakienne, le 21 juin dernier.

      L'armée irakienne a fait savoir que les Forces spéciales avaient pris la mosquée aux jihadistes. Un commandant des Forces spéciales a lui indiqué que le site n'avait pas encore été repris mais que ses forces étaient sur le point de le faire.

      LIRE AUSSI :
      » L'interminable reconquête de Mossoul, la «capitale» irakienne de Daech

      » «Soudain, le monde éclate...» : le récit tragique de notre envoyé spécial blessé à Mossoul

      L'interminable reconquête de Mossoul, la «capitale» irakienne de Daech (28.06.2017)
      Par Adrien Jaulmes Mis à jour le 28/06/2017 à 21:32 Publié le 28/06/2017 à 19:50

      VIDÉO - Après neuf mois de bataille, les forces irakiennes avancent sur le dernier refuge des combattants de Daech. Une ultime offensive qui s'oppose à la défense ingénieuse, retorse et acharnée des djihadistes.

      La longue reconquête de Mossoul sur l'État islamique touche à sa fin. Acculés dans les ruines de la vieille ville, dans les décombres de ce qui fut le cœur de leur sinistre expérience étatique, les combattants djihadistes livrent leur dernier combat. L'issue de la bataille ne fait désormais plus aucun doute, mais les soldats irakiens devront néanmoins la livrer jusqu'au bout.

      Il leur a fallu neuf mois de durs combats pour arriver jusqu'aux ruelles autour de la grande mosquée où fut proclamé le califat, en juillet 2014. Neuf mois au cours desquels les combattants fanatiques de l'EI ont reculé pied à pied, se battant maison par maison. Neuf mois pendant lesquels des ...

      Offensive à Raqqa : « l'État Islamique n'existe plus » (09/06/2017)
      Par Eloi Thiboud  Publié le 09/06/2017 à 12:33

      FIGAROVOX/ENTRETIEN - Le 6 juin les Forces Démocratiques Syriennes soutenues par la coalition américaine, sont entrées dans Raqqa défendue par Daech. Spécialiste des questions internationales, Hadrien DESUIN décrypte le déclin de l'État islamique à Raqqa.

      Spécialiste des questions internationales et de défense, Hadrien Desuin est essayiste. Il vient de publier La France atlantiste ou le naufrage de la diplomatie (éd. du Cerf, 2017).

      FIGAROVOX. - Les forces arabes et kurdes, soutenues par les Américains, ont engagé l'offensive contre l'EI à Raqqa et sont entrées dans l'est de la ville le 6 juin. Que représente Raqqa pour l'EI aujourd'hui? La reconquête de Raqqa signifie-t-elle la chute de l'État Islamique?

      D'un point de vue strictement territorial, «l'État islamique » n'existe plus.

      Hadrien DESUIN. - Raqqa ne représente pas grand-chose dans la symbolique du Califat. Une ville comme Mossoul est plus intéressante car elle frappe l'imaginaire de la mythologie islamique. Tout comme Damas d'où est partie la reconquête de Saladin pour chasser les croisés de Jérusalem. Raqqa a toutefois été la plus grosse ville syrienne sous occupation de l'État islamique. Elle était donc la capitale économique de Daech en Syrie. Elle était très bien située quand l'organisation djihadiste était au faîte de sa puissance en 2014- 2015. 300 000 habitants, à très grande majorité arabes sunnites, ont donné de la substance à l'État islamique. Désormais encerclée, l'issue militaire de Raqqa ne fait pas de doute. Le siège sera long mais ce n'est qu'une question de temps. Les assaillants vont sans doute prendre le temps de laisser s'affaiblir les assiégés en coupant leur ravitaillement. En attendant, ils pourraient bien conforter leurs positions dans toute la province de Raqqa.

      D'un point de vue strictement territorial, «l'État islamique» n'existe plus. Les liaisons sont très compliquées entre la Syrie et l'Irak. Il ne reste que des grosses poches de résistances, incapables de se coordonner entre elles. Plus aucune zone n'est sûre. Ces dernières vont persister encore longtemps car elles sont tenues par des fanatiques prêts à mourir plutôt que de se rendre. Dans certains quartiers très urbanisés, les petites équipes de snipers ou de tireur RPG peuvent considérablement ralentir la progression d'une troupe entraînée. Il faut 10 assaillants pour un défenseur à moins de raser la ville. Il s'agit toutefois d'un combat d'arrière-garde. Depuis que les contre-offensives des coalitions américaines et russes ont commencé, l'EI est revenu au modèle plus classique d'Al Qaïda : internationalisation du terrorisme et guérillas franchisées dans tout le monde musulman. N'oublions pas que Daech n'est au départ qu'une dissidence d'Al Qaïda en Irak et au Levant.

      L'idéologie de Daech, et du djihadisme en général, ne peut pas vivre en dehors de la conquête. Dès qu'elle fut arrêtée aux portes de Bagdad, à Palmyre et dans Kobané, Daech a dû se réinventer pour survivre et maintenir sa folle cavalcade meurtrière.

      Quels sont les intérêts des États-Unis à Raqqa ?

      Les États-Unis ont voulu prendre Raqqa avant les Russes, les Iraniens et l'armée syrienne. Quitte à se fâcher avec les Turcs qui redoutent par-dessus tout l'extension du Kurdistan syrien. La prise de Raqqa marquera symboliquement la défaite de Daech en Syrie et donc la victoire de la coalition américaine. Pour Donald Trump, l'enjeu est d'importance après des années d'extrême prudence de la part de Barack Obama sur ce dossier. D'un point de vue géopolitique, la coalition irano-russe serait contrainte de laisser la vallée de l'Euphrate aux alliés des Américains. Il s'agit de confiner le plus possible la Russie et l'Iran qui sont toujours vus à Washington comme les principaux adversaires de l'Amérique à l'échelle du monde.

      Les Forces Démocratiques Syriennes (FDS) soignent malgré tout leurs relations avec les Russes et donc avec le régime syrien car ils doivent se coordonner avec eux dans la poche d'Afrin, coupée du cœur du Rojava qui va de Kobané à Hassaké. En prenant Raqqa, les Américains veulent aussi rassurer l'Arabie Saoudite, le grand allié de Donald Trump : la Syrie de l'Est ne tombera pas dans l'escarcelle chiite. Cette vision saoudienne et confessionnelle est quelque peu caricaturale car le régime de Bachar a toujours su composer avec les populations sunnites dans le passé. En faire une secte arc-boutée sur un clan alaouite est très simpliste. La Syrie des années 2000 savait aussi jouer des rivalités entre l'Iran et l'Arabie Saoudite.

      Qui tiendra la ville après le départ des djihadistes ?

      Les membres arabes de l'alliance FDS sont en première ligne mais les Kurdes auront une place incontournable. Toutefois, ils devront s'appuyer impérativement sur les grandes familles de la ville qui ont subi l'oppression de l'État islamique pendant plus de cinq ans. Les Kurdes pourront réoccuper les quartiers dont ils ont été expulsés mais doivent rester en dehors des quartiers arabes s'ils veulent gagner la paix. Dans l'idéal, il faudrait qu'une municipalité sous l'égide des notables de Raqqa prenne les affaires socio-économiques en main, laissant aux FDS la défense militaire de la ville.

      Pourquoi la coalition russe ne participe-t-elle pas à cet assaut ?

      Parce que les Américains et les Russes ne sont jamais parvenus à se mettre d'accord sur le périmètre d'une éventuelle coalition commune. Les Russes sont alliés aux Iraniens, au Hezbollah et à l'armée de Bachar Al-Assad. Ni le Pentagone, ni la CIA ne peuvent accepter de combattre avec les alliés de la Russie. Ils soutiennent des rebelles sunnites qui se battent justement contre l'armée syrienne dans le sud du pays. Faute de s'entendre sur un partage des zones d'influence, la partition de la Syrie se fait par les armes. Chaque camp tente de prendre le maximum de terrain sur les décombres de Daech, un peu comme ce qui s'était passé à Manbij et Al-Bab.

      Dans l'idéal, il faudrait qu'une municipalité sous l'égide des notables de Raqqa prenne les affaires socio-économiques en main, laissant aux FDS la défense militaire de la ville.

      Pour la bataille de Raqqa, les forces soutenues par la Russie sont encore à 100km de la ville. Laquelle est déjà ceinturée par les FDS. Il est donc trop tard pour les troupes de Damas de participer à la prise de la ville. L'objectif est de consolider les territoires gagnés à l'est d'Alep et dans le centre du pays, autour de Palmyre. Il y a aussi les quartiers de Der Ez Zor à défendre, l'autre grande ville sur l'Euphrate. L'enclave qui résiste depuis des années à Daech est de nouveau sous l'intense pression des djihadistes.

      La rédaction vous conseille

      Daech veut créer un califat aux Philippines (29.05.2017)
      Par Camille Bouscasse Mis à jour le 29/05/2017 à 12:42 Publié le 26/05/2017 à 18:39

      VIDÉO - L'État islamique contrôle toujours la ville de Marawi sur l'île de Mindanao avec l'appui de djihadistes venus de pays asiatiques. Le président philippin Rodrigo Duterte évoque «une invasion».

      La percée de groupuscules islamistes rattachés à l'État Islamique (EI) plonge l'île de Mindanao aux Philippines dans le chaos. Les islamistes philippins ont pris le contrôle de la ville de Marawi, un bastion musulman au sein d'un pays à majorité catholique.

      «L'État Islamique a radicalisé un grand nombre de jeunes philippins musulmans»
      José Calida, le solliciteur général des Philippines

      Depuis le début des violences, et notamment depuis que le chef de police de Malabang s'est fait décapiter à un poste de contrôle des rebelles, les autorités philippines ont déployé les forces spéciales ainsi que plusieurs hélicoptères de combat. Après avoir instauré la loi martiale dans la région mardi dernier, le président philippin Rodrigo Duterte a insisté sur sa volonté de se montrer sévère et ferme envers les terroristes des groupes Mauteet Abou Sayyaf

      Maute est une branche de Daech qui opère dans la région de Lanao du Sud sur l'île de Mindanao et qui s'est rendue célèbre en septembre 2016 lors d'une attaque à la bombe meurtrière à Davao, la plus grande ville de l'île de Mindanao. 

      Quant à Abou Sayyaf, le groupe islamiste qui sévit depuis plus de vingt ans a récemment étendu son influence à toutes les îles du Sud des Philippines et est responsable d'une multitude d'attaques terroristes dans la région. Selon les autorités philippines, des combattants indonésiens et malaisiens, entre autres, seraient venus soutenir et renforcer les islamistes philippins. Pour Manille, la présence de ces forces étrangères dans les rangs des insurgés est due à un appel de ralliement lancé par Daech.

      L'apport des combattants indonésiens et malaisiens révèle le nouveau mode opératoire de l'État Islamique (EI). Pour la première fois en Asie de l'Est des branches locales de Daech déploient leurs forces sur des territoires autres que les leurs. Cette capacité de mobilisation et de déplacement de terroristes étrangers visent à internationaliser le terrorisme en s'appuyant sur les sous-groupes lui ayant prêté allégeance. Daech qui veut instaurer un califat sur l'île de Mindanao cherche à territorialiser son influence.

      Pendant les derniers jours, l'État Islamique a engagé une succession d'offensives, à l'instar du double attentat-suicide de Jakarta. L'ouverture de ces nombreux fronts inquiète d'autant plus les autorités philippines que, selon José Calida, le solliciteur général des Philippines, l'État Islamique «a radicalisé un grand nombre de jeunes philippins musulmans.» Qualifiés de «très déterminés» par l'armée, les djihadistes ont provoqué la fuite de nombre des 200.000 habitants de Marawi et la mort de 46 personnes.

      La rédaction vous conseille
                Kurdistan, Rojava   
      Syrie : l'envoyé américain auprès de la coalition à Ankara (30.06.2017)
      Par Le Figaro.fr avec AFPMis à jour le 30/06/2017 à 13:24 Publié le 30/06/2017 à 13:07

      L'envoyé américain auprès de la coalition internationale combattant le groupe Etat islamique (EI), Brett McGurk, effectuait aujourd'hui une visite à Ankara, qui voit d'un mauvais œil ses relations avec les milices kurdes de Syrie, selon des sources diplomatiques.

      McGurk devait rencontrer un responsable du ministère des Affaires étrangères, a affirmé un responsable de la diplomatie turque sous couvert de l'anonymat, sans plus de précision sur l'ordre du jour des discussions prévues. Les médias turcs ont rapporté que l'envoyé américain rencontrerait également des responsables du ministère de la Défense.


      Le ministre turc des Affaires étrangères Mevlut Cavusoglu avait appelé le 18 mai au départ de M. McGurk, l'accusant de soutenir les milices kurdes syriennes et les séparatistes kurdes turcs que la Turquie considère comme "terroristes". Washington avait répliqué en réitérant son soutien à son émissaire.

      Les Etats-Unis considèrent les milices kurdes syriennes des YPG comme les seules forces locales capables de lutter au sol contre les jihadistes du groupe Etat islamique (EI) et leur fournit des armes, au grand dam de la Turquie pour qui ces groupes ne sont qu'une émanation des du Parti des Travailleurs du Kurdistan (PKK) classé comme une organisation terroriste par Ankara et ses allés occidentaux.

      Brett McGurk était en visite mercredi et hier dans le nord de la Syrie, où il a rencontré des membres du Conseil civil de Tabqa, qui administre les affaires quotidiennes de la ville, et de Raqa, l'organe qui devrait gérer ce bastion de l'EI une fois chassés les jihadistes.



      Patrice Franceschi : «À Raqqa se joue aussi l'avenir du Kurdistan syrien» (08/06/2017)

      Par Alexis Feertchak Mis à jour le 08/06/2017 à 17:58 Publié le 08/06/2017 à 17:30

      Photo de Patrice Franceschi prise par des combattants kurdes.
      Photo de Patrice Franceschi prise par des combattants kurdes.

      INTERVIEW - L'écrivain et voyageur raconte comment la bataille de Raqqa, à laquelle participent les Kurdes, est déterminante pour l'élimination de Daech, mais aussi pour la viabilité d'un futur Kurdistan autonome en Syrie.

      Engagé depuis trente ans pour la cause kurde, l'écrivain et voyageur Patrice Franceschi accompagne les Kurdes de Syrie dans leur combat contre Daech depuis le début de la guerre. Il a notamment publié Mourir pour Kobané (éd. des Équateurs, 2015).

      LE FIGARO. - Quelle place les Kurdes occupent-ils dans la bataille de Raqqa ?

      Patrice FRANCESCHI. - Ce sont les Forces démocratiques syriennes (FDS), une coalition arabo-kurde, qui sont engagées contre Daech. Le commandement des FDS, ce sont indubitablement les Kurdes des Unités de protection du peuple (YPG en kurde). Mais, à la différence de la bataille de Manbij dans le nord-ouest de la Syrie l'été dernier, les Arabes sont aujourd'hui en première ligne et majoritaires, autour de 80% des combattants, car Raqqa est une ville proprement arabe. Il y a aussi quelques chrétiens, notamment syriaques. Pour les Kurdes, ce choix a tous les avantages, à commencer par celui d'épargner leurs hommes. Dans le nom même de cette coalition, l'appellation kurde n'apparaît pas. À la grande satisfaction des Arabes!

      Depuis le siège de Kobané en 2014, les Kurdes sont devenus en Syrie le meilleur rempart contre Daech. Comment expliquez-vous leur détermination?

      Jusqu'à Kobané, tout le monde me disait qu'ils allaient être balayés. Je savais que non, parce que les raisons pour lesquelles ils veulent créer de façon révolutionnaire leur Kurdistan dans le nord de la Syrie avec l'égalité hommes-femmes, la démocratie et la laïcité, s'accompagnent d'une ferveur incroyable. Je savais, pour les accompagner depuis le début de la guerre, que si les Occidentaux leur donnaient un coup de main militaire, non seulement ils résisteraient, mais ils pourraient gagner contre tous les autres mouvements islamistes et djihadistes. Ils ont une puissance intérieure supérieure à tous les autres.

      Les Kurdes ont compris à Kobané qu'en allant jusqu'au bout, jusqu'au sacrifice, ils pourraient démontrer ainsi leur capacité auprès des Occidentaux. Leur rencontre avec François Hollande en janvier 2015 à Paris a été le moment de bascule. L'alliance avec les pays occidentaux, notamment avec Washington, commence alors vraiment. En deux ans et demi, leur avancée a été constante. S'ils vont à Raqqa aujourd'hui, c'est parce qu'ils ne pourront jamais vaincre l'État islamique sans que la capitale de celui-ci tombe définitivement.

      Les Kurdes et le régime de Damas se sont jusqu'ici largement épargnés. L'avancée des FDS à Raqqa peut-elle changer la donne ?

      Les Kurdes détestent le régime de Damas, mais sont capables de passer de manière pragmatique des accords de non-agression avec lui, mais il ne s'agit pas d'une alliance idéologique. Les négociations avec les Russes sont très difficiles parce qu'ils sont ensemble, avec les Kurdes et le régime syrien, dans la poche d'Afrin, au Nord, pour contenir les pressions turques, mais, en même temps, Moscou ne veut pas que les FDS, soutenues par Washington, avancent dans la région de Raqqa, voire aillent jusqu'à Deir Ezzor [ville de l'est syrien, partiellement tenue par le régime, mais assiégée par Daech]. Je pense néanmoins que les Russes, les Américains et les Kurdes sauront s'entendre pour délimiter l'avancée respective des FDS et du régime.

      Les Kurdes sont très habiles pour ne pas aller trop loin. À l'automne, la bataille de Raqqa sera probablement gagnée, peut-être même avant. La dimension diplomatique du conflit pourra reprendre afin de décider de l'avenir du Rojava comme entité kurde autonome au nord de la Syrie. Ce sera une zone tampon pour les Occidentaux, débarrassée de tout islamisme. Il existe, en revanche, un risque réel que Recep Erdogan, isolé diplomatiquement, ne supporte pas cette poussée kurde en Syrie et tente une nouvelle intervention dans le nord de la Syrie. Moscou et Washington s'y opposeraient, mais cela pourrait faire durer la crise plus longtemps.

      Après la Première Guerre mondiale, un État avait déjà été promis aux Kurdes qui s'étaient battus contre l'Empire ottoman. Mais avec le traité de Lausanne en 1923, le Kurdistan a été enterré. Les Kurdes ont-ils aujourd'hui des garanties ?

      Ils s'en souviennent de cette époque... Ils ont toujours été trahis, savent bien qu'ils peuvent l'être à nouveau et essaient d'obtenir des contreparties pour préparer l'avenir. Ils prennent notamment des précautions territoriales en allant plus loin que le territoire kurde pour pouvoir le négocier ensuite. Surtout, ils savent que Daech va disparaître en tant qu'État mais pas comme mouvement idéologique. Les Occidentaux n'auront pas intérêt à les lâcher après sa chute car, sinon, tout sera à recommencer l'année suivante. Construire un Rojava autonome est le meilleur moyen d'endiguer l'islamisme dans cette région.

      Dans quel état se trouve aujourd'hui le Rojava ? Les Kurdes du PKK en Turquie ne sont pas connus pour leur fonctionnement démocratique...

      Ceux qui pensent cela ne connaissent pas la situation dans la Turquie de Recep Erdogan, où l'on est soit idéologiquement opposé à lui, soit avec lui. Par ailleurs, les Kurdes syriens du Parti de l'union démocratique (PYD) et les Kurdes turcs du PKK, ce n'est pas la même chose. Si le PYD est bien une émanation historique du PKK, leurs agendas sont différents. Qu'ils soient alliés, bien sûr, les Kurdes n'ont aucun intérêt à être en bisbille entre eux.

      Les Kurdes syriens ont pris leur autonomie et administrent le Rojava par eux-mêmes. À l'échelle de la démocratie locale, ils sont très horizontaux dans leur gestion. Il y a partout des comités de village. C'est du communalisme et c'est tout à fait inédit, surtout au Moyen-Orient. Si toutes les frontières de Rojava sont en guerre, les trois à quatre millions d'habitants vivent en paix, certes dans une certaine pauvreté, mais moins qu'il y a un an, parce qu'ils ont redéveloppé une part de l'économie, ainsi que l'agriculture - on est dans le croissant fertile. Au fond, ils bâtissent un État, qui fait trois fois la taille du Liban.

      Comment les Kurdes du Rojava agissent-ils vis-à-vis des minorités ethniques et religieuses ?

      Les Kurdes partent du principe qu'il y a deux choix. Soit on combat les minorités, soit on les intègre. Ils ont joué le jeu de l'intégration. C'est pour ça qu'il y a aujourd'hui les FDS. Les Arabes combattent avec les Kurdes. Quel exploit ! Normalement c'est à feu et à sang dans ces pays-là.

      Certes, ils imposent de nombreuses règles, mais dans des sociétés patriarcales et conservatrices, ils n'ont pas le choix pour mettre fin à la polygamie et appliquer la parité. Partout, il y a un homme et une femme pour diriger. Les cafés sont ouverts, les filles sont en jupe. Ils ont recréé un service militaire, mais nous aussi, autrefois, quand la patrie était en danger, il y avait la mobilisation générale. Les déserteurs pouvaient être fusillés. En matière militaire, ils ont une verticalité du commandement. Un chef à l'Est donne un ordre à l'Ouest, il est exécuté tout de suite. Ils ont la conscience collective d'être dans une guerre existentielle. S'ils n'agissent pas ainsi, ils perdront face à des États et des groupes terroristes infiniment plus riches et nombreux qu'eux. Je n'ai vu à aucun moment un abus d'autorité de quelque sorte.

      Les Kurdes commencent à toucher les dividendes de cet effort collectif et de cette intelligence des situations. On oublie souvent qu'au-delà des aspects militaires comme aujourd'hui à Raqqa, il faut aussi qu'il y ait les structures d'un État durable. En Irak, quand Mossoul sera définitivement libéré, on n'est pas du tout certain du résultat parce que rien ne dit que les Irakiens, divisés, pourront reconstruire politiquement la région.

      La rédaction vous conseille



      Les Kurdes acceptent de payer le prix du sang pour triompher de l'islamisme en Syrie (20/08/2016)
      Par Alexis Feertchak Mis à jour le 20/08/2016 à 13:35 Publié le 19/08/2016 à 20:50

      Patrice Franceschi auprès des combattantes kurdes des YPJ - Crédits Photo: DR.
      FIGAROVOX/GRAND ENTRETIEN - Dans un entretien fleuve, l'écrivain-voyageur Patrice Franceschi, grand défenseur de la cause kurde depuis trente ans, révèle les ressorts de ce peuple héroïque qui, en Syrie plus qu'en Irak, combat avec une énergie inégalée l'État islamique.

      Patrice Franceschi est un écrivain français. Il est également cinéaste, aviateur, marin et officier de réserve. Il a reçu en 2015 le prix Goncourt de la nouvelle pour son livre Première personne au singulier. Militant de la cause kurde depuis près de trente ans, il se rend en Syrie auprès d'eux depuis le début du conflit. Auteur de Mourir pour Kobané (éd. des Equateurs, 2015), il est à l'origine du projet de création d'un Centre culturel français au Rojava, le territoire kurde au Nord de la Syrie, aujourd'hui largement autonome, qui combat en première ligne l'État islamique.

      FIGAROVOX. - À partir du début de la Guerre civile syrienne en 2011, vous vous rendez régulièrement dans les cantons kurdes du Nord du pays. Vous avez pu suivre la bataille de Kobané, à la frontière turque, qui a duré de septembre 2014 à juin 2015. Non seulement les Kurdes ont réussi à tenir ce bastion face aux djihadistes, mais ils ne cessent depuis d'avancer face à Daech, avec notamment la reprise récente de la ville de Manbij. D'où vient l'énergie des combattant(e)s kurdes ?

      Patrice FRANCESCHI. - Kobané a vraiment été le Stalingrad des Kurdes, le moment de basculement de leur propre histoire. Entre sa libération et maintenant, ils ont incroyablement progressé sur le terrain militaire contre les islamistes. La bataille de Manbij a été le dernier moment, véritablement homérique, de cette guerre puisque cette ville du Nord du pays est le principal verrou des djihadistes. Elle barre en effet la jonction entre la capitale de Daech, Raqqa, et les territoires qu'ils tiennent dans la poche aujourd'hui encerclée du canton d'Afrin. C'est une défaite majeure pour eux. Cette bataille a été sanglante, d'une extrême dureté. Les Kurdes ont payé le prix du sang : en deux mois, plus de 1000 combattants ont été tués ou blessés. De l'autre côté, 3000 djihadistes sont morts et l'on compte le double de blessés.

      L'énergie des combattants des Unités de protection du peuple (YPG en kurde) et des combattantes des Unités de protection de la femme (YPJ) vient d'une chose relativement simple. Ils savent pertinemment pourquoi ils se battent et acceptent pour cela de souffrir et de mourir. Ils se battent pour leur liberté afin d'en finir avec des siècles d'oppression arabe, ils se battent pour la démocratie, l'égalité entre les hommes et les femmes, la laïcité et le respect des minorités. Ce sont des points d'incandescence pour les djihadistes ! Leur énergie provient aussi d'une jeunesse qui refuse de migrer. Les jeunes Kurdes veulent se battre et s'investissent complètement dans la construction d'un nouvel État qui sera un exemple pour le Moyen-Orient.

      Dans un village qui venait d'être libéré autour de Manbij, je voyais des slogans de Daech écrits en arabe: «Nous ne voulons pas de la démocratie des mécréants, ni de leur laïcité maligne, nous voulons vivre sous la gouvernance d'Allah». Les Kurdes à côté avaient écrit : «Je ne migrerai pas, je n'abandonnerai pas mon pays à l'ennemi». Voilà ce qui les motive. Le combat est idéologique. Les Kurdes, c'est la démocratie contre la théoc